NovelToon NovelToon
One Night Stand

One Night Stand

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Elvara Naysha kembali ke kota setelah lima tahun, membawa rahasia terbesar dalam hidupnya yaitu seorang putra bernama Rheon.

Ia ingin memulai hidup baru, sampai takdir mempertemukannya lagi dengan Zayden Alvero, CEO dingin yang pernah menghabiskan satu malam bersamanya.

Zayden tak mengingat masa lalu itu, tetapi ia tak bisa mengabaikan wajah Rheon yang terlalu mirip dengannya.

Saat Zayden mulai mengejar kebenaran, Elvara harus memilih antara lterus menyembunyikan rahasia itu, atau menghadapi pria yang mungkin masih memiliki hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Sebuah Pertanyaan

Lorong rumah sakit itu terasa lebih panjang dari biasanya, seolah setiap langkah yang Elvara ambil hanya membuat jarak menuju pintu keluar semakin berat untuk ditempuh. Lampu putih di langit-langit memantul di lantai yang mengilap, menciptakan bayangan samar yang bergerak mengikuti langkahnya, membuat suasana terasa semakin dingin dan asing. Tas di tangannya tergenggam erat, napasnya tidak stabil, dan pikirannya hanya dipenuhi satu tujuan yang terus berulang tanpa henti sejak ia keluar dari kamar rawat.

Ia harus pergi sebelum semuanya terlambat, sebelum satu pertanyaan yang selama ini ia hindari akhirnya benar-benar diucapkan tanpa bisa dihentikan lagi. Ia tidak menoleh ke belakang karena ia tahu, sekali saja ia melakukannya, langkahnya mungkin akan berhenti dan semua tekad yang sudah ia kumpulkan akan runtuh begitu saja. Bayangan Rheon yang tertidur dengan tenang masih terlalu jelas di kepalanya, dan justru itulah yang membuat dadanya terasa semakin sesak setiap kali ia mencoba melangkah lebih jauh.

Lift di ujung lorong terlihat terbuka, kosong, seperti satu-satunya jalan keluar yang tersisa di tengah situasi yang semakin menekan. Cahaya di dalamnya tampak lebih terang dibandingkan lorong yang ia lalui, seolah menawarkan jarak dari semua hal yang sedang mengejarnya tanpa henti. Elvara mempercepat langkah, suara sepatu haknya terdengar lebih jelas dari biasanya, mengikuti detak jantungnya yang semakin tidak beraturan.

Namun sebelum ia sempat mencapai pintu itu, langkahnya terhenti begitu saja tanpa peringatan.

Tubuhnya membeku di tempat, napasnya tertahan di dada, dan pandangannya langsung terkunci ke arah depan tanpa bisa dialihkan. Di antara dirinya dan lift, seseorang sudah berdiri lebih dulu, seolah memang menunggu di sana sejak awal, seolah sudah tahu ke mana arah langkahnya bahkan sebelum ia sendiri memutuskannya. Jarak mereka tidak jauh, tetapi cukup untuk membuat seluruh suasana berubah dalam satu detik.

Zayden.

Ia berdiri dengan sikap yang tenang, tangan dimasukkan ke dalam saku celana, bahunya tegak tanpa terlihat tergesa sedikit pun. Wajahnya tidak menunjukkan emosi berlebihan, justru ketenangan itu yang membuat segalanya terasa jauh lebih menekan daripada kemarahan. Tatapannya langsung tertuju pada Elvara sejak ia berhenti, tidak bergeser sedikit pun, seolah tidak ingin melewatkan satu detail pun dari reaksinya.

Elvara tidak bergerak sama sekali, tidak maju, tidak mundur, hanya berdiri dengan tubuh yang terasa kaku dan sulit dikendalikan. Jarak beberapa meter di antara mereka terasa seperti batas yang tidak bisa dilewati begitu saja, bukan karena fisik, tetapi karena apa yang berdiri di antara mereka sekarang. Ia mencoba menenangkan napasnya, namun detak jantungnya sudah terlanjur tidak teratur dan semakin keras terdengar di telinganya sendiri.

"Pergi ke mana."

Suara Zayden rendah, tidak keras, tetapi cukup untuk memecah keheningan yang sejak tadi menekan. Nada itu bukan sekadar pertanyaan biasa, melainkan sesuatu yang terdengar seperti sudah mengetahui jawabannya sejak awal. Elvara membuka mulut, mencoba mengatakan sesuatu untuk meredakan situasi, tetapi kata-kata itu tidak langsung keluar seperti yang ia harapkan.

"Aku hanya—"

"Tanpa bilang apa pun."

Zayden memotong dengan tenang, langkahnya maju satu kali tanpa terburu, namun cukup untuk mengubah jarak di antara mereka menjadi lebih sempit. Gerakan itu membuat Elvara mundur setengah langkah secara refleks, seolah tubuhnya sendiri merespons tekanan yang semakin mendekat. Tatapannya tetap terkunci pada wajah wanita itu, mengamati setiap perubahan kecil yang tidak bisa disembunyikan.

"Kamu melakukannya lagi."

Kalimat itu tidak diucapkan dengan nada marah, tetapi justru karena itulah terasa lebih berat dan sulit ditolak. Tidak ada suara tinggi, tidak ada emosi yang meledak, hanya kepastian yang dingin dan menusuk perlahan. Elvara menggeleng pelan, meskipun ia sendiri tahu penyangkalan itu terdengar lemah bahkan sebelum benar-benar diucapkan.

"Aku tidak—"

"Kamu pergi lima tahun lalu tanpa penjelasan."

Zayden tidak memberi ruang, suaranya tetap stabil, tetapi semakin dalam dan jelas. Ia berhenti beberapa langkah dari Elvara, menjaga jarak yang cukup dekat untuk membuat percakapan itu terasa lebih personal, namun tidak sampai menyentuh. "Dan sekarang kamu pikir kamu bisa melakukan hal yang sama lagi tanpa konsekuensi apa pun."

Jantung Elvara berdetak lebih cepat, terasa jelas di telinganya sendiri, seolah setiap kata yang diucapkan pria itu memukulnya secara perlahan. Ia tahu percakapan ini tidak bisa dihindari selamanya, tetapi ia berharap setidaknya bukan di saat seperti ini, bukan ketika ia belum siap menghadapi semuanya. Ia menarik napas, mencoba mencari kata yang tepat, namun tidak ada yang terasa cukup kuat untuk menjelaskan apa pun.

"Aku punya alasan."

"Kalau begitu katakan."

Jawaban itu datang tanpa jeda, tanpa emosi berlebih, tetapi justru itulah yang membuatnya semakin sulit dijawab. Elvara terdiam, karena ia tahu satu hal dengan sangat jelas, tidak ada alasan yang bisa ia katakan tanpa membuka semua yang selama ini ia sembunyikan rapat. Dan begitu itu terjadi, tidak akan ada lagi jalan untuk kembali ke keadaan sebelumnya.

Zayden melangkah lebih dekat lagi, kini jarak mereka hanya tersisa sedikit, cukup untuk membuat napas mereka hampir bisa dirasakan satu sama lain. Ia menunduk sedikit, menyamakan tinggi pandangan, memastikan tidak ada ruang bagi Elvara untuk menghindar atau berpaling. Tatapannya tidak lagi sekadar tajam, tetapi penuh dengan sesuatu yang lebih dalam dan lebih pasti.

"Rheon."

Nama itu disebut pelan, namun efeknya langsung terasa seperti sesuatu yang dijatuhkan tepat di tengah keheningan.

Napas Elvara terhenti seketika, tubuhnya menegang, dan matanya tidak bisa lagi menghindar dari tatapan itu. Ia tahu ke mana arah pembicaraan ini bahkan sebelum kalimat berikutnya diucapkan, dan justru itulah yang membuatnya semakin sulit untuk bergerak atau berbicara. Tangannya yang menggenggam tas semakin erat tanpa ia sadari.

Zayden tidak mengalihkan pandangan, tidak memberi jeda panjang seperti sebelumnya, seolah ia sudah selesai dengan semua keraguan yang sempat ia simpan. Suaranya tetap rendah saat ia akhirnya mengucapkan kalimat yang sejak tadi menggantung di antara mereka.

"Rheon, anakku kan?"

1
Lisa
Good job Zayden..kamu harus melindungi Elvara & Rheon..
Lisa
👍👍 berarti Elvara mulai ada perasaan cinta nih ke Zayden..udh diresmikan aj hubungan kalian..😊
Lisa
Benar Elvara kamu harus mencoba lg utk percaya pd Zayden..supaya Zayden dapat membuktikan kata²nya yaitu tdk meninggalkan kalian lg
Lisa
Gitu donk Elvara kamu harus mempertimbangkan lg lamaran dari Zayden..dia serius loh mau nikah sama kamu & jadi papa seutuhnya utk Rheon
Lisa
Ngapain sih si Celestia ini muncul lg..sadar donk Zayden tdk menyukaimu..
Lisa
Ayo Zayden..tinggal di rmh itu dan jadi ayah yg sesungguhnya utk Rheon
Lisa
👍 ada perkembangan yg bagus nih..Zayden mau memperbaiki kesalahannya di masa lalu & Elvara mau menerimanya..
Lisa
Syukurlah akhirnya Elvara menceritakan semuanya & Zayden bisa memahami..setelah ini kamu tidak sendiri lg Elvara..
Lisa
Moga Zayden & Elvara dpt bersatu lg
Lisa
Akhirnya Rheon memanggil Zayden Daddy..itulah kata yg sangat berarti utk Zayden..moga aj setelah ini Zayden bisa bersatu dgn Elvara..
Lisa
Pelan² Rheon mulai menyayangi Zayden..Elvara jg mulai merasa nyaman dengan kehadiran Zayden..
Lisa
Moga lama² Elvara membuka hatinya lg utk Zayden
Lisa
Moga hubungan mereka bertiga makin dekat..dan membentuk 1 keluarga lagi.
Lisa
Sekarang Zayden benar² mengisi waktunya dgn melakukan kegiatan bersama Rheon putranya..moga lama² Elvara mau mengatakan yg sebenarnya pada Rheon.
Lisa
👍👍 good job Zayden..kamu sudah memutuskan yg terbaik..Rheon jauh lebih penting drpd jabatanmu di perusahaan itu..
Lisa
Kamu harus mengatakan kejadian tdi ke Zayden Elvara supaya dia dapat melindungi kalian.
Jj^
lanjut Thorr😁
Jj^
Thor aku sedih lihat rheon🥲
Lisa
Makin seru nih ceritanya
Lisa
Pasti itu ulah Celestia..ayo Zayden segera bereskan yg menyebarkan berita itu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!