NovelToon NovelToon
My Bodyguard Is A Secret Agent

My Bodyguard Is A Secret Agent

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Mata-mata/Agen
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange

Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.

Generasi Delapan Klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Benar Saja!

Mahreen bangun dari tidur siangnya dan terkejut saat melihat Collin duduk di sofa dekat jendela dengan membawa laptop. Dia pun menghampiri Collin dengan tatapan bertanya.

"Kamu kenapa Lange?" tanya Mahreen.

"Princess, anda mengenali siapa ini?" Collin memperlihatkan foto yang diambil dari satelit milik MI6 atas persetujuan Kenneth yang sudah diberitahukan situasinya.

Mahreen menyipitkan matanya dan berusaha mengenali pria yang memakai masker tersebut. Mata hijau Mahreen terbelalak saat tahu siapa itu.

"Mats Tyler?" ucapnya. "Ngapain dia di bawah?"

"Dia mengawasi anda dari tadi dan pergi setelah berusaha menghubungi an ...."

Mahreen bergegas menuju kamarnya dan mengambil ponselnya. Ada banyak panggilan tidak terjawab di layarnya. Dan semuanya dari Mats Tyler.

"Siapa dia, Princess?" tanya Collin dengan tatapan tajam.

"Bukan urusan kamu!" cebik Mahreen.

"Tetap jadi urusan saya karena anda dalam perlindungan saya. Anda tahu kan saya bertanggung jawab atas anda selama menjadi pengawal anda. Jadi katakan. Siapa dia?" ucap Collin dingin.

Mahreen menghela napas panjang. "Dia mantan pacar aku. Aku memutuskan dia karena yaaa dia mokondo!"

"Dia memeras anda?" tanya Collin.

"Bukan memeras tapi tidak mau mengeluarkan uang sedikit pun jika kita pergi berkencan. Memang tidak masalah aku yang keluar uang sekali dua kali ... Tapi setiap kencan? Aku semua yang membayar makannya? Tidak! Setelah lima kali kencan, aku putuskan dia!" jawab Mahreen. "Bagiku uang bukan masalah karena aku punya tabungan tapi aku juga tidak mau ada pria yang tidak mau berusaha keras! Kerja apa saja yang penting halal! Ada tanggung jawab, ada keinginan untuk bisa menjadi pria yang dibanggakan."

"Anda sangat simpel ya?" senyum Collin.

"Bukan simpel tapi lebih melihat dari sisi mana seorang pria bisa menjadi pria. Bukan hanya mengincar wanita kaya seperti halnya seorang wanita yang mengincar pria kaya bahkan merusak rumah tangga. Pria dan wanita itu sama saja kalau soal malas dan serakah! Hanya beda gender saja," terang Mahreen.

"Apakah anda akan bekerja jika misalnya ayah anda menahan uang anda?" tanya Collin mencoba melihat sejauh mana Mahreen bisa survive.

"Terpaksa bekerja akan aku lakukan. Untuk kehidupan sehari-hari karena aku tidak butuh barang mewah. Aku sudah kenyang dengan kemewahan. Bagiku ya cuma sekedar tas, sekedar sepatu, sekedar baju, sekedar gadget. Aku memang lahir sebagai princess, Lange tapi bukan berarti aku harus mendongak terus tanpa melihat ke bawah bukan?" jawab Mahreen.

Collin menatap Mahreen dengan pandangan yang berbeda. Mau secara fisik berbeda dari Kayleen tapi soal mindset, mereka sama. Kayleen dan Mahreen sama-sama memiliki gelar kebangsawanan tapi mereka juga tipe didikan old money. Ayah mereka sama-sama punya kuasa atas wilayah yang bedanya satu tanah, satunya negara.

Bahkan nama pun hampir sama dan belakangnya 'een'.

"Kamu merasa Mats stalking aku?" tanya Mahreen.

"Bisa jadi. Karena dia tidak mau kehilangan sumber uangnya bukan?" jawab Collin datar.

"Tapi aku sudah putus enam bulan lalu. Usai ujian semester ganjil," ucap Mahreen. "Setelah itu aku pulang ke Manama dan semester kemarin bersama Luke yang berakhir di rumah sakit dan aku di sel."

Collin memegang pelipisnya. "Kenapa anda santai sekali."

"Kenapa harus pusing kalau tidak salah?" balas Mahreen.

"Iya tapi kan tidak harus masuk sel juga, Princess."

Mahreen melihat sekelilingnya. "Lange, kita makan di luar yuk! Aku butuh refreshing."

"Eh?" Collin menatap Mahreen bingung. "Princess, anda tidak bermaksud ...."

Mahreen mengedipkan sebelah matanya. "Kamu tahu maksudku kan? Mandi aaahhh!"

Gadis itu pun kembali ke kamarnya meninggalkan Collin yang terbengong-bengong.

"Hoi, hoi, hoi Princess. Anda tidak sedang memancing ikan piranha kan?" tebak Collin dengan wajah gemas.

***

Mahreen sudah berdandan dengan cantik membuat Collin terkejut karena sangat berbeda dengan sebelumnya yang hanya tampil polos tanpa make up. Bahkan saat di sel, wajahnya juga tanpa make up ... atau kemungkinan sudah luntur.

"Kamu kenapa Lange?" tanya Mahreen bingung.

"Anda berdandan ... terlalu dewasa," ucap Collin.

Mahreen melongo. "Apa maksudnya?"

"Anda terlalu dewasa jadinya banyak yang mengira anda sudah di atas dua puluh tahun. Banyak orang yang salah sangka nanti," jawab Collin.

Mahreen cemberut. "Berangkat Lange!" Gadis itu pun memilih menuju pintu apartemennya dan Collin pun mau tidak mau harus mengikuti Princess Al Khalifa satu itu.

"Kenneth, adikmu memang punya dua sisi mata uang! Kadang dewasa, kadang anak remaja!" batin Collin sebal.

***

Mahreen dan Collin tiba di sebuah restauran Jepang dan Chef nya sudah mengenal gadis itu.

"Chef Hashimoto," sapa Mahreen sambil membungkuk sopan dan Collin terkejut dengan manner gadis itu.

"Princess Mahreen. Seperti biasa?" Chef Hashimoto juga membungkuk hormat ke Mahreen, "Pacar baru, Princess?"

Collin pun memasang wajah datar ke Mahreen. Sudah kuduga.

"Bukan. Dia pengawal aku, Chef. Daddyku merasa putrinya yang cantik ini berbahaya kalau sendirian di Leiden. Nissa kurang garang jadi yaaa, Daddy kirim dia. Cukup meyakinkan bukan?" senyum Mahreen jahil.

Hei, hei, hei. Collin semakin gemas dengan Mahreen.

"Sangat meyakinkan Princess. Mari saya antar ke ruangan VIP agar anda bebas makan di sana," kekeh Chef Hashimoto.

***

"Anda langganan di sini?" tanya Collin sambil menyesap ochanya.

"Iya. Hanya Chef Hashimoto yang menjual sushi halal. Jadi aku cukup sering kemari kalau rindu masakan Jepang. Aku sangat suka masakan Jepang karena tidak terlalu berbumbu macam makanan Bahrain yang khas Timur Tengah dengan rempah-rempah yang kuat," jawab Mahreen.

"Saya selalu merasa anda sangat suka masakan yang berbumbu macam nasi Padang tadi siang," ucap Collin.

"Rempah-rempah nasi Padang tadi siang itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan makanan Bahrain yang lebih tajam rasanya," kekeh Mahreen.

"Begitu ya," gumam Collin.

"Yang jelas tidak sehambar makanan Irlandia atau Inggris," ejek Mahreen.

"Makanan Irlandia dan Inggris tidak hambar!" balas Collin.

"Apa sih makanan khas kalian? Paling fish and chips doang kan?" seringai Mahreen. "Sheperd's Pie, Beef Wellington, Bangers and Mash, Yorkshire Pudding, Irish Stew, Boxty, Bacon and Cabbage. Seriously, kalian itu makanannya kureng nendang!"

Collin hanya diam saja. "Apa maksudmu, Princess."

"Sekali-kali, kamu datang ke Asia dengan banyak variasi makanan. Jangan di Eropa dan Amerika saja. Kamu akan tahu bagaimana beragamnya makanan di sana. Bahkan di Indonesia sendiri, satu macam makanan bisa jadi banyak variasi," lanjut Mahreen. "Keluarga aku kan banyak yang di Asia."

Collin mengangguk karena dia memang belum sempat dikirim ke Asia. Collin lebih sering dikirim ke Afrika dan Eropa.

"Permisi, Princess. Saya hendak ke toilet." Collin pun berdiri.

"Oke." Mahreen mulai menikmati udonnya.

Collin pun berjalan keluar dari ruang VIP. Entah mengapa, instingnya menyuruh melihat ke arah jendela restauran. Mata abu-abunya terbelalak saat melihat Mats Tyler berdiri di seberang.

Yang benar saja!

***

Yuhuuuu up malam yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Septi Lahat
ikutan tegang aq,, alhamdulillah princess marning tuh nggk pa2,, jgn terkejut princess tuh mas mu memang kenal baek dg collin😁
amilia amel
Alhamdulillah...
princess Mahreen selamat
asal kamu tau marning, Lange itu sahabat sekaligus anak buah kentongan
Meeta Baggio
Alhamdulillah Marning selamat,itu yg penting. Jangan berpikiran yg bukan yaa tentang hubungan mereka.
Ani
yang penting bukan hubungan dalam tanda kutip 😁😁😁😁😁
Septi Lahat
hadeuh, jgn smpe knp2 princess marning qu
amilia amel
ayo Lange buktikan kalo kamu pengawal tangguh dan bisa dipercaya menjaga princess Mahreen
Elsa Fanie
aduh aduh gimana ini,, cepat Collin cool tembak j itu bam mobil ny deg-deg ser ini
diyah
lagi mb hana.. dessert ini lg😁🤭
This Is Me
Collin...kamu kok bisa kecolongan gini😱😱
Meeta Baggio
Kan, akhirnya kedianjuga Mahreen di culik, semoga collin sempet menembak pelaku sebelum di bawa ke dalam mobil
Marsiyah Minardi
Ya kejadian juga Princes Mahreen diculik ,ayo Collin pertaruhkan nyawamu tuk menyelamatkan sang princes 😭😭
Yuli Budi
ya Allah aq deg deg an, smoga selamat marning
Elsa Fanie
😁😁😁😁 kacau kacau berdua itu ,
amilia amel
agak sesak napas ya Lange diusili terus sama princess Mahreen 🤣🤣🤣
Septi Lahat
beneran nih si maning jahil bnget deh,,koeceheng gerong jganlah dipancing mahreen!!!! 😅
Gita Mitha Pertiwi
jahil sekali 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
kacauu kamu collin, pake segala nanya ukuran dada lg,siap2 saja konsentrasi kamu jgn sampe kacauu dan ga fokus yaa
Gita Mitha Pertiwi
wah sudah mulai ini🤭
amilia amel
hadiah yang tak terduga tapi bakalan nagih ya Lange 😅😅
Meeta Baggio
Terpesona haa.....wow hadiah yg sangat special dr Marning buat sang pengawal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!