NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 RUMAH BUKAN TEMPAT TERNYAMAN

Luka yang dia dapat dari Sekolah masih hangat, setibanya dirumah pun mendapat taburan garam yang memperburuk luka dihatinya.

Sore itu, Ana mengunjungi kedai makanan miliki Ibunya. Dengan hati yang tulus walaupun sedang letih, ia ingin membantu Ibunya.

"Ibu! Aku pulang,, aku bantu - bantu mencuci piring ya."

"Ouh,, kamu sudah pulang. Tidak perlu, kamu pulang saja ke rumah. Ibu juga sebentar lagi akan tutup." jawab Sang Ibu.

"Kenapa, Bu? Ibu sakit?" tanya Ana dengan penuh cemas.

"Ngga perlu." jawabnya singkat.

"Em.. baiklah. Ibu aku mau pulang duluan ya.." Ketika akan pulang, tetangga yang rumahnya masih berdekatan dengan rumah Ana pun menyambangi kedai makanan Ibu.

"Mika!! ya ampun,, makin rame aja ini kedaimu, ya?" sahut Bu Marni.

"Eh, Bu Marni. Iya lumayan, Bu." jawab Ibu dengan sopan.

"Eh- ada Anabella juga. Kamu baru pulang sekolah ya?" tanya wanita itu dengan melihat penampilan Ana dari ujung kaki sampai kepala.

"Dia sedang menilai penampilanku yang jelek." batin Ana.

"Iya Tante." jawabnya dengan sopan.

"( Terkekeh ) Kamu tau, ngga? Anak Tante sebentar lagi mau lulus, dia mau kuliah karena Nilanya tinggi - tinggi. Dia juga punya paras yang cantik jelita. Ngomong-ngomong anak kamu ini beda dari anak - anak kamu yang lain ya?" tanya Marni.

"Ah, Bu Marni. Begitulah.. wajah tidak penting menurutku tapi pintar yang lebih penting." Sambil melirik ke arah Ana dengan tajam.

Ana hanya menunduk.

"Baiklah kalau begitu. Aku permisi ya, lain kali aku akan membawa anak gadisku kemari." sahut Marni.

Setelah wanita itu berjalan cukup jauh dan tak terlihat lagi, Mikaila langsung menatap tajam ke arah Ana.

"Hari ini kamu mendapat nilai ulangan berapa, hah?!" tanya Mikaila.

"I-itu nanti aku beritahu di rumah ya Bu.. Hari cukup berat untukku." jawab Ana, sambil jalan perlahan pergi.

"CK, anak itu. Benar - benar membuatku kesal saja." gerutunya dalam hati sambil mengunci pintu kedai makanan miliknya.

____________________

Sesampainya dirumah, seperti biasa ayahnya sedang memasak didapur untuk santapan makan malam.

"Aku pulang! Hai ayah,," sahut Ana. Baru saja membuka pintu, aroma ayam kecap menyeruak ke seluruh ruangan.

"Putri ayah sudah pulang. Tebak, ayah masak apa sore ini?" Ayahnya menyambut dengan hangat, walaupun ada yang berbeda dari putrinya hari ini.

\Berantakan.

Tak lama Raka dan Ibu pun sampai dirumah. "Oh ayolah ibu, aku ingin membeli lagi laptop baru. Aku kesulitan belajar karena laptop lamaku rusak." rengek Raka.

"Iya baiklah putraku. Ibu akan belikan yang baru. Tapi rajinlah belajar yaa." jawab Ibu dengan sangat lembut.

Melihat pemandangan itu, Ana mulai cemberut dan langsung pergi ke kamar untuk mengganti baju.

Sesampainya dikamar, ternyata bukan berganti baju tapi Ana menangis sejadi jadinya.

"Ibu jahat! Setiap keinginan Raka ataupun Kak Citra, pasti dipenuhi. Tapi, aku?! Sama sekali ngga digubris!"

Tak lama suara ketukan pintu dari luar, Yap itu adiknya yang bernama Raka.

"Najel! Najel ayolah keluar. Ayah menyuruh kita makan malam bersama."

"Raka sialan! Pergi dan beritahu ayah, aku tidak lapar!" tiba-tiba tiba ia merutuki adiknya itu.

"Hey.. ada apa ya dengan si Najel? Ngga biasanya kayak gini, walaupun dia pemarah tapi ini beda.." (panggilan kesayangan untuk kakaknya itu, Najel).

Raka pun turun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Ka. Dimana Kakak perempuan yang kedua?" tanya Ibu.

"Um.. dia bilang nggak lapar Bu." sahut Raka, lalu pergi duduk di meja makan.

"Huh, ada apa dengan anak itu. Semakin hari semakin membuat kesal." gerutu Mikaila.

"Sayang, jangan terus menerus memarahi dia. Aku yang akan bicara dengan Ana, oke?" ucap Jordi seraya menenangkan istrinya itu.

"CK, terserahlah.." jawab dengan nada datar dari Mikaila.

"Istriku, kalau kamu cemberut semakin mempesona. Aku akan selalu menatapnya."

"Huuekk! Ayah, udah udah stop!" sahut Raka memperagakan ingin muntah.

Mikaila tampak membuang muka padahal ia juga tersipu malu.

Jam menunjukkan pukul 7 malam, suara ketukan pintu kembali lagi.

*Tulisan secarik kertas di selipkan dicela pintu.

*For Putri manis Ayah

Putriku yang tersayang, makanlah ayam kecap ini. Ayah sudah menyimpan untukmu, keluarlah dan makan walaupun cuma secuil. Ah, pasti kamu bukan hanya secuil tapi semangkuk dan mangkuknya.

Terimalah ayam kecap kegemaran keluarga.

From Ayah tampan.

Setelah membaca tulisan dikertas itu, wajahnya kembali berseri dan Ana bisa tertawa lagi karena tingkah ayahnya yang lucu. Mungkin dialah yang selalu menghibur dan membelanya.

Membuka pintu dan melihat ayahnya sedang berdiri sambil membawakan semangkuk nasi dan lauk yang ia masak tadi.

"Akhirnya kamu buka pintu juga, sudah setahun lamanya ayahmu ini tunggu sambil bawa ayam kecap."

*Gelak tawa mereka pecah.

Ana mengambil mangkuk itu dengan gembira.

"Makasih ya ayah! Ayah yang terbaik." sahut Ana.

Jordi mengangguk senyum, ia merasa tenang akhirnya putrinya mau makan juga.

"Ayah.. aku minta maaf hari ini aku dapat nilai ulangan yang sama-"

"Ngga apa - apa dong! Yang penting kamu udah berusaha. Itu baru putriku." sambar Ayah, tidak mau anaknya mengingat ingat nilai jelek yang membuat Mikaila semakin marah.

"Ngga perlu dipikirkan lagi, besok coba lebih baik lagi, oke? Kalau begitu ayah pergi dulu. Selamat malam, nak."

"Selamat malam ayah, makasih." jawab Ana, sambil melambaikan tangan sebelum menutup kembali pintu kamarnya.

KEESOKAN PAGINYA.

Ting Ting Ting

Suara alat makan yang beradu di meja makan. Kebisingan yang selalu ada disetiap pagi.

"Malam ini aku nggak pulang ya?ayah,, ibu." sahut Citra, menyela saat makan.

"Lho? Kenapa sayang?" tanya Ibu.

"Iya. Ada apa, nak? Kenapa ngga pulang malam ini?" tanya juga Ayah yang cemas.

"Ah, itu. Aku ada dinas ke luar kota. Biasalah.. jadi jangan menunggu aku pulang ya, Ayah?" jawabnya dengan santai.

"Waw orang yang cerdas pasti selalu diperlukan dan dihargai kemanapun ia pergi. Hati hati ya, nak.

"Itu emang udah pekerjaan aku, Bu. Ngga ada yang dilebih-lebihkan."

Tiba - tiba saja, Ana menggerutu namun sialnya terdengar oleh ibunya itu.

"Dia lagi - lagi membanggakan anak - anaknya

untuk kesekian kalinya, aku hanya pajangan yang menonton hal itu."

"ANA!" bentak Mikaila, matanya tak lagi biasa menatap ke arah Ana.

Ana terkejut dan langsung melihat ke arah sang ibu.

"Ada apa sama kamu, sih? Dari kemarin kamu sangat membuat ibu kesal, Na. Cobalah melakukan hal positif yang membuat ibu bangga, apa ngga bisa?" bentak Mikaila sudah tidak bisa membendung i rasa kekesalannya.

"Ibu bertanya kenapa aku begini? Apa ibu ngga sadar, ibu selalu menyayangi dengan tulus kedua anak ibu tapi tidak denganku!"

"Apa?!"

Mikaila menatap bingung dan kesal ke arah Ana dan begitupun juga Ana.

#Bersambung...

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!