NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

XUAN FEI DAN KELOMPOK PPM

Setelah selesai menyantap hidangan, Rian langsung membagikan sebagian persediaan kepada yang lain.

"Pegang sendiri persediaan kalian."

"Kalau terjadi sesuatu atau kita terpisah, kalian tetap bisa makan tanpa harus mencariku atau Kak Ridho."

Semua orang menerima barang yang dibagikan Rian.

Di dunia yang telah berubah menjadi neraka seperti sekarang, memiliki persediaan sendiri berarti memiliki peluang hidup yang lebih besar.

Di sela-sela pembagian itu, Indah kembali memperhatikan Rian.

Tatapannya tertuju pada pemuda tersebut yang dengan tenang membagikan makanan tanpa ragu sedikit pun.

"Rian selalu memikirkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri..."

gumam Indah dalam hati.

Semakin lama, rasa kagumnya semakin sulit ia sembunyikan.

---

Setelah pembagian selesai, mereka memutuskan turun ke bawah.

Tujuan mereka sederhana.

Mencari informasi.

Di dunia kiamat, informasi sering kali lebih berharga daripada makanan atau senjata.

Terkadang satu informasi kecil saja bisa menyelamatkan nyawa.

Mereka pun berjalan menuju tangga darurat.

Namun saat tiba di lantai lima, mereka berpapasan dengan seorang wanita yang sedang menaiki tangga.

"Selamat pagi, Nona Simone."

Rian tersenyum sopan saat melihat Nina.

Nina sedikit terkejut.

"Oh? Kebetulan sekali."

"Aku sebenarnya baru saja ingin mengunjungi kalian."

"Xuan Fei memintaku mengajak kalian ke basement."

Semua orang langsung penasaran.

"Ada apa di bawah?" tanya Budi.

Nina hanya tersenyum misterius.

"Tidak perlu penasaran begitu."

"Nanti kalian juga akan tahu."

Setelah mengatakan itu, Nina berbalik dan memimpin jalan menuju basement.

---

Sesampainya di area parkiran basement, mereka langsung melihat pemandangan yang cukup mengejutkan.

Puluhan penghuni apartemen sedang berkumpul.

Di tengah kerumunan terlihat banyak kardus berisi persediaan makanan.

Beberapa anggota kelompok Xuan Fei sibuk membagikannya kepada para penyintas.

Bahkan penghuni yang tinggal di basement juga mendapat bagian.

Suasana yang biasanya suram terlihat jauh lebih hidup dibandingkan kemarin.

Nina berjalan ke depan.

Ia berdiri di samping Xuan Fei.

Lalu tanpa diduga, matanya berubah menjadi warna emas.

Cahaya tipis memancar dari kedua pupilnya.

Rian yang melihat hal itu langsung mengenalinya.

"Skill penglihatan..."

Pikirannya langsung bergerak.

"Di kehidupan sebelumnya, orang yang matanya berubah seperti itu biasanya sedang menggunakan kemampuan yang berhubungan dengan analisis atau pengamatan."

"Sepertinya Nina memiliki skill analisa."

Rian tersenyum tipis.

Skill seperti itu memang hebat.

Bahkan cukup berbahaya.

Namun kemampuan tersebut memiliki kelemahan.

Semakin besar perbedaan kekuatan, semakin sedikit informasi yang bisa diperoleh.

Beberapa detik kemudian, cahaya emas di mata Nina menghilang.

Ia tampak sedikit berkeringat.

"Bagaimana?" tanya Xuan Fei.

"Bisakah kamu melihatnya?"

Nina menggeleng pelan.

"Tidak."

"Saat aku mencoba melihat mereka menggunakan skillku, sebagian besar informasi tertutup."

"Inventori mereka tidak bisa kulihat."

"Semuanya terlihat buram."

Nina melirik kelompok Rian.

"Kemungkinan besar kelompok mereka lebih kuat daripada kita."

Xuan Fang yang berdiri di samping langsung berkeringat dingin.

Sedangkan Xuan Fei justru tersenyum lega.

Syukurlah.

Sejauh ini mereka tidak pernah menyinggung kelompok Rian.

Kalau tidak, situasinya bisa menjadi sangat merepotkan.

Sesaat kemudian, Xuan Fei berjalan mendekat.

Ekspresinya tetap santai seolah tidak terjadi apa-apa.

"Halo, selamat pagi."

"Cepat sekali kalian sudah turun."

Rian langsung memahami maksudnya.

Namun ia memilih mengikuti permainan tersebut.

"Oh, kebetulan kami bertemu Nona Nina di tangga."

"Kami juga memang ingin mencari informasi di bawah."

Xuan Fei mengangguk sambil terus membagikan persediaan kepada para penyintas.

"Terima kasih, Kak Xuan Fei!"

teriak seorang anak kecil yang baru menerima makanan.

Xuan Fei hanya membalasnya dengan senyum hangat.

Melihat itu, Rian sedikit memahami mengapa pria ini bisa dihormati banyak orang.

"Yah, seperti yang kalian lihat."

"Kami sedang membagikan persediaan kepada penghuni apartemen."

"Kami adalah Kelompok Pengelola Persediaan Makanan."

"PPM."

Mendengar nama itu, mata Rian sedikit menyipit.

Akhirnya ia berhasil mengingat sesuatu.

PPM.

Kelompok ini memang pernah cukup terkenal di kehidupan sebelumnya.

Mereka dikenal sebagai kelompok yang netral.

Tidak suka menindas penyintas lain.

Dan sangat menghormati evolver yang kuat.

Karena itulah banyak kelompok besar mencoba merekrut mereka.

Termasuk salah satu kekuatan terbesar di wilayah ini.

Black Rock.

Namun PPM selalu menolak.

Dan penolakan itu pada akhirnya menjadi awal kehancuran mereka.

Dalam ingatan Rian, beberapa bulan kemudian terjadi perang besar antara Black Rock dan PPM.

Pertempuran berlangsung sengit.

Namun pada akhirnya PPM kalah.

Sebagian besar anggotanya tewas.

Sisanya tercerai-berai.

Dan pemimpin mereka...

Xuan Fei.

Rian akhirnya mengingat nama itu dengan jelas.

Meski di kehidupan sebelumnya ia tidak pernah bertemu langsung, hampir semua evolver yang pernah melewati wilayah Depok mengenal namanya.

Xuan Fei terkenal bukan karena kekuatannya.

Melainkan karena kecerdasannya.

Pria itu memiliki kemampuan membaca situasi yang luar biasa.

Ia tahu siapa yang harus dihormati.

Siapa yang harus dihindari.

Dan siapa yang tidak boleh dijadikan musuh.

Karena itulah Black Rock terus mencoba merekrutnya.

Mereka menginginkan otaknya.

Mereka menginginkan kemampuannya.

Namun ketika Xuan Fei terus menolak bergabung...

Mereka akhirnya memilih cara yang paling sederhana.

Membunuhnya.

Tatapan Rian perlahan beralih ke arah pria berkacamata yang sedang tersenyum di hadapannya.

"Jadi ini Xuan Fei..."

"Orang yang cukup terkenal di kehidupan sebelumnya."

Sementara itu, Xuan Fei yang tidak mengetahui isi pikiran Rian tiba-tiba merasakan sesuatu.

Entah kenapa, ia merasa sedang diamati.

Namun saat melihat ke arah Rian, pemuda itu hanya tersenyum seperti biasa.

Membuat Xuan Fei mengira bahwa perasaannya hanyalah ilusi semata.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!