Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.
Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.
Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.
Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...
Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
Pagi datang lagi di dunia yang sudah tamat. Cahaya mentari samar menembus langit berdebu. Tapi di satu sudut reruntuhan, ada kehidupan yang nggak biasa. Tepatnya di shelter kecil dari logam yang sudah dilapisi tambalan kaleng susu dan stiker “Area Ramah Anak”.
Di dalamnya...
“Mamaaa, mana sepatuku? Sepatu perang ku yang ada gambar kelinci itu~”
Shinn—cowok dengan wajah cantik, rambut panjang, dan mental setengah pasrah—menghela napas sambil membuka tas sistem.
“Yuki... itu sandal bukan sepatu perang. Lagian, gambar kelincinya udah lepas... sekarang tinggal kupingnya doang.”
Yuki manyun, lalu jongkok memeluk boneka “Koko Bunyi”.
“Kalau gitu, aku bawa Koko aja. Siapa tahu ada zombie yang bisa kabur cuma denger dia nyanyi.”
“Doa gue hari ini: semoga Koko nggak nyanyi pas kita lagi ngumpet...”
Gue berdiri, ngecek semua perlengkapan. Hari ini, misi pertama: ekspedisi luar shelter. Tujuan? Cari material dan zombie buat dikalahkan, supaya bisa dapat koin dan upgrade shelter.
Sistem udah nyediain beberapa item awal:
[Item Ekspedisi Aktif]
Scanner Barang Bekas (Level 1)
Bisa deteksi barang bernilai di radius 20 meter.
Radar Zombie Terdekat
Terdeteksi 1 zombie dalam radius 30 meter. Tipe: Tidak diketahui.
Kartu Gacha Harian: 1x Putaran Gratis
Gue dan Yuki keluar dari shelter. Udara luar lembab, berbau karat, dan ada aroma misterius yang selalu bikin gue nggak nyaman—perpaduan antara bensin basi, tanah, dan... zombie.
Yuki menutup hidung. “Mama, dunia luar bau kayak lemari bekas nenekku...”
“Untung aku nggak kenal nenekmu, jadi nggak bisa bandingin.”
Perjalanan dimulai. Kami menyusuri gang reruntuhan, jalan pelan sambil ngecek puing-puing dan mobil-mobil tua. Scanner berbunyi tiap beberapa langkah.
BEEP!
[Terdeteksi: Wajan Anti-Lengket Bentuk Hati]
[Nilai: 2 Koin jika dijual]
“Ambil!” seru Yuki senang. “Wajan hati bisa buat masak cinta~”
“Bisa juga buat lempar zombie kalau kita kepepet,” balasku datar.
Beberapa menit kemudian...
BEEP!
[Terdeteksi: Helm Kodok Anak – Anti-Sinar UV]
Yuki langsung ambil dan pakai. Bentuknya absurd: helm hijau dengan dua mata kodok di atasnya.
“Lihat Mama! Aku jadi Froggie Warrior!”
“...Zombie juga bakal bingung kalau lihat kamu.”
Kami terus maju, sambil sesekali lempar komentar konyol. Sampai akhirnya…
BIP-BIP-BIP!
Radar Zombie berbunyi cepat. Tanda zombie dekat.
“Dekat mana nih?” Gue panik.
Yuki berbisik, “Kayaknya... dari arah perpustakaan tua itu...”
Kami mendekat pelan. Dan di depan gedung perpustakaan yang hampir roboh, ada satu sosok bergerak pelan.
Zombie.
Tapi aneh.
Dia jalan bungkuk... pakai kacamata bulat besar... dan sedang menulis di dinding pakai spidol bekas.
Gue mendekat dan lihat tulisannya.
“2x + y \= 15...? …x \= 3, maka…”
Yuki nyeletuk pelan, “Mama... zombie itu lagi ngerjain soal matematika?”
Gue bengong. “Zombie... jenius?”
Zombie itu tiba-tiba berhenti nulis, lalu menoleh... matanya kosong, tapi ekspresi mukanya serius. Dia... nyodorin papan tulis ke arah kita.
Di atasnya tertulis:
“KAMU PUNYA JAWABAN X?”
“WOI—AKU LAGI DICERAMAHI ZOMBIE MATEMATIKA INI?!”
Zombie itu maju pelan-pelan sambil nunjuk-nunjuk ke papan tulis. Tangannya gemetar, tapi tetap nyambung ke tulisan.
Yuki ketakutan. “Dia minta kita ngerjain soal? Gimana kalau kita salah jawab?”
Gue nelen ludah. “Mungkin... kita bisa kalahin dia duluan.”
Gue ambil tongkat besi, siap serang. Tapi zombie itu lempar... kapur tulis!
“OW!”
Gue mundur, dan zombie makin dekat.
Yuki buru-buru ambil helm kodok dari kepalanya dan... PLAK! …dilempar ke kepala zombie.
BONK.
Zombie itu terdiam.
Lalu... jatuh duduk.
Lalu... nunduk.
Tiba-tiba dia nulis sesuatu di tanah:
“HELM KODOK \= GANGGUAN VISUAL. MEMORI ERROR. KELUAR DULU DARI ZOOM.”
Zombie itu... error?!
Beberapa detik kemudian, tubuhnya nge-glitch. Lalu... Poof! berubah jadi debu dan tinggalin satu Koin Zombie dan satu Kacamata Cerdas.
[Item Diperoleh: Kacamata Cerdas (Rusak)]
Dapat disambungkan ke sistem untuk akses statistik musuh di masa depan. Butuh perbaikan.
Yuki ambil kacamata itu dan pakai. Wajahnya kecil banget sampai kacamata itu nutupin separuh mukanya.
“Gimana?” tanyaku.
“Aku... jadi pintar 5 persen.”
Kami ketawa.
Tak jauh dari lokasi zombie, kami temukan gudang logam yang hampir roboh. Di dalamnya:
Kabel panjang
Besi karatan
Panel surya kecil
Baterai lama
Kardus-kardus misterius
Scanner bunyi lagi.
[Material Ditemukan: Cukup untuk Upgrade Shelter Level 2]
“YES!” Gue teriak sambil peluk Yuki.
“Mama hebat! Kita bakal punya rumah yang keren! Mungkin bisa ada AC juga!”
“Kalau sistem baik hati... mungkin AC-nya bonus.”
Kami mulai ngangkutin barang ke arah shelter. Perjalanan balik agak berat karena barang banyak, tapi untungnya sistem kasih bonus item:
[Transport Box Lipat – Kapasitas 50kg]
Kami sampai shelter saat matahari mulai turun. Yuki langsung nyalain kompor mini dari sistem, dan kami mulai bikin pesta kecil-kecilan.
Di atas meja:
Popcorn Anti-Racun
Teh Pemulih Mood
Permen Penambah HP (Rasa Jambu)
Yuki melompat-lompat. “Hari ini seruuu banget! Kita lawan zombie pintar, pakai helm kodok, dan dapet harta karun!”
Gue senyum. “Dan kamu masih hidup. Itu pencapaian luar biasa di dunia kiamat.”
Saat kami nyantai sambil ngemil, sistem muncul:
[Pengumuman Sistem]
Survival Event Mingguan Dimulai!
Tugas: Bertahan hidup selama 7 hari dari serangan zombie bertipe acak.
Hadiah: Gacha Shelter Premium (Diskon 50%)
Bonus: Skin Imut Eksklusif untuk Boneka Anti-Zombie
Yuki membaca sambil girang. “Mamaaa! Aku mau dapetin skin imut buat Koko Bunyi!”
“Kalau kita masih hidup, boleh.”
Koko Bunyi tiba-tiba muncul dan mengeluarkan tulisan:
“Aku ingin jadi boneka yang cantik~”
Gue ngelus kepala. Dunia ini gila, tapi… gue punya anak imut, boneka nyebelin, dan shelter yang makin kuat. Untuk sekarang, ini cukup.
mampir kak