NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hangat nya pelukan satya

Tin! Tin!

​Suara klakson motor yang khas terdengar dari depan pagar, disusul dengan ketukan bel rumah beberapa kali. Tyas yang sedari tadi mondar-mandir langsung bangkit dari sofa dengan wajah berseri-seri. Ia membuka pintu utama dan mendapati Satya sedang melepas helmnya di atas motor, tersenyum lebar menatap kekasihnya.

​"Satya! Masuk, Yuk! Pagarnya nggak dikunci kok, dorong saja," seru Tyas setengah berbisik dari ambang pintu, mengingat ini adalah kompleks perumahan yang cukup tenang.

​Satya memarkirkan motor matic-nya di carport, lalu melangkah masuk ke dalam rumah. Pemuda itu tampil kasual dengan jaket jins dan kaus hitam. "Wah, rumah Mbakmu bagus juga ya, Sayang. Sepi banget lagi," ujar Satya sambil mengedarkan pandangan ke ruang tamu yang rapi.

​"Iya, Mas Angga baru saja berangkat ke bank sejam yang lalu. Mbak Rani juga masih di kantor sampai siang nanti. Jadi cuma ada aku sendiri," jelas Tyas sembari menutup pintu. "Kamu duduk dulu ya, aku buatkan kopi hitam kesukaanmu ke dapur sebentar."

​"Siap, Sayang. Jangan lama-lama ya, aku kangen," goda Satya sambil mengedipkan sebelah matanya.

​Tyas tertawa kecil, lalu membalikkan tubuhnya menuju area dapur bersih yang menyatu dengan ruang tengah. Ia mulai menyalakan teko listrik dan mengambil cangkir dari rak. Kaus oversize yang dipadukan dengan celana jin pendek di atas lutut membuat setiap gerakan Tyas terlihat begitu menggemaskan sekaligus seksi dari belakang, memperlihatkan kaki jenjangnya yang mulus.

​Rupanya, Satya tidak betah duduk diam di ruang tamu. Langkah kakinya yang pelan tanpa alas kaki tidak terdengar saat ia menyusul Tyas ke dapur.

​Saat Tyas sedang sibuk menuangkan bubuk kopi ke dalam cangkir, tiba-tiba sepasang lengan kekar melingkar dengan erat di pinggang rampingnya. Satya memeluk Tyas dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu gadis itu, menghirup aroma wangi rambut pendek sebahu milik kekasihnya yang masih segar sehabis mandi.

​"Eh! Satya, ih... kaget tahu!" pekik Tyas manja, meskipun ia tidak menolak perlakuan tersebut. Tubuhnya justru menyandar pas pada dada Satya.

​"Habisnya kamu lama banget. Lagian aku kangen banget, berhari-hari cuma bisa chatting dan PKKMB online doang," bisik Satya mesra di dekat telinga Tyas. Tangan Satya yang melingkar di perut Tyas bisa merasakan kehangatan tubuh kekasihnya yang sintal di balik kaus longgar tersebut.

​Di dapur yang sunyi itu, kedua sepasang kekasih yang dimabuk asmara ini menikmati momen kebersamaan mereka, tanpa pernah menduga bahwa jam dinding terus berputar dan rahasia-rahasia di dalam rumah ini perlahan mulai memanas.

Tyas mematikan teko listrik dengan tangan kirinya yang bebas, sementara tangan kanannya mengusap lembut lengan Satya yang masih melingkar erat di pinggangnya. "Udah yuk ke ruang tamu, ini kopinya udah jadi," bisik Tyas lembut, mencoba mengurai pelukan kekasihnya dengan gerakan manja.

​Satya terkekeh pelan, memberikan satu kecupan kilat di puncak kepala Tyas sebelum akhirnya melepaskan lingkaran lengannya. "Iya, iya, Sayang. Sini, biar aku yang bawa kopinya ke depan."

​"Nggak usah, biar aku aja. Kamu bawa camilan ini aja," tolak Tyas sambil tersenyum, menyerahkan sebungkus biskuit yang ia ambil dari kabinet dapur, sementara ia sendiri mengangkat cangkir kopi hitam yang masih mengepulkan uap wangi.

​Mereka berdua berjalan beriringan kembali ke ruang tamu. Tyas meletakkan cangkir kopi itu di atas meja kaca, lalu mendudukkan dirinya di sofa panjang. Satya langsung mengambil posisi tepat di sampingnya, sengaja merapatkan duduk mereka hingga lengan mereka saling bersentuhan.

​Kaus oversize yang dikenakan Tyas sedikit terangkat saat ia duduk, membuat celana jin pendeknya bergeser naik dan mengekspos paha mulusnya yang putih bersih. Satya yang duduk di sebelahnya tidak bisa mengalihkan pandangan dari pesona fisik kekasihnya yang kini terlihat semakin matang setelah lulus SMA.

​"Kamu makin cantik aja sejak pindah ke sini, Tyas," puji Satya tulus, matanya menatap lekat-lekat wajah Tyas yang merona kemerahan.

​"Gombal terus," sahut Tyas sambil mencubit pelan pinggang Satya, menyembunyikan rasa salah tingkahnya. "Gimana kosanmu? Nyaman nggak? Ingat lho, Senin besok kita udah mulai masuk jurusan Akuntansi. Jangan sampai telat jemput aku."

​"Aman, Sayang. Jarak dari kosanku ke sini cuma tiga puluh menit kok. Aku pastikan jam tujuh pagi sudah stand-by di depan pagar rumah Mbak Rani," jawab Satya mantap, lalu meraih tangan Tyas dan menggenggamnya erat.

​Di ruang tamu yang sejuk itu, kedua remaja tersebut larut dalam obrolan seru mengenai rencana kuliah mereka hari Senin depan. Mereka menikmati waktu berdua dengan leluasa, memanfaatkan momen mumpung rumah sedang kosong, tanpa menyadari bahwa waktu terus berjalan mendekati tengah hari—saat di mana jam kepulangan Rani dan jam istirahat Angga perlahan mulai mendekat.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!