NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Nyonya Lu

"Jenderal Lu Jingyuan pernah punya mantan tunangan yang sampai detik ini sepertinya masih tersimpan kesan dalam hatinya, meskipun dirinya ditinggal pergi oleh mantan tunangannya itu di usianya yang menginjak 25, beberapa tahun lalu."

Wanqing yang mendengar pernyataan mengejutkan itu hanya bisa menelan teh hangat di hadapannya dengan cepat. "Bagaimana bisa Aku menggantikan sosok yang sepertinya sangat berarti bagi Jenderal?" Gumam Wanqing ragu.

Makan malam itu baru saja akan dilanjutkan ketika seorang ajudan sang Jenderal Lu Jingyuan datang menghadap. Selepas memberi hormat pada Jenderal Tua Lu, ajudan itu menyapa Wanqing. "Nona Su, Tuan Jingyuan meminta Nona untuk segera kembali ke kamar dan beristirahat, khawatir terlambat untuk pergi ke pencatatan sipil besok."

Wanqing bertukar pandang dengan Ibu Mei dan Tuan Lu, Ibu Mei terlihat sangat senang dan terus menerus menarik-narik lengan baju suaminya. "Ayo Wanqing.. Suamimu memanggil." Goda Ibu Mei.

Wanqing mengangguk dan memberikan salam sebelum akhirnya berjalan mengekori ajudan itu. Sesampainya ia di depan pintu kamar itu, Wanqing masih berdiri kikuk. Pikirannya kini kalut oleh banyaknya fakta aneh yang bahkan ia tak paham tentang dirinya, ibunya, dan calon suaminya.

Wanqing menggelengkan kepalanya kuat. "Sudahlah, mandi saja." Gumamnya sambil berjalan masuk. Wanqing memperhatikan gelagat Jenderal Lu Jingyuan yang masih sibuk berkecimpung dengan beberapa berkas di meja kerjanya. Tanpa berniat mengganggu, Wanqing beranjak memasuki kamar mandi dan mulai mandi.

Beberapa menit sudah Wanqing berdiri terpaku memandangi tubuhnya yang telah bersih dan terawat di kediaman ini. Rasanya bisa mandi sehari sekali atau dua kali seperti mustahil baginya. Wanqing belum berniat memakai handuk itu dan masih memandangi beberapa bekas luka sayatan di bagian belakang tubuhnya. Berbalik menghadap cermin dan memunggungi pintu kamar mandi di belakangnya, Wanqing terkejut begitu pintu itu terbuka lebar.

Jenderal Lu Jingyuan berdiri terpaku, terkejut melihat Wanqing yang langsung meraih handuk dan membungkus tubuh mungilnya secepat kilat. Jenderal Lu Jingyuan langsung menutup pintu itu lagi dan berkata "Maaf.."

Langkah kaki sang Jenderal terdengar menjauhi pintu kamar mandi. Masih dengan wajah memerah dan rasa malu, Wanqing memaksakan dirinya untuk segera mengenakan pakaiannya dan beranjak keluar.

Tanpa berani melihat atau mencari keberadaan sang Jenderal, Wanqing langsung menggelar selimut tebal itu di lantai dan bergegas tidur. Matanya sudah terpejam rapat, namun dirinya tidak kunjung tertidur.

"Su Wanqing." Suara bisikan tegas terdengar. Suara khas yang Wanqing tau adalah milik sang Jenderal.

Wanqing yang merasa masih malu memutuskan untuk pura-pura tidur.

Tiba-tiba Wanqing merasakan tubuh mungilnya digendong dan dibawa pergi menuju kasur. Wanqing ditidurkan di atas kasur mewah itu dan diselimuti selimut tebal.

Masih berpura-pura tertidur, Wanqing berusaha mengintip sedikit untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dari sela-sela matanya Wanqing bisa melihat Jenderal Lu Jingyuan membentangkan selimut tebal yang Wanqing gunakan sebelumnya di atas sofa yang terletak tak jauh dari kasur. Tubuh kekar sang Jenderal pun tidur di atas sofa beralaskan selimut itu.

...

Wanqing terbangun begitu mendengar suara air dan aktifitas mandi dari kamar mandi yang ia yakini milik sang Jenderal. Bergegas, Wanqing mengemasi beberapa pakaian yang akan ia kenakan, termasuk gaun keemasan yang sudah dicuci dan terlipat rapih di dalam lemari itu. Wanqing berharap di foto pernikahannya ia akan mengenakan gaun pemberian sang Ibu.

Jenderal Lu Jingyuan selesai mandi dan langsung disambut oleh pakaian yang telah Wanqing siapkan di atas kasur. Tanpa bertukar pandangan atau sepatah katapun, Wanqing berlari memasuki kamar mandi, kali ini ia tak lupa menguncinya.

Setelah mandi, Wanqing yang telah siap dengan gaunnya terkejut melihat Sang Jenderal bermain dengan sisir peninggalan sang Ibu miliknya. Berjalan cepat, Wanqing merebut sisir itu. "Maaf, ini milikku." Ujarnya cepat sembari mulai menjauh dan meletakkan sisir itu di dalam lemari lagi.

"Wanqing... Jingyuan... Sarapan dulu." Ibu Mei terdengar berteriak memanggil mereka. Wanqing yang tak ingin berlama-lama canggung akhirnya mendahului sang Jenderal untuk turun menemui Ibu Mei.

"Wanqing ku sayang!!! Cantiknya..." Ibu Mei menghampirinya dan memutar tubuh Wanqing kesana-kemari.

"Ahh anak manis ini memang sangat indah dipakaikan baju seperti ini. Nanti Ibu belikan beberapa kain dan kita akan buat lebih banyak gaun ini ya??" Ibu Mei menggoda Wanqing sedikit.

Wanqing tertawa kecil, "Tidak perlu repot-repot Ibu..." Wanqing menuangkan kopi hitam ke cangkir yang nantinya akan ia hidangkan untuk Jenderal Lu Jingyuan. Beberapa helai roti dan buah Wanqing siapkan di atas meja di samping kopi hitam tadi.

Jenderal Lu Jingyuan terlihat menuruni tangga diiringi dua ajudannya yang sigap membawakan beberapa file dan tas miliknya. Melirik Wanqing, Jenderal Lu Jingyuan berjalan mendekati meja makan.

"Jenderal, ini kopi hitam dan sarapannya." Ujar Wanqing sembari mempersilahkan Jenderal Lu Jingyuan untuk duduk.

Jenderal Lu hanya memberikan hormat pada Tuan Lu dan Ibu Mei sebelum meneguk kopi hitam itu dan berjalan pergi. "Ayo!"

Wanqing yang kebingungan hanya bisa memberikan salam dan beranjak pergi tanpa memakan sedikitpun sarapan itu.

Mobil milik sang Jenderal akhirnya pergi meninggalkan kediaman. Di dalamnya, Wanqing terpaksa duduk bersebelahan dengan Sang Jenderal, sementara dua ajudannya duduk di mobil yang berbeda, mobil yang membuntuti mereka pergi.

Wanqing yang merasakan kebosanan karena tidak ada yang bisa ia bicarakan dengan Jenderal dingin itu memutuskan untuk memandangi pemandangan indah kota dan jalanan yang telah dipadati beberapa aktivitas manusia.

Wanqing tanpa sadar dengan sangat semangat membenturkan kepalanya ke kaca mobil karena merasa terkejut melihat beberapa aktivitas jual beli di pasar modern yang tak pernah ia saksikan.

Melihat itu, Jenderal Lu mengisyaratkan pada supirnya untuk menurunkan kaca mobil bagian Wanqing sedikit. Wanqing yang menyadarinya hanya dapat memandangi Jenderal Lu Jingyuan dengan penuh rasa terimakasih.

Mobil itu pun akhirnya tiba di depan gedung pencatatan sipil yang telah dipenuhi antrian yang bahkan panjangnya sampai ke luar gedung. Wanqing turun bersamaan dengan turunnya sang Jenderal. Panas terik yang menyengat itu berhasil dihadang oleh payung hitam yang menaungi dirinya. Salah satu ajudan Jenderal Lu Jingyuan membimbingnya masuk. Beberapa warga yang sudah mengantri sampai luar hanya bisa mengumpat marah melihat Wanqing yang baru saja sampai langsung bisa masuk bersama Jenderal Lu Jingyuan.

Setelah pencatatan dan foto formal, Wanqing melihat Jenderal yang sibuk berbicara dengan ajudannya di depan mobil. Dirinya yang tidak tahu harus apa hanya bisa menunggu di dalam mobil dengan sabar.

Jenderal Lu Jingyuan tak lama langsung masuk mobil dan menginstruksikan supirnya untuk pergi. Wanqing tidak tahu dirinya akan dibawa kemana dan ada apa, yang jelas, sedari malam kemarin, Wanqing belum makan dengan benar, penyakitnya sedari kecil adalah flu perut yang selalu berulang apabila ia lalai makan. Wanqing mulai pusing, ia merasakan mual dan juga sakit di perutnya.

Wanqing yang tak kuasa menahan sakit di perutnya akhirnya tertidur. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sudah tertidur begitu lama di dalam mobil yang tak lagi bergerak sejak beberapa menit lalu.

Wanqing membuka matanya. Ia menyadari keberadaannya yang entah ada di mana saat ini. Mobilnya terparkir di samping gerbang sebuah gedung raksasa yang terlihat sepi dan aneh. Wanqing yang tak lagi sanggup menahan sakit dan mual di perutnya akhirnya keluar dari mobil itu dan memuntahkan seluruh isi perutnya.

Berbalik dengan perasaan yang tak karuan, Wanqing tak lagi kuat menahan kondisinya, tubuh mungilnya hampir saja terjatuh, sebelum akhirnya ditangkap oleh seorang pria yang ia kenali.

"Nyonya! Nyonya Lu!"

*BERSAMBUNG*

Hai semua!! Salam kenal dan semoga senang dengan ceritaku ya, jangan lupa like, subscribe, vote, dan komen yaa, terima kasihhh dan sampai jumpa!!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!