NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:47k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Malam di kawasan Jakarta Selatan biasanya dipenuhi dengan suara musik berdentum dan gemerlap lampu neon.

Sebuah club malam mewah bernama White Tiger berdiri megah di pusat kawasan hiburan tersebut.

Ini bukan sekadar tempat hiburan biasa, melainkan markas utama dari Sindikat Macan Putih yang sangat ditakuti.

Di dalam ruangan VVIP yang kedap suara di lantai paling atas, Bos Macan sedang menikmati cerutunya sambil ditemani beberapa wanita penghibur.

Pria berwajah beringas itu tertawa terbahak-bahak mendengar alunan musik yang mengalun pelan di ruangannya.

"Bagaimana? Apa sepuluh pembunuh bayaran kita sudah membawa gembel bernama Arif itu kemari?" tanya Bos Macan pada tangan kanannya, seorang pria kurus bermata licik bernama Budi.

Budi yang berdiri di sudut ruangan langsung mengusap keringat dingin di dahinya.

"M-maaf Bos, tim elit kita kehilangan kontak sejak siang tadi di area kampus," lapor Budi dengan suara gemetar takut dimarahi.

"Mereka seperti lenyap ditelan bumi, bahkan sinyal GPS mereka sudah mati total."

Brak!

Bos Macan memukul meja kaca di depannya hingga retak, membuat wanita-wanita penghibur di sebelahnya menjerit kaget.

"Bodoh! Sepuluh pembunuh elit hilang tanpa jejak dari kampus anak-anak orang kaya?!" bentak Bos Macan murka.

"Pasti ada yang tidak beres! Siapkan pasukan penjaga penuh malam ini di seluruh lantai club!" perintahnya dengan insting mafia yang sudah terasah tajam.

Budi buru-buru mengangguk dan hendak berlari keluar ruangan untuk memberikan perintah.

Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, terdengar suara dentuman yang sangat mengerikan dari lantai bawah.

BUMMM!

Gedung mewah itu bergetar hebat seperti sedang dilanda gempa bumi berskala kecil.

Suara musik yang sangat keras dari lantai dansa di bawah tiba-tiba mati total digantikan oleh jeritan kepanikan yang luar biasa.

"A-apa yang terjadi di bawah sana?!" jerit Bos Macan panik berdiri dari sofanya.

Lampu di ruangan VVIP itu tiba-tiba berkedip beberapa kali sebelum akhirnya padam total menyisakan kegelapan yang mencekam.

Di lantai dasar club White Tiger, pemandangan yang tersaji lebih mirip seperti di medan perang daripada tempat hiburan malam.

Pintu kaca utama klub itu telah hancur berkeping-keping menjadi butiran debu kristal akibat tendangan yang sangat brutal.

Di tengah pecahan kaca itu, Arif berdiri dengan sangat tenang memakai jaket kulit hitam panjang yang berkibar tertiup angin malam.

Wajah pemuda itu sedingin bongkahan es abadi, matanya memancarkan aura membunuh yang sangat pekat bagai iblis dari neraka.

Di belakang Arif, puluhan anggota pasukan pembunuh elit Bayangan Malam dari Biro Akasa berdiri berbaris dengan sangat rapi dan tanpa suara.

Mereka memakai seragam hitam dengan topeng naga yang menutupi wajah mereka, memegang pedang pendek yang sudah haus akan darah.

"T-tolong! Lari! Ada serangan dari luar!" teriak para pengunjung club yang berlarian panik menyelamatkan diri keluar dari pintu belakang.

Pasukan penjaga club White Tiger yang berjumlah ratusan orang berhamburan keluar dari berbagai sudut ruangan sambil memegangi senjata tajam dan pistol rakitan.

Mereka mengepung Arif dan pasukannya dengan wajah beringas meski ada sedikit ketakutan melihat penampilan menyeramkan musuh mereka.

"Siapa kalian?! Berani sekali membuat keributan di markas Macan Putih!" teriak salah satu kepala penjaga club menodongkan pistolnya ke arah Arif.

Arif sama sekali tidak mempedulikan teriakan itu, dia bahkan tidak melirik ke arah penjaga yang menodongnya.

Dia melangkah maju dengan sangat pelan, namun setiap langkahnya seolah menghimpit udara di ruangan itu membuat para penjaga kesulitan bernafas.

"Tuan Besar, apakah kami mulai pembersihan sekarang?" suara kapten pasukan Bayangan Malam terdengar dari belakang Arif.

"Sapu bersih, jangan sisakan satu pun kecoa yang bisa merayap," perintah Arif dengan nada datar yang sangat mematikan.

"Siap laksanakan!"

WUSSS!

Puluhan pasukan Bayangan Malam melesat maju bagaikan hantu yang haus darah menembus barisan penjaga club tersebut.

Pertarungan yang tidak seimbang itu pun dimulai, dan langsung berubah menjadi pembantaian sepihak dalam hitungan detik.

Trang! Srak! Duagh!

Pedang-pedang pendek pasukan elit Biro Akasa bergerak dengan sangat presisi mematahkan setiap serangan dari penjaga Macan Putih.

Suara tembakan pistol yang sesekali terdengar sama sekali tidak melukai pasukan bayangan itu karena kecepatan mereka jauh melampaui peluru.

Hanya butuh waktu kurang dari lima menit, ratusan penjaga club itu sudah terkapar merintih kesakitan di lantai yang kini dipenuhi noda merah darah.

Tidak ada yang mati, karena Arif sudah memerintahkan agar mereka hanya dilumpuhkan untuk diserahkan ke pihak berwajib nantinya.

Arif berjalan santai melewati tumpukan tubuh manusia itu, melangkah menaiki tangga utama menuju lantai VVIP di atas.

Di lantai atas, Bos Macan dan Budi masih berdiri mematung di dalam ruangan gelap yang hanya diterangi cahaya rembulan dari jendela.

Brak!

Pintu tebal ruang VVIP itu ditendang hancur dari luar hingga terlepas dari engselnya.

Arif melangkah masuk diikuti oleh dua orang kapten pasukannya di belakang.

Bos Macan menelan ludahnya dengan susah payah melihat aura mengerikan yang dibawa oleh pemuda di depannya ini.

"S-siapa kau?! Apa yang kau inginkan dari Sindikat Macan Putih?!" tanya Bos Macan dengan suara bergetar hebat.

"Kau yang mengirim sepuluh anjing pembunuh untuk menculik wanitaku tadi siang, dan sekarang kau bertanya siapa aku?" jawab Arif menyeringai sinis.

Mata Bos Macan langsung melotot lebar menyadari identitas pemuda yang baru saja menghancurkan markas kebanggaannya.

"K-kau... kau Arif Wicaksono? T-Tuan Besar Biro Akasa?!" gagap Bos Macan jatuh terduduk di atas sofanya.

"Ternyata rumor itu benar... kau benar-benar monster yang menghancurkan geng Naga Hitam semalam," lanjutnya dengan wajah pucat pasi.

Budi yang berdiri di sudut ruangan nyaris pingsan saking takutnya, kakinya lemas tidak kuat menopang tubuhnya lagi.

Arif berjalan mendekati Bos Macan dan berdiri tepat di hadapan pria beringas yang kini berubah menjadi kucing penakut itu.

"Aku sudah membiarkan tikus-tikus kecil bermain di pelabuhan kemarin, tapi kalian malah mencari mati dengan menggangguku lagi," desis Arif.

Arif mencengkeram kerah baju Bos Macan dan mengangkat tubuh pria besar itu dari sofa hanya dengan satu tangan!

"A-ampuni aku Tuan Besar! Aku salah informasi! Aku tidak tahu kalau Keluarga Liem ada di bawah perlindungan Anda!" jerit Bos Macan menangis memohon ampun.

Ego dan kesombongannya sebagai penguasa dunia hitam selatan langsung menguap tak bersisa di hadapan sang raja kegelapan yang sesungguhnya.

"Penyesalan selalu datang terlambat, Tuan Macan," balas Arif tanpa rasa kasihan sedikit pun.

Bruk!

Arif melempar tubuh Bos Macan ke arah dinding kaca dengan sangat keras hingga kaca itu retak.

Bos Macan jatuh meringkuk memegangi perutnya yang terasa remuk akibat hantaman brutal tersebut.

"Bawa dua babi ini dan semua anak buahnya ke depan kantor polisi pusat, serahkan bukti-bukti kejahatan mereka pada direktur polisi," perintah Arif menatap kapten pasukannya.

"Pastikan mereka membusuk di penjara isolasi seumur hidup tanpa hak kunjungan."

"Baik Tuan Besar! Perintah segera dilaksanakan!" jawab kedua kapten itu membungkuk hormat lalu menyeret tubuh Bos Macan dan Budi keluar ruangan.

Arif menghela nafas panjang dan berjalan mendekati jendela kaca yang retak itu.

Dia menatap pemandangan kota Jakarta dari atas dengan tatapan kosong.

"Dua organisasi pengacau sudah kubersihkan dalam dua hari, kuharap malam ini bisa tidur nyenyak tanpa gangguan Nona cerewet itu," batin Arif sedikit lega.

Drrt. Drrt.

Ponselnya kembali bergetar, kali ini panggilan masuk dari Nana.

"Halo Nana, sudah selesai, kau bisa menyuruh tim pembersih data untuk menghapus jejak kita dari kepolisian," lapor Arif.

"Bagus sekali Tuan Arif, operasi yang sangat bersih dan cepat seperti biasa," puji Nana dari seberang telepon.

"Tapi ada satu masalah kecil di rumah Tuan... Shinta dari tadi tidak mau tidur dan terus menunggu Anda di ruang keluarga."

Arif mengerutkan keningnya, kenapa gadis cerewet itu malah begadang menunggunya pulang?

"Dia khawatir setengah mati Tuan, dia takut Anda terluka saat menyerang markas mafia itu sendirian," lanjut Nana sambil tertawa kecil menggoda.

Senyum tulus perlahan merekah di wajah keras Arif mendengar laporan menggemaskan tersebut.

"Katakan padanya aku akan pulang dalam dua puluh menit, suruh dia memanaskan susu cokelat untukku," jawab Arif lalu mematikan teleponnya.

Pemuda yang baru saja membantai ratusan mafia tanpa belas kasihan itu kini melangkah pulang dengan perasaan yang sangat hangat dan bahagia.

Kekuatan Biro Akasa memang sangat mengerikan, tapi bagi Arif, tidak ada yang lebih menenangkan selain omelan dari harimau betina tsundere yang menunggunya pulang.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!