NovelToon NovelToon
(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:15.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aylis

TERDIRI DARI DUA SEASON!!!

~ SEASON SATU
Dari bab 1 - 173 Tamat (174-175 spesial ending)

~ SEASON DUA
Dari bab 177 - 270 tamat

Sinopsis season 1

Alysscalla zalea adalah seorang dokter muda cantik dan cerdas yang baru saja memulai karirnya, tetapi semua berubah ketika ia pulang larut malam dan melewati jalan pintas yang tak sengaja melihat pembunuhan.

Pria itu menikam perut korban nya secara berulang terus menerus. Kecerobohan nya membuat ia terlihat oleh orang lain.

"Harus ku apakan orang yang suka ikut campur ini?" dengan seringai jahat, yang berbicara halus di samping telinga gadis itu
"Ampuni aku....
Aku takkan bilang siapapun" dengan wajah memelas dan memohon dengan gemetaran pada pria itu

Awal yang akan membuat dirinya terjebak oleh rantai terkuat dan terus menjerat hidup hingga tak memiliki jalan untuk keluar.

Sinopsis season 2.

Tak pernah terpikirkan oleh nya jika pria yang terhormat dan penuh dengan etika itu akan menodai n

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman part 2

Melihat Alyss yang makin menangis membuat Hazel semakin senang.

"Ssttt...

Kenapa kau menangis ha?! Aku akan membiarkan teman mu menemanimu. Jadi berhentilah menangis." ucap Hazel sembari menutup bibir Alyss dengan satu ibu jarinya.

Cairan putih bening makin meleleh keluar dari ujung mata sayu milik Alyss.

"Ku mohon...

Dia tak salah apapun...

Lepaskan dia, kau bisa menghukum ku..." ucap Alyss memohon yang di selingi tangis.

"Dia tak salah? Tentu saja dia salah, dia membantu mu kabur dari ku, dan itu adalah kesalahan yang sangat besar." ucap Hazel berbisik di telinga Alyss.

Saat mendengar ucapan Hazel, Alyss semakin menangis. Ia sangat menyesal dan mengutuki kebodohan karna melibatkan Larescha dalam rencana pelariannya.

"Ta-tapi dia tak tau apapun, ini salah ku." ucap Alyss yang tetap memohon.

Hazel hanya tersenyum melihat wajah Alyss yang penuh dengan keputusasaan. Tanpa berkata-kata ia pergi membelakangi Alyss dan melangkahkan kaki nya ke meja yang di atasnya tersusun pisau yang sangat tajam dengan rapi.

"Tidak! Aku tak bisa biarkan ini, kalau begitu ayo buat taruhan 50:50." ucap Alyss dalam hati.

Ia diam-diam mengambil salah satu benda tajam milik Hazel yang tak sengaja terjatuh di dekatnya.

Hazel yang tengah sibuk memilih pisau apa yang cocok digunakan untuk menguliti Larescha, tak memperhatikan pergerakan Alyss.

Saat Hazel membalik tubuh nya, ia melihat Alyss memegang semacam pisau tipis yang bentuk nya mirip seperti pisau medis yang di letakkan nya di lehernya.

"Apa yang kau lakukan?!" tanya Hazel dengan nada tinggi sembari melihat Alyss dengan tatapan melotot.

"A-aku, akan sama-sama mati saja dengannya. Ta-tapi jika kau berjanji akan melepaskan temanku, aku tak akan melakukannya, dan aku akan menerima semua hukuman dari mu." ucap Alyss yang berusaha memberanikan dirinya.

"Dia tak suka jika aku bunuh diri, dan menyelamatkan ku waktu itu. Itu berarti dia tak akan senang jika tak mati di tangannya sendiri. " ucap Alyss dalam hati.

Ia membuat taruhan 50:50 bisa saja Hazel menghentikannya atau malah menjadi boomerang baginya. Namun apapun itu baginya harus mencoba segala cara untuk mengeluarkan Larescha dari genggaman Hazel.

Untuk sejenak Hazel terdiam melihat Alyss. Ia cukup mengagumi keberanian Alyss yang ingin mengancam nya walaupun seluruh tubuhnya gemetar.

Setelah terdiam beberapa saat, Hazel tertawa dengan sangat keras. Suara tawa nya menggema mengisi seluruh ruangan putih tersebut, dan hal itu tentunya membuat Alyss semakin takut.

"HAHAHA Kau ingin mengancam ku? Kalau begitu lakukan." ucap Hazel yang tertawa setelah itu langsung merubah wajahnya menjadi dingin kembali.

"Akan ku lihat apa kau benar-benar berani melakukannya." sambung Hazel dengan tatapan tajam ke arah Alyss.

Tangan Alyss bergetar memegang benda tajam tersebut yang sedang berada di lehernya.

"Ba-baik!" ucap Alyss dengan air mata yang tak henti-henti nya terjatuh walaupun ia sudah menahannya.

"La...

Maaf, seharusnya aku tak melibatkan mu." ucap Alyss lirih sembari melirik sahabatnya sekilas.

Alyss pun memejamkan matanya dan mulai menggores lehernya, sedikit darah mulai keluar menetes turun dari lehernya.

"Tunggu!" ucap Hazel yang menghentikan Alyss dari menggores lehernya lebih dalam lagi.

"Aku bisa tidak membunuh temanmu, tapi kau harus bisa melewati permainan yang ku buat." ucap Hazel pada Alyss.

Alyss membuka matanya dan menghentikan tangannya.

"Permainan? Permainan seperti apa?" tanya Alyss pada Hazel.

"Ini mudah! Aku akan mencambuk mu 50 kali dengan ini. Kau tak boleh menangis, bersuara, dan harus tetap berdiri seperti itu.

Jika aku mendengar kau bersuara atau menangis aku akan menambah 2 cambukan lagi padamu, dan jika kau terjatuh sebelum selesai hitungan cambukan nya, aku akan mengulang hitungan dari awal lagi.

Bagaimana kau setuju?" ucap Hazel menjelaskan sembari menunjukkan cambuk tali yang besar di hadapan Alyss.

"50 kali? Apa aku sanggup? tapi apapun itu aku harus mencobanya." ucap Alyss dalam hati.

Ia sebenarnya ragu pada dirinya sendiri, namun hal itu sepadan jika dibandingkan dengan nyawa temannya sebagai taruhannya. Walaupun hal itu dapat membahayakan dirinya sendiri.

"Baik! Aku sanggup." ucap Alyss menyanggupi perkataan Hazel.

"Benarkah? Baiklah jika begitu.

Oh iya aku lupa memberi tau mu, kau tak boleh pingsan sebelum permainan selesai, jika kau pingsan maka permainan menjadi batal, dan aku akan tetap membunuh temanmu, dan membuatnya menjadi boneka." ucap Hazel dengan senyuman yang tersimpul di wajahnya.

Melihat Hazel yang tersenyum membuat Alyss bergidik ngeri. Namun Alyss tetap menyanggupi perkataan Hazel lagi.

Hazel memulai cambukan pertama dengan sangat kuat.

Ctass...

"Akhh!" Alyss yang tak sengaja bersuara langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya yang mungil.

"Sudah kukatakan tak boleh bersuara, bukan? Sekarang akan ku tambah 2 kali, menjadi 52 cambukan. Jika kau tak tahan kau bisa meminta ku untuk berhenti." ucap Hazel yang makin tersenyum mendengar suara jeritan kecil Alyss.

Alyss tak menjawab ucapan Hazel, dan Hazel pun mulai mencambuknya lagi dengan kuat.

Ctass... Ctass...Ctass....

Suara cambukan yang kini memenuhi ruangan tersebut, Alyss berusaha menahan suara nya untuk keluar dengan menggigit bibirnya serta menutup mulut nya dengan kedua telapak tangannya.

Beberapa bekas cambukan Hazel tak hanya membuat jalur biru keunguaan namun juga membuat beberapa luka, yang membuat tubuh Alyss berdarah.

Setelah 7 cambukan Hazel terus mencambuk di bagian kaki Alyss, karna terus mendapatkan pukulan di tempat yang sama Alyss akhirnya terjatuh.

"Ada apa ini? Kau sudah jatuh? Bagaimana apa masih ingin di lanjutkan?" tanya Hazel dengan nada mengejek pada Alyss.

"Ya masih." ucap Alyss lirih dan berusaha berdiri lagi.

"Dasar keras kepala! Baik akan ku ulangi dari hitungan satu kembali." ucap Hazel sembari mengangkat cambuknya kembali.

Ctass...Ctass..Ctass....

Hazel kembali mencambuknya. Alyss merasakan sakit yang luar biasa pada tubuh nya, darah nya mulai menetes ke lantai yang berwarna putih tersebut dan menembus pakaiannya. Pakaian yang dikenakan Alyss pun kini terlihat bewarna merah, walaupun sebelum nya ia mengenakan dress berwarna abu-abu muda.

Mata nya terus mengeluarkan cairan putih bening tanpa suara, ia menggigit bibir nya dan menutup rapat mulutnya, wajah nya mulai pucat seiring jatuhnya setetes demi setetes darah yang ia keluarkan.

Rasa sakit ? Tak usah ditanyakan lagi. Pandangan Alyss yang mulai mengabur, telinganya mulai berdengung, dan ia harus tetap bertahan.

Dalam benaknya ia terus mengucapkan

Tak boleh pingsan, tak boleh jatuh, tak boleh bersuara.

Kata-kata itu yang terus terulang di kepalanya.

Bahkan beberapa darah Alyss terciprat ke wajah Hazel, Hazel tak merasa iba ataupun kasihan sedikitpun melihat Alyss yang menahan sakit. Walaupun Alyss adalah wanita yang ia cintai.

Rasa kesal dan marah karna Alyss pergi darinya lebih menguasai dirinya, sehingga ia tak merasakan iba sedikitpun dan melupakan bahwa Alyss memiliki hemofilia yang dapat membahayakan nyawanya jika terus mengalami perdarahan.

Ctass...Ctass...Ctass....

Beberapa cambukan terakhir yang diberikan oleh Hazel pada Alyss. Setelah selesai Hazel melempar cambuk tersebut ke samping.

"Apa sudah selesai?" pikir Alyss ketika melihat bayangan samar Hazel yang melempar cambuk tersebut.

Alyss yang sedari tadi menahan sakit yang luar biasa pada tubuhnya, akhirnya ambruk ke lantai.

Hazel mendatanginya dengan wajah dingin.

"Kau benar-benar bertahan. Baiklah aku tak akan membunuh temanmu, tetapi dia harus tetap dihukum, dan kau juga harus tetap menerima hukumanmu" ucap Hazel sembari mengelus wajah pucat Alyss, yang menatapnya dengan tatapan kosong.

Alyss hanya melihat wajah Hazel dengan pandangan yang samar, ia juga tak dapat mendengar apa Hazel katakan dengan jelas.

Rasa sakit di tubuh nya terlalu besar seperti menembus di setiap sel yang berada ditubuhnya.

"Sakit sekali, aku tidak tahan." ucap Alyss dalam hati yang secara tak sadar mulai memejamkan matanya.

1
ZrLee Darman
ga' mau adiknya rusak..tapi merusak anak orang..hadehh minta dijewer ni si Louis
ZrLee Darman
🤣🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
🤣🤣🤣 kasian Rian
Naaaa
baca ulang..
rarr
bagusnyoooo
rarr
semuanya GARA2 KM ZELLLL, emosi bgt thor
rarr
lebih baik mati aja lys, gpp smph gpp
buat hazel mati bediri, gedek bgtttt
nilnilnil
hai IM back may 2025 woiii bertahun tahun selalu setia dengan ni novel 🥰
Tania Franny
Waduh si Allis ngidam mau bakar rumah.
Buat aku aja rumahnya aku masih ngontrak😁😁
Yoan
alamak... da berkali kali ku baca novel ini... gantengnya Bambang tamvan ku 🥰🥰🥰
Rindi Antika desesa
ka? tanggung jawab gak?! mataku sembab kelamaan nangisin alyss😔
Desi Maulida
otornya ngadi ngadi achhh
msk alys UD babak blur gt msh snggup melawan
ap LG UD smpe kna tusuk gt...
evaaylis: the power of kepepet itu si Alyss wkwk, othor nya terinspirasi dari berita pembacokan yang terjadi di sekitar rumah othor, wajah nya sudah habis di bacok suami nya, sampai hilang hidung nya dan beberapa bagian seperti terbelah tapi masih sanggup ke kantor kepala mengadu tentang si suami/Sob/ si ibu nya baru pingsan setelah melihat wajah nya di cermin/Sob/
total 1 replies
Desi Maulida
fantasi othornya terlalu kejam ..
Anggun Peratiwi
Luar biasa
Thina Hendtin
kalo aku pilih lompat dari gedung yg tinggi aj,supaya mati,GK disakitin lg
Thina Hendtin
emosiku keluar rasany
Thina Hendtin
emosi aku thorr bacanya,ubah lah sifat hazal
Meihua Yap imut
novel yang pertama kali membuatku menangis terbawa emosi, aku harap ada karya baru tentang kehidupan baru tentang allys dan hazel
nilnilnil
halo im back 5x baca ni novel Louis Clara
Tita Amelia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!