Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5 Tertangkap
Cahya dan teman-temannya langsung mengejar Bos Geng, tetapi begitu ingin mengejar dengan segala macam rintangan dilakukan oleh Bos Geng itu kepada Cahya dan teman-temannya.
Tetapi mereka ketinggalan jejak dari Bos Geng. Lalu begitu Cahya dan Megy sedang disebuah gang dengan tiba-tiba saja ada seseorang yang melemparkan benda keluar asap.
Lalu Meggy sembari memakai penutup mulu dan hidung dia,berkata. "Cahya, tahan nafas.! Ini asap beracun dan bisa buat kesadaran hilang?"
"Braaaak." Cahya sudah terjatuh hilang kesadaran sementara Meggy ingin membantu tiba-tiba ada seseorang yang memakai topeng menyerang Meggy.
Disebuah Gedung Tua terlihat Cahya yang sedang mencoba melepaskan diri dari tawanan para berandal yang telah mengikat Cahya sambil menuju ke markas para berandal.
Sementara di sebuah gedung tua terlihat Megy yang sedang mengintip mencari dimana cahya di tawan sama berandal dan mencoba mencari tau di mana cahya di bawa para berandal.
Di sudut lain terlihat ketua para berandal yang sedang teleponan sama orang yang amat sangat penting dimana para tawanan yang akan di kirim oleh para berandalan itu.
Lalu ketua berandal, berkata. " Halo Selamat sore bos.! Semua tawanan sudah siap? Kapan bisa diangkut? "
Bunyi di ujung telepon, lalu berkata."Kalian tangkap dulu saudaranya Cahya, baru saya akan membawa,para tawanan?"
Disebuah perjalanan menuju ke ruangan Cahya sedang bertarung melawan para berandal dan disana sangat banyak para berandal datang satu persatu seperti tidak ada habis-habis nya, ketika di sudut lain ada berapa berandal yang ingin mencelakai Cahya dari belakang.
Ketika terlihat Cahya hampir celaka sama berandal, seorang wanita lain membantu nya, dan tak lain dari wanita lain ini adalah Megy, saudara nya sendiri dan disini bahkan terjadi pertarungan antara Megy dan Cahya.
Megy sadar karena cahya ini adalah saudara, tidak dengan Cahya dia lupa, ketika terjadi pertarungan Cahya malah lebih agresif ingin mengalahkan Megy karena dia menganggap Megy adalah orang komplotan berandalan.
Di dalam pertarungan ini Megy bahkan mengalah sama Cahya karena dia tidak mau mencelakai Cahya karena dia sadar kalau Cahya adalah saudara nya.
"Cahya, sadar Cahya aku ini saudaramu." Kata Megy mencoba menyadarkan Cahya. Namun, Cahya tidak menggubris.
Apa yang di ucapkan Megy kepada nya bahkan Cahya sempat mengenai Megy.
"plak....plak..."
bahkan Megy pun tidak menahan serangan dari Cahya karena dia sangat tidak sadar kalau Megy adalah saudara nya, Megy pun sampai menangis dan mengingat masa kecil nya saat bersama Cahya yang sedang tersenyum riang dan berjanji akan berjuang sama-sama atas untuk balas dendam sama orang yang telah membunuh orang tua nya.
flashback
Terlihat Megy dan Cahya meratapi atas kematian kedua orang tua nya yang telah di bunuh oleh para berandal, dan di sana ia melihat mata tajam ketua berandal itu, dan di saat para berandal pergi Megy menghibur dan mengucapkan janji akan berjuang sama-sama apapun resiko nya.
" Cahya sudahlah, jangan nangis lagi." Kata Megy.
Seraya Megy sambil mengusap air mata Cahya.
"Ya Egy, aku tidak akan nangis lagi, kok." Kata Cahya sambil menghentikan tangisan nya,
"Aku janji, Cahya akan membalaskan dendam kematian orang tua kita yang udah di bunuh para berandalan brengsek itu, kamu mau kan janji untuk membalaskan dendam kematian ibu sama bapak." Ucap Cahya.
Cahya pun tersenyum tapi dingin sambil memikir kan suatu rencana yang terpancar di matanya begitu juga dengan Megy.
Kembali lagi ke sebuah pertarungan Megy dan Cahya dimana cahya yang hampir membunuh Megy tiba-tiba dia terhenti karena parah berandal datang menghajar mereka berdua, namun mereka berdua sangat kompak saling membantu satu sama lain walaupun Cahya masih dalam keadaan lupa ingatan tapi dia tetap kompak dalam bertarung melawan para berandal. terjadi pertarungan sengit antara berandalan dengan Cahya dan Megy, mereka berdua terkepung oleh para berandal dan mereka saling belakangi satu sama lain dimana mereka dalam keadaan di kelilingi oleh para berandal delapan orang.
Lalu para berandal maju dengan garang nya untuk menghajar Megy dan Cahya, namun mereka juga langsung maju juga, namun para berandal pun mencoba maju berdua dulu lalu Megy pun langsung menghantam mereka dengan tendangan ketika melihat para berandal dua orang melompat untuk menghantam Megy dengan pukulan sambil melompat.
KRAAAAAK
Tiba-tiba para berandal itu jatuh terkena tendangan dari Megy. Namun yang lain nya pun mencoba menyerang Cahya dua orang juga sekaligus mencoba menghajar Cahya dan para berandal belum sempat menyerang Cahya pun lebih dulu mengambil tindakan untuk menyerang mereka.
Lalu para berandal pun terhenti karna tiba tiba Cahya sudah mengunci pergerakan para berandal yang mau menyerang dan dia langsung memberikan tendangan dan pukulan secara brutal kepada para berandal itu.
"bak... buk.. bak.. buk..."
sementara para berandal yang lain menelan ludah mereka karena merasa ketakutan setelah menyaksikan apa yang mereka lihat karen tidak menyangka kedua wanita yang begitu feminim dan lembut ini bisa mengalahkan mereka dengan serang serangan yang sangat bahaya.
semua para berandal menyangka kalau mereka akan menang ketika mereka akan menang karena mereka lebih banyak, namun ternyata mereka salah mengira apa yang ada di pikiran mereka, karena mereka pikir wanita itu tidak bisa apa apa dan akan sangat mudah di hadapi namun ternyata dia jauh lebih hebat dari mereka yang sangat banyak.
Lalu Cahya dan Megy mencoba bergegas ke arah para berandal yang tersisa namun begitu mereka mau ke arah para berandal, para berandal pun langsung sujud meminta maaf kepada mereka.
"ampun.... ampun....? tolong lepaskan kami?" Kata para Berandal sambil ketakutan melihat Megy dan Cahya.
"apakah aku harus melepaskan kalian?" Jawab Megy dingin namun mengerikan bagi para berandal mendengar ucapan nya.
"to...tolong lepaskan kami, kami gak akan melakukan kejahatan lagi?" Ucap para berandal yang sudah keringat dingin untuk meyakinkan mereka namun Cahya pun langsung menjawab dan bertanya.
"Siapa yang memerintahkan kalian untuk menyekap aku?" Tanya Cahya.
Lalu salah satu berandal pun langsung di pegang Cahya dan langsung di kunci supaya mengucapkan apa yang dia tanyakan.
"a...aku akan kasih tahu?" Ucap Berandal yang sudah di kunci pergerakan nya oleh Cahya.
"Yang menyuruh kami adalah ke."
DOR
DOR
DOR
Lalu berandal empat orang yang tersisa itu mati karena di tembak orang yang bersembunyi di sudut gedung lalu langsung pergi lari dari sana.
Dan Cahya sama Megy pun langsung melihat orang yang lari itu dan langsung mengejar yang setelah saling lirik satu sama lain.
Di sisi lain penembak itu langsung lari ketakutan dan mencoba lari sekuat yang dia mampu untuk melarikan diri dari kejaran Megy dan Cahya.
Namun tiba tiba Cahya pun langsung menendang orang yang melarikan diri itu dan penembak itu langsung terjatuh tidak bergerak.
Begitu penembak itu melihat Megy mencoba mendekati penembak itu, tiba tiba penembak itu langsung menendang Megy dan Megy pun langsung terkena tendangan nya hingga terpental mengenai dinding hingga hancur.
Dan Cahya pun melihat ke arah megy yang terkena tendangan, dan dia langsung menghampiri Megy.
"kamu gak apa-apa?" tanya Cahya khawatir.
Megy pun hanya menganggukan kepala saja menanggapi pertanyaan Cahya.
Cahya pun langsung melihat ke penembak itu namun tanpa di kira ternyata penjahat itu langsung menghajar Cahya, dan Cahya pun dengan sigap nya dia langsung menghindari serangan penembak itu.
Dan penembak itu pun kaget melihat Cahya sangat sigap karena tidak disangka ternyata lebih gesit dari Megy, lalu tanpa buang waktu lagi Cahya pun meluncurkan serangan ke arah penembak dan penembak itu pun memblokir serangan Cahya dan ternyata penembak itupun langsung mundur terkena serangan Cahya.
Penembak itu tidak menyangka ternyata serangan Cahya sangat kuat, tapi tiba tiba penembak itu langsung menyerang Cahya lagi dan dia langsung memberi tendangan beruntun ke Cahya. Namun, Cahya tidak sempat menghindar dan dia pun langsung terkena.
Lalu penembak itu pun langsung tersenyum dingin dan melihat cahya yang jatuh.
"Kamu, tidak ada apa-apa nya bagiku?" Ucap Penembak ke Cahya
dan Cahya pun hanya meringis kesakitan di bawah yang sudah terjatuh, dan Megy pun langsung menghampiri cahya lalu mereka bersiap siap untuk melawan penembak itu bersama.
Cahya berdiri dan langsung melihat ke Megy untuk memberi kode supaya mereka menyerang bersama-sama.
Ternyata penembak itu pun berhenti dari senyum dingin melihat Megy dan Cahya pun langsung menyerang ke arahnya.
Tanpa menunggu lama sih penembak itu pun terjatuh dan dia melihat Cahya dan Megy langsung mengunci pergerakan penembak itu.
"Kenapa kamu menembak para berandal itu?" Ucap Cahya sembari mengunci pergerakan penembak itu.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke