NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersyukur

Hari pertama Aziel berada di padepokan Wasesa Segara , Aziel terlihat sedang duduk bersama beberapa murid kiyai Ismajati .

tak lama kemudian Kiyai Ismajati pun datang menghampiri murid-muridnya tersebut .

"waaah sedang berbincang apa terlihat serius sekali" ujar kiyai Ismajati sambil menyapa murid-muridnya.

"Mbah , kami sedang memberi arahan kepada Aziel , karena Aziel menanyakan kegiatan apa saja yang harus dilakukan di padepokan ini" jawab salah satu murid kiyai Ismajati .

"ooo begitu , Alhamdulillah kalau begitu adanya , ingat ya , merangkul dan peduli kepada sesama , jangan pernah membedakan terhadap sesama , karena manusia terutama muslim seperti kita silaturahmi lah yang menguatkan tali persaudaraan , silaturahmi lah yang menjaga ikatan persaudaraan antar umat beragama" ujar kiyai Ismajati tersenyum lebar senang melihat murid-muridnya berkumpul dan bisa merangkul orang baru seperti Aziel .

"baik Mbah , kami ingat pesan Mbah" ujar seorang murid .

"kalian lanjutkan pembicaraan kalian , Danu , Cahyo , Kuntadi jangan lupa untuk mengamalkan amalan rutin ya" lanjut kiyai Ismajati sembari mengingatkan muridnya .

"Baik mbah" jawab serentak ketiga murid kiyai Ismajati.

"apakah sebutan Mbah tadi di tujukan kepada kiyai Ismajati?" tanya Aziel bingung .

"ya , kiyai Ismajati lebih senang dipanggil Mbah , beliau tidak mau dipanggil kiyai karena seakan terlalu membanggakan gelar kiyai nya" jawab Kuntadi .

"betul , kiyai Ismajati sangat rendah hati , bahkan jika sedang berada di luar daerah pun beliau tidak memberitahu bahwa beliau seorang kiyai , menurutnya gelar kiyai terlalu sakral dan hanya untuk orang-orang yang sudah bersih hatinya" saut Cahyo .

"begitulah kiyai Ismajati, beliau selalu merasa belum pantas menerima gelar itu , sungguh jiwa rendah hati yang dahsyat" saut Danu .

Aziel mengangguk mendengar murid-murid kiyai Ismajati menilai gurunya .

"ternyata masih ada orang yang memiliki sifat rendah hati walaupun beliau di agungkan oleh masyarakat sekitar , sungguh berjiwa mulia" Aziel bergumam dalam hati .

"ziel , sampai disini dulu pembicaraan kita , esok kita lanjut kembali , karena sudah larut malam saatnya kami melakukan amalan yang diperintahkan oleh mbah" ujar Danu .

"iya ziel , kita amalan dulu , kamu kan belum diberi amalan oleh mbah , jadi kamu malam ini istirahat lebih awal saja" saut Cahyo .

"baiklah , silahkan lanjutkan kegiatan kalian , terimakasih sudah mau berbincang dan memberi arahan kepadaku" ucap Aziel sambil menundukkan kepala memberi tanda hormatnya kepada murid-murid kiyai Ismajati.

"tidak perlu canggung begitu , kita kan seumuran , jadi rileks saja ziel" saut Kuntadi .

"kami beranjak dulu dari sini , beristirahatlah ziel , ayo kita ke mushola" lanjut kuntadi sembari mengajak cahyo dan danu .

Danu , Cahyo dan Kuntadi pun beranjak pergi ke mushola . Sementara Aziel masih duduk bersandar di papan depan tempat tidurnya .

"sungguh pengalaman luar biasa , aku bisa dapat teman sekaligus keluarga baru disini , Desa Giriasem , desa ini lah yang membuat aku merasa seperti berada di lingkungan keluarga , sangat jauh berbeda dengan keadaan dan situasi saat berada dirumah , disini jauh lebih nyaman dan tentram , dan aku bisa merasakan kehangatan yang muncul dari dalam hati setiap orangnya , aku sangat bersyukur bisa tiba ditempat ini" Aziel bergumam terharu karena perjalanannya tidak sia-sia .

sambil menatap bulan yang sedang terang malam itu , Aziel terpukau dengan pemandangan langit yang indah dipenuhi bintang . Tak henti Aziel mengucap rasa syukur dan tak terasa air mata pun menetes karena terharu dengan apa yang sudah ia dapatkan .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!