NovelToon NovelToon
Runtuhnya Tahta Langit

Runtuhnya Tahta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Xiao Chen memiliki Tulang Patah Surga—kutukan yang membuatnya tidak mampu menyimpan Qi, dihina sebagai sampah Sekte Langit Pedang. Ketika dibuang ke jurang penuh mayat oleh tunangan yang menghianatinya, ia justru menemukan rahasia kuno: retakan di tulangnya adalah wadah kekuatan yang bahkan ditakuti para Dewa. Di dunia di mana Kaisar Langit telah mati dan Hukum Dao runtuh, Xiao Chen memulai jalan kultivasi terlarang yang akan mengguncang Tahta Surga. Ia tidak naik untuk berlutut pada takdir... ia naik untuk menghapus Langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Aliansi di Bawah Tanah

Xiao Chen tidak langsung menjawab tawaran Ren Li. Ia menatap pemuda di hadapannya dengan saksama, membiarkan tulang punggungnya membaca getaran terkecil dari tubuh orang itu. Detak jantungnya stabil. Napasnya teratur. Tidak ada tanda-tanda kebohongan yang bisa dideteksi dari getaran fisik.

Tapi bukan berarti ia bisa dipercaya.

"Kau bilang kau sudah memburunya bertahun-tahun," kata Xiao Chen akhirnya. "Siapa kau sebenarnya?"

Ren Li menyesap minumannya—entah kapan ia memesan secangkir teh hitam pekat. "Aku berasal dari Sekte Bayangan Bulan. Mungkin kau belum pernah mendengarnya. Sekte kami kecil, tersembunyi di Pegunungan Barat. Kami tidak mengajarkan kultivasi biasa. Kami mengajarkan seni melacak, menyusup, dan... membunuh sesuatu yang tidak seharusnya ada di dunia fana."

"Utusan Langit."

"Tepat." Ren Li meletakkan cangkirnya. "Seratus tahun lalu, salah satu Utusan Langit dikirim ke Benua Timur Liar untuk mengawasi kebangkitan garis keturunan kuno. Tapi alih-alih menjalankan tugasnya, dia malah membelot. Membunuh rekan-rekannya sendiri, lalu menghilang. Surga mengira dia mati. Tapi Sekte Bayangan Bulan tahu dia masih hidup. Bersembunyi di sini, di bawah kota batu hitam ini."

Xiao Chen mencerna informasi itu. "Kenapa dia membelot?"

"Itu pertanyaan yang bagus." Ren Li tersenyum tipis. "Dan itulah yang ingin kucari tahu. Seorang Utusan Langit adalah boneka hidup—kehendaknya seharusnya sepenuhnya milik Surga. Mereka tidak bisa membelot. Kecuali... ada sesuatu yang lebih kuat dari kendali Surga yang memengaruhinya."

"Energi Chaos."

"Kemungkinan besar." Mata Ren Li berkilat. "Dan itulah kenapa aku membutuhkanmu, Xiao Chen. Kau memiliki Energi Chaos di tulang-tulangmu. Kau adalah kunci untuk memasuki katakomba di bawah kota ini."

Xiao Chen mengerutkan kening. "Maksudmu?"

"Katakomba di bawah Kota Batu Hitam dilindungi oleh formasi kuno yang hanya bisa dilewati oleh seseorang dengan garis keturunan Ras Dewa Patah. Aku sudah mencoba segala cara—penyusupan, penyuapan, bahkan mencoba menerobos dengan paksa. Tidak ada yang berhasil. Tapi kau... kau bisa membuka jalannya."

"Dan kalau jalannya sudah terbuka?"

Ren Li mencondongkan tubuhnya. "Kita masuk bersama. Aku akan membantumu menghadapi Jenderal Tanpa Bayangan. Kau tidak akan bisa mengalahkannya sendirian—dia Utusan Langit, meskipun mungkin kekuatannya sudah berkurang karena membelot. Setelah dia mati, aku ambil apa yang kucari, kau ambil apa yang kaumau."

"Apa yang kaucari?"

"Catatan tentang kenapa dia membelot. Sekte Bayangan Bulan ingin tahu apa yang bisa memutuskan kendali Surga. Itu bisa menjadi senjata."

Xiao Chen merenung. Informasi itu berharga. Jika ada sesuatu yang bisa memutuskan kendali Surga atas Utusan Langit, mungkin itu juga bisa membantunya melindungi diri dari Bencana Surgawi.

"Baik," katanya akhirnya. "Aku setuju. Tapi dengan satu syarat."

"Sebutkan."

"Kita tidak membunuh sembarangan. Hanya Jenderal Tanpa Bayangan dan siapa pun yang menghalangi. Aku tidak ingin darah orang tak bersalah."

Ren Li mengangkat alis. "Kau sungguh berbeda dari pewaris Ras Dewa Patah yang kudengar dalam legenda. Mereka konon tidak segan membantai seluruh kota."

"Aku bukan leluhurku. Aku adalah diriku sendiri."

Ren Li tertawa kecil. "Baiklah. Aku suka prinsipmu. Jadi, kapan kita mulai?"

"Malam ini. Tapi sebelumnya, aku harus mengambil sesuatu dulu."

---

Xiao Chen meninggalkan kedai dan berjalan ke sudut gelap di belakang bangunan. Ia bersiul pelan.

Beberapa saat kemudian, sebuah bayangan hitam melompat turun dari atap. Hui mendarat tanpa suara di hadapannya, ekornya bergoyang. Di mulutnya, ada sepotong daging kering yang mungkin dicurinya dari pasar.

"Kau berhasil masuk," kata Xiao Chen, mengusap kepala serigala itu.

Hui menggeram puas.

Mereka kembali ke tempat yang disepakati dengan Ren Li—sebuah gudang kosong di pinggir kota. Di sana, Xiao Chen mengeluarkan Jubah Perangnya dari Ruang Warisan dan mengenakannya kembali. Simbol retak keemasan di dadanya menyala redup.

Ren Li, yang sudah menunggu, menatap jubah itu dengan kagum. "Jubah Perang Ras Dewa Patah. Aku hanya melihatnya dalam lukisan kuno."

"Sekarang kau melihatnya langsung."

Malam semakin larut. Kota Batu Hitam perlahan sunyi, hanya menyisakan suara-suara dari kedai minuman dan rumah judi. Xiao Chen, Ren Li, dan Hui menyelinap melalui gang-gang sempit menuju pusat kota.

Di sana, di bawah sebuah menara batu hitam yang menjulang, ada sebuah lubang besar di tanah—seperti mulut raksasa yang menganga. Tangga batu berliku turun ke dalam kegelapan. Angin dingin berembus dari dalamnya, membawa bau tanah lembap dan sesuatu yang lain... sesuatu yang kuno dan busuk.

"Katakomba," bisik Ren Li. "Di sinilah Jenderal Tanpa Bayangan bersembunyi."

Xiao Chen merasakan sesuatu di tulang-tulangnya. Simbol di dadanya berdenyut lebih cepat. Energi Chaos di dalam dirinya seolah mengenali sesuatu di bawah sana. Sesuatu yang memanggil.

"Formasi yang kau sebutkan tadi... di mana?"

"Di dasar tangga. Pintu batu dengan ukiran naga patah. Hanya darah Ras Dewa Patah yang bisa membukanya."

"Aku tidak akan memberikan darahku."

"Kau tidak perlu. Cukup sentuhkan tanganmu. Formasi itu akan mengenali Energi Chaos-mu."

Xiao Chen mengangguk. Ia menatap Hui. "Kau tunggu di sini. Jaga jalan keluar."

Hui menggeram tidak setuju, tapi akhirnya duduk di samping lubang, telinganya tegak, mata merahnya waspada.

Xiao Chen dan Ren Li mulai menuruni tangga. Setiap langkah membawa mereka semakin dalam ke perut bumi. Suara-suara kota di atas perlahan menghilang, digantikan oleh keheningan yang hanya dipecahkan oleh suara napas mereka sendiri dan tetesan air entah dari mana.

Di dasar tangga, persis seperti yang dikatakan Ren Li, ada sebuah pintu batu raksasa. Ukiran di atasnya menunjukkan seekor naga yang tubuhnya dipenuhi retakan—mirip dengan kondisi tulang Xiao Chen. Naga Patah. Simbol Ras Dewa Patah.

Xiao Chen mendekatinya. Ia meletakkan telapak tangannya di atas ukiran itu.

DUG!

Pintu itu bergetar. Retakan di tubuh naga pada ukiran mulai menyala keemasan, seirama dengan simbol di dada Xiao Chen.

Lalu, dengan suara batu bergeser yang berat, pintu itu terbuka.

Di baliknya, bukanlah kegelapan. Melainkan sebuah ruangan luas yang diterangi oleh bola-bola cahaya hitam—cahaya yang menyerap sinar, bukan memancarkannya. Di tengah ruangan, di atas altar batu yang sama dengan yang ada di gua Hutan Bisu, duduk seorang pria.

Usianya tidak bisa ditebak. Wajahnya separuh tampan, separuh membusuk seperti mayat. Matanya satu berwarna emas, satu lagi hitam pekat tanpa pupil. Ia mengenakan jubah compang-camping yang dulunya mungkin berwarna putih bersih.

Ia membuka matanya.

"Pewaris Ras Dewa Patah," suaranya bergema, seperti dua orang berbicara bersamaan. "Akhirnya kau datang. Aku sudah menunggumu... sangat lama."

Xiao Chen merasakan Energi Chaos-nya bergejolak. Yue Que di tangannya bergetar hebat.

"Hati-hati," bisik pedang itu. "Dia bukan Utusan Langit biasa. Dia... sesuatu yang lain."

Ren Li sudah memasang posisi bertarung, sepasang belati hitam muncul entah dari mana di tangannya.

Jenderal Tanpa Bayangan tersenyum. Separuh wajahnya yang tampan tersenyum ramah. Separuh yang membusuk tersenyum mengerikan.

"Selamat datang," katanya. "Di makamku. Sekaligus... penjaraku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!