NovelToon NovelToon
Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:525
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti Kejahatan

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤❤

"King, Mommy meninggalkan ini. Untuk kita. Mommy bilang USB ini bisa bunuh Tuan Herman." Ucap Queen.

Mendengar nama Tuan Herman, mata King yang tadi nya kosong tiba-tiba berubah merah. Tangan nya mengepal sampai buku-buku nya memutih.

" Herman..." nama itu keluar dari mulut King seperti racun. "Paman Herman... dia... dia yang memukul kepala saya malam itu. Saya ingat. Saya sudah bawa Queen kecil keluar lewat jendela belakang, saya turun pakai pipa. Queen sudah di semak-semak. Saya mau balik untuk Ibu... tapi Herman ada di taman belakang. Dia bawa tong bensin. Dia lihat saya. Dia bilang, 'Kau seharus nya mati juga, anak manja'. Lalu dia pukul saya dengan linggis." Ucap King.

Ingatan King kembali, seperti film yang di putar cepat, potongan-potongan.

Queen membeku. Jadi King memang selamat malam itu. King berhasil menyelamatkan Queen kecil umur 7 tahun dengan melempar nya ke semak-semak sebelum api membesar. Tapi Tuan Herman memergoki King di taman dan mencoba membunuh nya,dengan membawa King pergi dari sana. Tapi Tuhan belum selesai dengan King. Nelayan menemukan nya saat King jatuh ke jurang dan masuk ke dalam laut.

"Queen, kalau kau adalah adikku... maka kita punya hak 60 persen itu berdua," kata King, suara nya sekarang tidak lagi bingung. Ada kemarahan seorang pewaris yang sah. " Herman tidak berhak." Ucap King lagi.

Tiba-tiba, dari dalam mobil van putih itu, keluar seorang wanita tua berkerudung, nenek nelayan yang merawat King selama 16 tahun. Dia membawa sebuah laptop tua yang sudah retak layar nya.

"Tuan King menemukan ini di pelabuhan tadi pagi," kata nenek itu. "Dia bilang dia harus cari adik nya. Dia bilang dia ingat adik nya suka buku harian merah." Lanjut nenek itu.

Queen mengambil laptop itu. Laptop itu bukan milik nya. Laptop itu milik Tuan Herman? Tidak. Stiker di belakang laptop itu... stiker mawar. Stiker milik Nyonya Amanda Dewi. Ini laptop ibu!

"Bagaimana nenek bisa dapat ini?" tanya Queen.

"King mencuri nya tadi pagi dari kantor yayasan. Waktu kalian di basement. King lihat Bob dan anak buah nya masuk basement, King masuk dari depan dan ambil laptop di meja sekretaris. King bilang, ini penting." Jawab nenek tua itu.

Queen membuka laptop itu. Baterai nya masih 10 persen. Di desktop, hanya ada satu folder: "UNTUK QUEEN DAN KING - JIKA MOMMY MATI"

Di dalam nya ada satu video. Video ibu nya. Nyonya Amanda Dewi.

Queen mengklik video itu, dengan tangan gemetar, di tengah hujan, di belakang pabrik bau selokan, di depan kakak yang baru kembali dari kematian.

Wajah ibu nya muncul. Cantik, tapi pucat, mata sembab seperti habis menangis. Video ini direkam tanggal 28 Oktober 2021. Satu hari sebelum kebakaran.

"Queen, King, sayang ku. Jika kalian melihat ini, Mommy sudah tidak ada. Herman... Paman kalian... dia sudah gila. Dia cinta Mommy, tapi Mommy menolak nya. Sekarang dia mau kuasai semua nya. Malam ini Mommy akan confront Herman di vila. Mommy sudah kirim semua bukti senjata ke email pengacara keluarga, Tuan Roman. Tapi Herman pasti akan hapus. Jadi Mommy simpan cadangan di USB emas ini. Di USB ini ada video Herman membunuh seorang wartawan yang menyelidiki yayasan tahun 2019. Video itu mommy rekam diam-diam. Itu cukup untuk penjara seumur hidup."

Video berhenti. Baterai laptop habis. Semua terdiam. Hujan makin deras. Jadi USB emas itu isi nya bukan data keuangan. Isi nya adalah VIDEO PEMBUNUHAN. Video Tuan Herman membunuh wartawan. Itu senjata pamungkas.

King berdiri, mengambil linggis dari dalam van nya. "Kita pulang sekarang. Kita bunuh Herman." Ucap King.

Queen menahan tangan King. "Tidak! Kalau kita bunuh Herman sekarang, kita sama seperti dia! Kita harus pakai cara Mommy! Bawa bukti ini ke Dewan! Dewan adalah 6 orang paman yang masih hormat pada daddy! Kalau mereka lihat video Herman membunuh wartawan dan selundupkan senjata, mereka akan balik dukung kita!" Ujar Queen.

Lucas mengangguk. "Queen benar. Tapi masalah nya, Marco masih di tahan Herman di gudang pelabuhan. Kalau kita ke Dewan sekarang, Marco mati." Ucap Lucas.

King menatap adik nya. Untuk pertama kali nya dalam 15 tahun, dia tersenyum, senyum kakak yang melindungi adik.

"Dulu aku selamatkan kamu dengan lempar kamu ke semak-semak. Sekarang giliran aku selamatkan teman mu. Kamu bawa bukti ke Dewan. Biar aku yang selamatkan Marco." Ucap King.

"King, kau baru sembuh! Kau hilang ingatan!" Ucap Queen.

"Ingatan ku soal cara berkelahi tidak hilang," kata King sambil menunjukkan bekas luka di buku jari nya. "Nelayan di Palermo mengajari aku bertarung dengan pisau untuk lawan perompak. Aku bisa." Ujar King.

Queen tahu ini adalah pilihan ratu yang sebenarnya. Bukan pilihan antara buku dan Marco. Tapi pilihan untuk percaya pada kakak nya. Ratu tidak berperang sendirian. Ratu punya raja di samping nya.

Queen menyerahkan buku besar itu pada King? Tidak. Dia menyerahkan buku besar palsu. Buku besar asli dia simpan.

"King, kau bawa buku ini yang palsu ke gudang pelabuhan. Pura-pura mau tukar dengan Marco. Buat Herman lengah. Aku dan Lucas akan bawa USB emas asli dan laptop Mommy ke rumah Paman Cito, Ketua Dewan. Paman Cito yang paling benci Herman." Ujar Queen.

King mengangguk. Dia memeluk Queen sekali lagi, pelukan yang kali ini dibalas dengan ingatan.

"Jaga diri, princess kecil ku," bisik King, memanggil nama panggilan Queen waktu kecil.

"Jaga diri juga, Bola Besar ku," jawab Queen, memanggil nama panggilan King waktu kecil karena King selalu bawa bola. Mereka berpisah di tengah hujan. Dua arah.

King dengan van putih menuju gudang pelabuhan, tempat Tuan Herman menahan Marco, membawa buku palsu dan linggis.

Queen, Lucas, dan Carla dengan mobil hitam Lucas menuju rumah Paman Citi, membawa USB emas yang bisa membunuh Tuan Herman selama nya.

Di kejauhan, di atas gedung yayasan, kamera CCTV kecil berkedip merah. Tuan Herman melihat semua nya dari layar di vila. Dia melihat King. Dia melihat Queen berpisah.

Tuan Herman tersenyum, tapi senyum nya untuk pertama kali nya terlihat takut.

"King? Anak itu hidup? Tidak mungkin..." bisik tuan Herman, tangan nya meremas gelas anggur sampai pecah.

Perang yang sesungguh nya baru akan dimulai. Bukan lagi perang boneka dan ratu. Tapi perang Raja dan Ratu melawan Paman yang haus cinta ibu nya.

*********

Gudang pelabuhan nomor 7. Jam 02.14 dini hari.

Hujan belum berhenti. Di Genoa, hujan di pelabuhan itu berbeda. Air nya asin, bercampur oli kapal, dingin nya menusuk sampai ke sumsum. Di dalam gudang itu, lampu neon berkedip-kedip, setengah mati. Bau besi karat, ikan busuk, dan bensin.

Marco Esposito tergantung. Bukan di gantung tali di leher. Tapi tangan nya diikat dengan rantai besi ke balok baja di langit-langit gudang, kaki nya tidak menyentuh tanah. Wajah nya yang biasa nya bersih dan rapi sebagai sopir pribadi keluarga Alessandro, sekarang penuh darah kering. Bibir nya pecah, mata kiri nya bengkak tertutup. Di lantai bawah nya, ada kaleng bensin dan korek api.

Tuan Herman tidak ada di gudang. Tuan Herman sudah pergi ke rumah Paman Cito. Karena di CCTV, tuan Herman melihat Queen menuju ke sana. Tuan Herman tahu, USB emas lebih berbahaya dari buku.

Yang jaga Marco malam itu adalah Bruno dan 9 anak buah Tuan Herman lain nya. Sepuluh orang. Semua bawa pistol, pisau, dan tongkat bisbol. Mereka sedang bermain kartu, minum anggur curian dari kontainer, tertawa.

"Anjing setia Alessandro ini tahan juga ya, sudah kita pukul 2 jam tidak mati-mati," kata salah satu anak buah sambil melempar kartu.

Bruno tertawa. " Tuan Herman bilang, jangan bunuh dulu. Tunggu Queen datang bawa buku. Nanti kita bakar dua-dua nya sekalian. Biar seperti kebakaran 5 tahun lalu. Sejarah berulang." Sahut Bruno.

Marco yang setengah sadar mendengar itu, meludah darah. "Kau... Kau tidak akan pernah jadi seperti Tuan Alessandro... Herman cuma... Anjing yang iri..." Ucap Marco.

Bruno marah, berdiri, mengambil tongkat bisbol, hendak memukul Marco lagi.

Saat itulah pintu besi gudang nomor 7 yang berat nya 300 kilo itu... berderak. Bukan di buka. Tapi di tabrak.

BRUKKK!

Sebuah van putih tua menabrak pintu besi itu sampai jebol. Kaca depan van pecah, lampu depan nya mati, tapi mesin nya masih meraung.

Sepuluh penjaga itu langsung berdiri, pistol diangkat.

"SIAPA ITU?!"

********

Happy Reading Guys. 🤗🥰

1
🙈
karyanya bagus banget 😍
🙈
semangat nulisnya kak, 🤭, yokk intip karyaku kak 🤭, like komen yukk🤭
🙈: aman kak, yok nilai punya ku bestie,😋
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!