NovelToon NovelToon
Aku Hidup Kembali

Aku Hidup Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Karin mengira semuanya telah berakhir saat tubuhnya terjatuh ke dasar jurang. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali menjadi gadis berusia dua puluh tahun dan mendapati kedua orang tuanya masih hidup.
Kesempatan kedua itu membuatnya bersumpah mengubah takdir. Ia harus menyelamatkan keluarganya dan menghindari pernikahan dengan Giorgino, pria yang kelak menghancurkan hidupnya.
Demi menggagalkan rencana perjodohan, Karin nekat mengaku telah memiliki kekasih. Masalahnya, pria itu tidak pernah ada.
Dalam kepanikannya, hanya satu nama yang terlintas di benaknya—Kai, mahasiswa berandal yang dingin, cuek, dan terkenal sebagai badboy kampus.
Namun semakin dekat dengannya, Karin menyadari bahwa kehidupan keduanya ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar kesempatan hidup kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Cinta

Bab 5

Karin menatap langit-langit kamarnya tanpa berkedip. Jarum jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tetapi matanya masih enggan terpejam.

Ucapan Pak Wirawan terus terngiang di kepalanya.

"Ajak pacarmu makan malam di rumah akhir pekan ini."

Artinya, ia hanya memiliki waktu empat hari. Empat hari untuk menghadirkan seseorang yang tidak pernah ada.

"Kenapa aku dulu asal bicara?" gumamnya sambil menutupi wajah dengan bantal.

Sesaat kemudian ia mengembuskan napas panjang.

Tidak.

Menyesali keputusan itu tidak akan mengubah apa pun. Kalau saat itu ia tidak mengaku sudah memiliki pacar, mungkin sekarang orang tuanya sudah semakin gencar menjodohkannya dengan Gio.

Apa pun risikonya, kebohongan itu justru telah memberinya sedikit waktu.

Dan sekarang...Ia harus memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin.

Namun satu pertanyaan terus menghantuinya. Bagaimana cara meminta Kai berpura-pura menjadi pacarnya?

Bahkan mereka baru berbicara dua kali.

Kalau ada orang asing tiba-tiba datang dan meminta hal seperti itu, Karin sendiri pasti akan menganggap orang tersebut tidak waras.

"Aku benar-benar nekat."

Gumamnya pada udara.

-

-

-

Keesokan paginya...

Karin sengaja datang lebih awal ke kampus. Ia berharap bisa bertemu Kai sebelum jam kuliah dimulai.

Namun hingga lima belas menit berlalu, sosok pria itu belum juga terlihat.

"Kamu nunggu siapa?"

Suara Nia mengejutkannya.

"Eh?"

"Dari tadi lihat-lihat gerbang terus."

Karin buru-buru menggeleng.

"Nggak nunggu siapa-siapa."

Nia menyipitkan mata.

"Bohong."

"Kamu lagi nunggu cowok, ya? Wah, jangan-jangan pacarmu?"

Karin tersenyum canggung.

"Ish... bukan."

"Hmm... mencurigakan."

Untungnya bel kuliah berbunyi. Percakapan mereka pun terputus.

-

-

-

Hari itu berlalu begitu lambat.

Selama beberapa kali pergantian mata kuliah, Karin sama sekali tidak melihat Kai.

Saat jam makan siang tiba, ia memutuskan pergi ke kantin. Baru beberapa langkah memasuki area kantin, ia melihat kerumunan mahasiswa.

"Katanya Kai kena hukuman."

"Iya, gara-gara berantem kemarin."

"Hukuman apa?"

"Disuruh bersihin gudang olahraga."

Mendengar nama itu, Karin langsung menghentikan langkah.

Gudang olahraga...

Ia tahu letaknya.

Tanpa berpikir panjang, ia berbalik arah.

"Karin!" teriak Nia dari belakang. "Mau ke mana?"

"Ada urusan sebentar!"

Gudang olahraga berada di belakang gedung utama kampus. Tempat itu memang jarang didatangi mahasiswa.

Saat Karin tiba, pintunya telah terbuka. Di dalamnya, seorang pria sedang memindahkan beberapa dus berisi perlengkapan olahraga.

Keringat membasahi pelipisnya. Lengan kemejanya digulung hingga siku.

Kai.

Pria itu tampak sibuk menyusun bola basket ke dalam rak.

Karin berdiri di ambang pintu. Tiba-tiba ia kehilangan keberanian.

Bagaimana kalau Kai marah?

Bagaimana kalau ia menolak mentah-mentah?

Bagaimana kalau setelah ini mereka bahkan tidak bisa saling menyapa lagi?

"Kamu mau berdiri di situ terus?"

Suara Kai membuat Karin tersentak.

"Ternyata benar kamu."

Kai meletakkan sebuah kardus.

"Ada perlu?"

"Iya."

"Apa?"

Karin menggenggam tali tasnya erat.

"Aku...Aku mau minta bantuan."

Kai mengangkat sebelah alis.

"Bantuan?"

"Iya."

"Kalau soal tugas kuliah, cari orang lain."

"Bukan."

"Kalau pinjam uang...Aku juga nggak punya."

Karin hampir tertawa.

Di luar dugaan, Kai ternyata bisa bercanda.

"Bukan itu."

"Lalu?"

Karin menarik napas panjang. Sekali ini saja. Ia harus berani.

"Aku ingin kamu berpura-pura menjadi pacarku."

...

Sunyi.

Kai berkedip pelan.

Beberapa detik berlalu tanpa suara.

Kemudian...

"Hah?"

Ekspresi datarnya akhirnya berubah.

Ia benar-benar terlihat terkejut.

"Aku serius."

Kai menunjuk dirinya sendiri.

"Aku?"

"Iya."

"Pacar pura-pura?"

"Iya."

Kai menatap Karin cukup lama. Lalu tiba-tiba mengangkat punggung tangannya ke dahi Karin.

"Kamu demam?"

Karin buru-buru menepis tangan itu.

"Aku serius."

"Aku juga serius."

Kai menghela napas.

"Kita bahkan belum saling kenal."

"Aku tahu."

"Lalu kenapa harus aku?"

Pertanyaan itu membuat Karin terdiam.

Ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya datang dari masa depan. Ia juga tidak bisa menjelaskan bahwa Kai adalah satu-satunya pria yang terlintas di kepalanya.

Karena itu terdengar lebih gila lagi.

"Aku..."

"Kamu kelihatan orang baik."

Kai langsung tertawa pelan.

"Orang baik? Seluruh kampus menyebutku badboy."

"Itu cuma kata mereka. Kamu berbeda."

Kai memperhatikan wajah Karin.

Tatapan gadis itu tidak tampak sedang bercanda. Justru terlihat sangat sungguh-sungguh.

"Alasannya?"

"Aku tidak bisa cerita."

"Kalau begitu jawabanku juga tidak bisa." Kai kembali mengangkat kardus. "Aku sibuk."

Penolakan itu sebenarnya sudah diduga Karin. Namun tetap saja membuat dadanya terasa sesak.

"Tunggu."

Kai tidak berhenti.

"Tolong."

Langkah Kai akhirnya terhenti.

Suara Karin terdengar bergetar.

"Aku benar-benar butuh bantuan. Bukan buat main-main."

"Tapi..."

"...untuk menyelamatkan keluargaku."

Kai perlahan membalikkan badan. Tatapannya berubah serius.

"Keluargamu?"

Karin buru-buru mengangguk.

"Aku belum bisa menjelaskan sekarang. Tapi aku janji...Aku tidak akan merugikanmu."

Kai terdiam.

Entah mengapa, ia merasa gadis di depannya tidak sedang berbohong. Tatapan mata Karin menyimpan ketakutan yang sulit dijelaskan.

Namun tetap saja...Permintaan itu terlalu aneh.

"Aku tetap tidak bisa." Kai menggeleng pelan. "Maaf."

Setelah mengatakan itu, ia kembali bekerja.

Karin menundukkan kepala. Ia sudah berusaha. Dan hasilnya memang sesuai dugaan.

Ditolak.

"Maaf sudah mengganggu."

Karin berbalik melangkah keluar gudang. Baru beberapa langkah berjalan, suara Kai kembali terdengar.

"Karin."

Karin berhenti.

Tanpa menoleh.

"Ada satu pertanyaan."

"Apa?"

"Kamu...sedang dikejar seseorang?"

Tubuh Karin menegang. Ia menoleh perlahan.

Kai masih berdiri di tempatnya. Tatapannya tajam, seolah sedang mencoba membaca isi pikirannya.

Karin menggigit bibir.

Haruskah ia menjawab?

Beberapa detik kemudian ia mengangguk pelan.

"Iya."

Kai kembali terdiam.

Ia tidak bertanya lagi.

Hanya memperhatikan Karin sampai gadis itu benar-benar pergi.

-

-

-

Sore harinya.

Kai masih duduk sendirian di tribun lapangan basket.

Angin sore berembus pelan. Namun pikirannya justru dipenuhi wajah Karin.

"Tolong... aku ingin menyelamatkan keluargaku."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

"Aneh..." gumam Kai.

Ia sudah sering bertemu perempuan yang mencoba mendekatinya. Ada yang terang-terangan menyatakan cinta. Ada yang sengaja mencari perhatian. Ada pula yang memanfaatkan dirinya untuk membuat mantan cemburu.

Namun...

Belum pernah ada yang datang meminta menjadi pacar pura-pura demi menyelamatkan keluarga.

"Karin..."

Untuk pertama kalinya sejak lama, Kai merasa penasaran pada seseorang. Dan rasa penasaran itu membuatnya tanpa sadar tersenyum tipis.

Ia belum tahu bahwa keputusan yang akan diambilnya nanti bukan hanya mengubah hidup Karin...Tetapi juga mengubah jalan hidupnya sendiri.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kali ini jalanmu tak kan mulus gi
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mungkin jalanmu akan berubah mulai sekarang gi..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh gercep juga si gio ya, udah sampai ke bengkel
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kita liat
Author.N.
Untunglah ada saksi
Author.N.
pasti ini orang suruhan Gio
Author.N.
Dasar licik Gio 😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga bisa merubah semua yg lalu
Author.N.
alhamdulillahnya tuh ayah ibunya menyambut baik
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mau apa? bikin gentar kai?
Author.N.
lahhh dianya beneran 😅
Author.N.
pikirkan cara lagi buat menghancurkan Gio, Rin. Cari tau kehidupan dia
Author.N.
huwaaa misteri lagi. Gio dari awal licik sih ya,
Author.N.
cieee belum2 udah perhatian nih 😍
Author.N.
hati2 abang Kai ada yg lagi mengawasimu
Author.N.
Kasian 🤣
Author.N.
thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍
Author.N.
mau es teh jumbo yang 4rebuan apa 5rebuan nih bang
Author.N.
ganteng tapi nyakitin 😌😌
Author.N.
eh mendadak ada teka teki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!