NovelToon NovelToon
Obsesi Sahabat Suami

Obsesi Sahabat Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Veyra Aletha, ia tidak pernah berniat mencintai siapapun selain suaminya. Baginya, Alvero Halim Winata adalah rumah pertama, lelaki yang ia pilih untuk membangun keluarga kecil mereka bersama putra semata wayang mereka, Renzio Althar Halim.

Kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Di tengah kesibukan Alvero yang semakin tenggelem dalam pekerjaan, hadir Regan Han Sebastian, sahabat sekaligus rekan kerja suaminya yang selalu punya waktu untuk hadir saat Veyra merasa sendiri.

Menemani Renzio bermain. Mengantar Veyra saat Alvero sibuk. Datang membawa makanan. Dan perlahan mengisi ruang kosong yang tidak pernah Veyra sadari sebelumnya.

Hingga suatu hari, kecelakaan mengubah segalanya. Veyra dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

Saat semua orang percaya Veyra telah hilang, Regan justru membawanya pergi ke Singapura. Menyimpan rahasia besar yang perlahan mengaburkan batas anatara cinta, rasa bersalah, dan obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05: Negosiasi

Di rumah besar keluarga Ardion, pagi itu semua orang sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.

Ardion yang selalu pergi paling awal. Di susul Alvero, dan bahkan Serena pun hari ini ikut pergi untuk arisan bulanan.

"Pagi-pagi udah pada heboh," gumam Veyra sambil meringkuk di sudut sofa.

Ia baru saja bangun, masih terus nguap kecil berkali-kali. Pandangannya masih kosong saat tatapannya jatuh ke lantai.

"Mama, Mama," suara Renzio membuat lamunan Veyra buyar.

Ia tersenyum ke arah anaknya yang di gendong Mbak Rini. "Hai jagoan, Mama. Udah bangun," Veyra mencium pipi anaknya.

"Hari ini mandinya sama, Mbak ya. Papa udah berangkat," kata Veyra.

Sudah dua hari ini Renzio menolak untuk dimandikan pengasuhnya. Tempo hari, Renzio tersedak saat keramas. Dan sampai hari ini, ia masih ngambek sama pengasuhnya itu.

"Ama, Mama aja!" Celetoh Renzio.

"No! Mama mandinya pengen nyantai. Kamu bisa masuk angin kalau mandi sama, Mama." Jawab Veyra sambil manyun dramatis.

"Zio, sama Mbak aja, ya. Hari ini kan gak keramas," ucap Mbak Rini, mencoba membujuk Renzio.

"No, no," Renzio menggeleng cepat.

"Zio, jangan gitu dong. Mama mau berendam santai," rengek Veyra, seolah anak itu akan mengerti.

Dari arah tangga, suara langkah terdengar mendekat. Membuat Veyra menoleh.

"Om Egan!" teriak Renzio, tubuhnya berontak kecil di pangkuan. Mbak Rini langsung menurunkannya.

"Hai jagoan." Regan mencolek hidungnya. "Om denger kamu gak mau mandi, ya?"

Renzio mengangguk. "Takut."

"Gak perlu takut, Mbak kan gak sengaja. Tapi sekarang... Zio mandinya sama Om Egan dulu, gimana?"

"Ayo!"

"Tapi kamu bakal telat ke kantor, Regan." Cegah Veyra.

"Santai aja gak sih, lagian aku belum bisa apa-apa hari ini." Jawab Regan sambil melangkah pergi. "Ayo kita mandii!"

Suara tawa kecil Renzio memenuhi ruangan.

Veyra kembali meringkuk di sofa, sementara Mbak Rini naik ke lantai atas. Menyiapkan baju Renzio.

Dari kamar mandi belakang, suara tawa Renzio terdengar lepas. Bercampur dengan suara air mengalir dari keran.

Di celah pintu yang sedikit terbuka, Veyra ngintip. Senyum di wajahnya mengembang begitu saja. Di saat seperti ini, Regan terlihat seperti seseorang yang serius. Tingkah randomnya itu seperti menghilang entah kemana.

Regan meniup pelan busa sabun di tangannya, membuat Renzio tertawa girang.

Tawa mereka berbaur, membuat dada Veyra sedikit menghangat.

"Kenapa dia belum mau menikah, ya?" Gumam Veyra pelan. Ia kembali nutup pintu. lalu melangkah ke dapur.

Setelah itu, Veyra mengambil sereal dan susu di dalam kulkas. Di ruang makan hanya dia sendiri, ada beberapa buah-buahan dan sanwidch sisa sarapan di meja.

Setelah beberapa menit, Regan selesai memandikan Renzio. Dan tugas memakaikan baju kembali di pegang oleh Mbak Rini.

"Bi Alin!" Teriak Regan dari kamar mandi. Beberapa detik, tak ada jawaban.

"Bi, aku mau minta tolong!" Teriknya lagi. Tapi tetap tidak ada yang menjawab.

Regan membuang napas kasar. "Masa harus basah-basahan ke rumah. Kasihan Bi Alin."

"Bi Alin!"

"Ada apa, Regan?" Tanya Veyra. "Bi Alin lagi bersihin halaman depan."

"Vey, celana aku basah kuyup. Aku pinjam baju suamimu, boleh?" Regan mengedipkan matanya.

"Yaudah tunggu!" Veyra pergi dari sana.

Beberapa menit berlalu, Regan sudah duduk santai di ruang makan. Mengenakan kemeja putih, dan celana panjang hitam. Rambutnya sedikit berantakan, tapi entah kenapa membuat Regan terlihat... satu tingkat lebih tampan.

Di seberangnya, Veyra duduk sambil memperhatikan Regan yang tengah makan sandwich.

Menyadari hal itu, Regan menaik-turunkan alisnya. "Jangan sampai kamu tergoda sama aku, Veyra."

Veyra mendecak. "Jangan terlalu percaya diri." Ia bangun dari duduknya, membantu Bi Alin menyiapkan bahan untuk masak.

Setelah semuanya selesai, Bi Alin memasukkan irisan bawang putih dan bawang merah ke dalam wajan. Asap tipis mengepul ke udara, aroma bawang mulai menyebar.

Tapi Veyra, ia mematung satu detik. Merasakan mual yang kembali menjalar ke tenggorokannya.

Veyra langsung berlari ke kamar mandi. Suara muntahnya membuat Regan dan Bi Alin saling pandang, lalu menyusul Veyra.

"Veyra, kamu sakit?" Tanya Bi Alin, sambil memijat leher belakang Veyra.

"Aku tiba-tiba mual, Bi."

"Veyra, dari semalam kamu mual. Sebaiknya kita periksa sekarang, jangan dibiarkan," sahut Regan dari arah pintu.

"Bilang Mas Al, dulu."

"Nanti aku kabarin dia setelah kita jalan ke rumah sakit."

Veyra akhirnya setuju. Regan membantu Veyra berjalan dan masuk ke mobil.

Di dalam mobil, Veyra hanya diam. Menahan rasa mual yang masih kuat. Wajahnya memucat, tangannya dingin.

Regan terus menoleh ke arahnya. "Kamu gak bilang ke Alvero, kalau kamu lagi kurang sehat hari ini?"

Veyra hanya menggeleng.

"Kenapa? Kalau kamu kurang fit, dan lagi butuh ditemani. Kamu bilang aja, aku bisa handle kerjaan dia sementara."

Tak ada jawaban, ucapan Regan tidak benar-benar Veyra dengar. Ia hanya terus menahan mual dan kram yang kembali sakit di perutnya.

Setibanya di rumah sakit, Regan langsung meminta tolong ke petugas. Dengan cepat mereka langsung menangani Veyra.

Dan tak lama, mobil Alvero juga baru saja datang. Alvero turun cepat, berlari menyusul Regan.

"Regan!" Teriak Alvero di lorong rumah sakit.

Langkah Regan berhenti, ia menoleh. "Al, Veyra lagi ditangani."

"Dia kenapa?" Tanya Alvero dengan napas terengah.

"Aku gak tahu, dia muntah-muntah gitu aja."

Alvero menarik napas panjang. Tangannya menarik rambutnya sendiri. "Bentar lagi aku harus meeting. Klien gak mau sore."

"Kamu pantau aja kondisi Veyra. Meeting kali ini biar aku yang urus." Regan menepuk pundak Alvero.

"Tapi... kamu bisa? Kamu harus meyakinkan dia untuk mau berinvestasi di perusahaan."

Regan terkekeh, "kamu meragukan kemampuanku. Baiklah, biar aku buktikan kali ini."

Dengan perasaan tak sepenuhnya yakin. Alvero akhirnya setuju.

Regan segera pergi dari rumah sakit, langsung menuju ke restoran, dimana tempat klien menentukan untuk bertemu.

Setelah beberapa jam... Di restoran VIP, suara piano mengalun terdengar samar. Regan kini sudah berhadapan dengan calon investornya. Dia sudah terlihat bosan mendengar pertanyaan dan penjelasan-penjelasan dari lawan bicaranya.

Ingin rasanya dia kabur, tapi kali ini bisa jadi masalah. Regan memilih untuk bersabar, sambil menatap lawan klien itu. Sampai akhirnya, matanya terpaku lama ke stiker kecil di laptop orang itu.

Regan menegakkan duduknya, membetulkan dasinya. Lalu berdehem kecil. "Pak, sepertinya anda suka F1."

Suasana yang awalnya terasa kaku, pelahan mencair.

"Iya, saya suka. Kenapa?"

Regan mengangguk. "Kita sama, Pak. Saya juga suka."

Sekarang, obrolan inti meeting sudah beralih membahas F One.

Sudah dua jam lebih Regan terkurung di restoran ruang VIP. Dan sekarang, dia sudah keluar. Bisa menghirup udara segar lagi.

Tangannya bergerak lincah di atas layar ponsel. Ia menghubungi Alvero, menanyakan keberadaannya sekarang

Setelah mendapat jawaban, Regan mengendari mobil Alvero. Karena kemarin dia tidak membawa mobilnya.

Keberadaan Alvero saat ini sudah kembali di kantor. Jadi Regan menyusul ke sana.

Ruangan Alvero selalu terlihat tenang dan dingin. Ada aroma vanilla tipis yang bercampur dengan aroma kopi hitam.

Alvero duduk bersandar di kursi kerjanya. Tangannya membuka berkas hasil meeting yang Regan bawa. Ia terkejut sesaat.

"Kamu berhasil bikin dia tanda tangan?" Tanya Alvero yang masih belum percaya.

Regan mengangguk bangga, tangannya menyilang depan dada. Alisnya di naik-turunkan. "Menurutmu, Al? Bukti sudah jelas."

"Caranya?"

"Negosiasi."

"Regan, aku gak yakin kamu bisa bernegosiasi dengan mudah. Aku tahu kamu paling tidak suka itu!" Tatapan Alvero berubah menyelidik.

Regan akhirnya menghela napas panjang. Ada senyum kecil di wajahnya. "Aku hanya memberikannya tiket VIP Singapore Grand Prix Paddock club!"

Alvero ternganga, matanya melebar. Napasnya seolah berhenti sesaat. "Regan, kamu menyogoknya dengan seharga satu unit mobil?" Alvero menelan ludah.

"Tapi aku dapat investor." Regan tersenyum luas. "Sekarang dia masuk investasi lima tahun. Untungnya lebih gede."

Alvero menghela napas panjang. Entah ingin marah atau kagum.

"Tapi kamu gak bisa terus-menerus menyelesaikan semuanya pakai cara begitu."

"Kenapa nggak?" Regan duduk lebih tegak. "Bisnis itu bukan cuma angka dan presentasi, Al. Kadang orang cuma mau dianggap spesial."

Alvero tak bisa menjawab. Sialnya... ia merasa ucapan Regan ada benarnya.

1
Pengabdi Uji
Regan🤣 km suka yg mna dehh
Addb_Rh
ini jd curiga, obsesi mu ke Zio apa Vyera nanti ujung nya🙄😅
Laila Sarifah
Apa Regan ini nggak pernah pacaran?
Aii Flow🌷: Belum, paling cuma kagum-kagum gitu😄
total 1 replies
Addb_Rh
anu Rzgan, daripada solo karir terus gt, mending nikah aja sih😩😩
masih banyak cewek cantik kok. 🤣
Aii Flow🌷: Bukan cantiknya, tapi minat Regannya yang belum mau😭
total 1 replies
Its me
novel banget 🤭
Aii Flow🌷: Drama banget🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
regann trlalu bnyk nnton drama🙄🙄 eehh
Pengabdi Uji
😭 bukan mami mu aja kita pembaca jg curiga regan ini knp🤭
Aii Flow🌷: Semuanya curiga🤣
total 1 replies
Pengabdi Uji
🙄ga trlalu percaya sma regan kek agak nikungg gitu 🤣🤣
Addb_Rh
makin kesini, makin kesana aja omongan Regan😩😩

normal ya Reg, punya pacar makanya🤣
Addb_Rh
pen nampol Regan pale swallow biar sadar umur🙄

ngalahin anaknya Al, ih kamu Reg.. 😩🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Its me
kebalik mom
apa Alvaro siap di binor sama Regan
Laila Sarifah
Apa Raynand terlalu di manjakan sama orang tuanya, makanya sifatnya nggak bisa dewasa😌
Laila Sarifah: 😭😭😭 Regan elahh, keyboardnya otomatis kesana😭
total 2 replies
Laila Sarifah
Kapan dewasanya kamu Regan😭
Pengabdi Uji
Wkwk All lu srius udh nyaman sma Regan 😭 agak bingung coy ini Regan obses ke lakinya apa ke bininya🤭
Aii Flow🌷: Nggakkk, ya kali ke lakinya😭🤣
total 1 replies
Its me
nah ini kayaknya yang di bilang Raymond tadi 🤣
Its me: bukan Regan tapi Ahsan 🤭
total 3 replies
Its me
bukan sama Alvero tapi sama bini nya
Laila Sarifah
Makanya jangan terlalu deket sama Alvero. Cari istri gih Gan🤪
Aii Flow🌷: Nggak dulu, lagi nunggu mangsa🤧
total 1 replies
Addb_Rh
makanya cari pacar Regan, sifat manjamu itu, kadang ke Al juga agak agak gimana gt. 🥲
Aii Flow🌷: Terlalu dimanja sama Mamynya🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
Samaa😭 aku jg mkir regan geiy anjayyy😭😭 bner kgk siii wkwk
Aii Flow🌷: Nggak😭 dia normal🤣
total 1 replies
Addb_Rh
malu Regan, udah tua. 😩
Aii Flow🌷: Apa itu tua? Regan masih anak-anak🤧🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!