NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV Fadli dan Fatma

Pertemuan kedua yang tidak pernah di sangka sangka, dan tak pernah ada dalam fikiran Laluna bahwa pagi ini dia akan terlibat kembali dengan urusan manusia yang sama, Fadly Arslan, dan karena terburu-buru Laluna menolak ajakan Fadly dan Hasan untuk sekedar ngopi bersama di pagi menjelang siang ini, Laluna ingat Dandy pasti cowok gemulai itu bakal ngomel habis habisan macam emak emak yang kekurangan uang belanja.

"kalau begitu, kami tahu sekali kamu suka pertandingan maka aku berikan undangan ini buat kamu, sudah ada alamatnya tinggal screen barcode nya saja, undangan istimewa buat kamu dan kamu boleh membawa teman berapapun karena pertandingan ini di adakan oleh salah satu perusahaan kami". Fadly memberikan undangan berwarna hitam dengan benang berwarna emas sebagai talinya.

Laluna menerima undangan itu dan tersenyum dalam hati dia berucap, "Bukankah ini pertandingan yang akan aku ikuti?" Laluna tersenyum dan ingin membuat surprise bagi dua laki-laki ini.

"okey, tunggu saja tuan, saya pasti datang". ucap Laluna.

"Janganlah terlalu formal, panggil nama saja nggak usah panggil tuan, kesannya seperti bawahan dan majikan padahal kamu tak sedang bekerja padaku". Protes Fadly.

"Terus manggilnya apa? Abang mas atau akang?" tanya Laluna.

Fadly tersenyum, "terserah yang penting bukan tuan". Jawabnya singkat.

"okey aku panggil bapak atau om? Bagaimana?" goda Laluna.

Fadly tidak menjawab hanya melirik sekilas dengan mata biru tajamnya seperti tidak suka dengan panggilan itu.

"okey lah meski Abang ini bule, aku panggil Abang aja atau Abi nya Azka?" kata Laluna serius, dia tak ingin basa basi lagi karena memang terburu buru, Laluna melajukan motor sportnya dengan laju yang cukup tinggi, dan Fadly hanya geleng geleng kepala, dalam hati berucap, "unik sekali gadis ini, cerdas dan pandai jaga diri".

"Tuan suka sama dia?" tanya Hasan kemudian setelah mobilnya meluncur kembali di jalanan.

"Hmm cukup menarik, cantik seperti ibu, dan lembut meski bawaannya tomboy". Jawab Fadly

"Sudah hampir tiga tahun tuan menduda harusnya sudah ada pengganti umi nya Azka, atau masih mengharap Fatma si uminya Azka itu?" ledek Hasan.

"Bahkan seekor keledai pun tak akan terperosok ke jurang yang sama, kamu fikir aku lebih bodoh dari keledai?" jawab Fadly dengan nada agak tinggi.

Fadly menerawang pada kejadian sekitar tiga tahun yang lalu, saat itu dia pergi ke negara ayahnya di Ankara Turki sana, di rumah istrinya yang mempunyai bayi berumur kurang dari setahun tinggal bersama keluarga istrinya yang keturunan Arab, sama sama keluarga konglomerat menikah karena perjodohan dan karena saling menerima perjodohan itu akhirnya ada benih sayang dari Fadly buat istrinya, tapi wanita itu aji mumpung, dengan seenak nya berlagak seperti seorang ratu, semena mena terhadap suami dan permintaanya selalu di luar nalar manusia, sudah berapa triliun uang dan aset di berikan pada istrinya itu Fadly masih maklum karena sebagai seorang suami memanjakan istri itu adalah Sunnah dan ibadah hadiahnya uang yang di keluarkan buat istri akan berlipat ganda.

ketika di tinggal pergi beberapa Minggu ternyata sudah banyak aset yang beralih ke tangan istrinya, dan dengan terus terang tak tahu malu, Fatma meminta saham dan properti pada mertuanya dengan dalih jika sewaktu waktu dia di tinggal Fadly maka masih ada peninggalan harta buat dia dan anak nya, Azka.

Orang tua Fadly, Farouq yang asli dari turki dan Rahayu yang asli putri Solo itu dengan santai memberikan sebagian hartanya, tidak tahu sama sekali apa yang di rencanakan menantunya.

Pulanglah Fadly dan Hasan dari Turki dan betapa terkejutnya ketika mendapat laporan bahwa istrinya saat ini sedang berada di hotel malah selingkuh dengan sepupu istrinya sendiri, antara murka dan kecapekan Fadly langsung meluncur ke tempat dimana hotel itu berada, dengan mudahnya dia menemukan kedua pasangan zina itu yang memang sedang bergumul diatas ranjang.

Tanpa basa basi setelah pintu di buka karena Fadly sudah punya key card dari manager hotel yang termasuk kenalan baiknya,Fadly langsung melayangkan sebuah pukulan yang mematikan ke kepala bagian belakang lelaki yang masih berada diatas tubuh istrinya itu.

"Kamu, bagaimana bisa ada disini, bukannya masih di luar negeri?" tanya sang istri dengan muka kaget.

takut? Tentu saja tidak, kapan dia pernah takut sama suaminya, dipikirnya apapun salahnya, dia pasti suaminya bakal memaafkannya.

"Tentu saja mudah bagiku untuk menemukan wanita pezina seperti mu, aku yakin bukan hanya sekali ini kalian melakukannya pasti sudah berulangkali". Teriak Fadly murka, lelaki pendiam dan lembut itu ternyata mengerikan juga ketika marah.

"Apakah kamu marah? Tidak terima? Terus mau kamu apa?" teriak balik Fatma sambil melotot seakan menantang suaminya.

Sementara si pasangan zina Fatma bukannya ketakutan malah seakan akan menantang Fadli mengajaknya duel, entah karena sakit hati karena di pukul Fadli tadi ataukah memang jenis laki laki tak punya otak dan tak merasa bersalah, tak tahu mana yang salah dan mana yang benar.

"Perlu kamu ketahui Fadli, kamulah yang merebut Fatma dariku, karena meski kami sepupu tapi kami saling mencintai sejak muda, dan tiba tiba orang tua kalian datang merusak rencana kami". Ucap kekasih Fatma.

"Terus kenapa kalau kalian saling mencintai dari dulu ketika pernikahan itu terjadi kalian diam saja tak menolak, bahkan sebagai sepupu kamu Ahmed, malah ikut menghadiri pernikahan kami?" tanya Fadli.

Sementara yang di tanya tidak menjawab hanya tersenyum sinis, "huh, dasar bodoh, tentu saja setelah harta keluarga mu jatuh ke tangan Fatma maka kami akan bersatu lagi, dan kini hampir semua asetmu telah ada d tangan istrimu, kamu tidak bisa menuntut untuknya kembali". Ledek Ahmed.

"Kamu kira aku bodoh, uang dan surat berharga yang kamu kalian ambil itu tidak bisa di cairkan sebelum ada tanda tangan ku, jadi percuma kalian memintanya dari orang tuaku tanpa persetujuanku kalian tak akan bisa mengambilnya, dasar keledai ". Ledek Fadli sambil tersenyum mengejek.

Keduanya terperangah tak percaya, sia sia saja usaha mereka mati Marian mengalihkan aset atas nama Fatma meski telah di tanda tangani oleh tuan Farouq sang mertua.

Polisi kemudian mendatangi keributan itu, dan Fatma terkena pasal perzinahan di penjara empat bulan, begitu juga dengan sepupunya Ahmed, setelah keluar dari penjara Ahmed di deportasi ke negaranya, dan Fatma yang memang kecintaan pada sepupunya menyusulnya pulang ke Qatar, dengan mudah perceraian itu terlaksana tanpa ada yang keberatan karena dengan jelas pasalnya adalah perselingkuhan dan akhirnya hak asuh anaknya pun jatuh ke tangan Fadli, tapi karena merasa ragu maka Fadli mengadakan tes DNA dulu pada bayi Azka yang saat itu berusia delapan bulan, dan 99,9 persen bayi itu milik Fadli, jadi tak perlu lagi bimbang, itu sekelumit cerita siapa Fadli dan mantan istrinya.

****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!