NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 5

setelah banyaknya drama yang terjadi di dapur, akhirnya masakan Aluna pun selesai. kini Aluna telah menghidangkan berbagai menu makanan yang sangat enak dan menggugah selera. semua tersaji rapi di atas meja makan.

Lea yang melihat berbagai makanan itu hanya menatap dengan pandangan jijik dan tidak berselera, tetapi berbanding terbalik dengan Darman. dia justru sangat menyukai masakan yang telah dibuat oleh Aluna.

"wah, ini kamu yang buat nak?" tanya Darman sembari tersenyum ke arah Aluna

"I-iya tuan" jawab Aluna gugup

"jangan panggil tuan, dong nak. kan kamu sudah menjadi menantu saya panggil saya ayah saja ya"

Aluna yang mendengarnya hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum kaku ke arah darman.

hingga sebuah suara langkah kaki yang terdengar tenang namun tegas dari arah tangga memecahkan suasana canggung itu, dan pandangan mereka pun teralihkan ke arah seseorang tersebut.

Tak. tak. tak.

"kamu sudah bangun, sayang?" ucap Lea basa-basi

Aryan hanya menganggukkan kepalanya ketika ibunya mengajaknya berbicara. lalu dia mengambil posisi duduk di samping ayahnya sambil menatap berbagai makanan yang begitu banyak tersaji di atas meja.

tiba-tiba kening Aryan berkerut bingung. karena biasanya mereka sarapan hanya makan roti dan segelas air putih. namun, untuk pagi ini sungguh sangat berbeda.

ada nasi, ada lauk ikan yang dimasak kuah, sayur-sayuran yang ditumis, bahkan masih banyak lagi.

apakah ini masih bisa disebut sebuah sarapan? pikir Aryan.

melihat kerutan bingung dari wajah Aryan, darman pun akhirnya menjelaskan kalau yang memasak sarapan kali ini adalah Aluna sendiri.

aryan yang mengetahui hal itu, wajahnya yang semula masih terlihat biasa saja langsung berubah menjadi masam dan terlihat tidak bersahabat untuk dilihat.

melihat itu, Aryan langsung berdiri dari duduknya dan siap melangkah keluar sebelum ayahnya berucap dengan dingin, tetapi sarat akan penolakan.

"Aryan, kembali duduk" ucap Darman dingin

Namun, Aryan tidak peduli akan ucapan ayahnya, dia malah semakin melangkahkan kakinya untuk keluar, tetapi lagi-lagi dia terus dihentikan oleh perintah ayahnya.

"ayah bilang duduk kembali, Aryan!" bentak Darman tanpa menoleh sedikitpun ke arah Aryan.

tak ingin semakin membuat ayahnya marah dan berteriak memanggilnya, Aryan pun tidak punya pilihan lain selain kembali duduk di kursinya. rahangnya mengeras dan tangannya terkepal erat di bawah meja, berusaha menyembunyikan amarah yang sedari tadi terus diuji.

"Nak Aluna, ayo nak hidangkan makanan itu ke piring suamimu. dia pasti sudah tidak sabar ingin memakan makanan buatan mu" ujar darman tersenyum lembut ke arah Aluna

melihat situasi yang sepertinya tidak baik-baik saja, Aluna segera mengikuti apa kata mertuanya dan menyiapkan berbagai macam makanan yang dibuatnya ke atas piring suaminya.

lagi-lagi Aryan hanya bisa diam menatap lurus ke arah depan dengan wajah datar.

sama halnya dengan Lea, dia juga ikut kesal dan marah kepada suaminya, Namun, dia tidak bisa melawan mengingat suaminya adalah kepala keluarga di rumah ini. jadi dia harus menahan gejolak api yang terus-terusan membara dalam dirinya.

ketika berbagai makanan telah dihidangkan di atas piring, Aluna pun segera memberikan piring itu ke arah Aryan yang masih saja diam tanpa menyentuh makanan itu.

sedangkan Aluna, dia masih setia berdiri di samping suaminya, memandang suaminya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

"Nak Aluna, kenapa masih berdiri di situ? ayo duduk di samping Aryan dan makan bersama kami"

Lea dan Aryan yang mendengar suara darman yang meminta Aluna untuk duduk di samping Aryan, mereka berdua pun langsung menatap darman dengan pandangan tidak suka.

Namun, darman tidak peduli akan tatapan itu. dia malah semakin menyuruh Aluna untuk duduk di kursi samping Aryan.

Lea yang sudah kentaran menahan amarahnya tidak bisa lagi menyembunyikannya. akhirnya dia pun mengeluarkan semua bara api yang sempat tertahan dalam dirinya.

"mas, kamu apa-apaan sih? kok malah nyuruh dia duduk di sana!" seru Lea

darman yang melihat istrinya membentaknya merasa sangat tidak suka dengan nada bicara Lea kepadanya. karena ini baru pertama kalinya istrinya mau membentaknya.

"emang kenapa kalo aku menyuruh dia duduk di samping suaminya?" ujar darman dingin

"mas, kok kamu jadi gini sih? kamu tahu kan, kalo tempat it-" ucapan Lea langsung terpotong saat suaminya menyela perkataannya.

"sudah cukup, Lea. tidak bisakah kau melihat menantu kita makan bersama kita di sini? kenapa kau sangat tidak menyukainya?"

"iya! memang aku tidak menyukainya. karena itu aku tidak menginginkannya duduk di situ!"

"Lea!" bentak darman tidak sengaja dan menatap istrinya tajam.

Aryan yang melihat ibunya dibentak langsung berdiri dari duduknya hingga menimbulkan suara decitan dari kursinya karena didorong terlalu kuat.

"Ayah! maksud ayah apa bentak-bentak ibu seperti itu? ayah boleh memarahi aku atau membentakku, tapi aku tidak akan tinggal diam kalo ayah berani membentak ibu seperti ini!" teriak Aryan menggema di seluruh ruang makan.

Namun, darman tidak peduli akan teriakan Aryan karena fokusnya sekarang hanya tertuju ke arah Lea yang sepertinya sangat shock karena dibentak olehnya.

"kamu keterlaluan, mas! hanya karena aku tidak mengizinkan wanita ini duduk di sana, kamu dengan teganya malah membentakku!!" teriak Lea tidak habis pikir dengan suaminya yang dengan teganya membentak dirinya.

"Aku tidak akan membentakmu kalo kau tidak menaikkan nada suaramu, Lea" ujar darman tegas menatap Lea yang matanya sudah berkaca-kaca, bersiap untuk menjatuhkan buliran air matanya.

"aku benci kamu! sekali lagi, aku membenci kamu!!" teriak Lea, berlari dari ruang makan tergesa-gesa menuju kamarnya.

darman yang tidak tega melihat istrinya menangis karena dirinya yang tidak sengaja membentaknya. langsung mengejar Lea yang sedang berlari menuju kamar mereka.

sesudah kepergian Lea dan darman, suasana ruang makan langsung hening seketika.

Aryan yang sudah mengepal menahan amarahnya menoleh ke arah Aluna yang sedang menundukkan kepalanya, dengan kedua jemarinya yang tertaut gelisah.

saat Aryan melihat wajah Aluna, tiba-tiba amarahnya semakin memuncak. dia mengepalkan kedua tangannya kuat, tatapannya menusuk telak ke arah wajah Aluna.

Aluna yang menyadari Aryan sudah berdiri menghadap ke arahnya, dia pun mendongakkan kepalanya menatap ke arah Aryan.

Namun, belum sempat Aluna bisa mencerna situasi, tiba-tiba sebuah tamparan yang sangat keras mendarat telak di pipinya. meninggalkan rasa perih, panas, dan denyutan secara bersamaan.

PLAK!

Aluna terdiam. wajahnya tertoleh ke samping. dia pun memegangi pipi kanannya yang ditampar oleh Aryan.

saat Aluna kembali melihat Aryan, lagi-lagi Aryan malah menampar pipinya yang satunya lagi.

rasa sakit mulai menjalar di kedua pipinya. rasa perih dan panas bercampur bersamaan, meninggalkan bekas kemerahan di sekitar pipinya.

"ken-" belum sempat Aluna bertanya kenapa Aryan menamparnya, Aryan sudah lebih dulu memotong ucapannya dengan berteriak keras di depan wajahnya.

"KAU TANYA KENAPA AKU MENAMPARMU, HAH?! ITU KARENA GARA-GARA KAU KELUARGAKU JADI SEPERTI INI, BANGSAT!" teriak Aryan di depan wajah Aluna

"KENAPA, KENAPA KAU HARUS HADIR DI RUMAH INI, KENAPA?!" Napas Aryan memburu ketika dia mengeluarkan unek-uneknya selama ini.

"KENAPA KAU HARUS HADIR DI KELUARGA INI, HAH?! KAU LIHAT IBU DAN AYAHKU BERTENGKAR GARA-GARA KAU, INGAT, GARA-GARA KAU!!!" ujar Aryan menunjuk wajah Aluna kasar dengan mata menyala. tatapannya menatap wajah Aluna tajam setajam pisau, yang siap untuk menusuk siapapun yang dengan beraninya mengusik keluarganya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!