NovelToon NovelToon
Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Kau Renggut Bahagia Ku ( Pembalasan )

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan Dari Kegelapan

Malam telah tiba, langit Jakarta Timur tertutup awan gelap tanpa ada sinyal bulan atau bintang. Ujang sopir kontainer yang menabrak Rini, duduk di tepi jalan pinggir kawasan industri Cikarang. Di depannya ada piring nasi goreng yang sudah sedikit dingin, hasil belanja dari pedagang kaki lima yang baru saja pergi meninggalkannya.

Ia sedang menyendok nasi ke mulutnya dengan tangan yang gemetar, masih sering teringat kejadian malam itu. Tiba-tiba, suara bisikan lembut tapi jelas terdengar di telinganya—"Aku akan menuntut balas..."

Ujang terkejut hingga sendoknya terjatuh ke tanah. Ia melihat sekeliling dengan mata yang melotot, tapi tidak ada seorang pun di sekitarnya selain beberapa orang yang sedang lewat dan melihatnya dengan heran.

"Tidak mungkin... tidak mungkin..." bisiknya sambil mulai berdiri dan berlari kacau ke arah jalan raya. Kakinya terkilir di atas batu kecil yang tidak terlihat, membuatnya terjatuh dengan keras di aspal jalan yang dingin.

Orang-orang yang melihatnya berhenti sejenak, bertanya-tanya apa yang terjadi pada pria itu. Namun sebelum mereka bisa mendekat, Ujang melihat sosok perempuan berpakaian putih berdiri tepat di depannya, menggendong bayi kecil di dalam pelukannya.

"KUNTILANAK!" teriak Ujang dengan suara pecah, tubuhnya gemetar karena ketakutan yang luar biasa. Ia mencoba merangkak mundur, tapi kaki tidak bisa bergerak sama sekali.

Rini mendekat perlahan, wajahnya tetap tenang tapi mata nya penuh dengan rasa tidak percaya. "Aku bukan kuntilanak, Aku adalah Rini wanita yang kamu tabrak beberapa hari yang lalu."

"Aku akan membunuhmu..." ucap Rini dengan suara yang jelas terdengar di malam yang sepi.

Ujang langsung jatuh berlutut, tangannya menggenggam kedua kaki nya sambil menangis ketakutan. "MAAF! BUKAN SAYA! SAYA HANYA DI SURUH! SAYA HANYA MENJALANKAN PERINTAH!" teriaknya dengan suara tercekik. "Maafkan saya... saya sangat butuh uang pada saat itu. Anak saya butuh biaya untuk operasi jantung... saya tidak punya pilihan lain!"

Rini berhenti sejenak, matanya menunjukkan rasa heran. "Siapa yang menyuruhmu?"

"S-seorang wanita bernama Sarah... dia bilang kalau saya mengikuti perintahnya, akan ada uang banyak untuk biaya operasi anak saya..." ucap Ujang sambil menangis deras. "Dia yang memberikan rute dan waktu tepat, bahkan dia yang menyuruh saya tidak berhenti ketika ada kecelakaan..."

Mendengar nama itu, Rini terkejut sepenuhnya. Rasa sakit kembali menyambar hatinya—perempuan yang dia anggap baik, yang pernah datang ke rumahnya dan sering berbagi cerita bersama, ternyata telah berencana membunuhnya dari awal.

"Tolong jangan bunuh saya... anak saya masih butuh saya. Tolong kasihani saya dan anak saya..."

Rini menatap Ujang yang sedang meratap, lalu melihat bayi Rini yang tenang di dalam pelukannya. Rasa dendam yang membara di hatinya perlahan mereda digantikan rasa prihatin. Ia tidak bisa membunuh seseorang yang juga sedang menderita karena kebutuhan keluarga.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Rini berbalik dan mulai menghilang perlahan di dalam kabut malam yang mulai turun. Hanya suara bisikannya yang terdengar terakhir kali—"Kebaikanmu akan kembali kepadamu, tapi ingat jangan pernah lagi melakukan kesalahan karena uang."

Ujang masih terlutut di jalan, menangis dengan bebas sambil melihat sosok Rini menghilang. Orang-orang yang melihatnya akhirnya mendekat untuk membantunya, tapi dia hanya bisa berbisik satu nama—"Sarah..."

Rasa bersalah itu semakin menggelegar di dalam dirinya ia tahu bahwa tidak ada alasan yang bisa membenarkan apa yang telah dilakukannya, bahkan jika itu demi keselamatan anaknya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!