NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Felicia mulai mengepak beberapa pakaian dan peralatan miliknya kedalam tas kecil. Dia tak membawa banyak pakaian karena menuruti perintah Arion.

Bayangan bertemu dengan keluarga Arion membuat jantungnya terpacu cepat. Ini adalah kali pertamanya.

Felicia akan bersikap sebaik mungkin di depan keluarga Arion. Dia ingin dapat membaur dengan mereka.

"Apa sudah selesai?" tanya Arion dari ambang pintu. Arion berdiri menyenderkan tubuhnya di pintu dengan tangannya yang tersilang.

Felicia terlonjak. Lamunannya menjadi buyar seketika. Dia menatap Arion yang kini juga menatapnya.

"Emm, Aku sudah selesai. Kita bisa berangkat sekarang," ucap Felicia tersenyum.

Arion berjalan menghampirinya. Dia meraih tas milik Felicia dan membawakannya.

"Sebaiknya kita cepat. Papa sudah menunggu kita. Dia baru saja mengirimkan pesan padaku," terang Arion. Felicia mengangguk patuh.

Dia merasa Arion adalah pria yang sangat perhatian. Tas miliknya saja di bawakan olehnya. Semua itu membuat Felicia tersipu.

Lagi-lagi jantungnya terpompa begitu cepat ketika Arion begitu dekat dengannya. Wangi parfum maskulin suaminya pun menusuk indera penciumannya. Rasanya Felicia ingin mengirupnya dalam-dalam.

Arion melangkahkan kaki setelah membawakan tas Felicia. Sementara Felicia masih terdiam merasakan pesona suaminya yang begitu memikatnya.

Menyadari Felicia di belakangnya masih berdiri di tempatnya, membuat Arion menoleh. Pria itu menghela napas pelan. Kakinya kembali melangkah menuju Felicia.

"Ayo! Kenapa malah terbengong?" Arion menautkan tangannya pada tangan Felicia. Menggenggamnya hangat sehingga membuat Felicia menjadi semakin salah tingkah. Suaminya menggandeng tangannya.

Felicia mengangguk. Hatinya berbunga-bunga mendapatkan perhatian dari Arion. Keduanya segera melangkahkan kakinya keluar apartemen menuju mobil.

Sepanjang perjalanan menuju ke mobil. Felicia terus saja memandangi tangan Arion yang menggenggam tangannya. Ia berharap jika Arion tak akan pernah melepaskannya.

Sampai di mobil, Arion membukakan pintu untuk Felicia. Gadis itu segera masuk ke dalam mobil dengan tak rela. Tangan Arion melepas pegangannya pada tangannya.

Arion segera memasuki mobil. Duduk di kursi kemudi dan mulai menyalakan mesin mobil.

Felicia sengaja memasang tangannya di dekat Arion agar Arion kembali menggenggamnya. Gadis itu membayangkan Arion akan mengemudikan mobilnya sembari menggenggam tangannya, sesekali menciumnya dengan hangat. Bukankah itu bayangan yang cukup romantis?

Namun sayangnya itu hanya sebatas bayangan saja. Hanya ada dalam angan-angan Felicia.

Felicia kembali menarik tangannya sendiri dan mengambil ponselnya untuk di mainkan. Itu untuk menutupi rasa kecewanya.

Tiba-tiba Felicia terkejut ketika Arion mendekatinya. Wajahnya tepat berada di depannya. Apakah Arion akan menciumnya? Felicia tak dapat mengontrol hatinya. Gadis itu mulai memejamkan matanya.

"Kenapa ceroboh sekali?" Suara Arion membuat Felicia kembali membuka matanya. Terdengar suara 'klik' . Arion sudah berada kembali di tempatnya.

Rupanya suaminya memasangkan seat belt untuknya.

"Te-terimakasih...." Felicia merasa canggung. Dia merutuki pikirannya sendiri.

'haihh...! Mana mungkin dia akan menciumku? Otakku ini selalu saja tercemar ketika dekat dengannya' Felicia berkata dalam hati.

Arion mulai melajukan mobilnya membelah jalanan kota. Sementara Felicia mencoba menghilangkan kegugupannya dengan kembali bermain ponsel.

"Kau tidak lupa kan, bagaimana kita harus bersikap nanti, Felicia?" Suara Arion memecah keheningan antara mereka.

Felicia menatap Arion. Menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis. "Tentu saja tidak. Aku tidak akan mengecewakanmu nanti," jawab Felicia.

Arion mengangguk mengerti.

"Eumm... Apa keluargamu menakutkan, Arion?" Akhirnya pertanyaan yang tertahan sejak tadi di otak Felicia keluar.

Arion tergelak mendengarnya. Gadis periang seperti Felicia rupanya juga memiliki ketakutan. Arion terkekeh kecil.

"Papa, dan Kak Kenzo sangat baik. Kau tenang saja. Arion mencoba menenangkan.

Felicia mengerutkan keningnya menatap Arion. "Kenapa hanya Papa dan Kak Kenzo yang baik? Apa istrinya Kak Kenzo tidak baik? Kau tak menyebutkannya tadi," tanya Felicia penasaran.

Felicia ingin tahu bagaimana sifat dari seluruh keluarga Arion.

Arion terdiam sejenak. Tak terlintas di kepalanya untuk membicarakan kakak iparnya itu.

"Dia juga baik. Tapi lebih baik Kau jangan dekat-dekat dengannya," saran Arion.

Namun, Felicia malah semakin penasaran. "Kenapa? Apa dia memakan orang?" Pertanyaan Felicia kembali membuat Arion tergelak.

"Ya. Apa Kau ingin di makannya?" ucap Arion bercanda.

Dengan cepat, Felicia menggelengkan kepalanya. Dia memilih kembali memainkan ponselnya.

Arion terkekeh geli melihat tingkah dan ekspresi Felicia saat ini. Tingkah Felicia membuatnya sedikit meredakan kecemasannya.

Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka sampai di kediaman Okimura. Arion segera keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Felicia.

"Terimakasih," ucap Felicia.

"Kau sudah siap?" Arion memberikan tangannya dan langsung di sambut oleh Felicia.

"Tentu. Aku akan bersikap seromantis mungkin di depan mereka. Tapi ... Mereka benar-benar baik, kan?" Felicia tampak ragu.

Arion tersenyum. Rupanya Felicia juga merasa cemas. Pria itu menggenggam hangat tangan Felicia. "Kau tenang saja. Mereka baik. Dan pastinya mereka akan sangat menyukaimu." Kembali Arion berusaha menenangkan.

Mendengarnya, Felicia langsung tersenyum. Dia langsung bergelayut manja di lengan suaminya.

Arion terdiam sejenak. Felicia pun menatapnya seolah tahu apa yang Arion pikirkan. "Ini sebagian dari sikap romantis yang akan Kita tunjukkan pada mereka," ucap Felicia.

Arion pun mengangguk dan membiarkan Felicia bergelayut manja. Entah mengapa, Arion merasa nyaman dan percaya pada Felicia.

Mereka melangkah bersama memasuki rumah tersebut. Seperti biasa, Papa dan Kenzo menyambutnya dengan hangat.

"Akhirnya menantu Papa datang juga." Papa langsung memeluk Felicia. Membuat hati Felicia menghangat.

"Hai, Felicia. Selamat datang di keluarga Kita." Kenzo menyapa.

Felicia tersenyum. Ternyata mereka memang sangat baik seperti kata Arion.

"Kau sudah besar sekarang, Nak. Dulu Kau masih sangat kecil. Dan Papa senang akhirnya kalian berjodoh juga," ucap Abraham membuat Felicia dan Arion saling berpandangan.

"Paman mengenal Felicia?" tanya Felicia.

"Kau harus memanggil Papa, Nak. Sekarang Kau adalah putriku. Ya, Kau dulu sering bermain ke rumah ini. Dan kalian berdua sering bermain bersama. Apa Kau tidak ingat?"

Felicia menggeleng. Dia tidak mengingatnya.

"Felicia tidak ingat, Pa. Mungkin waktu itu Felicia masih terlalu kecil, jadi Felicia tidak mengingatnya," jawab Felicia.

Arion pun terdiam dan mengingat-ingat apakah dia mengenal Felicia ketika masih kecil. Namun dia juga tak mengingatnya. Mungkin benar kata Felicia. Mereka masih terlalu kecil, sehingga ingatan mereka tertimbun dengan ingatan-ingatan ketika mereka dewasa.

"Yasudah, lain kali saja mengingatnya. Sebaiknya kalian masuklah dan istirahat. Pelayan sudah membersihkan kamar kalian," ucap Abraham.

Keduanya pun segera memasuki rumah mewah itu. Felicia kembali melingkarkan tangannya di lengan Arion dengan begitu manja. Abraham yang melihatnya pun bahagia. Sepertinya memang tepat Ia menikahkan keduanya.

Felicia menoleh ke segala arah seperti sedang mencari sesuatu.

"Kau mencari siapa?" tanya Arion yang melihat sang istri.

"Istrinya Kak Kenzo. Dari tadi Aku tidak melihatnya," ucap Felicia pelan.

Arion tak berniat untuk menjawabnya dan tetap melanjutkan langkahnya.

"Kau mencari istriku, Felicia?" tanya Kenzo yang sedari tadi memperhatikan pasangan suami istri itu.

Felicia menoleh kemudian mengangguk.

"Dia sedang sakit. Maaf karena Dia jadi tidak bisa ikut menyambutmu," kata Kenzo.

Felicia pun menjadi tak enak hati. "Tidak apa-apa, Kak. Aku hanya ingin mengenal Kakak ipar saja. Semoga Kakak ipar segera sembuh." Felicia mendoakan dengan tulus.

"Terimakasih," balas Kenzo.

Arion yang sedari tadi mendengar percakapan Felicia dan Kenzo merasa tak suka. Dia segera mengajak Felicia untuk ke kamarnya.

"Pa, Kak. Kami ke kamar dulu," ucap Arion dan langsung menarik sang istri mengikutinya.

Arion berjalan dengan cepat sehingga membuat Felicia sulit untuk menyamakan langkahnya.

"Bisakah Kau pelan-pelan saja? Kakiku pegal karena harus mengikuti langkah cepatmu!" keluh Felicia mengerucutkan bibir.

Arion menghentikan langkah. Menoleh ke arah Felicia dan tatapan bersalah. Entah kenapa, dirinya selalu saja tak dapat mengontrol hatinya ketika ada yang membicarakan tentang istri kakaknya itu.

"Maaf...." Arion berucap pelan. Dia segera melepaskan tangannya dari genggaman Felicia.

"Kenapa di lepaskan?" Felicia hendak memprotes.

"Karena di sini sudah tidak ada siapapun. Sekarang lebih baik kita ke kamar," ajak Arion dan berjalan lebih dulu.

Felicia menghela napas. Dia hanya bisa pasrah menuruti suaminya. Felicia mulai mengikuti Arion dengan wajah murung.

'mungkin untuk saat ini Kau masih belum bisa menerimaku. Tapi lihat saja nanti, Arion. Kau pasti akan lebih bucin dari pada Aku,' gumamnya dalam hati.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!