NovelToon NovelToon
Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:49.8k
Nilai: 5
Nama Author: Razux Tian

"Berapa lama kau sanggup mencintaiku?"

"Selamanya. Tidak peduli napasku telah berhenti, tidak peduli ragaku telah tiada, selama jiwaku masih ada—tidak. Bahkan jikapun jiwaku telah tiada, cintaiku pada anda tidak akan pernah berubah. Aku akan selalu mencintai anda, hingga akhir waktu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razux Tian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Seminggu telah berlalu semenjak dia menemukan lukisan itu, dan dalam seminggu itu pula, Shura dengan sembunyi-sembunyi terus menyusup ke dalam kamar lukisan tersebut. Setiap malam, dia melakukan itu, dan setiap siang maupun sore jika dia memiliki waktu.

"Shura-sama, Sesshoumaru-sama meminta hamba untuk meyampaikan pesan supaya anda menemuinya di tempat latihan pedang." Ujar seorang pelayan sambil membungkukkan kepala memberi hormat pada Shura.

Shura tidak mengatakan apa-apa. Jika Ayahandanya ingin bertemu dengannya di tempat latihan pedang, artinya hanya satu, Ayahandanya akan melatihnya secara langsung. Latihan dengan Ayahandanya tidaklah ringan, meski dia adalah anak kandungnya dan masih kecil, beliau tidak akan segan-segan menghajarnya dalam latihan. Memar, luka dan darah pasti akan memenuhi seluruh tubuhnya saat latihan selesai.

Dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, Shura menyandang pedangnya dan berjalan menuju tempat latihan pedang. Saat dia melangkah kakinya memasuki tempat itu, mata emasnya langsung menemukan Ayahandanya yang telah menunggunya.

Rambut perak panjang, badan yang tinggi ramping, telinga yang runcing, dua garis unggu di pipi, tanda bulan sabit di dahi dan sepasang mata berwarna keemasan. Shura tahu, itulah rupanya kelak, sama persis dengan youkai di depannya—Ayahandanya, Sesshoumaru, Inudaiyoukai penguasa tanah barat.

"Tarik pedangmu dan lawan diriku, Shura." Perintah Sesshoumaru datar dengan wajah tanpa ekpsresi.

Shura segera menuruti perintah Ayahandanya tanpa mengeluarkan sedikit pun suara. Dia menarik keluar pedang yang ada dipinggangnya dan menatap serius lawannya, mencari kelemahan, mencari celah untuk menyerang.

Sesshoumaru tidak menarik pedang maupun bergerak sedikit pun, mata emasnya hanya menatap Shura, anak satu-satunya yang sedang mencari kelemahan dan celah untuk menyerang. Lalu, sedetik kemudian, Shura pun bergerak maju sambil menghunuskan pedang padanya.

Kecepatan gerak Shura sangat luar biasa, mata manusia pasti tidak akan dapat menangkapnya. Namun tidak bagi Sesshoumaru. Di dalam matanya, gerakan anaknya itu sangat lambat, dia bisa melihat dengan jelas celah mematikan yang dapat dimanfaatkan lawan untuk membunuhnya.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Sesshoumaru kemudian mengangkat tangan untuk menyerang anaknya. Tangannya yang memiliki kuku tajam bagaikan pedang bergerak dengan luar biasa cepat mengincar dada Shura. Mata Shura terbelalak karena terkejut dengan serangan Ayahandanya yang tiba-tiba, dan fatalnya, dia tidak menemukan kesempatan untuk menahan ataupun menghindar.

Kuku tajam itu melukai Shura, mengoyak bagian dada haori yang dikenakan serta kulitnya. Darah mengalir menuruni dada. Namun, dia tidak berteriak kesakitan ataupun menunjukkan ekspresi kesakitan. Dia berusaha untuk menahan rasa sakit itu dan menyerang lagi. Hanya saja, itu semua tidak ada gunanya, sebab penguasa tanah barat yang dilawannya dapat dengan mudah menggagalkan serangannya dan menghempaskan dirinya hingga terjatuh menubruk lantai batu di bawah.

Sakit.

Punggungnya yang menubruk lantai batu dingin sangat sakit, dan dia berusaha keras menahan suara teriakkan kesakitan yang hampir saja keluar dari mulutnya. Shura berusaha untuk bangkit lagi, namun tangan cakar Ayahandanya dengan cepat mencengkram lehernya dan menubruk kembali punggungnya ke atas lantai batu.

"Jika aku adalah musuhmu, kau sudah mati sejak tadi, Shura." Ujar Sesshoumaru dengan dingin tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun.

Mata emas Shura hanya bisa menatap lurus wajah Ayahandanya. Begitu kuat dan tidak kenal ampun. Dia tahu, dia tidak mungkin dapat mengalahkan beliau sekarang. Namun, suatu hari nanti, saat dia sudah besar, dia pasti dapat mengalahkannya

Sesshomaru bisa melihat dengan jelas mata Shura. Memang ada ketakutan, namun ketetapan hati dan kepercayaan bahwa suatu hari nanti anaknya ini dapat mengalahkan dirinya terlihat lebih jelas. Shura memang mirip sekali dengannya.

Sesshoumaru kemudian melepaskan tangannya. Tanpa mempedulikan luka disekujur tubuh anaknya, dia membalikkan badan dan berjalan menjauh. "Pergilah ke tempat Akihiko, sang penguasa tanah selatan besok. Jangan kembali sebelum kau menjadi lebih kuat."

Mata Shura terbelalak mendengar perintah Ayahandanya. Dia ingin membuka mulut untuk menolak. Namun, sesaat kemudian, dia segera mengurung kembali niatnya. Melawan Ayahandanya adalah sebuah tindakan yang tidak bijak, sebab dia tidak punya hak untuk melawan perintah beliau yang merupakan seorang penguasa.

Dia akan meninggalkan istana tanah barat dan menuju istana tanah selatah besok, dan di dalam hati Shura, perasaan sedih, kecewa dan bingung bercampur aduk. Ayahandanya memerintahkan dirinya untuk pulang saat dia menjadi lebih kuat, itu artinya dia akan menemui Akihiko-sama untuk latihan. Kapan latihannya itu baru akan berakhir? Seminggu? Sebulan? Setahun? Atau lebih lama lagi? Dia tidak tahu. Yang dia tahu hanya satu, yaitu; dia tidak akan dapat melihat lukisan itu jika dia pergi ke sana. Dia tidak akan dapat melihat senyuman musim semi gadis dalam lukisan dalam beberapa hari ke depan—melihat senyum yang sangat dicintainya.

...****************...

1
my love
Baca ulang untuk kesekian kalinya, tapi sedihnya masih kerasa banget 😭😭😭
arisa
tetiba kangen fanfic ini 🥹
Safitri_P
kok, jdi inget miroku 🤣
Safitri_P
wkwkw, ada jga Rin yang sudah bekerja keras karena sesshomaru
Safitri_P
lucu amat si chapter" ini. Baru kemarin suruh cerita. Semalam malah ngelakuin 🤣.
Safitri_P
wkwkw, gmana mau cerita sama sesshomaru. Sesshomaru aja pernah bilang klo dia udh ngelakuin itu sama Rin. Dia pasti lepas kendali 😂
Safitri_P
Rin polos amat 😂. Rin, bilang sama sesshomaru jangan setiap hari di lakuin nya 🤣.
Titi Atun
Luar biasa
Titi Atun
/Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Lily Reihanwijaya
bagus banget 😍😍 baca dari ff ke wp akhirnya ku tuntaskan di sini..
makasih banyak 😻🥰😘🤩🥳🥳
Anna Ra
dan selamanya pula, kisah ini tidak akan pernah aku lupakan. Hingga akhir hayatku🤧
Ely Ameliya
pedang aja dari kemarin kemarin kenapa ketuker? sprti tidak menyimak
Ely Ameliya
asal lo tau kayu jati cuma ada di negara tropis
Ely Ameliya
harusnya membolos ga sie??
Superman
Dah buat novelnya dari kapan thor ? 2 hari langsung kelar aja
i'hara
chapter banyak. biasanya lebih menarik di jadi kan komik kan.... romansa, reinkarnasi.
Kita_Yama
Entah kenapa masih kepikiran kalo lukisan itu adalah lukisan Rin
Kita_Yama
Chotto!!! Sesshoumaru? Inuyasha janaii??
Razux Tian: ini jalan cerita asli karya saya kok🤣🤣, hanya tokoh2nya saja yang bukan, karena ini fanfic😁
total 4 replies
Kita_Yama
Jujur, masih dendam sama Inuyasha karna pernah nyakitin Kagome 😭
Kita_Yama
saran aja, lebih bagus pake kata kamu aja Thor. aku dukung!!! Soalnya aku penggemar Inuyasha >///<
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!