Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEINGINAN AIS
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Waktu seakan begitu cepat berlalu tak terasa sudah hampir satu tahun kak Rey meninggalkannya, meski mereka sering berkomunikasi lewat HP yang diberikan kak Rey, namun Ais tak pernah menelpon duluan kalau bukan Rey yang mulai teleponan itu tak akan terjadi. Dan untuk sementara Ais meminta kak Rey untuk tak menelpon dirinya karena sebentar lagi Ais akan Ujian.
Sekarang Ais dan Maria telah duduk disemester akhir kelas tiga SMA tak lama lagi mereka akan menyelesaikan masa - masa SMA mereka yang indah, dan akan berganti dengan indahnya masa perkuliahan, entah Ais bisa kuliah apa tidak, karena kedua orangtuanya hanya bisa menyekolahkan anak - anaknya sampai SMA saja, nanti saat Ais tamat maka giliran adiknya pula yang akan sekolah.
Namun semua itu lantas tak membuat Ais berputus asa, dia tetap belajar dengan semangat untuk menjadi kebanggan kedua orangtuanya yaitu lulus dengan nilai yang baik.
"Mar... bagaimana persiapanmu untuk ujian nanti, sudah berapa persen"Tanya Ais
"Aisss aku belum persiapan karena akhir - akhir ini kesehatanku kurang baik"Ucap Maria
"Kita belajar bersama saja ya, boleh dirumahku saja biar aku hemat ongkos"Ucap Ais
"Oh iya aku juga mau ketemu pak Amat untuk memberi tahu kalau selama persiapan ujian ini aku nggak bantu pak Amat cuci piring dulu"Ucap Ais
"Mar... aku ketempat pak Amat ya, apa mau ikut"Tanya Ais
"Nggak deh Ais, gue dikelas aja"Ucap Maria
Ais pun pamit dan meninggalkan Maria menuju tempat pak Amat.
*****
Kantin...
"Assalamualaikum pak"Ucap Ais
"Waalaikumussalam, eh nak Ais, ada apa, kan sekarang belum jam nya cuci piring"Tanya pak Amat
"Begini pak Ais mau minta maaf soalnya selama persiapan ujian mulai minggu depan Ais sepertinya nggak bisa lagi bantu bapak karena Ais fokus untuk unian dulu"Ucap Ais sedih
"Haduh nak, nggak apa - apa, belajar aja yang giat bapak doa in nanti Bisa lulus dengan hasil yang baik"Ucap pak Amat.
"Terima kasih banyak ya pak atas bimbinganya selama ini, dan Ais mohon maaf bila selama membantu bapak disini banyak ke kurangannya"Ucap Ais tersenyum
"Justru bapak yang banyak terima kasih, nak Ais sudah banyak bantu bapak, nanti bapak pasti akan merindukan nak Aia"Ucap pak Amat.
Ais berpamitan pada pak Amat dan pergi meninggalkan kantin.
Aku pasti akan selalu mengingat masa - masa ini, batin Ais
*****
Kelas...
"Mar... istirahat pertama kita ke mushola yuk"Ajak Ais
"Ais... gue lagi dapet nih nggak bisa pergi"Ucap Maria
"Ya udah deh nanti aku pergi sendiri aja, nggak apa - apa kok"Ucap Ais
Jam pelajaran berlangsung banyaj dengan mempelajari soal - soal karena waktu ujian tinggal tiga minggu lagi.
Bel panjang berbunyi Ais segera menuju Mushola untuk sholat dhuha dan mengaji, saat telah selesai mengaji tiba - tiba Ais teringat Almarhum Amar alis Acong sahabatnya dulu, rasanya sudah lama Ais tidak mengunjunginya, dan Ais berencana akan nyekar ke makam Amar setelah pulang sekolah.
*****
Pelajaran sekolah berakhir.....
"Ais.. kamu kok sepertinya agak buru - buru mau kemana"Tanya Maria
"Aku mau betemu teman lama Mar"Ucap Ais tersenyum
"Kamu mau ikut"Tanya Ais
Maria sempat berfikir kalau Ais mulai melupakan kakaknya.
"Apa boleh aku ikut, teman kamu nggak marah"Tanya Maria
"Nggak kok Mar, dia cowok yang baik, dia. sholeh"Ucap Ais
Karena penasaran Maria memutuskan untuk ikut, ia ingin memastikan bahwa perasaan Ais terhadap kakaknya belum berubah.
*****
"Kita sampai Mar "Ucap Ais
Maria merasa heran mengapa mereka ada diperkuburan.
"Ais... nggak salah rumah temanmu disini"Tanya Maria
Ais tersenyum melihat Maria seperti kebingunggan.
"Nggak kok Mar, bener kita udah sampai"Ucap Ais
"Kak Rey juga kenal kok sama Amar tapinkak Rey ingatnya nama dia masih Acong"Jelas Ais
Akhirnya Maria mangut - mangut tanda dia mengerti.
Dipusara Amar alias Acong, Ais memanjatkan doa untuknya, dan berharap dia tenang di jannah Allah.
Ais pun menceritakan tentang Amar pada Maria, mendengar cerita Ais ia pun menitikkan air mata karena mengingat kepergian Acong sebagai seorang muslim.
"Ais tapi aku bersyukur Amar telah tiada kalau tidak dia akan menjadi saingan berat abang gue"Ucap Maria
Mereka berdua tertawa, dan tak menyadari ada banyak mata yang terus mengawasi Ais semenjak Rey pergi.
*****
Ujian Tiba
Selama ujian Ais tak mengizinkan kak Rey menelpon sekarang genap tiga minggu mereka lose kontak.
Ais sangat fokus terhadap ujiannya, dia belajar dengan giat, setelah shlolat malam pun Ais langsung belajar, sampai masuk waktu subuh, habis subuh Ais sempatkan untuk membantu ibu karena kak Ani dan kak Ara sudah menikah, jadi tanggung jawab mereka sekarang Ais yang mengerjakan dibantu oleh ibu dan adik Ais yang mulai remaja.
"Bu.. ayah... Ais berangkat ya , doa. kan Ais semoga bisa menjawab denganl ancar"Ucap Ais pamit
"Inshaa Allah kami selalu mendoakan yang terbaik buatmu Ais"Ucap Ayah
Ais berangkat lebih awal karena takut telat ujian. Berbekal doa dari ayah dan ibu membuat Ais merasa optimis.
*****
Hari ini terakhir ujian ada rasa bahagia dan ada juga rasa sedih. Ais bahagia karena tugasnya belajar sebagai anak SMA akan selesai. Tetapi sedihnya Ais tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya, dan adik yang dibawah Ais akan segera masuk SMA juga.
Ais mengirim pesan pada kak Rey bahwa kak Rey sudah boleh menelponnya.
Membaca sms dari Ais serasa mendapatkan oase dipadang pasir bagi seorang Rey, membaca sms saja sudah senyam senyum sendiri, membuat teman kampusnya heran.
Note:
Percakapan Rey dengan teman - teman kampusnyan Author tulis dalam bahasa Indonesia aja ya biar nggak riber bacanya
"Apa kamu sudah gila Rey"Tanya Thomas
"Ya... aku sudah gila, karena hampir tiga minggu aku tak melihat atau mendengar suara kekasihku"Ucap Rey
"Apa dia cantik"TanyanThomas lagi
"Sangat cantik, wajahnya oriental"Jawab Rey
"Wauuu sungguh luar biasa, sangat manis"Ucap Thomas saat melihat foto Ais
"Aku rasanya ingin cepat pulang untuk menikahinya"Ucap Rey
"Kamu serius"Tanya Thomas
"Disinikan banyak gadis bule yang seksi dan menawan, apa kau tidak tertarik"Ucap Thomas
"Tidak... hatiku hanya untuk nya, sudah lah kau jangan menggodaku Thomas"Ucap Rey
*****
Telpon Rey...
"Assalamualaikum khumairohku"Ucap Rey
"Waalaikumussalam, calon imamku"Jawab Ais dengan wajah yang sudah merona
"Mau video call hmmm"Tanya Rey
"Nggak usah kak, Ais malu"Ucap Ais
Ais tak mau Rey melihat wajahnya yang telah. bersemu merah. Tapi bukan Rey kalau menyetujui permintaan Ais.
Video call...
Mau tidak mau akhirnya Ais mengangkat panggilan video itu
Tak ada yang bicara baik Rey maupun Ais, keduanya hanya saling pandang dan saling menunduk lalu tersenyum malu.
"Ais... kakak kangen habisnya disiksa selama tiga minggu puasa melihat wajahmu, dan mendengar suaramu, bahkan sms atau wa pun nggak boleh, jadi Ais harus tanggung jawab sekarang"Ucap Rey
Yang diajak ngobrol hanya diam menunduk kadang tersenyum lucu melihat ekspresi kak Rey.
"Kak...apa Ais boleh curhat"Tanya Ais
Melihat wajah Ais yang tampak serius dan sedikit murung membuat Rey terlihat sedikit gusar.
"Ada apa Ais, ceritalah jika bisa akan kakak bantu"Ucap Rey
"Sebenarnya Ais ingin kuliah tapi ayah dan ibu tak ada biaya, sedang adek Ais inshaa Allah akan SMA juga tahun ini"Ucap Ais sedih
"Apa Ais mau kalau kak Rey minta mami dan papi membiayai kuliah Ais"Tanya Rey
"Nggak kak, jangan Ais tak mau merepotkan orang lain, Ais mau kuliah dengan biaya sendiri, mungkin nanti Ais akan cari kerja dulu"Ucap Ais
"Kak Rey... udahan dulu ya, disini udah malem soalnya, Ais minta doanya saja supaya keinginan Ais untuk kuliah bisa tercapai, aamiin"Ucap Ais
"Aamiin ya Mujib"Ucap Rey
"Assalamualaikum calon imamku"Ucap Ais
"Waalaikumussalam khumairohku"Ucap Rey
Ya Allah mudahkanlah Ais meraih cita - citanya, lindungi selalu dimana pun Diberada, Ais... kakak semakin sayang padamu yang tak pernah mau tergantung pada orang lain yang tak mau menyerah dengan keadaan. Aisku... batin Rey
Akankah Ais bisa kuliah??????
Siapa yang selalu mengawasi Ais????
Ikuti terus kisahnya ya
Makasih dah baca karyaku
Maksih dah kasih like and komenya
Maksih juga yang dah kasih vote nya
Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia.
Salam Manis,
🤗
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam