NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Keributan di kantin akhirnya pecah menjadi kekacauan besar. Beruntung, Alden tidak tinggal diam. Ia langsung berdiri di depan Rara, menepis tangan cewek yang melabraknya dengan tatapan penuh kemarahan. Namun, teriakan Tika dan gertakan Dino yang telanjur emosi membuat suasana tidak terkendali, hingga beberapa guru piket dan guru BK (Bimbingan Konseling) datang menerobos kerumunan siswa.

"Fino! Tika! Alden! Dan kamu, ikuti Ibu ke ruang BK sekarang juga!" bentak Ibu Guru BK dengan suara menggelegar.

Sidang di Ruang BK dan Ketakutan Rara

Di dalam ruang BK yang dingin, interogasi berjalan alot. Cewek yang menyukai Alden itu terus menyudutkan Rara dengan membawa-bawa status sosialnya sebagai anak kontrakan miskin.

Tika dan Fino mati-matian membela Rara, sementara Alden menegaskan bahwa dirinyalah yang selalu ingin dekat dengan keluarga Rara.

Rara sendiri hanya bisa menunduk dalam-dalam di kursinya. Air mata kecemasan menggenang di pelupuk matanya. Di dalam benaknya, ia tidak lagi memikirkan hinaan cewek itu. Pikirannya jauh lebih kalut memikirkan hal lain: "Bagaimana jika guru-guru mulai menyelidiki latar belakangnya dan mencium kabar tentang penggerebekan warga kemarin malam?"

Ketakutan akan dikeluarkan dari sekolah membuat sekujur tubuh Rara gemetar. Setelah mendapat teguran keras dan surat peringatan, mereka baru dibebaskan tepat saat bel pulang sekolah berbunyi.

Jam Pulang Sekolah

Di depan gerbang sekolah, suasana tampak ramai oleh para siswa yang berhamburan pulang. Sebuah mobil berwarna hitam legam terparkir agak jauh dari kerumunan, namun tetap mencolok.

Di dalamnya, Athur duduk dengan wajah datar di balik kemudi. Ia sengaja datang lebih awal untuk menjemput istri kecilnya.

Athur menurunkan sedikit kaca mobilnya. Dengan pendengaran yang tajam, ia menangkap bisik-bisik beberapa siswa yang berjalan melewati mobilnya.

"Eh, lu tahu gak? Tadi di kantin Rara anak kelas sebelah dilabrak gara-gara dituduh gatel deketin Alden anak orang kaya itu."

"Iya, sampai dibawa ke ruang BK segala tahu. Kasihan banget si Rara."

Rahang Athur seketika mengeras mendengar nama istrinya disebut-sebut dalam sebuah keributan, apalagi dikaitkan dengan nama seorang cowok. Namun, begitu mendengar nama 'Alden', sorot mata Athur yang dingin langsung menajam.

Alden? Apakah Alden adiknya bersekolah di sini?

Athur segera mengambil ponselnya, memeriksa data keluarga yang selama ini sengaja ia abaikan karena kesibukannya. Benar saja, adik kandungnya, Alden, ternyata bersekolah di SMA Garuda ini.

Dari kejauhan, Athur melihat Rara berjalan keluar gerbang dengan langkah gontai dan wajah sembap, didampingi oleh Tika yang masih mengomel kesal, serta Fino yang berjalan protektif di belakang mereka. Namun, tak jauh di belakang mereka, tampak Alden berjalan dengan wajah murung dan penuh beban.

Athur tahu betul sifat adiknya. Jika Alden melihat dirinya menjemput Rara, rahasia besar tentang pernikahan siri ini akan terbongkar. Athur tidak ingin melibatkan keluarganya yang rumit ke dalam masalah ini, dan ia juga harus melindungi status Rara sebagai siswi di sekolah itu agar tidak memicu gosip yang lebih liar.

Athur segera turun dari mobilnya sebelum Rara berjalan terlalu dekat dengan posisi Alden. Dengan langkah tegap dan aura intimidasi yang kuat, Athur memotong jalur berjalan Rara dan Tika, tepat di area yang agak tertutup oleh barisan motor yang terparkir.

"Rara," panggil Athur dengan suara beratnya yang khas.

Rara tersentak kaget dan langsung mendongak. "K-Kak Athur?"

Tika yang berada di sebelah Rara ikut melongo melihat sosok pria matang berwajah tampan namun berargumen sangat dingin yang tiba-tiba muncul di depan mereka. Sementara Fino yang berada di belakang langsung menaikkan alisnya, mengenali sang kakak ipar.

Sebelum Rara atau Fino sempat bersuara, Athur langsung meraih pergelangan tangan Rara dengan lembut namun tegas, lalu menariknya mendekat ke arah mobil. Matanya sempat melirik tajam ke arah Fino, memberikan kode bisu yang sangat jelas.

“Bawa mereka pergi dari sini. Jangan sampai mereka melihat saya,” batin Athur lewat tatapannya.

Fino yang cerdik langsung menangkap maksud tatapan mata Athur. Ia melirik ke belakang dan melihat Alden yang mulai berjalan mendekat ke arah gerbang. Dengan gerakan cepat, Fino langsung merangkul leher Tika dan menariknya berbalik arah.

"Eh, Tika! Ikut gue bentar yuk, beli es boba di seberang sana! Gue yang traktir deh!" seru Fino dengan gaya tengilnya yang biasa, sengaja mengalihkan perhatian Tika agar tidak melihat Rara yang sedang digandeng masuk ke dalam mobil Athur.

"Ih, Fino! Lepasin gak! Apaan sih main tarik-tarik aja!" protes Tika heboh, namun tenaganya kalah kuat dari Fino yang sengaja mengulur waktu agar Alden tidak melihat ke arah mobil hitam tersebut.

Athur berhasil membukakan pintu mobil untuk Rara. Begitu Rara masuk dengan wajah bingung dan panik, Athur segera menutup pintu, memutari mobil, dan masuk ke kursi kemudi. Mobil itu langsung melaju membelah jalanan, meninggalkan area sekolah dengan cepat sebelum Alden sempat menyadari bahwa pria yang menjemput gadis pujaannya adalah kakak kandungnya sendiri.

Di dalam mobil yang hening, Athur melirik Rara yang masih meremas rok abu-abunya karena sisa ketakutan dari ruang BK tadi.

"Siapa yang berani membuatmu menangis di sekolah?" tanya Athur datar, namun ada nada tuntutan yang sangat dingin di dalam suaranya, siap menuntut balas pada siapa pun yang mengusik ketenangan istrinya.

Di area parkir sekolah, kecurigaan Alden akhirnya memuncak. Ia melepaskan rangkulan Fino dengan kasar. Matanya menyipit, menatap Fino dan Nina bergantian.

"Lu berdua aneh banget, sih? Sengaja banget narik gue ngejauh dari gerbang," selidik Alden dengan napas memburu. Tatapannya melayang ke jalan raya, namun mobil mewah hitam yang membawa Rara tadi sudah telanjur hilang ditelan tikungan.

Fino langsung memasang cengiran tengil andalannya untuk menutupi detak jantungnya yang berpacu cepat. "Elah, Den, sensi amat lu kayak cewek lagi PMS. Gue kan cuma mau berterima kasih karena lu udah belain bos Rara di kantin tadi. Masa ditraktir boba menolak?"

Sementara Fino sibuk bersilat lidah dengan Alden, Nina yang berdiri sedikit di belakang mereka hanya bisa meremas tali tas sekolahnya dengan cemas. Gadis belasan tahun yang merupakan kembaran Fino itu didera ketakutan yang luar biasa. Tidak ada yang tahu betapa ngerinya Nina jika rahasia pernikahan siri Rara terbongkar.

Selama ini, Rara, Fino, dan Nina bisa mengenyam pendidikan di sekolah elit ini murni karena jalur beasiswa prestasi dan kurang mampu. Satu saja pelanggaran moral atau gosip miring terbukti, beasiswa mereka akan langsung dicabut, dan mereka akan ditendang dari sekolah.

“Tuhan, tolong jangan sampai Alden tahu kalau pria misterius itu sudah jadi suami Kak Rara,” doa Nina dalam hati dengan tubuh gemetar.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!