NovelToon NovelToon
Yes ! Pak Suami

Yes ! Pak Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Dijodohkan Orang Tua / Suami ideal / Bapak rumah tangga
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PenaBucin

Alaska Krisan dan Dionna Patrania terlibat dalam sebuah konspirasi bernama perjodohan.

Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan Mamanya, Alaska akhirnya menuruti keinginan mamanya untuk menikahi Dionna . Spesis wanita yang berbanding terbalik dengan kriteria wanita idaman Alaska.

Bagi Dionna, Alaska itu tidak bisa ditebak, sekarang dia malaikat sedetik kemudian berubah lagi jadi iblis.
Kalau kesetanan dia bisa mengeluarkan seribu ekspresi, kecepatan omelannyapun melebihi tiga ratus lima puluh kata permenit dengan muka datar sedatar tembok semen tiga roda.

Ini bukan cerita tentang orang ketiga.

Ini tentang kisah cinta Alaska dan Dionna yang
"manis, asem , asin = Alaska orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaBucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Alaska Krisan

Rasanya Dionna ingin menenggelamkan tubuhnya kepalung paling dalam didunia ini. Ia kesal setengah hidup pada pria itu. Dionna tidak memiliki kesiapan untuk menikah, gadis itu tidak mau repot mengurus apalagi hidup bersama seorang yang namanya suami. Apalagi yang akan menjadi calon suaminya itu adalah seorang Alaska Krisan . Pria bengis menyebalkan mantan cinta monyetnya dulu.

"Dionna ! Kau sungguh beruntung !" pekikan suara Jenava membuat kuping Dionna semakin sakit .

"Beruntung apanya ? aku adalah manusia paling malang didunia ini." Balas Dionna lesuh.

"Calon suamimu !" Jenava kembali memekik heboh, sedari tadi wanita itu menahan mulutnya untuk tidak berteriak histeris saat mengintip pertemuan Dionna dan calon suaminya.

Dan Dionna sama sekali tidak tertarik untuk membahas tentang Alaska. "Jen , berhenti berteriak dikupingku."

"Dionna ! " Jenava mengguncang tubuh tak bertenaga Dionna

"Apa huh ?"

"Kau akan menikah dengan Alaska Krisan---Dionna--- sadarlah !" sekali lagi Jenava mengulang ucapan yang sama. Jenava saja sampai melebarkan mata kaget saking silaunya melihat ketampanan murni seorang Alaska Krisan .

"Lalu kenapa ? kau ingin menggantikanku ? Aku akan sangat berterima kasih padamu Jen."

"Kesurupan setan apa kau hingga jadi begini huh ?! Calon suamimu itu seorang Alaska Krisan--pria idaman seluruh wanita yang ada di dimuka bumi ini ." Jelas Jenava menggebu-gebu.

"Dia menyebalkan---pokoknya aku tidak mau menikah dengan pria itu ! Aku terlalu berharga untuk dinikahi pria sepertinya."

"Apa kamu yakin punya otak didalam kepalamu ini ? Ya--Tuhan, kenapa aku bisa punya sahabat yang otaknya sudah bergeser dari tempatnya ? sulit sekali berkata kasar dengan sopan."

Menghirup udara sebanyak-banyaknya, Jenavapun kembali berucap "Dionnaku yang cantik---sekarang saatnya gunakan otakmu untuk berpikir."

"Tidak bisa, otakku kelebihan beban, mungkin sebentar lagi akan meledak."

Jenava membetulkan cara Dionna duduk, menegakkan punggungnya, lalu membawa kepala gadis itu sejajar dengan wajahnya.

"Lihat dan dengarkan aku. Kau---adalah spesis wanita paling beruntung didunia ini, kau tahu kenapa ? karena pria yang akan kau nikahi itu adalah Alaska Krisan ." Dionna memutar bola mata jengah.

"Dionna sepertinya kau tidak tahu kalau calon suamimu itu memiliki angka kekayaan yang tidak bisa kau perkirakan ." Jenava mengeluarkan ponselnya dan mulai menjelaskan satu persatu secara detail tentang apa yang dimuat berbagai artikel mengenai Alaska Krisan.

Dionna menggeleng kuat, enggan mendengar apapun tentang Alaska namun Jenava sahabatnya pantang mundur sebelum sahabatnya tau seberapa untungnya dia mendapatkan pria limited edition seperti Alaska Krisan .

"Lihat ini Dionna !!" Jenava menunjukkan salah satu foto Alaska yang diambil paparazi.

Dalam foto itu memperlihatkan Alaska yang sementara membayar belanjaannya disalah satu supermarket.

"K--kartu no limit ?! " jerit Dionna . Dalam foto itu tanpa sengaja paparazi ikut menangkap isi dompet dari Alaska yang terbuka saat ia hendak membayar belanjaannya.

"satu, dua, tiga, empat--- lima.. holly hell---" dengan teliti Dionna menghitung kartu yang terpampang, bola matanya hampir menyatu dengan foto itu.

"Gila----" Dionna menelan salivanya , memperkuat pertahanan dirinya yang mulai goyah

"Kau tahu kesukaanku itu apa ?"

"traveling." jawab Jenava "Setiap sebulan kau selalu liburan." wanita itu sudah hafal tabiat sahabatnya. "Jangan khawatir, yang perlu kau tahu calon suamimu itu punya banyak resort yang tersebar diberbagai wilayah Indonesia, ada juga dibagian Asia kalau tidak salah dinegara Vietnam."

"Kau bercanda ?" Dionna melotot

"Sayangnya tidak Dionna. Apa lagi huh ? permasalahan pesawat ? dia punya perusahaan penerbangan sendiri, sedang jalur laut ada dua kapal pesiar."

"Hah ??" Dionna menggebrak meja "terlalu sayang untuk dilewatkan ! Aku tidak akan melepaskan Alaska lagi !!!" Seru Dionna percaya diri.

Selain itu nama Alaska Krisan menjadi sesuatu yang menarik minat media massa. Berita mingguan bahkan sudah merilis namanya puluhan kali. Jika dibandingkan dengan Ayahnya nama Alaska Krisan lebih melambung tinggi dari Ayahnya Aslan Krisan.

Menghabiskan waktu lebih dari satu jam , Jenava kira belum cukup untuk membahas semua kekayaan dari seorang Alaska Krisan yang tak ada tandingannya . Dionna sampai dibuat menganga mengetahui seberapa banyaknya aset-aset kekayaan pria menyebalkan itu. Hidupnya akan sangat terjamin jika ia berhasil menjadi istri Alaska Krisan.

Apa sekarang Dionna harus berubah pikiran?

Harus !

Dionna bahkan secepat kilat sudah merubah pikiran kolotnya.

"Dionna kau harus pandai menggunakan otak dan wajahmu untuk memanfaatkan Alaska disetiap situasi yang ada, aku yakin dengan begitu kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau."

"Kalau dengan wajah ini aku yakin pasti bisa tapi aku tidak yakin kalau dengan otakku ? Kau lihat saja tadi, seberapa menyebalkannya dia, tapi demi uang aku harus bisa melakukan apapun." Kata Dionna penuh tekad

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Dionna untuk berubah pikiran. Uang bertindak sangat cepat untuk merubah pendiriannya dan uanglah yang paling bisa membuat Dionna tunduk tanpa banyak bicara.

"Kau harus bisa Dionna, tenang saja aku ada dibelakangmu untuk membantumu." Ucap Jenava.

Kedua wanita itu kini bersekongkol untuk melancarkan rencana perjodohan Dionna dan Alaska. Jenava sudah berjanji akan mengawal setiap proses sampai pada tanggal pernikahan yang akan ditetapkan nanti. Jenava harus membuat Dionna menjadi istri Alaska Krisan.

"Dionna, kau ini sahabatku yang paling beruntung segalaksi-- seandromeda---calon suamimu itu jelmaan Dewa, sangat sempurna. Sudah tampan diberikan pula tubuh tegap dengan dada yang bidang." oceh Jenava sangat antusias

Dionna memicingkan matanya " Bagaimana kau tahu kalau dadanya bidang ? memangnya kau sudah pernah merasakan pelukannya ?"

Jenava menggeleng "Aku akui Dionna, matamu memang tajam kalau bersangkutan dengan barang-barang mewah , tapi untuk urusan ini kau harus banyak belajar dariku."

Kemudian Jenava melanjutkan dengan serius "Hanya sekali lihat saja, aku bisa tahu kalau dada Alaska itu memang bidang. Mau tahu bagaimana cara melihatnya ?" Dionnapun mengangguk penasaran

"Kemejanya. Kau lihat kemeja yang ia gunakan tadi melekat pas ditubuhnya, dari situ kau bisa tahu dadanya bidang atau tidak." Dengan wajah bodoh Dionna mangut-mangut mendengarkan penjelasan Jenava.

"Tapi Dionna---" Jenava menjeda ucapannya.

"Apa ?"

"Kau tahu kan apa arti pernikahan ?"

Dionna mendelik "Memangnya aku sebodoh itu hingga kau bertanya seperti ini huh ?"

"Tidak . maksudku pernikahan itu hanya sekali seumur hidup, begitu kau menikah dengan Alaska satu-satunya lelaki yang ada dihidupmu cuma Alaska. Apa kau yakin tidak akan jatuh cinta lagi padanya seperti waktu itu ? Aku hanya khawatir, dan tidak mau melihatmu sakit hati." terang Jenava.

Dionna sedang berpikir, pernikahan yang akan ia jalani ini ibarat simbiosis komensalisme. Hubungan yang menguntungkan salah satu pihak , sementara pihak lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan (netral) dan Dionna menikah dengan Alaska untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menjaga keutuhan warisannya sama sekali tidak akan merugikan Alaska.

"Kau harus hati-hati untuk menjaga hatimu setelah pernikahan terjadi, mengerti ?" Dionna mengangguk

"Kau tenang saja, aku juga tidak akan menikah dengan pria itu jika bukan karena warisanku." ujar Dionna terus terang.

"Ada satu lagi yang harus selalu kau ingat dan waspadai.." ucap Jenava

"Apa lagi ?"

"Dengar ya Dionna, jika suatu saat Alaska tiba-tiba mengajakmu berciuman atau berhubungan intim, kau jangan langsung tergoda apalagi sampai mau !"

"Kenapa ? Bukankah itu hal wajar sesudah menikah ?" dengan polosnya Dionna masih bertanya

"Kau ini minim pengalaman, berpacaran saja kau belum pernah , kau masih terlalu polos untuk tahu seperti apa akal bulus para lelaki."

"Benarkah ?"

"Jika suatu saat Alaska tiba-tiba mengajakmu seperti itu, jangan sekali-kali untuk menerimanya apalagi langsung berpikir kalau pria itu sudah jatuh cinta padamu. Dia itu tidak tertarik denganmu , dia hanya akan memanfaatkanmu untuk memenuhi napsunya."

"Tapi bagaimana nanti kalau aku menolak dia malah mencari wanita lain diluar sana ?"

"Mungkin hal itu akan jadi senjatamu jika suatu saat kau ingin bercerai dengannya tapi kau tenang saja Dionna, dengar-dengar calon suamimu itu lebih nyaman tenggelam bersama ide dan pekerjaan ketimbang bermalam bersama seorang wanita."

Dionna tampak berpikir, benar juga kata Jenava.

Pernikahan itu hanyalah sebuah rekayasa yang tak ada artinya bagi Dionna ataupun Alaska, jadi tidak ada alasan bagi keduanya untuk melibatkan perasaan didalamnya.

"Baiklah. Jadi yang perlu kuperhatikan adalah jangan sampai jatuh cinta pada Alaska ." Dan Jenavapun segera menganggukkan kepalanya. Benar.

"Dionna bulu matamu jatuh" Kata Jenava tiba-tiba membuat Dionna otomatis diam .

Setelah berhasil mendapatkan sehelai bulu mata Dionna yang rontok, sambil tersenyum Jenava berkata "sepertinya setelah ini kau akan melihat hal-hal indah."

"Kau percaya dengan takhayul seperti itu ? aku malah yakin besok akan melihat setan dari pada hal-hal indah." keduanya sontak tertawa karena mulut Dionna.

"Dionna, aku tak bisa membayangkan bagaimana hari-hari kehidupan pernikahanmu nanti.."

"Pasti kacau." Timpal Dionna.

"Bayangkan saja saat calon suamimu itu tiba dirumah lalu melepas jas kerjanya , lengan kemejanya digulung setinggi siku, lalu beristirahat disofa, melempar kepala disandaran kursi sembari memejamkan mata sekedar melepas lelah sepulang dari kantor."

Bayangan yang ada diotak Jenava berkelana terlalu jauh, mulai dari betapa lebarnya bahu Alaska dengan dada yang bidang cocok sekali diajak berumah tangga.

Dalam imajinasi Jenava asemua terasa menyenangkan untuk didengar, entahlah Dionna tidak yakin apakah imajinasi itu akan benar-benar nyata dikehidupannya setelah ini atau berbanding terbalik dari apa yang diharapkan.

1
Mamimi Samejima
Jangan biarkan kami terlalu lama menunggu next chapter 🥺
Sindi S Mahulauw'Riry
Bikin gelisah, tapi enak banget rasanya. Tungguin terus karyanya ya thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!