Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Menyerang Balik
Ponsel Ratih berdering ketika dia sedang menggendong Rafa yang sudah tertidur setelah diberi asi. Ratih yang bisa melihat layar ponselnya, dan yang memanggilnya adalah Fandi. Membiarkan ponselnya itu berdering saja.
Lagipula, suara dering ponselnya juga bagus dan menenangkan. Tidak akan mengganggu tidur Rafa.
Hingga bibi Erma yang sudah membeli tissue basah kembali.
"Nyonya, ada telepon" kata bibi Erma yang juga sekilas melihat bahwa yang memanggil adalah Fandi.
"Mas Fandi bi, tapi Rafa baru saja tidur. Tidak apa-apa, mas Fandi pasti maklum! Kalau aku letakkan Rafa sekarang, nanti dia bangun bagaimana? dia baru saja tertidur!" kata Ratih.
Bibi Erma mengangguk paham. Anak bayi yang tidurnya terganggu biasanya memang akan menjadi rewel. Dan tentu saja, bibi Erma juga tidak mau kalau cucunya sampai menjadi rewel.
"Ah iya, nyonya benar. Nanti tuan Rafa bisa rewel!"
"Bibi Erma pasti lelah, sebenarnya Bibi tidak perlu terus-terusan datang ke rumah sakit. Aku jadi tidak enak!" kata Ratih.
Bibi Erma langsung tersenyum.
"Tidak masalah nyonya, Bibi juga sudah mengerjakan semua pekerjaan di rumah, baru Bibi kemari. Bibi hanya ingin membantu nyonya merawat tuan muda!" kata bibi Erma.
Ratih menatap wanita tua, yang selalu berbicara dengan nada baik dan manis di depannya itu. Kalau dia tidak mengetahui siapa sebenarnya Bibi Erma. Ratih juga akan terperdaya dengan semua kata-kata baik itu. Seperti dulu, bahkan Ratih sudah menganggap wanita tua yang ternyata selalu menipunya itu sebagai keluarga.
'Sangat pandai bersandiwara. Jika bibi Erma jadi artis, pasti akan dapat peran wanita bermuka dua dengan mudah!' batin Ratih.
Dan dulu, semua juga terjadi seperti ini. Bibi Erma benar-benar sangat peduli pada anak Ratih. Kala itu, Ratih aku merasa terharu atas perhatian pelayannya itu kepada Naufal. Tidak tahunya, Naufal adalah cucu kandungnya.
"Bibi memang sangat baik. Kalau begitu, tolong bibi siapkan tempat tidur bayi di rumah untuk Rafa ya. Pilih semua barang-barang yang terbaik. Besok, aku dan Rafa akan pulang. Oh ya, pindahkan semua barang-barang mas Fandi ke kamar tamu utama. Aku tidak tega, kalau Rafa harus tidur sendirian di kamar bayi bi. Aku akan tidur dengan Rafa. Mas Fandi pasti juga tidak keberatan! bibi Erma bisa pergi sekarang!"
Bibi Erma kembali mengangguk.
"Baik nyonya, kalau begitu bibi akan pergi dulu!"
Ratih terus melirik ke arah kepergian bibi Erma. Ratih yakin, kalau pelayan yang sangat dia percaya tadinya itu, tidak akan langsung pulang ke rumah. Dia berani bertaruh, kalau bibi Erma pasti akan mengunjungi anaknya dulu.
Dan telepon dari Fandi tadi, bener-bener hanya sebuah kamuflase. Untuk membuktikan kalau pria itu berada di luar kota. Padahal, suaminya itu berada di rumah sakit ini.
Ratih menghela nafas panjang. Dia harus membuat semuanya percaya bahwa dia tidak tahu apa-apa. Supaya mereka semua juga terjebak dalam permainan yang sudah dia siapkan.
Di ruangan Sarah, bibi Erma benar-benar datang. Dia bahkan membawa banyak makanan untuk Sarah.
"Bibi, aku tadi telepon Ratih. Kenapa dia tidak mengangkat panggilan telepon dariku?" tanya Fandi penasaran.
Karena sebelumnya memang tidak pernah terjadi hal seperti itu. Bagi Ratih, Fandi bukan hanya seorang suami tapi juga seseorang yang sangat dia cintai dan sangat dihormati. Bahkan dulu, kalau 2 jam saja suaminya tidak menghubungi atau tidak mengirimi pesan padanya, Ratih pasti akan sangat khawatir.
Namun, sekarang wanita itu mengabaikan panggilan darinya. Fandi sungguh merasa sangat penasaran.
"Tadi dia sedang menggendong Rafa. Biarkan saja, semakin dia sayang pada Rafa itu semakin bagus! Lalu apa rencana kalian untuk menyingkirkan bayi Ratih yang asli?" tanya bibi Erma.
"Aku sudah menjualnya Bi. Uangnya sudah masuk rekening Sarah!" kata Fandi yang terlihat seperti sangat puas.
Pria itu berpikir bahwa yang dia jual adalah bayinya Ratih. Padahal, yang mereka jual itu adalah bayi mereka sendiri.
Bibi Erma juga tersenyum senang.
"Bagus, mulai sekarang hanya Rafa kita saja yang akan disayang di keluarga Sanjaya! dia akan menjadi pewaris satu-satunya!"
"Aku tidak mau menunggu terlalu lama, Bu. Kalau kalian punya kesempatan, habisi saja semua yang ada di sana. Lalu kita ambil semua hartanya!" kata Sarah.
"Mana bisa begitu. Mereka keluarga terpandang, tidak mudah melakukan itu. Tapi jangan khawatir, kita akan pikirkan sambil jalan saja. Yang penting, cucu ibu akan menjadi kesayangan di rumah itu!" kata bibi Erma senang sekali.
Fandi dan Sarah juga.
"Oh ya, Ratih menyuruh ibu untuk menyiapkan tempat tidur bayi di kamar utama. Dia minta ibu pindahkan semua barang-barang Fandi dari kamar utama ke kamar tamu..."
"Aku? tidur di kamar tamu?" tanya Fandi menyela.
Pria itu cukup terkejut. Kenapa dia malah harus tidur di kamar tamu.
"Tidak masalah mas, bagus juga seperti itu. Jadi, kamu tidak usah tidur satu kamar dengan wanita kotor itu. Bukannya kamu jijik tidur dengannya?" tanya Sarah.
Fandi mengangguk juga pada akhirnya. Dia memang tidak suka wanita yang sudah disentuh oleh orang lain.
**
Keesokan harinya, Panji dan Maya menjemput Ratih dan Rafa pulang. Mereka juga bersama dengan Ben.
Fandi dan bibi Erma juga datang. Fandi yang mengira bahwa anak yang ada di gendongan Ratih itu adalah anaknya. Sangat bersemangat mendekati bayi itu.
"Sayang, maaf aku baru kembali. Pekerjaanku baru selesai!" kata Fandi.
'Aku tahu, kamu pasti baru kembali setelah mengantarkan wanita simpananmu itu pulang ke rumahnya. Dan pasti kamu sudah menjual anakmu sendiri kan, mas? aku tidak tahu bagaimana reaksimu setelah mengetahui apa yang telah kamu lakukan itu, menjual bayimu sendiri, hah... kamu benar-benar akan menjadi gilaa, Fandi brengsekk!' batin Ratih.
Fandi melihat ke arah Ben.
"Sayang, kenapa dia ada di sini. Bukannya aku minta kamu pecat dia!"
"Mas, kamu salah paham pada Ben. Malam itu, dia sama sekali tidak membuatmu mabukk. Dia justru ingin menolongmu!"
"Dia bohong sayang, kamu tidak percaya padaku?" tanya Fandi.
"Mas, mana mungkin aku tidak percaya padamu! jangan buat keributan. Nanti Rafa bangun! Ben tidak salah, percayalah padaku!" kata Ratih yang berbalik menyerang kepercayaan Fandi.
Karena Ratih sudah mengatakan hal seperti itu, kalau Fandi masih mendebatnya, maka akan terkesan kalau Fandi yang tidak percaya pada Ratih.
Fandi hanya bisa mendengus kesal.
'Heh, kesal kan? ini baru permulaan pria brengsekk!' batin Ratih.
***
Bersambung...
biar Sarah jadi gila 🤣
Bahwa Rafa dan Ben banyak banget kemiripannya..
Perlu di selikidiki nih fakta kebenarannya..
Kalau perlu, Rafa & Ben melakukan tes DNA..
Untuk mengungkapkan fakta yg sebenarnya..
Bahwa malam kejadian itu, Ben lah yang bersama nya..
Bukan Fandi yg me ngaku² yg menolong nya..
Hingga Ratih terpedaya oleh tipuan Fandi padanya..
Jadi penasaran, bagaimana kisah awal kejadian nya.. 🤔
Tanpa menyadarinya, cinta tumbuh begitu saja di dalam hati 2 insan manusia..
Semisal tadinya hanya menganggap teman biasa saja..
Namun karena selalu bersama, terbiasa ada, dan saling mengenal 1 sama lainnya..
Maka saat itulah muncul rasa ketertarikan di hatinya..
Seseorang menyadari bahwa itu adalah perasaan cinta, ketika mereka berdua mulai ada rasa kehilangan salah satunya..
Dengan status teman di awalnya, justru kita bisa mengenal lebih baik tentang masing² karakter & kepribadiannya..
Berbeda dengan mereka yg langsung status pacaran di awalnya, terkadang justru lebih berpotensi untuk menerima orang yang salah dalam hidupnya..
Kenapa..?
Karena ketika kau menerima seseorang dengan status pacar, maka kau mengira bahwa seolah-olah dialah jodohmu yg sesungguhnya.. 😁
Begitu pula perselingkuhan, yg terbiasa selingkuh gak akan jera sebelum datang nya penyakit mematikan, dan di rajam sampai mati.. 🤭
Jangan kau mencintai karena ketampanan, sebab ketampanan bisa lenyap termakan usia..
Namun cintai lah dia karena akhlaknya, karena dia tak kan mudah tergoda..
Dan cintai lah dia karena karakter & sifatnya, karena kau tak kan punya alasan lagi untuk membencinya..
Karena dia yg setia, tak kan memandang mu sebelah mata...
Dia yg sayang padamu, tak kan tega membuat mu terluka..
Dan dia yg mencintaimu dengan tulus, tak kan pernah membuat mu kecewa..
Assseeekk.. 💃🏻💃🏻🤭
Namun jangan kau kira semua orang baik padamu.. "
Percaya boleh.. Waspada tetap..
Sebab terkadang justru orang terdekat lah yg paling sering & tega membuat mu terluka dan kecewa karenanya..
Bukan lah begitu..? 😊
Kau minta di hargai sebagai suami..
Sedangkan Ratih sebagai istri tak pernah kau hargai..
Kau malah berselingkuh di belakang istri..
Kau berpura-pura baik di depan istri..
Namun kau menginginkan istri mu mati..
Apa suami seperti itu pantas untuk di hargai..
Bahkan kau sendiri adalah tipe lelaki yg gak tau diri dan gak punya hati..
Tidur saja sana kau Fandi, jangan pernah terbangun lagi dari mimpi² hingga kau mati.. 😏😁
Sejak kapan dia punya jiwa keibuan..
Jika dia punya, kenapa bayi Naufal dia tumbal kan..
Padahal Rafa & Naufal sama² bayi yg tak berdosa, justru kau menjual anak mu sendiri demi keuntungan..
Yasudah, nikmati saja hari² mu seperti itu, yg menyakitkan..