NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:586.6k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.

Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.

Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JTD Bab 5

Posesif di Balik Meja Kerja

"Ish! Pak Bayu mau apa? Kenapa pegang-pegang saya? Kita bukan muhrim, Pak!" Nayla langsung memasang barikade. Wajah cantiknya ditekuk, menunjukkan rasa tidak suka yang amat sangat.

Bukannya melepas, Bayu justru semakin asyik mengunci tatapannya pada wajah Nayla. Dari jarak sedekat ini, ia harus mengakui satu hal. Gadis ini memang cantik, bahkan jauh lebih cantik dari Linda, mantan istriku. Tapi di balik wajah malaikat ini, tersimpan mulut yang benar-benar butuh didisiplinkan, gumam Bayu dalam hati.

Sret!

Nayla menghempas tangan Bayu dengan tenaga penuh. Ia tidak sudi dilecehkan oleh dosen yang menurutnya sedang menyusun siasat kotor di balik wajah diamnya itu.

Melihat tangannya terhempas, Bayu justru mengerutkan alis, sedikit takjub dengan nyali besar mahasiswinya. Tanpa permisi atau salam, Nayla langsung berbalik, berniat melenggang pergi.

"Nayla. Mau ke mana kamu?" panggil Bayu, menghalangi langkah gadis yang jika prediksinya benar adalah calon istrinya.

"Mau keluarlah! Memangnya mau ngapain lagi di sini?"

"Siapa yang suruh kamu keluar?"

"Naluri saya, Pak!" jawab Nayla cuek bebek.

"Naluri? Kamu pikir saya mau berbuat macam-macam padamu, Nay?" tanya Bayu, membuat Nayla terdiam sejenak.

"Nggak tahu. Kan Pak Bayu belum ngomong mau ngapain saya," jawab Nayla polos, yang justru membuat Bayu menggelengkan kepala heran.

"Kemarilah. Saya ingin bicara serius," pinta Bayu sambil menggeser kursi di depan meja kerjanya, mempersilakan Nayla duduk.

Dengan langkah malas yang diseret-seret, Nayla akhirnya duduk. "Mau ngomong apa, Pak? Bisa lebih cepat nggak? Langsung ke intinya saja, saya ada janji sama teman."

"Bilang saja mau janji temu sama pacar, kan? Sok-sokan bilang teman," sindir Bayu telak.

Nayla menaikkan sebelah alisnya. Dih, nih dosen kepo banget. Kenapa suaranya jadi mirip orang cemburu? batinnya heran.

"Ya iyalah, Pak. Saya ada janji sama 'teman hati'. Jadi tolong, Pak, jangan bikin dia menunggu terlalu lama di sana," ucap Nayla sengaja menekankan kata 'teman hati' agar dosen di depannya ini segera melepaskannya.

Entah mengapa, ada rasa nyeri yang ganjil di dada Bayu mendengar istilah itu. "Tidak boleh. Mulai hari ini kamu saya tunjuk menjadi asisten dosen untuk mata kuliah saya. Dan tugasmu dimulai detik ini."

Bayu menyodorkan segunung lembar kerja mahasiswa beserta laptop miliknya ke hadapan Nayla.

"Apa-apaan ini, Pak?! Saya nggak mau! Saya berhak menolak!" Nayla langsung berdiri dari kursinya.

"Saya tidak menerima penolakan. Kamu tahu sendiri kan, kalau kamu berani menolak, saya tidak akan segan memberikan nilai terburuk sepanjang sejarah kampus ini untukmu," ancam Bayu dengan wajah sedatar tembok.

"Ish! Bapak benar-benar nyebelin! Segini banyak mau selesai kapan? Bisa lumutan saya di ruangan ini!" Nayla memukul tumpukan kertas itu dengan gemas.

"Sudah, kerjakan saja. Semakin lama kamu mengomel, semakin lama kamu terkurung di sini, Nayla," sahut Bayu tanpa menoleh, pura-pura sibuk dengan bukunya.

"ARGHHHH!" Nayla berteriak frustrasi tepat di depan wajah Bayu. Teriakannya yang melengking membuat Bayu refleks menutup telinganya dengan telapak tangan.

"Kondisikan suaramu! Gendang telinga saya bisa pecah, Nayla. Kamu ini gadis paling berisik yang pernah saya temui!" protes Bayu tajam.

"Biarin! Habisnya Pak Bayu seenak jidat nyuruh-nyuruh saya. Coba kalau Bapak di posisi saya, pasti sudah ngamuk juga!"

"Berhenti mengomel. Kerjakan sekarang!" perintah Bayu final.

"Ugh... untung dosen. Kalau bukan, sudah gue tendang ke Kutub Utara biar hipotermia sekalian!" gerutu Nayla seraya mulai menginput nilai ke laptop Bayu.

Di balik wajah datarnya, Bayu mati-matian menahan tawa mendengar gerutuan Nayla. Ada kepuasan tersendiri melihat 'teman hati' yang dimaksud Nayla pasti sedang lumutan menunggu di luar sana. Aku tidak akan rela sesuatu yang akan menjadi milikku disentuh orang lain, batin Bayu dengan senyum devil yang tipis.

Nayla yang melihat senyum itu merinding. Sayang banget ganteng-ganteng tapi killer, posesif, dan agak-agak ODGJ, umpatnya dalam hati.

Tiga puluh menit berlalu. Suasana hening di ruangan itu tiba-tiba dipecahkan oleh suara "demo" dari perut Nayla. Bunyinya cukup nyaring hingga menggema ke seluruh ruangan. Nayla meringis, mengusap perut datarnya yang kelaparan.

Bayu menaikkan alisnya, mencoba menahan diri untuk tidak langsung mengajak makan karena gengsinya yang setinggi langit.

"Duh, laper..." rintih Nayla sengaja dikeraskan.

"Kamu lapar?" tanya Bayu akhirnya.

Nayla memutar bola mata malas. "Pertanyaan macam apa itu? Sudah tahu perut saya bunyi kayak petir, masih nanya. Bukannya nawarin makan, malah nanya doang. Ugh, sabar... sabar..."

"Ya kalau lapar, ya makan," balas Bayu santai, membuat mata Nayla nyaris keluar.

"Gimana mau makan kalau pintunya dikunci, Bapak Dosen yang Terhormat?!" semprot Nayla penuh emosi.

"Oh. Ya sudah, duduk saja. Selesaikan tugasmu," pinta Bayu tanpa rasa berdosa.

"Gak mau! Saya lapar! Otak saya nggak bisa jalan kalau perut kosong!" Nayla protes sambil melipat kedua tangan di depan dada.

Gerakan itu tanpa sengaja membuat "aset" kembarnya menyembul di balik pakaiannya, terpampang nyata di depan mata Bayu.

"Waw... ternyata asetnya cukup besar juga," gumam Bayu tanpa sadar, matanya terfokus pada gundukan di balik tangan Nayla.

Sadar arah pandangan dosen mesumnya, Nayla segera menutupi dadanya dengan panik.

"Heh! Pak Bayu, matanya tolong dikondisikan ya! Jangan coba-coba mengintip 'gunung kembar' saya!" omel Nayla sambil memiringkan tubuhnya, menatap Bayu dengan tatapan penuh kewaspadaan.

1
Ulna Yana
kak , update dong 😔😭
laelatul qomar
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
dihh pake diucapin lagi
Ella Ella
ceritanya mkin amburadul Thor
Pipit F 🤩
Naylul emang kang kompor suka kalo sodara-sodaranya susah
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
siap2 ajalah para opa2🤭🤭🤭pembalasan nay lbh kejam🤣🤣
bayangan
🤭🤣🤣🤣 bapknya sendiri aja tkut sama kelakuan anaknya si naylul 🤣🤣
Ramadhani Kania
siap2 y oppa2 d marahi nenek uyut....🤭😂😂
Wu Shi Des
bagus Thor, semangat up nya...
Pipit F 🤩
waduh mode adu domba ini mah sesama kakek kakek 🤣🤣
emang bener-bner si Nayla
Pipit F 🤩
kena skak matt
Pipit F 🤩
emang istri durhakim 😅
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
nay hbs makn dimsum mendptkan wangsit🤭
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣nay tau aja yg mahalan🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣msh mode marah2
bayangan
wah si nayla mau adu domba ni ke kakek abraham 🤣 bakalan seru tuh kakek kakek adu mulut gegara sinayla 😅
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
otaknya bnr² encerr si Naylul
Pipit F 🤩
kasian ini para pelayan di grebek para tetua mafia emak rmak 😅🤣
Pipit F 🤩
istri istri mode singa semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!