NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Bertemu

Ciuman itu tidak lagi sekadar ungkapan hasrat, melainkan letupan emosi yang tertahan dari seorang pria yang lelah berpura-pura tangguh. Tristan melumat bibir bawah Nayla dengan intensitas menuntut, menyerap rasa manis dari peach gloss yang merona di bibir wanita itu. Jari-jemari tangannya yang kokoh mencengkeram lembut tengkuk Nayla, menahan kepala wanita itu agar tak bergeser sedikit pun, sementara lengan satunya melingkar makin erat di pinggang molek Nayla, menariknya rapat tanpa jarak.

Nayla sempat tersentak kecil saat napasnya tersedot habis oleh serangan mendadak itu. Namun, kehangatan tubuh Tristan dan denyut jantung pria itu yang terpacu gila di dadanya menyapu bersih sisa-sisa rasionalitasnya. Tubuhnya melunak. Dengan canggung namun pasti, Nayla mulai membalas ciuman sang bos. Tangannya yang semula berada di dada Tristan meluncur naik, melingkari leher pria itu, meremas pelan rambut hitam Tristan yang tertata rapi hingga menjadi sedikit berantakan.

Langkah kaki mereka bergeser tanpa arah, terdorong oleh gairah yang makin membakar. Tristan membawa tubuh Nayla mundur perlahan hingga punggung wanita itu menyentuh pinggiran meja kayu mahogany yang luas. Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Tristan mengangkat tubuh Nayla dengan mudah, mendudukkan sekretarisnya itu di atas meja kerja yang dipenuhi berkas-berkas penting. Kertas-kertas laporan keuangan berserakan terdorong pinggul Nayla, namun tak ada satu pun dari mereka yang peduli.

Ciuman itu kian memanas, menjadi lebih dalam dan sarat akan kerinduan yang terpendam. Suara kecupan halus berbaur dengan deru napas mereka yang makin tak beraturan di dalam ruangan CEO yang kini terasa amat gerah. Tristan miringkan kepalanya, memperdalam aksesnya untuk menjelajahi bibir Nayla lebih jauh, menikmati setiap desahan halus yang lolos dari tenggorokan wanita di pangkuannya.

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan keras di pintu kaca ruang kerja bertindak bagaikan sengatan listrik bertegangan tinggi.

Sensasi panas yang membakar seketika surut, digantikan oleh gelombang kejutan luar biasa. Mata Nayla membelalak lebar. Sistem saraf dan refleks bertahan hidup wanita itu menyala secara spontan akibat kepanikan yang teramat sangat.

Brak!

Tanpa sadar akan kekuatannya sendiri, Nayla mendorong dada Tristan sekuat tenaga untuk menjauhkan pria itu dari tubuhnya.

Tristan yang sedang berada dalam puncak puncaknya, sama sekali tidak bersiap menghadapi dorongan mendadak itu hilang keseimbangan total. Kakinya tersangkut karpet mahal.

BRUK!

Tristan jatuh untuk yang kedua kalinya hari itu, mendarat dengan posisi terduduk keras di atas karpet.

"Aaghh!" Tristan meringis tertahan, memegangi pantatnya yang berdenyut kesakitan. Tulang ekornya terasa seperti dihantam balok kayu. Ia mendongak dengan wajah meringis, memandang Nayla dengan tatapan tak percaya campur tidak berdaya.

Nayla yang masih duduk di atas meja dengan napas terengah-engah dan rambut sedikit berantakan langsung menutupi mulutnya sendiri. Matanya membulat penuh penyesalan melihat sang CEO mengerang di lantai.

"A-astaga! Pak Tristan! Maaf, maafkan saya!" bisik Nayla panik seraya terburu-buru turun dari meja. Ia segera berlutut dan memegang lengan Tristan, berusaha membantu pria itu berdiri. "Saya refleks... sungguh, saya tidak sengaja mendorong Anda sejauh itu!"

Tristan menahan napas sejenak, mengusap tulang ekornya yang masih ngilu, lalu memaksakan diri untuk berdiri dibantu Nayla. Ia menepuk-nepuk bagian belakang celana kainnya untuk menghilangkan debu khayalan.

"Tidak apa-apa..." bisik Tristan meringis pelan, berusaha mengembalikan kewibawaannya meski wajahnya masih menahan rasa sakit di area pantat.

Tristan membenarkan posisi dasinya, mengusap jasnya cepat, lalu berdeham kencang guna menetralkan suaranya yang parau. Dengan langkah sedikit kaku, dia berbalik menuju pintu, menyembunyikan rasa nyeri yang masih tersisa.

"Masuk!" seru Tristan dengan suara yang dipaksakan terdengar tegas dan berwibawa.

Gagang pintu diputar dari luar. Pintu kaca tebal itu terdorong terbuka pelan.

Seorang wanita elegan melangkah masuk dengan gaya anggun dan penuh percaya diri. Wanita itu mengenakan gaun draping berwarna krem yang sangat pas di tubuhnya, dipadukan dengan tas brand ternama yang melingkar di lengannya.

Mata Tristan membelalak. Seluruh darah di tubuhnya serasa membeku seketika.

"Olivia?!" seru Tristan kaget bukan main.

Kepanikan tingkat dewa kembali menyergapnya. Dalam gerakan refleks yang sangat cepat namun kikuk, Tristan memunggungi istrinya sebentar, mengangkat lengan kemejanya, dan mengelap bibirnya secara kasar menggunakan kain lengan, berharap mati-matian tidak ada bekas lipstik peach milik Nayla yang tertinggal di sekitar mulutnya.

Sementara itu, langkah Olivia terhenti beberapa meter di dalam ruangan. Tatapan matanya yang tajam dan dingin menyapu seluruh penjuru ruangan, dimulai dari berkas-berkas yang berantakan tak wajar di atas meja kerja, lalu beralih pada Tristan yang tampak sangat canggung, dan akhirnya berlabuh tepat pada sosok wanita yang berdiri tak jauh dari meja tersebut.

Suasana ruangan mendadak menjadi begitu hening dan mencekam. Udara terasa berat, seolah oksigen di dalam sana ditarik keluar secara paksa.

Olivia menatap Nayla dari atas sampai bawah tanpa ekspresi. Tidak ada kejutan panik di wajah cantiknya, hanya ada pandangan menilai yang sangat dingin. Ia mengenali raut wajah itu. Sangat mengenalnya.

Nayla sendiri mematung di tempatnya berdiri. Jemarinya saling meremas di depan tubuh. Kenangan masa lalu yang kelam dan menyakitkan mendadak berputar kembali di kepalanya bagaikan kaset rusak. Masa SMA mereka, keretakan keluarganya, kehancuran rumah tangga orang tuanya, semua itu berakar dari wanita yang kini berdiri beberapa langkah di depannya.

"Nayla?" panggil Olivia dengan nada suara yang tenang, namun penuh intonasi dingin yang menusuk. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, menatap mantan teman SMA-nya itu. "Kamu... Nayla, kan?"

Nayla menelan ludahnya yang terasa pahit. Ia mencoba mempertahankan posisi berdirinya agar tidak terlihat goyah, meski dadanya bergemuruh hebat. "Iya, Olivia. Sudah lama tidak bertemu."

Olivia mengalihkan pandangannya sebentar ke arah Tristan yang kini sudah berhasil membersihkan bibirnya, meski wajah pria itu masih terlihat sedikit pucat, lalu kembali menatap Nayla dengan sudut alis terangkat tinggi.

"Sedang apa kamu di kantor suamiku?" tanya Olivia langsung tanpa basa-basi, suaranya tajam menuntut penjelasan. Ia sangat tahu sejarah kelam di antara keluarga mereka, dan fakta bahwa Nayla berada di ruangan kerja pribadi suaminya mendatangkan kecurigaan yang terselubung.

Sebelum Nayla sempat menjawab dan membuat suasana semakin keruh, Tristan dengan cepat melangkah maju. Pria itu menyela, berdiri agak menutupi posisi Nayla untuk mencairkan ketegangan yang kian menggelembung di udara.

"Dia bekerja di sini," potong Tristan dengan suara sejelas mungkin, berusaha tampil tenang meski jantungnya berdegup kencang seperti mau copot. "Nayla adalah sekretaris pribadi baru saya yang menggantikan Zay sejak awal minggu lalu."

"Apa?!" Olivia tampak kaget.

1
Ass Yfa
ceritamu bagus2..kenapa nggk lulus retensi,,dan harus tamat dipaksakan😭😭ada yg blm ending..juga..ttp semangat berkarya kak💪💪💪kita ttp support
Dwi Setyaningrum
kantornya pastinya juga sdh tutup bukan ya🤔
Dwi Setyaningrum
knp ga ganti baju ditoilet sih masak gt aja harus tanya🤪dan diruangan CEO masak ga ada toiletnya🤔kalau CEO nya kebelet pipis masak harus jd 1 toiletnya dg karyawannya🤔wah ga msk akal ini🤪
Rommy Wasini Khumaidi
trimakasih buat cerita²nya.bagus semua ceritanya,selalu suka
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
giliran udah bangkrut saling menyalahkan di saat masih jaya sombong dan serakah . selamat menikmati kehancuran Olivia dan family 😂
makasih Thor cerita nya bagus dan menghibur
diga pues
❤️
Lestari saja🥰
visum tris
Lestari saja🥰
nyesel bgt pasti si tristan....liat denis di kurung
Lestari saja🥰
semoga denis ga mati
Lestari saja🥰
gila oliv
Lestari saja🥰
hemmmm keserakahan hanya akn berakhir saat sdh diam di bawah tanah.
Lestari saja🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🍤⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
terimakasih ya thor sdh buat novel yang bagus cerita nya, maka nya banyak author yang beralih ke apk lain
Lestari saja🥰
shock nya sdh,be go nya usai tristan....bongkar semua penghianat
Lestari saja🥰
selingkuh enak kan oliv?????
klo diselingkuhin?????masih enak????
jgn senang dulu,zay mungkin saat ini masih sama kmu krn masih bituh,klo dia sdh mandiri apa ga dibuang kmu oliv????
Lestari saja🥰
banyak sih manusia serakah dan tak tahu diri.mereka ga sadar sdh mengundang karma buruk utk dri mrk sendiri
Lestari saja🥰
penasaran nay
Lestari saja🥰
kurang bukti bossss🤨bukan mantra goib..
Lestari saja🥰
kaaaannnn ternyata kmu ga kenal istrimu sendiri....
Lestari saja🥰
hadehhhhhh.....hrs nya cari bukti lebih banyak lagi tris😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!