Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembur
Perlahan suara tawa arabella terdengar.”Kamu ingin balas budi kepada kedua orang tuaku? Angel…setelah menikah, orang tua suamimu adalah orang tuamu. Kamu juga harus berbakti dan menghormati mereka. Terlebih kedua orang tuaku bukanlah orang tua kandungmu. Kenapa kamu begitu berat meninggalkan mereka?”
Senyuman menyungging di wajah Dina.”Aku sudah pusing memikirkannya arabella, seandainya dulu kamu yang menikah dengan Cakra. Pasti tidak akan jadi seperti ini. Kamu begitu pengertian dan baik, berbeda dengan Angel.”
Suara gebrakan terdengar, Angel bangkit dari tempatnya duduk.”Arabella! Kamu pasti sengaja memperkeruh hubungan kami!”
“Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya mengemukakan pandanganku. Sebenarnya ada jalan yang lebih adil, daripada memutuskan untuk tinggal di rumah ini atau di rumah orang tua Cakra. Kalian bisa membeli rumah sendiri yang lebih nyaman. Nanti agar orang tua kedua belah pihak merasa tidak dirugikan, kalian bisa bergiliran menjenguk mereka. Itu adalah solusi praktis…daripada terus seperti ini. Setiap hari kalian membuat keributan membuat kupingku sakit.” Arabella menguap beberapa kali.
“Apa yang Arabella katakan itu benar. Ayah dan ibu hanya merasa tidak adil, Angel itu yatim piatu tidak memiliki orang tua. Sudah seharusnya tinggal di rumah mertua, merawat dan menemani kami. Bukan malah tinggal di rumah orang tua angkatnya. Lagi pula kami masih begitu mampu membiayai hidupmu dan Angel. Tidak ada alasan bagi pewaris tunggal Kertanegara Group untuk tinggal di sini.” Kali ini Dina menegaskan kata-katanya, wanita yang selalu menatap sinis ke arah menantunya.
“Kak Dina, jangan seperti itu. Angel sudah bagaikan anakku sendiri. Karena itu aku sangat memperhatikannya, walaupun dia sudah menikah dengan Cakra saat ini. Tapi, mungkin karena aku terlalu merindukannya…jadi belum rela kalau dia pindah.” Melda menghapus air matanya yang tidak mengalir.
Sedangkan arabella menatap aneh ke arah ibunya. Selalu saja seperti ini, sang ibu seakan-akan memanjakan Angel. Padahal Angel bukanlah Putri kandungnya.
Ini menjadi begitu aneh…
Tulisan melayang pada kolom komentar itu kembali terbuka. Menampakan deretan komentar aneh.
‘Aku penasaran sebenarnya siapa orang tua kandung Angel?’
‘Sudah menikah tapi tidak mau tinggal di rumah mertua. Apalagi Cakra berasal dari keluarga konglomerat. Aneh kalau Angel tidak mau pindah, jangan-jangan dia cuma takut pada ibu mertuanya…’
‘Aku bosan melihat protagonis ini. Kapan giliran antara arabella dan Xavier?’
Berbagai komentar yang variatif, membuat dirinya tidak dapat berkata-kata. Wanita yang menghela nafas kasar, kemudian kembali menikmati minumannya.
Tapi jika dipikirkan benar juga, entah kenapa ibunya terlalu berpihak kepada Angel. Bahkan ayahnya yang terlalu mencintai ibunya, menjadi ikut berpihak kepada Angel. Ini lumayan membingungkan dan tidak dimengerti oleh arabella.
“Angel, kita turuti keinginan di buku untuk pindah ya?” Cakra kembali membujuknya.
“Aku bilang tidak bisa ya tidak bisa…kalau kamu mau pindah, pindah saja sendiri.” Angel bangkit dari tempatnya duduk, menekankan kata-katanya kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan.
“Angel! Angel…Angel…” Cakra bangkit dari tempatnya duduk, berusaha mengejar istrinya.
Sedangkan Dina mulai mengeluh.”Benar-benar tidak tahu adab. Entah apa yang merasuki Cakra, hingga bersedia menikah dengan makhluk seperti itu.”
“Hal yang merasuki Cakra? Setan cinta…”Arabella pada akhirnya tertawa, benar-benar tidak dapat menahan tawanya lagi.
Dirinya tidak berbuat apapun, tapi segalanya bagaikan Angel menghancurkan dirinya sendiri. Karakter protagonis mulai runtuh, ini benar-benar sesuatu yang aneh baginya.
“Kak Dina, Angel biasanya tidak berperilaku seperti itu. Hari ini kebetulan saja, Karena pekerjaannya terlalu banyak.” Melda berusaha keras untuk tersenyum, berusaha meyakinkan Dina.
“Benar! Semalam bahkan Angel lembur, sampai lupa waktu pulang. Entah ke mana dia lembur dengan investor…” sebuah sindiran telak dari arabella.
pacaran lagi dengan si dia
😅😅😅
seruuu ini 🤣🤣
cuma...???
🫣🤣🤣🤣
kasiaaaan
mampus makan tu angel mu