NovelToon NovelToon
Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Idola sekolah
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rio masuk rumah sakit.

Setelah kembali ke kelas aku langsung menemui teman-temanku yang kemarin tau kalau aku bilang suka sama Zidan.

"Siap di antara kalian yang bilang sama pacarnya Zidan kalau gue suka sama dia? " tanya ku dan mereka pada diam.

"Asal kalian tau, gue gak suka sama Zidan gue bilang cuman suka gayanya bukan berarti gue suka orang nya juga, " penjelasan ku dengan sedikit kesal.

"Sorry, gue pikir lo suka sama Zidan, " ucap Tiara.

"Jadi lo yang bilang sama ceweknya Zidan? " tanya ku dan Tiara mengangguk.

"Sekarung lo jelasin sama dia kalau lo salah paham, gue gak mau cari masalah sama siapa pun, "pinta ku lalu kembali ke tempat duduk.

"Ceweknya Zidan marah sama lo? " tanya Zahara.

"Iya tadi dia cegat gue saat gue balik dari kantor, " jawab ku.

"Tapi lo gak kenapa-kenapa kan? "tanya Zahara.

" Enggaklah, yang ada mereka yang jatuh, "beritahu dan Zahara dia malah tertawa.

Aku pun melihat sekeliling dan aku baru sadar kalau teman ku Rio gak ada di bangkunya.

" Rio kemana? "tanya ku pada Zahara.

" Di panggil guru BK, gak tau punya masalah apa, "jawab Zahara.

bel pulang pun berbunyi dan semua murid langsung keluar kelas untuk pulang. Aku pun berjalan ke luar bersama Zahara namun tiba-tiba aku melihat Rio dan Yudistira berdiri di parkiran motor entah membicarakan apa.

" Sana yu, "ajak ku pada Zahara sambil nunjuk tempat parkir.

"Ngapain? " tanya Zahara.

"Temui mereka, " jawab ku.

Kami pun langsung mendekati Yudistira dan Rio yang sepertinya sedang membicarakan hal serius.

"Hey, " panggil ku membuat mereka berdua melirik ku dengan wajah kaget.

"Reaksinya kok gitu? " tanya ku bingung.

"Ngapain lo kemari? " tanya Rio bukannya menjawab pertanyaan ku.

"Gue penasaran aja kalian lagi ngomongin apa, " jawab ku.

"Urusan cowok cewek gak usah tau, " ucap Rio jutek membuat aku kesal.

"Jutek amat sih, salah gue apa coba? " tanya ku.

"Gak ada, " jawab nya lalu naik ke motornya.

"Eh tunggu dulu, lo jelasin dulu sama gue, " aku menarik jaket Rio karena gak biasnya Rio kutus sama aku.

Rio dia hanya melirik ku dengan tatapan tajam membuat aku semakin bingung. Yudistira melepaskan tangan ku dari jaketnya Rio.

"Udah biarin dia pergi, " ucapnya.

Rio pun langsung meninggalkan parkiran dan aku hanya menatapnya.

"Dia lagi ada masalah, biarkan dia sendiri dulu, " ucap Yudistira padaku lalu aku berbalik melihat ke arahnya.

Yudistira mengusap kelapa ku membuat aku tertegun dengan sikapnya.

"Lo balik bareng Zahara? " tanyanya membuat aku sadar.

"Enggak, kita beda arah, " jawab Zahara.

"Terus? " tanyanya.

"Gue nunggu di jemput di halte bus, " jawab ku.

"Kalau gue udah ada yang jemput, " jawab Zahara.

"Ya terus ngapain lo disini? " tanya ku pada Zahara.

"Kan elo yang ngajak gue, " jawab nya.

"Ya udah sana, yang jemput lo pasti udah nungguin, " ucapku menyuruhnya pergi.

Zahara pun pergi sekarang tinggal aku dan Yudistira.

"Ayo gue antar Li here bus, " ucapnya lalu aku pun ikut naik ke motornya lumayan dari pada jalan kaki.

Aku turun di halte bus dan berkata "makasih ya, ".

" Iya sama-sama, mau gue temani gak? "tanya nya.

" Gak usah lah, lo pulang aja, paling juga bentar lagi nyampai, "jawab ku.

Benar saja bang Rian udah tiba dan Yudistira menatap bang Rian lalu tersenyum namun aku bisa melihat bang Rian sepertinya gak suka.

" Ya udah duluan, "ucap Yudistira lalu pergi.

" Siapa? "tanya bang Rian.

" Teman satu kelas, "jawab ku.

" Oh, "balasnya dan aku pun langsung naik.

Walau di rumah aku sama bang Rian gak pernah akur tapi aku tau jika bang Rian sayang dan peduli sama aku, buktinya dia rela jemput aku walau dia masih di kampus. Malam ini aku belajar buat kompetisi besok, walau aku gak minat tapi aku gak mau bikin nama sekolah malu juga.

Hari ini aku gak pergi ke sekolah melainkan pergi ke tempat kompetisi dengan di antar mama, karena mama dari dulu ingin banget melihat aku ikut kompetisi seperti ini. Bu Sintia sudah menunggu di depan gedung acara. Aku turun dari mobil bersama mama dan langsung di sambut bu Sintia dengan senyum manis. Kami masuk ke gedung tempat acara dan bu Sintia memberiku pesan saat mengikuti kompetisi dan aku hanya mengangguk. Tak butuh waktu lama aku menyelesaikan soal itu hanya butuh waktu satu jam semua sudah selesai. Aku pun keluar dan tidak hanya aku banyak yang sudah selesai.

"Gimana soalnya? " tanya bu Sintia.

"Lumayan bu, " jawab ku.

"Ya sudah kamu istirahat dulu, setelah masakan siang akan langsung di umumkan hasilnya, " ucap bu Sintia.

"Baik bu, " jawab ku lalu pergi mencari tempat makan bersama mama.

Kami makan di sebuah restoran siap saji karena hanya ini yang dekat dengan gedung acara.

"Mama senang banget lo bisa lihat kamu ikut kompetisi kaya gini, " ucap mama dengan bangga.

Aku hanya tersenyum lalu memakan makanan ku. Setelah selesai aku kembali ke gedung acara dan bu Sintia sudah menungguku karena harus masuk ke aula untuk menunggu pengumuman pemenangnya. Aku yang tidak berharap lebih di buat kaget saat nama ku di panggil dan berhasil menjadi juara pertama kompetisi itu. Aku kaget dan bu Sintia langsung menyuruhku untuk naik ke panggung dan menerima hadiah dan penghargaan.

"Selamat sayang, " ucap mama dengan senang.

"Makasih ma, " ucapku lalu memberikan mendali ku pada mama.

"Briana, ibu senang karena sekolah kita membawa juara pertama,makasih atas usaha kamu, " ucap bua Sintia dan aku menyerahkan Piala yang aku dapat pada bu Sintia.

"Ibu bawa saja ke sekolah, buat bukti kalau sekolah kita pernah juara di kompetisi matematika, " ucap ku dan bu Sintia menerimanya.

Setelah acara aku pun pulang bersama mama, namun tibanya di rumah aku mendapat kejutan dari kak Kanaya dan suaminya. Aku mendapatkan hadiah yang sangat bagus membuat aku kaget.

"Kak, ini mahal lo, " ucapku pada kak Kanaya.

"Itu yang belikan bang Indra, " beritahu nya dan aku pun melirik ke bang Indra.

"Makasih bang, " ucapku.

"Sama-sama, itu pantas kamu dapatkan.

Kak Kananya dan bang Indra membelikan ku ponsel keluaran baru padahal aku gak pernah ke pikiran untuk beli ponsel baru.

"Coba abang lihat, " bang Rian tiba-tiba datang lalu merebut ponsel yang aku pegang.

"Abang, " teriak ku dan bang Rian langsung membawanya lari, aku pun mengejarnya.

Namun tidak aku lanjutkan karena ponselku berdering dan itu panggilan masuk dari Zahara. Aku pun menerimanya, Zahara memberitahuku jika Rio masuk rumah sakit.

"Bang, anterin aku ke rumah sakit, " teriak ku pada bang Rian.

1
Astrireynadiaz
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!