NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang membawa satu rahasia terbesar. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Saat Rahasia Ziva mulai terkuak, memicu antara benci dan cinta. Apakah Ziva akan benar-benar merajut luka hatinya Rian, atau justru hancur bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Pukulan 35.

Suara napas Keysha yang memburu menjadi satu-satunya bunyi yang tersisa di koridor remang itu.

Telapak tangannya mati rasa, masih menyisakan sensasi panas setelah menghantam dua wajah di depannya.

Ada kepuasan instan yang sempat meletup di dadanya, tetapi itu tidak bertahan lama.

Detik berikutnya, rongga dadanya justru terasa semakin lowong dan perih.

Marvel memegangi rahangnya. Matanya yang biasa menatap Keysha dengan pandangan malas atau dingin, kini berkilat penuh amarah yang pekat. Harga diri cowok itu telanjur diinjak-injak tepat di depan selingkuhannya.

"Lo bilang apa tadi? Sampah?" Suara Marvel merendah, jenis suara yang selalu menjadi sinyal bahaya.

Dia melangkah maju, memangkas jarak hingga bayangan tubuh tingginya menenggelamkan Keysha. "Lo pikir lo sebersih itu, Key? Lo cuma cewek egois yang terobsesi sama status perfect couple di sekolah! Lo nggak pernah peduli gue hancur kayak gimana!"

"Marvel, udah..." Clara merintih di lantai, mencoba menarik ujung jaket bomber Marvel dengan tampang kasihan yang dibuat-buat, namun cowok itu mengibaskannya. Fokus Marvel seratus persen terkunci pada Keysha.

"Gue egois?" Keysha tertawa sumbang. Air matanya menetes makin deras, merusak riasan matanya. "Gue yang nemenin lo tiap kali lo berantem sama bokap lo! Gue yang pura-pura bego waktu tahu lo jalan sama cewek lain demi ngejaga nama baik lo! Itu yang lo sebut egois?!"

"Bacot!"

Marvel kehilangan kendali. Pikirannya menguap karena rasa malu dan stres yang menumpuk berhari-hari akibat ancaman pemutusan fasilitas dari ayahnya.

Ditambah lagi tamparan keras Keysha barusan.

Begitu Keysha hendak berbalik untuk pergi, Marvel mencengkeram lengan cewek itu dengan kasar.

"Lepas, Vel! Sakit!" Keysha meringis. Pergelangan kakinya yang terkilir sudah tidak kuat menahan beban, dan kini lengannya dicengkeram hingga memerah.

"Nggak usah sok suci di depan gue!" Marvel menyentak lengan Keysha, mendorong tubuh cewek itu menjauh dengan kekuatan yang terlalu besar untuk ukuran tubuh cewek yang sedang cedera.

BRAK!

"Aw!"

Keysha kehilangan keseimbangan. Kaki kanannya tertekuk salah arah, menimbulkan bunyi krak yang mengerikan di sendinya.

Tubuhnya terhempas keras ke lantai koridor yang dingin.

Medali emas yang melingkar di lehernya menghantam ubin dengan denting nyaring—sebuah ironi besar bagi sang ratu sekolah yang beberapa menit lalu dipuja di tengah lapangan. Rasa sakit menjalar dari pergelangan kaki langsung ke ubun-ubunnya, membuat pandangan Keysha sempat memutih. Dia terjerembap, memegangi kakinya dengan tubuh bergetar hebat.

Marvel sempat terpaku melihat Keysha yang tersungkur. Ada kilasan rasa bersalah di matanya, namun egonya yang telanjur terluka membuat cowok itu tetap berdiri tegak, enggan mengulurkan tangan.

"Itu akibatnya kalau lo nggak bisa jaga mulut lo," desis Marvel dingin.

"Woi! Bajingan lo, ya!"

Sebuah teriakan menggelegar dari ujung koridor. Sebelum Marvel sempat mencerna situasi, sebuah bayangan bertubuh tegap melesat cepat.

BUGH!

Satu jotosan mentah mendarat telak di rahang kiri Marvel. Pukulan itu begitu bertenaga hingga membuat Marvel terpelanting ke samping dan menghantam dinding beton.

Itu Rian.

Cowok itu masih mengenakan kaos hitam bertuliskan nama Ziva—kaos yang beberapa menit lalu membuat hati Keysha seperti disayat sembilu. Napas Rian memburu, matanya merah padam menatap Marvel dengan urat-urat yang menyembul di lehernya.

Rian yang biasanya bersikap tenang dan selalu menatap Keysha dengan binar memuja, kini menjelma menjadi sosok yang mengerikan.

"R-Rian...?" Clara memekik horor, langsung mundur merangkak menjauhi area konflik.

Marvel menyeka darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. Dia mendengus, menatap Rian dengan tatapan menantang. "Oh, pahlawan kesiangan datang. Kenapa? Lo mau jadi anjing penjaga cewek stres ini lagi? Bukannya lo udah punya mainan baru yang namanya Ziva?"

"Jaga mulut lo, sialan! Lo nggak pantes nyentuh Keysha bahkan dengan ujung jari lo sekalipun!" Rian meraung. Dia merangsek maju, mencengkeram kerah jaket Marvel dan kembali melayangkan pukulan ke perut cowok itu.

BUGH! BUGH!

Marvel mencoba membalas. Dia mengayunkan tinjunya, mengenai pelipis Rian.

Namun, Rian seperti tidak merasakan sakit. Di tambah melihat Keysha diperlakukan seperti binatang di depan matanya sendiri, membuat adrenalin Rian meledak. Rian membanting tubuh Marvel ke lantai, menindihnya, lalu menghujani wajah Marvel dengan pukulan bertubi-tubi yang sudah diajarkan oleh Zegan— Kakaknya Ziva.

BUGH! BUGH! BUGH!

"Rian, stop! Cukup!" Clara menjerit-jerit histeris melihat wajah Marvel yang mulai bersimbah darah. Dia tidak berani mendekat, ketakutan setengah mati melihat kemarahan murni Rian.

Koridor sepi itu kini dipenuhi suara benturan fisik yang mengerikan. Marvel sudah tidak mampu membalas, dia hanya bisa menyilangkan kedua lengannya di depan wajah, mencoba menahan amukan Rian yang kalap.

Keysha menyaksikan semua itu dari lantai. Dunianya serasa berputar.

Rasa sakit fisik di kakinya kalah telak dengan rasa hancur di dalam dadanya.

Mengapa semuanya harus menjadi sekacau ini? Mengapa cowok yang dia cintai mati-matian justru menghancurkannya, sementara cowok yang baru saja ia buang seperti sampah dengan bersama cewek lain justru menghajar orang demi dirinya?

Ironi ini terlalu berat untuk ditanggung oleh egonya yang sudah remuk. Keysha tidak kuat lagi. Dia merasa jiwanya ditelanjangi, menjadi tontonan yang menyedihkan di koridor gelap ini.

Dengan sisa-sisa tenaganya, Keysha menyeret tubuhnya di atas lantai. Dia mengabaikan rasa sakit yang menusuk-nusuk di kakinya yang membengkak. Dia merangkak mendekati Rian.

"Rian... udah, Rian..." bisik Keysha, suaranya parau, tenggelam di antara suara pukulan Rian.

Rian yang masih kalap bersiap melayangkan satu pukulan pamungkas ke arah mata Marvel. Tangannya sudah melayang di udara, siap menghantam.

"Rian, stop! Gue mohon... hiks... stop..."

Tepat saat tangan Rian bergerak turun, Keysha menjatuhkan seluruh tubuhnya ke depan.

Kedua tangannya yang bergetar hebat langsung memeluk erat kaki kanan Rian yang menjadi tumpuan cowok itu di lantai.

Keysha menyembunyikan wajahnya di sana, menangis tergugu hingga pundak ringkihnya naik-turun dengan ekstrem.

Sentuhan tiba-tiba itu seperti air es yang menyiram kepala Rian. Kepalan tangan Rian membeku di udara, hanya berjarak beberapa senti dari hidung Marvel yang sudah berdarah.

Rian menunduk. Kemarahan yang tadinya membakar matanya mendadak padam, digantikan oleh rasa ngilu yang luar biasa saat melihat Keysha—cewek yang selalu tampil angkuh, cantik, dan tak tersentuh—kini sedang bersimpuh di lantai, memeluk kakinya sambil menangis meraung-raung seperti anak kecil yang kehilangan arah.

"Key..." Suara Rian bergetar, napasnya masih terengah-engah.

"Maafin gue selama ini, Rian... hiks... gue nyesal udah buang kado lo ke kolam renang, gue nyesel..." ratap Keysha di sela tangisnya yang pecah. Suaranya terdengar begitu rapuh, begitu hancur, hingga mampu menyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Dia tidak peduli lagi pada medali emasnya, tidak peduli pada Marvel, tidak peduli pada harga dirinya yang tersisa. Dia hanya ingin menghilang saat ini juga.

......................

...****************...

Tbc,

1
Luna
semangat sya💪,berubah jadi baik itu emang sulit . keberanian kamu ngomong ke guru tua keren loh,
Luna
akhirnya si Keysa waras juga,,, siapa tau nanti muncul jodoh mu sya🤭,
Rofiwan: akan kukabulkan jodoh untuk keysha yang... setara🤭
total 1 replies
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 Riyan ttep. bego uda lah ziv g usa dket cowok plin plan kayak riyan🤭 gk tau diri
Luna
GK salah sih marven dapat cewek lain dia kaya duit banyak,,,kalo ada yg lebih baik dari kamu yh GK mungkin lah di lewat kan , sedangkan Rian dia udah capek banget di PHP in terus ada cewek yg ngasih dia perhatian yh GK mungkin dilewatkan Rian ,,, sekarang elu sendiri GK dapat dua duanya,
Luna
untung si Marvel atau marven sudah putus sama nih cewek,,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣 semoga ada cewek gila lain untuk mantan Keysa 🤣🤣🤣🤣🤣
falea sezi
awas aja lu rian oleng🤣 Ziva gue suruh pindah sekolah
falea sezi
jauhin aja ziv laki gk tau diri🤣 uda ma kesya aja cocok😒 sampah sama sampah
Luna
dalam mimpi sya,,,,,🤣🤣🤣
Luna
Marvel sebelas dua belas sama si Naya yh Thor🤣🤣🤣🤣🤣🤣,agak gila ,,,,gituloh
Rofiwan: Naya versi lanang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!