NovelToon NovelToon
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Status: sedang berlangsung
Popularitas:6
Nilai: 5
Nama Author: Elara Aisyah

Dianggap "gadis bangkrut yang beruntung", diperlakukan seperti janda selama tiga tahun pernikahan rahasianya. Tapi begitu Renata melepas cincin dan pergi, topeng demi topeng terbuka: peretas nomor satu, putri hilang konglomerat permata, penyelamat nyawa sang Kapten. Saat semua yang menghinanya bertekuk lutut—Kapten Nathan Halim justru jatuh paling dalam, mengejar istri yang telah ia sia-siakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Bab 18

Lukisan yang Membongkar Topeng

Sabtu malam, sebuah lukisan tanpa nama pelukis dipajang di tengah ballroom hotel SCBD.

Judulnya Hujan di Bandara.

Di atas kanvas, landasan pacu tenggelam dalam warna biru kelabu. Di bagian depan terlihat seorang awak kabin dari belakang, syalnya diterpa angin, lengan kirinya dibalut perban. Cahaya kuning dari terminal jatuh tepat pada sosok itu.

Nathan berhenti lebih lama daripada tamu lain.

Punggung perempuan dalam lukisan tersebut mengingatkannya kepada Renata malam AG2331.

“Bagus, ya?” Cheryl berdiri di sampingnya. “Sedih, tapi kuat.”

Nathan tidak menjawab. Sejak menemukan tanggal perjalanan yang janggal, ia belum menanyakan apa pun kepada Cheryl. Ia menunggu Reno membawa bukti lengkap.

Malam itu Opa mengirim Nathan mewakili keluarga dalam lelang amal. Renata hadir karena salah satu program mengumpulkan dana untuk fasilitas rehabilitasi kesehatan. Fransisca dan Yovita datang bersama lingkaran arisan mereka, sementara beberapa wartawan infotainment menunggu di pinggir ballroom.

Ketika lukisan dibawa ke panggung, pembawa acara menjelaskan bahwa karya tersebut disumbangkan tanpa nama publik dan seluruh hasilnya akan digunakan untuk layanan pemulihan pasien perempuan.

“Pelukisnya ingin karyanya yang bicara,” katanya.

Tawaran dibuka.

Sebelum angka pertama disebut, seorang perempuan di kelompok arisan memandang Cheryl. “Ci Cheryl, bukannya gaya lukisan ini mirip punyamu?”

Cheryl tersenyum kecil. “Kamu masih ingat?”

“Jadi benar?”

Beberapa kepala menoleh. Kamera ponsel ikut terangkat.

Cheryl melirik Nathan, lalu menurunkan mata dengan sikap malu-malu.

“Sebenarnya itu lukisan lama saya. Saya nggak berniat mengaku karena malam ini untuk amal, bukan untuk mencari perhatian.”

Pujian langsung terdengar.

“Ci Cheryl hebat sekali.”

“Pantas detailnya halus.”

Nathan mengamati wajah Cheryl. “Kapan kamu melukisnya?”

“Belum lama.”

“Setelah AG2331?”

Cheryl mengangguk. “Berita tentang kecelakaan itu menyentuh saya.”

Di meja lain, Renata mengangkat wajah dari katalog. Tania yang duduk sebagai tamu pendamping hampir tersedak minuman.

“Dia serius?” bisiknya.

“Sepertinya.”

“Itu lukisan yang kamu selesaikan waktu menginap di tempatku.”

Renata memberi isyarat agar Tania tidak ikut campur.

Di panggung, pembawa acara tampak senang mengetahui sang pelukis berada di ruangan. Ia mempersilakan Cheryl menjelaskan inspirasi karya sebelum penawaran dilanjutkan.

Cheryl naik dengan tepuk tangan. Seorang tamu sedang menyiarkan melalui Instagram Live.

“Saya ingin menggambarkan keteguhan perempuan,” katanya. “Hujan dibuat dengan cat air agar terasa transparan.”

Pembawa acara melirik kanvas. “Menarik. Padahal katalog menyebut media minyak di atas linen.”

Senyum Cheryl membeku.

“Maksud saya, tekniknya menyerupai cat air.”

“Apakah Anda memakai kuas khusus untuk tekstur landasan?”

“Tentu. Kuas pipih.”

Renata menunduk. Tania menutup mulut dengan tangan, menahan tawa.

Fransisca melihat reaksi mereka dan langsung bersuara, “Rena kelihatannya tahu banyak. Coba jelaskan kalau memang lebih paham.”

Ucapan itu dimaksudkan untuk mempermalukan. Semua orang kini menoleh kepada Renata.

Ia bisa menolak, tetapi Cheryl sudah berdiri di depan lukisan miliknya dan berbohong sambil tersenyum.

Renata bangkit.

Di atas panggung, ia tidak mengambil mikrofon dari Cheryl. Ia hanya berdiri di sisi kanvas.

“Lapisan dasarnya campuran abu hangat dan umber,” katanya ketika pembawa acara bertanya. “Hujannya dibuat dengan minyak yang diencerkan, lalu sebagian dikikis sebelum kering.”

Ia menunjuk bagian landasan tanpa menyentuhnya.

“Tekstur ini bukan kuas pipih. Dibuat dengan pisau palet yang ujungnya sudah retak. Karena itu garis pantulannya terputus di sisi kanan.”

Ruangan menjadi hening.

“Dan perban di lengan kiri bukan sekadar simbol,” lanjut Renata. “Dalam kejadian AG2331, awak kabin itu menahan nyeri saat membantu penumpang turun. Yang ingin ditunjukkan bukan perempuan yang menunggu diselamatkan, tapi perempuan yang tetap bekerja ketika dirinya sendiri terluka.”

Nathan tidak mengalihkan mata darinya.

Pembawa acara menerima map dari staf lelang. “Kami memiliki formulir penyerahan karya untuk verifikasi. Ibu Renata, apakah Anda mengizinkan nama donatur dibuka?”

Renata mengangguk.

“Lukisan ini diserahkan oleh Renata Tanuwijaya.”

Suara kaget meledak di ballroom.

Ponsel yang menyiarkan langsung bergerak dari wajah Renata ke Cheryl. Perempuan itu masih memegang mikrofon, tetapi tak ada satu kata pun keluar.

“Saya cuma...” Cheryl menelan ludah. “Saya kira itu lukisan yang pernah saya buat. Gayanya mirip.”

Tania berbisik cukup keras dari bawah panggung, “Mirip sampai salah tahu jenis cat?”

Tawa terdengar dari beberapa meja.

Cheryl turun terburu-buru. Fransisca yang tadi memancing Renata naik kini pura-pura memeriksa pesan.

Lelang dilanjutkan. Tawaran naik cepat setelah identitas pelukis terbuka, terlebih karena kisah AG2331 masih segar di ingatan publik. Nathan mengangkat papan penawar beberapa kali, tetapi seorang kolektor akhirnya menang dengan angka yang lebih tinggi.

Renata tidak tampak kecewa. Ia justru menambahkan dana pribadi untuk membulatkan hasil lelang, dengan syarat seluruh selisih dialihkan ke program rehabilitasi sejenis tempat ibunya dirawat.

Seorang wartawan mendekatinya saat ia turun dari panggung.

“Bu Renata, kenapa sejak awal tidak mencantumkan nama?”

“Karena orang datang untuk berdonasi, bukan membeli gosip tentang saya.”

“Apakah sosok dalam lukisan itu diri Anda sendiri?”

Renata memandang kanvas. Ia melukisnya pada malam ketika rasa nyeri di lengan membuatnya tidak bisa tidur. Hujan di gambar bukan hujan sebenarnya, melainkan ingatan tentang berdiri sendirian setelah penerbangan darurat, menunggu seseorang yang tidak datang.

“Dia bisa menjadi siapa saja yang tetap bekerja meski sedang terluka,” jawabnya.

Wartawan itu mencoba bertanya tentang Cheryl, tetapi Renata sudah mundur dari mikrofon.

Sikap tersebut justru membuat perbedaan mereka semakin tajam. Cheryl merebut karya orang lain untuk mendapatkan pujian. Renata memberikan karyanya tanpa nama agar orang lain menerima bantuan.

Yovita menghampiri Fransisca di meja keluarga. “Tadi kamu yang menyuruh Rena naik.”

“Aku nggak tahu itu lukisannya.”

“Semua orang juga tahu. Itu masalahnya.”

Fransisca memelototinya, tetapi tidak bisa membalas di depan kamera.

Sebelum acara selesai, potongan video berdurasi lima belas detik sudah menyebar.

Sosialita ketahuan mengaku lukisan orang lain.

Di grup arisan, pujian untuk Cheryl berubah menjadi pertanyaan dan emotikon tertawa. Beberapa tamu yang tadi memanggilnya seniman mendadak menjaga jarak.

Nathan melihat semuanya tanpa mendekati Cheryl.

Ia baru sadar bahwa selama tiga tahun, ia tidak pernah tahu Renata melukis. Ia tidak tahu pekerjaan yang membuatnya lupa waktu, makanan yang disukainya, atau apa yang dilakukan perempuan itu ketika sedang sedih.

Setiap fakta baru tentang istrinya terasa seperti bukti kelalaiannya sendiri.

Renata meninggalkan ballroom bersama Tania. Di area parkir, ia baru membuka pintu mobil ketika Nathan menahannya.

Ia mengangkat ponsel. Di layar, video wajah Cheryl yang membeku berhenti tepat setelah penjelasan tentang pisau palet.

“Lukisan itu benar-benar milikmu?” tanyanya.

Tangan Renata masih berada di gagang pintu.

Nathan menunggu, tetapi Renata belum menjawab.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!