NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keguguran

Sementara Angel di periksa, Aaron yang membawa cincin tunangannya, langsung memakaikan dijari manis Angel. Angel sedikit kaget. Namun oleh Aaron dialihkan perhatian mereka kepada layar USG.

"Kondisi janin di kandungan dokter Angel, tidak bisa kita tolong. Karena pendarahan terus menerus dan darahnya tak berhenti keluar. Serta detak jantung janinnya yang lemah sekali."

Angel, mengeluarkan air mata. Langsung oleh Aaron dilap air mata yang tumpah itu. Dokter kandungan menyuntik obat untuk membersihkan kandungan. Selang beberapa saat, Angel mulai merasa mules dan perutnya sakit sekali. Angel merasa kesakitan yang hebat, karena janin sedang mencari jalan untuk keluar. Aaron membantu mengusap punggung belakang.

"Sakit kak, sakit sekali."

"Iya, sayang."

Sepuluh menit waktu yang singkat, namun terasa lama bagi Angel, dia menangis bahkan mengigit dada Aaron ketika sakit itu semakin menjadi, sampai Angel merasa sesuatu yang besar keluar dari organ intim bagian bawanya. Dokter kandungan datang dan mengatakan bahwa janinnya sudah keluar, ketika di USG kandungan Angel sudah bersih. Angel masih lemas. Oleh Ners di rumah sakit ini, membantu Angel membersihkan dirinya. Dan Angel dipindahkan ke ruangan VIP dari kelas satu atas permintaan Aaron.

Atas bantuan pekerjanya. Janinnya dikuburkan ditempat yang layak. Aaron meninggalkan Angel sebentar. Dia ke hotel tempat Angel menginap mengambil pakaiannya. Dan membayar hotel tersebut. Setelah itu pergi ke supermarket membeli buah - buahan beberapa snack kesukaan Angel dan air mineral juga susu buat kekasihnya.

Sampai di ruangan VIP, dokter kandungan membicarakan kondisi Angel, dan Aaron sedikit lega, karena tidak ada komplikasi apapun. Mungkin besok Angel sudah bisa keluar. Aaron tidak memberitahukan dia ada di Manggarai, waktu maminya meneleponnya. Sampai detik ini, mami dan papi tidak tahu kalau sebenarnya Angel ada di Manggarai. Hanya Aaron yang tahu.

"Kak, jangan memberitahu mami dan papi kondisi ku."

"Kenapa???"

"Aku tidak mau mereka pikiran kak, please!!!"

"Kenapa kamu jahat sama aku."

"Maafkan aku kak."

"Kalau kamu tidak ke sini. Janin kita tidak akan keguguran, dia akan tumbuh sehat di dalam rahim kamu. Atau kamu sengaja ingin melepasnya??"

Angel hanya bisa menangis. Dia sendiri juga tidak tahu jika dia sudah hamil. Keasikan bekerja sampai dia lupa, kalau Dia sudah berbadan dua. Hasilnya sekarang dia terbaring lemah di rumah sakit daerah di kota ini. Untuk Aaron ada disampingnya.

"Kak, tahu dari mana saya di rumah sakit."

"Ada orang saya yang mencari kamu disini. Ketika mendapat keberadaan kamu, saya menyuruh dia menjaga kamu dari jauh."

"Dokter bilang kesehatan kandunganmu sudah membaik. Besok kamu bisa keluar rumah sakit." Lagi bebicara dengannya, Angel malah asik mencari handphonenya dan mau menelepon seseorang.

"Mau telepon siapa??"

"Pegawai ku agar besok dia kesini."

"Tidak usah, kaka yang antar nanti. Keluar rumah sakit kita ke hotel dulu, kamu istirahat dua hari di sini, sambil temani kaka lihat proyek pembangunan hotel yang kaka bangun disini."

"Sejak kapan kaka ada proyek disini??"

"Sejak kamu menipu orang tua katanya bekerja di Bali." Angel hanya tertunduk.

"Maaf." Aaron sudah menyiapkan buah buat Angel. Langsung dimenyuapi buah yang sudah di potong - potong kepada Angel wanitanya.

"Kamu tahu, kalau mami dan papi tidak suka anaknya berbohong???"

"Iya."

"Kalau mami dan papi tahu bagaimana ya."

"Aku begini, karena aku mau menjauh dari kamu. Karena kamu punya Karin."

"Setelah kita bersama menikmati malam itu. Karin itu aku bayar untuk membuat kamu cemburu."

"Tetapi paginya dia bertemu dengan aku di rumah sakit."

"Dia ngomong apa?? Dan kenapa tidak ngomong sama kaka?? Malah menghilang???"

"Aku mendengar mami dan papi suka dengan kehadiran Karin bagi kamu."

Aaron langsung menyentil jidat Angel.

"Biasakan untuk menyelesaikan masalah itu dengan otak bukan perasaan."

Malam ini, Aaron selesai menyuapi Angel, dia makan malam, minum kopi sebentar dan menyelesaikan pekerjaan kantornya. Tanpa dia sadar, waktu handphonenya berbunyi langsung mengangkat dia tidak menyangka bahwa mami yang menelepon.

"Sayang kenapa di rumah sakit??? Siapa yang sakit???" Terpaksa Aaron pun mengarahkan kamera ke Angel.

"Sakit apa adek mu???"

"Siapa kak?? Kak, apa itu mami??"

"Angel ke........." Aaron berpikir lama, apakah ini saatnya dia berterus kepada orangtuanya. Dilihat wajah Angel yang memohon. Dan suara maminya yang masih penasaran kesehatan anak perempuannya.

"Angel kelehan mi, kemarin pingsan. Aaron akhirnya datang untuk menjaganya."

"Jaga adekmu baik - baik."

Aaron hanya tersenyum. Kemudian handphonenya diberikan kepada Angel, karena mami mau berbicara dengan anak perempuannya. Terdengar Angel begitu manja, waktu berbicara dengan mami dan papinya. Bahkan mereka lupa siapa anak mereka sebenarnya. Aaron hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Selesai berbicara Angel mengembalikan handphone Aaron, karena ada pesan masuk dari Karin.

"Pesan dari siapa??"

"Ngak tahu???" Angel langsung menarik selimut waktu handphonenya sudah berada di sang pemilik. Aaron tersenyum, dia langsung naik ke kasur yang sama dengan Angel, masuk kedalam selimut yang sama langsung memeluk tubuh Angel.

"Rumahku bukan dia, tetapi kamu sayang. Angel Abraham I love you."

Aaron tidur memeluk wanita yang dia cintai, yang baru saja mengalami keguruan janin mereka sampai pagi. Pukul enam Aaron kaget, karena ners harus melakukan pemeriksaan setiap pagi. Untung ada Rido yang menjaga ruangan.

"Sayang, mau diperiksa pagi."

Angel langsung bangun. Dan ners - ners di rumah sakit ini pun memeriksa tensi, kadar oksigen sampai suhu tubuh.

"Dokter, suaminya perhatian sekali."

"Harus ners, kan kepada istri."

"Bahagia selalu ya bapak dan ibu dokter."

"Amin." Aaron yang mengaminkan, sedangkan Angel hanya senyum - senyum. Aaron tahu, bahwa Angel sedang malu. Namun dia cuekin saja. Aaron sedang mengatur hotel tempat dia dan Angel menginap. Ternyata pekerja Aaron sudah mengurus semua.

Infus Angel sudah dilepas. Dia akan mandi sebelum kelaur dari rumah sakit. Selesai mandi, Angel sudah mengeringkan rambutnya dan siap kelaur setelah Aaron kembali menebus obat buatnya konsumsi di rumah nanti.

"Kita langsung ke tempat tugasku ya kak."

"Tidak. Dua hari kamu disini dulu, kita nginap di hotel."

Di hotel, Angel hanya baring - baring. Aaron tidak mau mengganggunya. Semua kebutuhan Angel di hotel sudah tersedia.

"Kaka, pergi lihat proyek kaka dulu ya. Besok baru kamu temani kaka." Angel hanya mengangguk kepalanya. Aaron mencium bibir dan keningnya sebelum pergi ke lokasi proyek melihat pembangunan hotel Benaya.

Karena ini proyek besar Aaron, dia tidak mau ada kecurangan dalam pembangunan. Dia melihat setiap hal, termasuk hal kecil. Aaron yang gila kerja, lupa bahwa dia sedang meninggalkan princesnya di hotel sendirian. Maka di hubungi lah Rido menanyakan perihal kekasihnya. Ternyata dari bosnya keluar, Angle masih tetap di dalam kamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!