NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Bayar dengan janji

Sinar mentari mulai meredup, menyisakan semburat jingga yang membasuh atap-atap kota Linyi.

Namun, suasana di sebuah kedai nasi pinggir jalan justru memanas—bukan karena petarungan, melainkan karena mulut manis Mo Ran.

​"Paman pemilik kedai yang budiman, lihatlah wajah kawan saya ini," Mo Ran menunjuk Yan Bingchen yang duduk kaku di sampingnya. "Wajah setampan ini tidak mungkin berbohong. Dia adalah calon juara turnamen tiga bulan lagi! Seratus tael emas! Anggap saja tiga piring nasi bebek ini adalah investasi jangka panjang. Begitu piala di tangan, aku akan kembali dan membeli seluruh kedai paman!"

​Yan Bingchen hanya diam, menyandarkan dagunya pada telapak tangan sambil menatap jalanan dengan bosan.

Ia merasa martabatnya sedikit terkikis setiap kali Mo Ran membuka mulut, namun rasa lapar di perutnya jauh lebih mendesak.

​Pemilik kedai itu mendengus, menatap kartu peserta kayu di meja, lalu menatap Yan Bingchen yang memang memiliki aura pendekar cukup kuat. "Satu kali ini saja, Anak Muda. Jika kalian tidak bayar setelah turnamen, aku akan mematahkan kaki penipu kecil itu!"

​"Siap, Paman! Kak kaki ... eh, kaki Mo Ran taruhannya!" seru Mo Ran riang sambil menyodorkan piring ke arah Yan Bingchen.

​Setelah makan dengan lahap—meski Yan Bingchen makan dengan gerakan yang jauh lebih sopan daripada Mo Ran yang hampir tersedak tulang bebek—mereka segera meninggalkan kota.

Mereka berjalan menuju hutan di pinggiran Linyi, tempat di mana pepohonan raksasa tumbuh rapat dan energi alam terasa lebih murni.

​Malam jatuh dengan cepat. Di sebuah tanah lapang kecil yang dikelilingi pohon pinus purba, Yan Bingchen berdiri tegak.

Udara di sekitarnya mendadak berubah. Mo Ran yang biasanya tidak bisa diam, kini duduk di atas batang pohon tumbang, memperhatikan dengan mata bulatnya. Ia tahu, saat ini Yan Bingchen bukan lagi teman makannya yang pendiam.

​"Jangan mendekat, Mo Ran," peringat Yan Bingchen. "Atur napasmu jika tidak ingin paru-parumu membeku atau terpanggang."

​Yan Bingchen memejamkan mata. Ia memusatkan perhatian pada titik di bawah pusar, tempat dua aliran energi yang saling bermusuhan berputar.

Selama ini, ia hanya menggunakan teknik dasar. Namun sekarang, ia harus benar-benar menyatukan mereka.

​Wush!

​Tangan kanan Yan Bingchen tiba-tiba diselimuti api merah yang menjilat-jilat, membakar udara hingga bergetar.

Secara bersamaan, tangan kirinya mulai mengeluarkan uap dingin yang membekukan rumput di bawah kakinya menjadi kristal es.

​"Luar biasa ..." bisik Mo Ran takjub. "Kak Bingchen, kau seperti kaisar yang bingung memilih selir!"

​Yan Bingchen tidak menggubris. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya. Masalah terbesarnya bukan mengeluarkan kekuatan itu, melainkan menjaga agar keduanya tidak saling bertabrakan di dalam pembuluh darahnya. Jika ia hilang fokus sedetik saja, tubuhnya bisa hancur dari dalam.

​Ia mulai menggerakkan tubuhnya. Setiap pukulan ke udara menciptakan ledakan uap panas yang dahsyat.

Ia berlari di antara pepohonan, kakinya meninggalkan jejak es yang kemudian dicairkan oleh aura panas dari tubuhnya.

​BOOM!

​Sebuah pohon besar tumbang setelah dihantam telapak tangan Yan Bingchen. Kayunya hangus terbakar namun permukaannya tertutup lapisan es tipis yang tidak mencair.

​"Kekuatan ini ... masih terlalu kasar," gumam Yan Bingchen sambil terengah-engah. Rambutnya yang berwarna merah dan putih kebiruan tampak bersinar di bawah cahaya bulan, menciptakan pemandangan yang mistis.

​Mo Ran melompat turun dari batang pohon dan mendekat dengan hati-hati. "Kasar? Kak, kalau kau memukul orang dengan itu, mereka tidak akan sempat mengeluh! Tapi ... kau terlihat kesakitan setiap kali melakukannya."

​Yan Bingchen menatap telapak tangannya yang gemetar. "Energi ini saling menolak, Mo Ran. Seperti air dan minyak. Aku butuh wadah yang lebih kuat, atau teknik yang bisa membuat mereka mengalir searah."

​Mo Ran menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku tidak tahu soal kultivasi, tapi kalau aku punya dua barang yang tidak mau bersatu, aku biasanya mencari 'perekat'. Mungkin kau butuh sesuatu di tengah-tengahnya? Sesuatu yang bukan api, juga bukan es?"

​Yan Bingchen tertegun sejenak mendengar ucapan polos Mo Ran. Sesuatu di tengah-tengah? Selama ini ia hanya fokus memisahkan keduanya agar tidak bentrok, ia tidak pernah terpikir untuk mencari jembatan di antara keduanya.

​"Mungkin kau benar," ujar Yan Bingchen pelan, menatap Mo Ran dengan pandangan yang sedikit lebih lunak. "Untuk seorang penipu, otakmu kadang berguna juga."

​"Hehe, tentu saja! Tanpa otak, aku sudah jadi santapan serigala sejak lama," Mo Ran menepuk dadanya bangga. "Nah, sekarang karena sesi latihannya sudah membuatku merinding, bagaimana kalau kita buat api unggun? Api biasa saja ya, jangan api yang bisa meledakkan hutan!"

​Yan Bingchen hanya mendengus tipis, namun ia mulai mengumpulkan ranting kayu.

Di hutan sunyi itu, di bawah pengawasan bintang-bintang Benua Tiandi, sang pembawa kutukan dan sang yatim piatu mulai merajut rencana untuk mengguncang kota Linyi dalam tiga bulan ke depan.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!