NovelToon NovelToon
Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pernikahan rahasia / Pelakor jahat / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Bukankah itu suaminya Bu Daisy Elmira ya?" Bisik-bisik sebagian orang yang ada di Sekolahan TK di Kampung Pinus Buntu.

Bola mata indah itu berkaca-kaca, ketika sosok pria yang menikahinya 3 tahun lalu ada di layar televisi sedang mengadakan resepsi pernikahan super mewah dengan seorang aktris bernama Sasha Abigail.

Adnan Baskara pria tampan berusia 30 tahun itu hanya menikahi Daisy secara siri dengan alasan pernikahan mereka tidak mendapatkan restu.

"Jadi, ini alasan kepergianmu 3 bulan lalu yang hingga kini menjadi susah untuk aku hubungi? Kamu pergi bukan untuk meyakinkan keluargamu tentang hubungan pernikahan kita, tapi justru kamu menikah lagi."

"Apa aku yang terlalu bodoh? Atau sebenarnya kamu seorang pemain? Yang pasti, aku tidak butuh suami pengkhianat bermulut racun sepertimu. Jika dia pilihanmu, maka kamu harus melepaskanku di hadapan banyak orang supaya istri keduamu tahu jika dia hanya seorang PELAKOR!"

UPDATE SETIAP HARI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merubah Total Penampilan

Spring bed, lemari kayu satu pintu, kompor, lemari es, meja kursi makan, sofa ruang tamu, karpet, peralatan masak, peralatan makan, keperluan mandi dan semua pernak pernik yang menurut Daisy diperlukan. Karena membeli barang-barang itu, Daisy harus mengeluarkan banyak uang. Beruntung hasil jual rumah mahar lumayan laku dengan harga tinggi.

Setiap hari, Daisy hanya termenung. Memikirkan cara menemukan keberadaan Adnan. Kalau bertanya tentang Adnan pada orang lain, takutnya dia dibilang halu kenal dengan Adnan yang notabennya ternyata bukan orang sembarangan.

"Aku harus bagaimana, cari kerja? Atau buat usaha sendiri." Gumamnya.

Kulit wajahnya sudah terlihat bersih dan tidak berjerawat seperti sebelumnya.

Rambut yang dibiarkan tergerai menambah aura berani seorang perempuan desa. Jangan karena terlahir dari kampung, orang lain boleh menganggapnya kampungan. Karena sejatinya kata kampungan hanya untuk orang yang tidak punya attitude atau pun etika bersosialita. Menganggap dirinya lebih tinggi daripada orang lain hanya karena penampilan. Daisy ingin membuktikan siapa dirinya.

Dua minggu telah berlalu, hari ini Daisy untuk pertama kalinya kembali keluar rumah setelah sebelumnya hanya mengurung diri di kamarnya. Beruntung isi kulkas penuh, lemari makan terisi aneka mie instan. Sehingga meskipun tidak keluat rumah, Daisy tidak mungkin akan kelaparan. Pertahanan hidup yang apik di tempat asing hanya seorang diri.

Dengan membawa secarik kertas, Daisy menuju Klinik kecantikan milik Maureen. Tidak sulit, karena tempatnya cukup terkenal di kalangan Sopir Taxi.

"Kita sudah sampai Non." Ucap Sopir Taxi di depan bangunan megah yang tidak disangka akan Daisy kunjungi sebagai langkah perjuangannya.

"Terima kasih Pak." Ucap Daisy lalu berjalan menuju meja pendaftaran.

"Ada yang bisa kami bantu?" Seorang pegawai dengan seragan pink maju sambil tersenyum ramah padanya.

"Saya... Bisakah bertemu dengan Maureen." Tanya Daisy dengan tersenyum canggung. Jujur seumur hidup, meskipun dari keluarga yang bisa dibilang terpandang. Daisy tidak pernah menginjakkan kaki di Klinik Kecantikan seperti ini. Baginya hidup saja apa adanya.

"Nyonya Maureen ada di dalam, sebentar saya akan sampaikan jika..."

"Tunggu, aku akan masuk dulu. Suruh dia menunggu giliran selanjutnya." Ucap seorang wanita berperut buncit tapi berpakaian sexy dan terbuka mendahului Daisy masuk ruangan Maureen.

Pegawai itu tidak bisa berkata-kata, karena perempuan itu salah satu pelanggan VVIP Klinik Maureen.

"Maaf Nona, boleh Anda menunggu sebentar lagi. Tadi itu Sasha Abigail, artis terkenal pelanggan setia Klinik sejak masih belum bersinar. Apalagi sekarang namanya melambung tinggi, kami memang diminta memprioritaskan kehadirannya." Ucap pegawai itu merasa sungkan. Apalagi melihat penampilan sopan Daisy. Dia berfikir jika Daisy juga bukan orang sembarangan meskipun sederhana.

"Tidak masalah, mungkin dia terbiasa merebut punya orang." Jawabnya ambigu.

Daisy tidak menyangka, jika dia bisa bertemu dengan Istri Kedua suaminya di Klinik milik Maureen. Berarti Daisy bisa mengulik perlahan tentang Sasha dari Maureen. Tapi Daisy harus waspada, dia tidak tahu apakah Maureen akan tetap membelanya jika tahu siapa Sasha.

Tidak mudah percaya orang lain, seharusnya Daisy tetap bersikap waspada. Sekalipun orang itu terlihat membelamu, tapi jika ternyata pelakor dalam rumah tanggamu adalah orang terdekatnya. Daisy rasa, semua bisa berubah. Untuk itu, biarlah sekarang dia tetap bungkam tentang siapa suaminya. Sampai Daisy mempunyai celah untuk menjatuhkan lawan dengan cara elegan.

Setelah menunggu selama 1 jam, akhirnya Sasha keluar dari ruangan dengan wajah yang lebih segar. Tapi terlihat aneh tanpa makeup. Tapi, apa pedulinya bagi Daisy. Baginya wanita yang berjalan angkuh itu hanya seorang pemungut SAMPAH!

Daisy masuk ke ruangan Maureen, kemudian langsung bicara blak-blakan kalau dia sudah diserobot antriannya.

"Padahal aku yang datang duluan, tapi karena Sasha seorang artis makanya dia lebih diutamakan ya." Sindir halus Daisy membuat Maureen tidak enak hati karena sungkan.

"Maafkan pegawaiku, seharusnya kamu tadi langsung telepon aku begitu Sasha yang disuruh masuk lebih dulu. Sebenarnya tidak seperti yang kamu pikirkan, tapi ada alasan lain."

"Aku akan ceritakan sambil perawatan ya, kamu silahkan berbaring dulu. Aku akan ubah semua wajahmu, eh... maksudku bukan struktur wajahnya tapi kondisi kulitnya supaya terlihat lebih putih, sehat dan glowing." Ucap Maureen sambil tangannya cekatan mempersiapkan aneka peralatan untuk perawatan. Tanpa didampingi asisten karena Maureen ingin sambil bicara lebih privasi.

"Sasha dulu adalah mantan tunangan Kakakku, mereka putus karena Sasha kembali mengejar cinta masa kecilnya. Lalu Kakakku menikah dengan Kakaknya Sasha untuk tetap melanjutkan perjodohan keluarga, tapi mereka bercerai karena mantan istri Kakakku itu selingkuh. Dan dari pernikahan itu mereka sudah dikaruniai dua orang anak, dan semua anaknya ikut Kakakku."

"Makanya, seperti masih ada ikatan. Aku tidak bisa melarang Sasha berbuat semaunya di Klinikku ini. Asal masih dalam batas wajar." Ucap Maureen sambil melaser spot di wajah Daisy yang membandel.

"Memangnya umur Kakak kamu berapa kok sudah punya dua anak?" Daisy entah mengapa tiba-tiba ingin tahu tentang Kakaknya Maureen.

"Kakakku sekarang umur 35 tahun, memang selisihnya 10 tahun denganku. Anaknya yang pertama perempuan usianya 10 tahun dan yang kedua laki-laki usianya 5 tahun. Mereka bercerai setelah anak kedua lahir, karena saat sedang hamil besar ketahuan Istrinya tidur dengan pria lain yang tak lain sahabat Kakakku sendiri." Ucap Maureen.

"Biarlah itu urusan Kakakku sendiri, aku tidak mau ikut campur. Lagian rumah tanggaku pun tak jauh beda, dikhianati oleh pasangan." Setelah melaser satu persatu dark spot di seluruh area wajah, kini Maureen merapikan alis dan bulu mata supaya nampak lebih lebat tapi tetap terlihat alami. Wajah Daisy terlihat sangat berbeda.

"Kamu cantik, kulitmu juga sebenarnya sehat meskipun warnanya tidak putih. Mau aku bikin putih sekalian atau hanya membuatnya lebih bercahaya? Karena dasar warna kulitmu kuning." Ucap Maureen tersenyum puas melihat hasil perawatan yang dia lakukan.

"Aku mau mempertahankan warna kulitku, karena ini adalah warisan leluhurku. Yang penting tidak kusam saja."

"Baiklah, kalau begitu kamu hanya butuh perawatan kulit dari luar. Akan aku beri kamu hand body racikanku yang belum pernah aku jual sebelumnya, karena biasanya aku pakai sendiri." Ucap Maureen.

"Terima kasih banyak." Ucap Daisy.

"Hmm... Boleh aku beri saran." Ucap Maureen menatap model baju Daisy yang terlihat sangat sederhana.

"Sebaiknya, jangan hanya rambut dan wajah yang kamu buat berubah. Tapi penampilanmu yang lain juga. Maaf, tapi pakaianmu tidak cocok digunakan di lingkungan kelas atas. Mungkin kamu harus belajar juga cara berpakaian yang lebih elegan."

"Baiklah, kalau kamu punya waktu. Tolong temani aku cari pakaian wanita kelas atas." Pinta Daisy.

1
ayu cantik
lucuuu
Irene Rambing
talak 3 🤭
Sulati Cus
astaga ada2 ae
Ita rahmawati
bab tamat malah pada bengek sih 🤣🤣🤣
cinta semu
ngebut baca ny ...bagus & tdk terlalu panjang ...satset langsung ngena di hati😂😂 makasih Thor🙏
Erchapram: Terima kasih Kak
total 1 replies
Aether
wanjir FUTANARI COEK
Aether
plot twist sekali ada Futanari
Asyatun 1
keren banget gan 😂😂
Tining Revi
ceritanya bagus. mudah dipahami
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wkwkwkwkwkwkwkwk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga d tnggu crita brunya thor hrs lbih bahus dri ini thor sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwwk ada2 aja ngakak jadi nya
Haryati Atik Atik
🤣🤣🤣ternyata mario jd maria 🤣🤣🤣 Dania sama Maureen sana lihat asli gak🤣🤣🤣
partini
👍👍👍👍👍
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
"Semangat adalah kunci utama untuk meraih sukses"....💪🥰👍🤩👏💖
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬: saya usahakan mampir kak..👍
total 4 replies
Dew666
💃💃💃💃💃
mom'snya devadhamian
ada ada aja hpir singa ngamuk🤣🤣eh yang mau di amuk ternyata mahluk bertulang lunak🤣🤣🤣🤣
Azahra Rahma
bonchap Thor,,jgn langsung tamat
Azahra Rahma
Dania sama Maureen mau ternak anak ya?? balapan dah 5
Arin
/Heart/
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!