NovelToon NovelToon
Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Rara Wijaya, seorang perawat muda berbakat di RS Bunda, hidup dengan luka yang dalam akibat kehilangan kedua orang tuanya. Ibu yang berhati lembut meninggal karena penyakit langka, sementara ayahnya, seorang dokter, tewas dalam kecelakaan mobil saat menolong korban tabrakan. Meskipun penuh dendam, Rara tumbuh menjadi perawat yang sangat berdedikasi.

Namun, kehidupannya berubah total ketika RS Bunda mendatangkan dokter spesialis bedah baru, dr. Arkan Pratama. Dokter muda ini dikenal dingin dan perfeksionis, yang sering meremehkan perawat. Awalnya, Rara dan Arkan selalu bertikai, sampai suatu hari Rara mengetahui bahwa Arkan adalah putra dari dokter yang menyebabkan kematian ayahnya 15 tahun lalu.

Konflik mereka memuncak ketika mereka harus bekerja sama menangani pasien kritis. Di tengah badai, mereka terjebak di rumah sakit tua yang sudah tidak terpakai - tempat yang sama di mana ayah Rara terakhir kali bekerja. Di sana, rahasia keluarga mereka terbongkar satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Happy Ending

Beberapa minggu setelah kasus dr. Hanif berakhir, Rara dan Arkan berdiri di taman kecil di belakang rumah sakit. Tempat ini dulunya sunyi dan terlupakan, namun sekarang menjadi saksi bisu kebahagiaan mereka. Di bawah pohon jambu yang daunnya mulai menguning, Arkan pertama kali meminta maaf dengan tulus kepada Rara. Ada bangku kayu di sana, catnya sudah banyak yang terkelupas, tempat Rara pernah bercerita tentang mimpi masa kecilnya. Rumput di tanah tidak rata; sering mereka berbaring di situ memandang bintang setelah melewati shift malam yang melelahkan.

Angin sore membawa aroma bunga melati dari semak-semak liar yang tumbuh di pinggir taman. Dari jauh terdengar samar suara klakson ambulans dan kesibukan rumah sakit—tapi di sini, dalam dunia kecil mereka sendiri, hanya ada keheningan nyaman yang menemani.

"Kamu tersenyum," bisik Arkan sambil mengusap ibu jari Rara. "Apa yang kamu pikirkan?"

Rara menatapnya. Mata Arkan yang dulu dingin kini terasa hangat dan membuat jantungnya berdebar. "Aku hanya berpikir betapa berbedanya kamu sekarang," jawabnya.

"Kamu juga berubah," kata Arkan. Ia ingat sosok perempuan keras kepala yang ia temui di rumah sakit dulu. "Tapi aku suka dirimu yang sekarang."

"Aku juga," sahut Rara. Bagi Rara, tatapan Arkan kini adalah tempatnya pulang.

Arkan menggenggam tangan Rara. Ia masih tidak percaya mereka bisa bersama setelah semua masalah itu. "Kamu tidak akan pergi, kan?"

Rara tersenyum melihat mata pria itu. "Tidak, aku tidak akan pergi."

Arkan terdiam sebentar. Ia mengambil kotak kecil dari sakunya. "Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu."

Rara menutup mulut dengan tangan. Matanya berkaca-kaca melihat cincin di dalam kotak itu. "Kamu serius?"

"Sangat serius," jawab Arkan. Ia berlutut di depan Rara. Rara tidak menyangka pria yang dulu ia benci akan melakukan ini. "Aku mencintaimu, Rara Wijaya. Maukah kamu jadi istriku?"

"Ya!" Rara mengangguk cepat dengan suara gemetar. Air mata bahagia jatuh di pipinya. "Aku mau!"

Arkan segera berdiri dan memeluk Rara erat. Mereka akhirnya sampai di titik ini setelah melewati banyak rintangan.

"Kamu membuatku jadi orang yang lebih baik," bisik Arkan sambil mengecup rambut Rara. "Terima kasih."

Rara memeluknya erat. "Kamu juga mengajariku soal memaafkan. Terima kasih sudah hadir di hidupku."

Staf rumah sakit yang melihat mereka mulai bersorak dan bertepuk tangan. Mereka tahu betapa berat perjuangan Rara dan Arkan hingga sampai di titik ini.

Arkan tertawa kecil melihat teman-temannya. "Kayaknya ada pesta yang harus kita datangi."

"Pesta apa?" tanya Rara bingung.

"Pesta pernikahan kita," jawab Arkan sambil mencium keningnya. "Semua sudah kupesan untuk minggu depan."

"Minggu depan?!" Rara kaget. "Tapi..."

"Tidak ada tapi," potong Arkan. Dia tersenyum lebar, sesuatu yang jarang Rara lihat. "Aku sudah menunggu terlalu lama."

"Baiklah," Rara tertawa lalu menepuk dada Arkan. "Dokter yang tidak sabaran."

Arkan membalas dengan senyuman. "Aku Tidak bakalan sabar untuk menunggu momen yang sangat berharga ini."

Takdir memihak kepada mereka untuk bersatu.Dengan perjuangan mereka,satu-persatu rahasia tentang masa lalu keluarga mereka berhasil terungkap.Banyak rintangan yang telah mereka lalui.Tetapi dengan tekad yang kuat mereka berhasil menghadapi rintangan tersebut.Rara dan Arkan menjadi pasangan yang serasi.Semua rekan-rekan mereka dirumah sakit turut bahagia atas bersatu nya mereka.

\*\*\***Selesai**\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!