NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Bertemu Ethan Coen

Noah Jones tertegun, mendengar jawaban Emma Taylor.

"Hubungan intim?!" ucapnya.

"Yah..." sahut Emma sembari mengangkat kedua bahu ke atas. "Pada intinya hubungan yang kau minta seperti itu, kau membayar rahimku buat kamu buahi dan aku setuju."

"Lagi-lagi kau berkata aneh." ucap Noah.

"Aku tidak aneh, ini kenyataan, kau memintaku membayar hutang-hutang paman Broeri Goldman dengan rahimku untuk kau buahi." kata Emma.

"Ya, dan kita sepakat." sahut Noah Jones.

"Maka kita lakukan sekarang hubungan intim." ucap Emma.

"Bagaimana?!" sahut Noah Jones tak berkedip.

"Yah, seperti yang kita sepakati bersama, kau membayar rahimku buat mengandung benih anakmu sebagai calon pewaris Lucent Gem maka kita akan dapatkan hubungan intim itu." kata Emma.

Noah Jones mengerling cepat, berputar ke kanan ke kiri, gugup.

"Bagaimana?" kejar Emma sembari membuka lebar tangannya. "Setuju."

Mereka saling beradu pandang, lama terdiam dan saling menatap.

"Kuharap kamu tidak berubah pikiran, aku setuju-setuju saja menerima tawaran darimu." ucap Emma lalu melipat tangan ke depan dada.

Noah Jones berdehem pelan, sorot matanya berubah teduh.

"Akan ada pesta di rumah Nenek Charlotte, kita datang besok malam, dari Anggrek Resident ke kediaman nenek." ucapnya.

"Baiklah." kata Emma.

"Beristirahatlah. Biar pelayan yang mengantarkanmu ke kamarmu." ucap Noah.

"Tunjukkan saja dimana letak kamarku. Biar aku kesana sendirian." sahut Emma sembari berkemas.

"Ruangan di Anggrek Resident sangat luas, letak-letak ruangan di rumah ini sangat rumit, kau baru datang pertama kalinya, pastinya kesulitan mencari kamarmu meski aku memberitahukan padamu." kata Noah.

"Kenapa tidak kau antarkan sendiri." sahut Emma.

"Aku?!" kata Noah.

"Ya, ini kan rumahmu. Alangkah baiknya kamu sendiri yang mengantarkan ku ke kamar." sahut Emma.

"Tidak, aku akan panggilkan pelayan untuk mengantarkan mu ke kamar." ucap Noah.

Emma menatap tajam, sorot matanya mencari-cari jawaban dari ekspresi Noah Jones.

"Kamu takut padaku?" kejar Emma.

"Apa?! Takut?!" tanya Noah Jones.

"Hmm, yah, kupikir kau takut padaku sebab aku memaksamu berhubungan intim." kata Emma.

Noah Jones gugup, ekspresinya terlihat jelas jika dia gelisah.

"A-Aku panggilkan pelayan. Tunggu di sini." kata Noah sembari menunjuk ke lantai di ruang utama.

"Hmm, yah, baiklah, terserah padamu saja." sahut Emma datar lalu mengangguk.

"Aku akan pergi memanggil pelayan. Dan kau tetap disini." kata Noah.

"Yah, yah, baiklah." sahut Emma mengangguk ringan.

Noah Jones menatap Emma, memastikan kesungguhan hati Emma setelah Ia merasa yakin maka Ia pergi.

Sedetik waktu terasa berhenti berputar, ketakutan yang Emma Taylor rasakan sejak pertama kalinya bertemu Noah Jones mendadak sirna saat Ia melihat sisi lain dari pria tampan itu.

"Apa dia phobia perempuan?" tanya Emma mengerling cepat.

Emma menghela nafas lega, sambil mengusap dadanya.

"Fuih?!" desahnya. "Untung ia berubah pikiran, hampir saja tadi, tapi bagaimana ia bisa memberiku uang seratus milyar tapi ia tidak berminat melakukan hal yang seharusnya kami lakukan."

Emma melirik ke tas koper berisi uang seratus milyar di sampingnya, diraihnya koper itu sembari ia menatap takjub.

"Woah... Aku hampir tak percaya, bisa mendapatkan uang sebanyak ini tanpa harus bekerja keras." kata Emma saat ia memandang isi tas koper di tangannya.

Emma meraba-raba tumpukan uang kertas senilai seratus milyar di depan matanya.

"Wah, Aku mendadak kaya raya!" ucapnya dengan mata terbelalak.

Emma menghitung lembaran uang kertas di tangannya, selembar demi selembar.

"Woah, Aku bisa membeli mansion mewah tanpa bekerja keras. Mungkin paman Broeri terlalu memikirkan masa depanku sehingga ia merencanakan semua ini untukku." kata Emma.

Emma menatap senang, di rabanya tumpukan-tumpukan uang kertas tersebut.

"Akan kupikirkan langkah selanjutnya setelah ini, Aku harus bisa keluar dari tempat ini. Dalam keadaan hamil atau setelah melahirkan." kata Emma.

Emma segera menutup tas koper di hadapannya, ia mengedarkan pandangan matanya ke sekitarnya.

"Mana pelayan itu, dia masih belum datang juga. Apakah Aku harus mencari kamarku sendiri tanpa menunggu?!" kata Emma.

Emma beringsut pelan dari lantai ruang utama ini, lalu berjalan melewati area luas sambil menenteng tas koper berisi uang seratus milyar.

Ia melewati meja bundar marmer di tengah-tengah ruangan utama, sembari memperhatikan area di sekelilingnya.

Emma melangkah ringan sambil mengawasi jalan panjang di tempat ini.

Tampak deretan lukisan Van Gogh berjejer rapi di sepanjang jalan dekat area jendela lebar dihiasi tirai-tirai tebal nan mewah.

Pandangan mata Emma terus menelusuri jalan panjang yang Ia lewati.

"Rupanya Noah Jones adalah pecinta lukisan dan kolektor. Hampir di ruangan rumahnya dipajang lukisan-lukisan." ucapnya.

Emma terus berjalan, menelusuri jalan panjang di dekat jendela berukuran besar serta berteralis besi.

Kekagumannya akan kemewahan sebuah hunian tempat tinggal yang baru dilihatnya pertama kalinya, membuat Emma terbengong-bengong.

Rumah Noah Jones hampir mirip sebuah istana dibandingkan sebuah hunian rumah pada umumnya. Dan Emma Taylor sangat mengagumi tempat ini karena nyaman Ia rasakan.

Langkah Emma terasa ringan, pandangan matanya bergerak bebas menelusuri area luas di rumah ini.

Pandangan mata Emma terhenti pada suatu pemandangan di sekitar area taman.

Berdiri seorang pria berwajah teduh dengan rambut ikal pirang keemasannya yang diterpa cahaya Mentari di tengah-tengah taman Anggrek.

Senyumnya begitu menawan hati, terlihat sabar tapi tegas.

Emma langsung jatuh hati pada sosok pria tersebut.

Penampilannya benar-benar mirip malaikat turun ke bumi, bersinar terang, bercahaya hangat.

Emma memandanginya dari kejauhan sosok pria seperti malaikat itu.

Rupanya sosok malaikat itu merasakan ada yang memperhatikan dirinya lantas ia memalingkan muka ke arah Emma yang berdiri di dekat pilar koridor.

"Siapa di sana?" sapanya seraya melambaikan tangan ke arah Emma.

Emma tertegun lalu membalas lambaian tangan sang malaikat berwajah tampan di tengah-tengah taman.

"Kemarilah!" ucapnya lembut pada Emma yang terdiam.

"Eh, Aku?!" sahutnya sambil menunjuk pada dirinya sendiri.

"Ya..." jawab pria berambut pirang di tengah-tengah taman.

Emma menoleh ke kanan ke kiri, celingukan, memastikan tidak ada siapa-siapa di sekitarnya.

"Kemarilah!" ucap pria berambut ikal sambil melambaikan tangannya.

Ia mengulurkan setangkai bunga Anggrek pada Emma Taylor.

Senyumnya manis, terasa hangat, membuat Emma terhipnotis karenanya, tanpa Ia sadari, Ia melangkah maju, menuruni jalan koridor di taman Anggrek.

Emma meraih bunga dari tangan pria asing itu kemudian berterimakasih.

"Terima kasih." ucapnya.

Diciumnya bunga Anggrek di tangannya lalu tersenyum lembut.

"Siapa namamu?" tanya pria tersebut.

"Emma... Emma Taylor..." sahut Emma.

"Nama yang cantik secantik orangnya. Kenalkan namaku Ethan Coen, Aku tinggal di rumah ini." ucap Ethan.

"Salam kenal dariku, terima kasih atas bunga cantiknya." sahut Emma.

"Aku baru melihatmu pertama kalinya di sini. Kau juga tinggal di Anggrek Resident ?" tanya Ethan Coen.

"Hmm, tidak, Aku baru saja datang ke rumah ini. Seseorang membawaku kemari. Ia butuh tenaga baru untuk bekerja padanya." sahut Emma asal.

"Oh, ya, kebetulan. Kita bisa berjumpa setiap hari kalau begitu. Salam kenal dariku, Ethan." kata Ethan saat ia menjabat tangan Emma Taylor.

"Ya..." sahut Emma lalu tertawa renyah.

Ethan Coen melirik ke arah Emma Taylor, lalu bertanya.

"Aku tidak melihat mu membawa barang satu pun. Apa kau meninggalkannya di luar rumah?"

Emma Taylor menggeleng pelan, tersenyum sekilas lalu menoleh pada tas koper di tangannya.

"Aku tidak membawa barang dari rumahku. Ini tas koper pemberian pemilik rumah ini." kata Emma.

"Kau kenal dengan Noah Jones?" tanya Ethan Coen.

Emma terkejut kaget, ia menoleh ke arah Ethan Coen.

"Bagaimana kau tahu dia?" tanyanya. "Kurasa ia bukanlah pemilik rumah ini, kuanggap dia hanya mengaku-ngaku saja."

Emma menggeleng ringan seraya tersenyum tipis, raut wajahnya serius menandakan ia fokus.

"Ia pamanku." sahut Ethan Coen.

Sekali lagi Emma terperangah kaget, mendengar jawaban Ethan Coen, tidak percaya yang dikatakan oleh pria berambut pirang ikal itu.

"Yah, ampun?!" ucapnya. "Ini tidak mungkin."

1
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
Yuniar Farah
ini edisi terbatas dan paling saya sukai dari thor adalah detail busana tiap karakter pemeran-pemerannya di tiap novel thor🌷🌷
Yuniar Farah
namanya tawanan pasti gaka ada enaknya 🌷
Yuniar Farah
pesaing baru nih
Tina Andara
woe riset 👍next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!