NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Ledakan aura keemasan perlahan mereda. Pusaran awan di atas Kota Qinghe mulai menghilang. Di halaman belakang...

Shen Yu masih berdiri memejamkan mata. Di dalam tubuhnya...

Esensi Naga Purba berputar menyatu dengan energi Tubuh Roh Bulan dan Tubuh Naga Suci. Tiga energi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri kini membentuk satu aliran yang jauh lebih sempurna.

Boom... Boom...

Setiap detak jantungnya memancarkan gelombang energi. Retakan kecil muncul di tanah di bawah kakinya.

Shen Yu perlahan membuka mata. Sepasang matanya kini memancarkan cahaya emas sesaat sebelum kembali normal. Ia mengepalkan tangan.

Udara di sekitarnya langsung bergetar.

"Ini... tenaga di tubuhku meningkat berkali-kali lipat."

Bahkan tanpa mengeluarkan aura...

Ia dapat merasakan setiap otot, tulang, dan meridiannya telah berubah jauh lebih kuat. Lin Xue mengangguk puas.

"Kau berhasil. Mulai hari ini tubuhmu akhirnya mampu menampung kekuatan yang sesungguhnya."

Shen Yu menghela napas panjang.

"Tapi aku juga merasa sangat lelah."

Lin Xue tersenyum kecil.

"Beristirahatlah malam ini."

Shen Yu hanya tersenyum pahit.

"Nenek benar-benar tidak memberi kesempatan bernapas."

Lin Xue tertawa kecil.

"Kalau aku memanjakanmu, kau tidak akan pernah melampaui diriku."

...

Sesaat kemudian...

Shen Yu kembali ke kamarnya. Begitu pintu dibuka...

Mu Xueyi sudah menunggu dengan semangkuk sup hangat di atas meja. Melihat langkah suaminya yang sedikit berat, wajahnya langsung dipenuhi kekhawatiran.

"Suamiku. Kau pasti sangat lelah."

Shen Yu tersenyum.

"Sedikit."

Mu Xueyi segera membantu melepaskan jubah luarnya lalu mempersilahkannya duduk.

"Minumlah dulu."

Shen Yu menerima mangkuk itu.

"Hm... ternyata istriku perhatian sekali."

Mu Xueyi tersenyum tipis.

Setelah meminum sup itu, ia memperhatikan wajah Mu Xueyi yang tadinya senyum langsung berubah cemberut.

"Ada yang ingin kau katakan?"

Mu Xueyi langsung memalingkan wajah.

"Tidak."

"Benarkah?"

"Tidak."

Shen Yu tersenyum jahil.

"Kalau begitu kenapa wajahmu cemberut?"

Mu Xueyi menggigit bibir bawahnya. Beberapa saat kemudian ia berbisik pelan.

"Aku... hanya ingin tahu kau sudah punya wanita lain ya? Tidak apa-apa, asalkan kau jangan mengusir ku."

Shen Yu berkedip. Bergumam dalam hatinya mungkin dia tahu aku sudah berkultivasi ganda dengan pemilik tubuh naga suci.

"Oh tenang saja istriku aku akan selalu ada di sisimu bersama dengan Yang Mulia"

Mu Xueyi menundukkan kepala.

"Itu berarti... kau benar-benar sudah bertemu dengan Yang Mulia."

Nada suaranya terdengar sedikit kesal. Shen Yu tidak langsung menjawab. Ia justru mendekat.

Mu Xueyi semakin memalingkan wajah.

"...sedikit kesal itu wajar."

Shen Yu tersenyum geli.

Ia mengangkat dagu Mu Xueyi perlahan.

"Jadi...Istriku sedang cemburu?"

Wajah Mu Xueyi langsung memerah.

"A-aku tidak cemburu. Hanya sedikit."

Shen Yu tak bisa menahan tawanya. Mu Xueyi langsung memukul pelan lengannya.

"Jangan tertawa."

"Baik, baik."

Shen Yu meraih tangan istrinya.

"Lagipula bukankah sejak awal aku sudah mengatakan bahwa jalan kultivasiku memang berbeda?"

Mu Xueyi mengembuskan napas pelan.

"Aku tahu. Itulah sebabnya aku tidak marah. Namun..."

Ia menatap Shen Yu dengan wajah yang sedikit manja.

"Sesekali... jangan hanya memikirkan kultivasi. Ingat juga kalau ada istrimu yang menunggumu pulang."

Mendengar itu, senyum Shen Yu berubah lebih hangat.

Ia mengusap lembut rambut Mu Xueyi.

"Aku ingat dan itu tidak akan berubah."

Mu Xueyi akhirnya tersenyum lega. Ia lalu menyandarkan kepalanya di bahu Shen Yu.

"Kalau begitu... malam ini istirahat saja."

Shen Yu mengangguk sambil tersenyum.

"Kurasa kau benar."

Di luar kamar...

Lin Xue yang kebetulan melewati lorong hanya tersenyum kecil.

"Anak itu..."

....

Di saat yang sama...

Jauh di utara Benua Tianxia.

Di tengah pegunungan yang diselimuti kabut hitam, berdiri sebuah kuil kuno yang selama ratusan tahun tak pernah tersentuh cahaya matahari.

Di dalam aula utama...

Pria berjubah hitam itu masih berdiri memandangi lampu-lampu jiwa yang berjajar rapi.

Tiba-tiba...

Salah satu lampu kembali padam. Api kecilnya menghilang tanpa suara.

Seorang pria tua berlutut.

"Yang Mulia Kaisar Dewa Kegelapan. Kami telah memastikan sumber aura emas itu. Berasal dari Kota Qinghe."

Suasana langsung menjadi sunyi. Pria itu melanjutkan.

"Selain aura yang membunuh Penguasa Bayangan, kini muncul aura lain yang jauh lebih mengerikan. Seolah ada seseorang yang baru saja memperoleh warisan naga kuno."

Raja Kegelapan menyipitkan mata.

"Warisan naga..."

Ia perlahan tertawa.

"Hahaha..Ternyata aku tidak salah. Buah yang selama ini bersembunyi akhirnya mulai matang."

Ia mengangkat tangannya. Kabut hitam memenuhi seluruh aula.

"Lima Raja Kegelapan."

Boom!

Lima sosok berjubah berbeda muncul berlutut secara bersamaan. Setiap orang memancarkan tekanan yang cukup untuk menghancurkan sebuah kerajaan kecil.

Kaisar Dewa Kegelapan menunjuk ke arah selatan.

"Pergilah ke Kota Qinghe. Tapi jangan bunuh dia."

Kelima orang itu sedikit terkejut.

"Tidak dibunuh?"

Sebagai pemimpin sekte kuil kegelapan ia hanya tersenyum.

"Orang yang mampu membunuh Penguasa Bayangan dan membangkitkan warisan naga lebih berguna jika dijadikan milik kita."

"Kalau dia menolak..."

Tatapannya berubah dingin.

"Barulah kalian boleh memotong kedua tangannya... dan membawanya hidup-hidup."

"Patuh!"

Lima Raja Kegelapan menghilang dalam sekejap.

Seluruh kuil kembali sunyi. Kaisar Dewa Kegelapan memandang langit yang gelap.

...

Sementara itu...

Di Istana Kekaisaran Long. Long Zhenyi sedang memeriksa laporan para pejabat. Namun pikirannya sama sekali tidak tenang.

Seorang pelayan wanita masuk sambil membawa gulungan surat.

"Yang Mulia. Laporan dari Perbatasan Utara."

Long Zhenyi segera membukanya. Semakin lama membaca...

Wajahnya semakin serius.

"Sudah ada tiga sekte kecil yang menghilang. Bahkan tidak ada mayat yang tersisa."

Ia perlahan menutup gulungan itu. Dalam hati ia bergumam,

"Shen Yu. Sepertinya kau tidak akan sempat beristirahat lama."

Di luar jendela...

Seekor elang emas milik keluarga kekaisaran terbang menuju Kota Qinghe membawa surat darurat.

Sementara itu, dari arah yang berlawanan...

Lima bayangan hitam bergerak melintasi langit malam dengan kecepatan luar biasa.

Tujuan mereka Kota Qinghe.

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!