NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Idealis Pahlawan

Roda kendaraan taktis itu berhenti dengan decitan halus di sebuah distrik komersial yang telah ditinggalkan. Di hadapan mereka, membelah aspal jalanan yang retak, sebuah pusaran dimensi berdiri dengan angkuh.

Ini bukan lagi Gate Rank E yang terlihat seperti kabut kelabu kotor. Ini adalah Gate Rank D.

Ukurannya dua kali lipat lebih besar. Pusarannya berputar dengan warna biru pekat bercampur ungu gelap, memancarkan distorsi gravitasi yang membuat kerikil-kerikil di sekitarnya melayang beberapa sentimeter dari tanah. Udara di sekeliling portal ini terasa berat, membawa hawa dingin yang bisa membuat paru-paru manusia biasa membeku.

Wu Xuan melangkah turun dari mobil. Sepatu kulitnya berpijak pelan di atas aspal. Ia menatap portal itu dengan antisipasi yang elegan, pedang jiwanya masih tersampir rileks di bahunya.

Namun, baru tiga langkah ia berjalan menuju barikade energi, sebuah suara bariton yang berat dan penuh otoritas menghentikannya.

"Berhenti di sana, Tuan Muda."

Dari balik bayang-bayang pos komando portabel, sesosok pria tegap melangkah keluar.

Pria itu terlihat berusia awal empat puluhan—yang usia aslinya hampir menyentuh enam puluhan, memiliki rahang persegi yang tegas, dan sepasang mata elang yang tidak pernah mengenal kompromi. Ia tidak mengenakan jas seperti staf lainnya, melainkan setelan tempur yang memancarkan aura City Tier tingkat tinggi.

Dia adalah Yang Chen. Salah satu pilar kekuatan Wu Imperial Guild, bawahan kepercayaan keluarga Wu bahkan sejak sebelum era hunter dimulai. Bagi Wu Xuan, pria ini adalah sosok yang layak ia panggil 'Paman'.

Yang Chen berjalan mendekat, tatapannya menyapu Wu Xuan dari atas ke bawah sebelum beralih menatap tajam ke arah asisten cantik di belakang sang pemuda.

"Tuan Muda, apa yang Anda lakukan di sini?" tegur Yang Chen, suaranya tegas menggemakan aturan mutlak Asosiasi. "Ini adalah Gate tingkat D. Batas minimal untuk masuk ke tempat ini adalah Level 11. Dan kau, Xu Xin... Kenapa kau membawa Tuan Muda kemari?! Ini tempat yang sangat berbahaya."

Wu Xuan hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang sangat damai. Ia sama sekali tidak tersinggung oleh teguran keras itu.

"Paman Chen," sapa Wu Xuan santai, tangannya masuk ke dalam saku celana. "Santai saja. Jangan terlalu tegang. Biarkan aku masuk."

Xu Xin segera melangkah maju, menempatkan dirinya di antara Yang Chen dan Wu Xuan. Ia membungkuk dengan hormat yang dalam, mengakui senioritas pria itu, namun suaranya tidak goyah sedikit pun.

"Komandan Yang," ucap Xu Xin tegas. "Tuan Muda memiliki kekuatan yang jauh lebih dari layak untuk masuk ke dalam Gate ini. Saya telah melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Saya berani mempertaruhkan nyawa dan posisi saya sebagai jaminan bahwa Tuan Muda akan baik-baik saja."

Yang Chen mendengus keras. Auranya sedikit menekan, membuat kerikil yang melayang di sekitarnya jatuh ke tanah.

"Apa kau pikir nyawamu sebanding dengan nyawa penerus tunggal keluarga ini, Xu Xin!" omel Yang Chen, matanya memancarkan kemarahan seorang pelindung yang berdedikasi. "Tuan Muda, bukannya aku meremehkanmu, tapi adalah tugasku untuk melakukan perlindungan mutlak. Bagaimana jika ini adalah portal anomali? Bagaimana jika ada mutasi bos di dalam sana? Jika terjadi sesuatu padamu, bagaimana caraku menjelaskan pada Tuan dan Nyonya?!"

Sementara perdebatan itu terjadi, di balik barikade, puluhan hunter muda dan anggota baru Guild yang sedang menjalani pelatihan lapangan di bawah komando Yang Chen mulai berbisik-bisik.

Mata mereka memancarkan rasa tidak hormat yang hanya dimiliki oleh mereka yang bodoh dan haus pengakuan.

"Lihat itu, pangeran cacat Kelas E kita sedang merengek ingin masuk ke Dungeon D," bisik seorang hunter muda pemegang belati, menyeringai sinis.

"Dia pasti berpikir karena dia putra Guild Master, dia bisa melanggar batas level! Dia bahkan tidak punya mana, aku rasa dia frustasi dan ingin mati sedikit keren." timpal yang lain.

"Kasihan Komandan Yang, harus menjadi babysitter untuk sampah arogan yang hanya ingin numpang leveling instan."

Telinga Wu Xuan menangkap setiap suku kata rendahan itu, namun wajahnya tetap tenang layaknya permukaan danau beku. Fokus otaknya adalah sosok di depannya: Yang Chen.

'Orang lurus bermoral tinggi seperti Paman Chen adalah variabel yang paling merepotkan,' batin Wu Xuan dalam benaknya, menimbang opsi dengan kalkulasi psikologis yang sempurna. 'Orang ini bahkan siap menghadapi kematian, selama itu bisa menjauhkanku dari bahaya.'

'Dia tidak takut pada ancaman kekuasaanku, dan dia tidak bisa disuap. Jika aku bersikeras memaksa atau meledakkan auraku di sini, dia pasti akan langsung menelepon Mama. Jika Mama campur tangan, taruhan levelku sebelum pagi akan hancur berantakan. Aku harus mengubah sudut serangannya.'

Wu Xuan melangkah maju, melewati Xu Xin, dan berdiri tepat di hadapan Yang Chen. Senyum mematikan di bibirnya memudar, digantikan oleh tatapan rasional yang sangat diplomatis.

"Paman, dan Xu Xin," ucap Wu Xuan, memecah ketegangan di antara kedua petinggi Guild tersebut. "Kalau begitu... Mari kita masuk bersama."

Yang Chen mengerutkan kening, bersiap untuk menolak lagi. Namun Wu Xuan melanjutkan kalimatnya sebelum pria itu sempat membuka mulut.

"Kau sangat tahu sifatku kan, Paman?" tanya Wu Xuan dengan nada rendah yang membawa dominasi sunyi. "Bahkan jika kau menelepon Papa dan Mama sekarang, aku tetap akan melangkah masuk ke dalam portal itu. Pilihanmu hanya dua: mengawasiku dari luar dan membiarkanku masuk sendirian saat kau sibuk berdebat di telepon, atau ikut masuk dan melindungiku dari dekat."

Kata-kata itu mengunci logika Yang Chen. Pria tegap itu terdiam. Ia sangat mengenal keras kepalanya Wu Xuan sejak anak itu masih kecil. Membiarkan Wu Xuan masuk sendirian adalah mimpi buruk terbesarnya.

Dengan helaan napas yang berat, Yang Chen akhirnya mengalah. "Baik. Tapi dengan satu syarat. Tuan Muda tidak boleh berada lebih dari jarak tiga meter dariku."

"Sesuai keinginanmu, Paman," jawab Wu Xuan, kembali tersenyum elegan.

Skakmat.

Yang Chen segera berbalik. Ia tidak langsung masuk. Sebagai seorang komandan yang diidolakan, ia menekan sebuah tombol di pergelangan tangannya. Dalam sekejap, potongan-potongan zirah perak berteknologi tinggi merakit dirinya sendiri, membungkus tubuh tegapnya menjadi sebuah benteng baja yang tak tertembus.

Meskipun sebagai City Tier, Yang Chen bisa menaklukkan Gate Rank D ini seorang diri sambil menutup mata, ia tetap mengenakan perlengkapan penuhnya.

Wu Xuan mengamati proses itu dengan rasa hormat yang langka. 'Inilah mengapa Papa, sangat menghargai Paman Chen,' batin Wu Xuan. 'Ia selalu memberikan contoh yang baik pada para generasi muda.'

Wu Jiang dan Yang Chen berdiri di dua kutub yang berlawanan. Wu Jiang adalah kapitalis dan rasionalis yang bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Sedangkan Yang Chen adalah manifestasi dari kata 'Pahlawan'.

Yang Chen adalah pria yang rela mengorbankan nyawanya demi orang asing, selalu bertindak sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP), dan menjadi kompas moral bagi para hunter muda. Wu Jiang sangat mempercayainya bahkan memberikannya otoritas sebagai pelatih mental anggota baru, karena ia tahu Guild-nya butuh tameng moral di mata publik.

"Ayo bergerak," komando Yang Chen, mengeluarkan tombak raksasa dari ruang penyimpanannya.

Ketiga sosok itu berjalan beriringan menuju pusaran biru gelap.

Bersambung...

1
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Zzzz
jejak dulu 👣👣
Zzzz
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Zzzz
/Slight/
Zzzz
/Hunger/
Zzzz
/Proud/
Zzzz
semangat 🔛🔥
Zzzz
/CoolGuy/
Zzzz
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Zzzz
👣
Zzzz
/Grimace/
Zzzz
/Slight//Proud/
Zzzz
/Frown/
Zzzz
/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!