NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Lama

Mayang kecil diasuh oleh Bibi tua yang dibayar Papanya untuk mengasuh. Ia disuapi, dibacakan dongeng, ditenangkan saat menangis. Papanya pulang seminggu sekali. Masa kecilnya dihabiskan di Jerman, tempat Papanya bekerja. Papanya hanya sibuk bekerja dan bekerja. Ia juga dingin. Bahkan tak pernah memeluknya, menciumnya, mengajaknya bermain.

 

 

Sampai ia umur 5. Ia paham dan itu sedikit melukai ingatannya kini. Papanya membencinya. Setidaknya itu yang ia ingat. Kehilangan Mama membuatnya hilang akal. Mamanya meninggal saat melahirkannya. Perempuan yang dicintainya. Ia menyalahkan Mayang. Bayi yang bahkan tak tau apa-apa. Ia lampiaskan kehampaan hatinya dengan bekerja. Mayang kecil tak kurang sandang dan pangan. Semuanya terpenuhi, tapi tidak dengan kasih sayang. Dalam ingatannya itu ia paham. Papa memang salah. Tapi dia tahu cara menebusnya. Tapi dia menyesal. Tapi terkadang memori itu datang dan mengusiknya.

 

 

Di umur Mayang yang ke 5, Bibi Emily meninggal dunia. Perempuan itu yang mengajarinya baca tulis, mengajarinya berenang, bersepeda, naik kuda, juga mengajarinya bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Mendiang suaminya orang Indonesia, salah satu anak buah Papanya.

 

 

Mayang kecil takut pada Papanya. Sentuhan hangat tak pernah dia dapatkan.

 

 

Sore itu sepeninggal Bibi Emily, ia merangkul boneka beruang kesayangannya di sudut sofa, tak berani mendekati Papanya. Sudah seminggu Papanya tidak bekerja. Mayang anak yang mandiri. Ia bisa makan sendiri, memakai bajunya sendiri, mandi sendiri. Papanya cuma membantu melakuakan semuanya tanpa bersusah payah.

 

 

Tapi yang Papanya lakukan setiap sore adalah menangis. Membaca buku di genggamannya lalu menangis. Membenamkan kepalanya dalam tangis yang dalam. Lalu meminta Mayang mendekat, menangislah ia sesudahnya. Mayang kecil canggung, ia sayang Papanya, juga khawatir. Ia suka dipeluk. Papanya selalu tertidur setelahnya, tak lupa ia ambilkan selimut untuk menghangatkannya.

 

 

Di pekan kedua, Papanya mengajaknya keluar rumah. Untuk pertama kalinya digandengnya tangan mungil itu. Mayang kecil mendongak memandangi pria itu, seolah tak percaya. Tapi senyum kecil tersungging di wajahnya.

 

 

Ia dibelikan eskrim. Diajak ke taman, didorongnya ayunan itu sambil dielus kepalanya. Mayang tersenyum sepanjang sore, bukan karena eskrim, tapi karena Papanya.

 

 

Mereka terduduk di kursi. Papanya berlutut di depannya, membenarkan tali sepatunya.

 

 

"Mayang bisa sendiri, Pa," Mayang tersenyum manis.

 

 

Pria itu menangis hingga terguncang-guncang pundaknya. Putri mungilnya. Bahkan tak pernah ia memakaikan sepatu putrinya. Rasa bersalah menyergap dadanya. Ia tahu, selama ini dendamnya telah melukai putrinya secara tidak langsung. Kehilangan istrinya membuat hatinya tertutup. Ia menyesal.

 

 

Diserahkannya buku diary itu, yang dibacanya setiap sore sepekan terakhir ini. Setelah sekian lama benda itu ia sembunyikan di kotak bersama foto-foto pernikahannya, juga barang-barang kesayangan istrinya.

 

 

"Mayang bisa membaca?"

 

 

Gadis itu mengangguk pelan. Raut mukanya kebingungan melihat Papanya menangis sedemikian hebat. Dipandanginya buku bersampul cantik berwarna cokelat itu di tangan mungilnya.

 

 

"Mulai sekarang, ini milik Mayang. Ini buku Mama."

 

 

Mayang tertidur di gendongan Papanya saat perjalanan pulang. Bahagianya hari ini. Sekaligus rasa heran akan sikap Papanya. Tapi ia suka. Selama ini itu yang dia cemburu diam-diam dari teman sebayanya yang mendapat kasih sayang begitu hebatnya dari Ayahnya.

 

 

Hari-hari selanjutnya sikap dingin itu menghilang. Rumah itu menjadi hangat. Mayang kecil berani mendekati Papanya. Tak canggung lagi saat dipeluk, hingga tertidur di pangkuan Papanya.

 

 

Papanya mengajaknya untuk melihat sebuah kotak. Yang nampaknya belum lama dibersihkan Papanya dari debu dan kotoran. Di dalamnya ia melihat banyak sekali foto Mamanya. Foto Mamanya kecil, foto saat wisuda, foto bersama Papanya, foto pernikahan dan foto saat perut Mamanya membesar. Ia terlihat bahagia memegangi perutnya.

 

 

Mayang tau di dalam perut itu ada bayi. Mama temannya hamil, ia tahu setelah perut itu mengecil, Michael punya adik bayi. Papanya bilang ada Mayang di perut Mama.

 

 

Papanya selalu menceritakan apa yang disukai Mamanya. Makanan favoritnya, musik kesukaannya, semua tentang Mamanya.

 

 

Bulan berikutnya dia berada di sebuah pesawat. Papanya menggenggam tangannya erat. Papanya bilang mereka akan pindah ke Jakarta. Tempat dimana orang-orang dan temsn-temannya di sekolah nanti anak berbicara Bahasa Indonesia. Mayang mengangguk, kemanapun itu, dia suka selama ada Papanya. Papanya bilang mereka akan bertemu setiap hari. Papa akan bekerja hingga sore. Ia akan diantar dan dijemput sepulang sekolah oleh Papanya. Hati Mayang berbunga-bunga.

 

 

***

 

 

Pukul satu. Papa Mayang pulang ke rumah. Di ruang TV, Jalu tertidur diselimuti kain Ibunya. Mbok Jum pamit pulang. Ia menolak ditawari tidur di kamar tamu, merasa sungkan. Setelah dipaksa dan diyakinkan akhirnya dia mau sambil berulang mengucapkan terimakasih.

 

 

Papa Mayang membuka perlahan pintu kamar anak gadisnya. Ia tersenyum, putrinya tertidur pulas. Tapi senyumnya berubah menjadi pilu. Penyesalannya datang lagi. Gadis itu tertidur sembari mendekap buku diary Keiko, mendiang istrinya. Dibukanya halaman terakhir yang putrinya baca. Bekas basahan air mata. Ia tertunduk menahan tangis.

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!