NovelToon NovelToon
SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.

"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.

Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.

"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.

"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.

Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.

Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALING MEMUASKAN

Tubub Ratih mulai bergetar karena terisak menahan perasaan serta rasa sakit dari bagian tubuhnya.

Guntur tak bisa berbuat apa apa. Dirinya mulai percaya jika Ratih memang benar benar masih gadis perawan.

Miliknya terasa semakin berdenyut dan sensasi hangat didalam membuatnya ingin segera menuntaskan hasrat.

Guntur berjalan berlahan menuju ranjang sambil tetap mengendong Ratih.

Ia turunkan wanita itu berlahan dan melepaskan miliknya.

Ratih menutup wajah menggunakan kedua tangan sambil tetao terisak.

Pandangan Guntur beralih ke arah miliknya saat melihat darah disana.

"Da..darah.." lirihnya.

"Ka..kamu benar benar masih gadis, Ratih" lanjutnya sambil menatap wanita itu diatas ranjang yang masih menyembunyikan wajah di balik tangan.

"Aku..aku sudah bilang..aku tidak berbohong atau menipumu, Mas Guntur" ucapnya berlahan.

Raut wajah Guntur terlihat menyesal.

"Mana bisa? Apa kamu tidak melakukannya dengan suamimu hah?" elak Guntur ingin menghilangkan rasa bersalahnya dan mengingat rasa sakit ketika ditinggal Ratih.

Ratih tidak langsung menjawab, wanita ini menghentikan tangisnya lalu membuka wajahnya.

"Sudah terbukti jika aku masih perawan. Aku tunggu 250 juta darimu lagi, Tuan" ucapnya dengan senyuman tipis.

Rasa sakit dibagian bawahnya, ia tahan dan memilih menyelesaikan malam ini secepat mungkin agar dirinya bisa kabur dari hadapan Guntur Abimanyu.

"Akhirnya kamu juga yang mengambil kegadisanku. Sesuai impian kita saat itu, saat kita pernah bermimpi menikah dan membangun keluarga bahagia bersama" batin Ratih.

Guntur merasa terprovokasi.

"Baiklah, sesuai keinginanmu. Akan kuberi 250 juta lagi setelah aku benar benar puas" ucapnya, lalu Guntur mulai mengatur posisinya diatas tubuh Ratih.

Dengan naluri prianya yang sudah mulai aktif, pria itu sudah kembali memposisikan miliknya di bagian bawah Ratih. Awalnya masih kesulitan, namun tangan sang wanita membantu menuntunnya hingga sampai tujuan.

Mereka pun kembali menyatu, men-desah bersama, ber-ciu-man seperti layaknya kekasih yang memghabiskan malam bersama.

"Andai kamu tidak meninggalkan ku 3 tahun lalu, mungkin saat ini kita sudah bahagia" batin Guntur disela sela gerakannya.

"Jika saja aku tidak takut dengan ibumu dan berani memperjuangkan cinta meskipun berbeda status , mungkin saja sekarang aku melayanimu sebagai istri, Mas" batin Ratih juga disela sela kegiatan panas bersama pria diatasnya.

Yap, 3 tahun lalu Ratih menemui Ela, ibu Guntur. Ela sengaja bertemu dengan kekasih putranya itu di sebuah cafe tanpa putranya ketahui. Dari pertemuan tersebut, Ratih memilih meninggalkan Guntur daripada harga dirinya tercabik cabik.

Lanjut cerita di kamar khusus club, tak lama kemudian, pelepasan pertama bersama mereka lakukan. Guntur memeluk Ratih dalam dekapannya dan menyemburkan benih sepuasnya.

Sensasi hangat menembus rahim Ratih.

"Apa aku akan hamil anak Guntur?" khawatir wanita itu tiba tiba.

Namun kekhawatirannya itu malah menjadi harapan sang pria.

"Ku harap, benihku akan tumbuh di rahimmu setelah malam ini berlalu" lirih Guntur di telinga Ratih.

Deg!

"Apa..apa yang kamu katakan? Kamu menyuruhku untuk hamil anakmu diluar nikah?" panik Ratih.

Guntur pun melepaskan pelukannya lalu berbaring disamping Ratih sambil menatap langit langit ruangan.

"Ya. Aku ingin anak darimu, Ratih. Anggap saja total uang 1 milyar yang kukeluarkan untukmu itu adalah bayaran untuk mengandung anakku" ucap Guntur lembut, tidak ada nada amarah lagi. Semua amarah dan kecewanya sudah menguap bersamaan dengan kegiatan panas yang barusan ia lakukan.

Ratih menoleh kearah Guntur. Ia terdiam sesaat sebelum mengatakan sesuatu.

"Apakah selama 3 tahun ini kamu tidak bisa menemukan wanita lain yang lebih pantas mengandung keturunan keluarga Abimanyu?" pertanyaan yang membuat Guntur pun menoleh kesamping.

Wajah Ratih yang memerah karena keringat serta merona, membuat Guntur lagi lagi jatuh cinta kepada wanita yang meninggalkannya ini.

"Kamu tetap cantik, Ra" puji Guntur , alih alih menjawab pertanyaan wanita itu.

"Jawab pertanyaanku" minta Ratih yang tidak lagi terlena dengan pujian pria yang pernah ia cintai itu meskipun harus meninggalkannya 3 tahun lalu.

"Ya. Aku tidak bisa. Bayangan wajahmu selalu hadir dihidupku selama 3 tahun ini meskipun menyakitiku. Aku tetap melakukannya" jawab Guntur.

Nyees..

Hati Ratih semakin tertusuk dengan ungkapan hati Guntur.

"Tapi aku juga tidak bisa memaksamu untuk tetap tinggal bersamaku jika kamu lebih memilih pria lain demi keluargamu" lanjut Guntur.

"Entah bagaimana kehidupanmu setelah meninggalkan ku sampai kita bisa bertemu lagi sekarang" tambahnya.

"Tapi aku bisa pastikan, perasaanku kepadamu sekarang bukanlah cinta. Karena jika aku masih mencintaimu, aku tidak akan memaksamu untuk melayaniku seperti ini. Anggap saja sekarang aku pria bajingan yang pantas kamu tinggalkan" lanjut pria itu.

Ratih menatap kedua mata Guntur yang berkaca kaca. Pria itu masih sama sangat tulus dalam memandang dirinya sejak dulu.

Merasa bahwa yang dikatakan Guntur tentang perasaan pria itu yang tidak lagi mencintainya, membuat gairah Ratih tertantang. Sudah sekali nyemplung, sekalian saja basah seluruh tubuh.

Ratih memposisikan tubuhnya diatas Guntur. Pria itu terkesiap terkejut.

"A..apa yang kamu lalukan, Ra?" tanya Guntur.

Ratih tersenyum.

"Meskipun kamu sudah tidak mencintaiku, aku tidak merasa terpaksa melalukan ini denganmu, Mas. Aku melakukannya karena memang tugasku untuk memuaskanmu malam ini" jawab wanita itu.

Guntur diam dan memperhatikan posisi Ratih.

"Sekarang aku yang memaksamu untuk menerima pelayananku" lanjut Ratih lalu ia mulai membungkam bibir Guntur dengan ciumannya.

Tangannya pun tidak diam, ia memegang milik pria itu untuk menyatu dengannya lain.

B-lu-p

Penyatuan kedua mereka tak terhindarkan.

Guntur juga tidak diam saja. Ia melakukan gerakan yang ia sukai ditubuh wanita 1M yang ia bayar.

De-sa-han mereka berdua, erangan dan kecapan diantara dua manusia dewasa ini benar benar menggema di ruangan khusus club.

Sampai entah berapa kali penyatuan mereka lakukan hingga semburan benih Guntur di rahim Ratih tak dipedulikan oleh keduanya.

Mereka bergulat diatas ranjang, di kamar mandi, di sofa, dan di lantai dengan sama sama saling memuaskan.

Sekitar jam 5 pagi mereka berhenti. Terhitung sekitar 5 jam mereka olahraga malam bersama. Tubuh keduanya terkulai lemas tanpa busana di atas ranjang.

Nafas mereka tersenggal senggal bersautan.

Setelah beberapa saat mulai terdengar normal.

"Suamimu pasti puas dengan pelayananmu, Ra" celetuk Guntur.

Ratih hanya bisa senyum tipis mendengar sindirian pria disampingnya.

"Entah alasan apa dan bagaimana kamu masih gadis padahal sudah bersuami. Tapi jujur, aku bangga sebagai pria yang pernah mencintaimu mendapatkan suatu berharga milikmu yang dulu pernah aku impikan. Namun aku juga merasa menyesal, kenapa dulu aku tidak memperjuangkan mu agar tetap disampingku" ujar pria itu lagi.

Ratih tak bisa menahan tangisnya, ia memilih membelakangi Guntur agar pria diatas ranjang yang sama tersebut tidak melihat air matanya.

"Ma..maafkan aku" lirih Ratih dengan tangis tertahan.

Guntur bisa mendengar suara rapuh itu lalu mendekat dan memeluk dari belakang.

"Biarkan kita seperti ini saja. Untuk hari ini. Nyonya pemilik club sudah memberikan waktu tak terbatas untuk kita disini" bisik Guntur dan Ratih menganggukan kepala.

Guntur menaruh kepalanya diceruk leher Ratih dan menghirup aroma wanita itu sepuasnya.

Ratih tidak menolak dan seakan akan Guntur memang miliknya yang tidak ingin ia lepaskan lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!