NovelToon NovelToon
Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara gemericik air hujan yang menabrak kaca jendela kamar menjadi satu-satunya dentang yang memecah keheningan di dalam ruangan bernuansa minimalis itu. Riana duduk di tepi tempat tidur berukuran king size, jemarinya meremas pinggiran sprei satin yang dingin. Di sudut ruangan lain, berdiri seorang pemuda berpostur jangkung yang sedang merapikan kerah kemeja hitamnya di depan cermin besar. Dialah Reza, sosok pria yang sejak dua bulan lalu secara sah menyandang status sebagai suaminya.

​Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup di bawah satu atap tanpa suara. Dua bulan berjalan seperti rentetan hari tanpa warna, di mana keberadaan satu sama lain dianggap layaknya bayangan yang tak memiliki wujud. Pernikahan ini bukanlah impian yang dianyam oleh cinta, melainkan sebuah simpul paksaan yang dijahit oleh warisan janji masa lalu.

​Nenek moyang dari kedua keluarga besar mereka pernah membuat kesepakatan tertulis puluhan tahun lalu, sebuah amanah keluarga yang tak boleh dilanggar oleh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Yang Tumbuh

Sela melipat kedua tangannya di dada, menyunggingkan senyum manja yang dibalut kacamata hitam di atas kepalanya. "Emang aku gaboleh main-main ke rumah pacar aku?" tanya Sela dengan nada menggoda. Ia mencoba melangkah maju, hendak menerobos masuk melewati celah pintu yang dijaga ketat oleh tubuh tinggi Reza.

​Reza dengan sigap menggeser posisi berdirinya, sedikit melebarkan bentangan tangannya seolah-olah sedang menyandar santai di bingkai pintu, menutup akses masuk secara halus. Jantungnya berdegup kencang, memikirkan Riana yang mungkin sedang mendengarkan pembicaraan mereka dari balik dinding lantai atas.

​"Bukan gak boleh, Sela," ujar Reza, berusaha keras menjaga intonasi suaranya agar terdengar setenang mungkin. "Tapi rumah ini lagi acak-acakan banget. AC di ruang tamu juga lagi rusak, belum sempat aku servis. Panas di dalam."

​Sela merengut manis, memiringkan kepalanya sembari menatap ke dalam lorong foyer yang terlihat sepi. "Kan aku bisa nunggu di dalam kamar kamu, Za. Lagian aku ke sini sengaja mau ajak kamu berangkat kampus bareng. Mobil aku sengaja aku ditinggal di bengkel dekat sini tadi pagi."

​Keringat dingin samar mulai bermunculan di tengkuk Reza. Membiarkan Sela masuk ke dalam rumah—apalagi naik ke lantai atas—adalah tindakan bunuh diri. Di atas sana, kamar utama penuh dengan barang-barang Riana, belum lagi risiko Riana mendadak keluar kamar.

​"Mending kita langsung berangkat sekarang aja," selak Reza cepat, mengambil langkah maju keluar dari pintu dan langsung memutarkan kunci untuk mengunci pintu rumah rapat-rapat dari luar. "Aku ada janji ketemu dosen sebelum jam kelas dimulai. Kalau nunggu di sini dulu, nanti kita malah terlambat."

​Sela sedikit terkejut dengan reaksi Reza yang terkesan terburu-buru, namun ia menyunggingkan senyum kembali dan mengangguk pelan. "Ya udah deh, tapi kamu yang menyetir ya?"

​"Iya," jawab Reza pendek, menghela napas lega yang sangat panjang sembari berjalan menuju mobilnya. Dari balik kaca jendela lantai dua yang terhalang gorden tipis, ia tahu ada sepasang mata yang sedang memperhatikan setiap gerak-geriknya dari atas.

​Dari balik celah gorden kamar di lantai dua, Riana berdiri mematung memperhatikan mobil mewah Reza yang perlahan meluncur keluar dari halaman rumah membawa Sela di kursi penumpang. Tangannya yang meremas kain gorden perlahan mengendur. Ketegangan yang sempat menguras emosinya perlahan surut, berganti menjadi rasa hampa yang familier.

​Riana menghela napas panjang, melangkah mundur dan mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. Rumah itu kembali menjadi sunyi senyap, persis seperti ruang hampa tanpa kehidupan.

​Di dalam mobil yang sedang membelah jalanan kota menuju kampus, suasana tidak sepenuhnya tenang. Sela yang duduk di samping Reza sibuk merapikan riasan wajahnya di cermin sun visor. Namun, matanya sesekali melirik curiga ke arah konsol tengah mobil Reza.

​"Za," panggil Sela pelan.

​"Kenapa?" sahut Reza fokus menatap jalanan di depannya.

​"Rumah itu... beneran kamu tinggal sendirian di sana?" tanya Sela dengan nada menyelidik. "Tadi aku sempat cium aroma kopi dan sandwich panggang yang lumayan menyengat dari luar jendela samping. Kamu semenjak kapan bisa bikin sarapan niat begitu pagi-pagi?"

​Pertanyaan sederhana itu mendadak membuat genggaman tangan Reza pada kemudi melonggar. Otaknya berputar cepat mencari alasan yang masuk akal. Ia lupa bahwa Riana baru saja selesai membuat sarapan persis sebelum bel berbunyi tadi.

​"Aku beli di drive-thru kemarin malam, cuma diangetin aja tadi pagi," alibi Reza datar, mencoba terlihat santai tanpa menoleh.

​Sela menyipitkan mata, merasa ada sesuatu yang tidak pas dengan respons Reza yang agak kaku. Namun, karena tidak memiliki bukti lain, ia memilih menyimpan rasa curiganya dalam hati.

​Sementara itu di rumah, Riana menyelesaikan minum kopinya yang sudah mulai dingin. Hari masih pagi, tetapi ketegangan dari pernikahan rahasia ini sudah mulai mengikis kesabarannya. Riana sadar, permainan sembunyi-sembunyi ini hanyalah bom waktu yang siap meledak kapan saja.

1
Waaaaaa_
hehe gpp,selamat membacaa😍
bsjelfjbrndsabdvr
tapi suka ceritanya😍😍😍
bsjelfjbrndsabdvr
wahhh saking serius baca sampai lupa like dari awal Bab. Maafken ya Thor😂😂😍😍❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!