NovelToon NovelToon
I Love You Mas Mayor Galak

I Love You Mas Mayor Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jilbab putih

Mayor Aris adalah definisi komandan militer sempurna: tegas, seram, dan disiplin tinggi. Di markas, bisikan namanya saja sudah cukup membuat para prajurit gemetaran. Namun, reputasi "Mayor Galak" itu mendadak runtuh setiap kali ia berhadapan dengan Mayang—gadis pintar, super periang, centil, jujur, polos, sekaligus ceroboh tingkat dewa.

Sifat Mayang yang berbanding terbalik 180 derajat dengan Aris membuat hari-hari sang Mayor tak pernah tenang. Dari tingkah Mayang yang blak-blakan menggoda Aris di depan anak buahnya, hingga kecerobohan manis yang selalu sukses memicu kepanikan sang Mayor. Di balik keusilannya, kejujuran dan kepolosan Mayang justru menjadi tempat Aris melupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jilbab putih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Penyergapan di Dermaga Tikus dan Balas Dendam sang Kepala Sindikat

BAB 35: Penyergapan di Dermaga Tikus dan Balas Dendam sang Kepala Sindikat

Tertangkapnya Kapten Hendra dan dikirimnya bekas Pasi Logistik itu ke sel tahanan Polisi Militer tidak serta-merta membuat gejolak di Mako Batalyon meredup. Justru, pengakuan Hendra di bawah pemeriksaan maraton tim Intelijen Mabes memicu gelombang baru yang jauh lebih berbahaya.

Hendra hanyalah perantara di dalam markas. Otak utama di balik seluruh jaringan penyelundupan, sabotase gudang, hingga aksi peneroran kediaman Danyon adalah Khaerul, seorang gembong kriminal kawakan bertangan dingin yang menguasai jalur lalu lintas gelap perbatasan Sektor Utara.

Pukul 20.00 WITA, hujan deras mengguyur kompleks markas. Di dalam ruang rapat komando yang diterangi lampu temaram, Mayor Aris berdiri menatap peta taktis pesisir pantai perbatasan.

Di sampingnya, Kapten Galih dan Letnan Dian bersiap dengan perlengkapan tempur malam (Night Vision Goggles).

"Lapor Danyon," ujar Letnan Dian seraya menunjuk titik koordinat merah di wilayah muara bakau.

"Hasil retasan ponsel Kapten Hendra dan informasi terkini dari Tim Intelijen mengonfirmasi bahwa Khaerul bersama belasan anak buah utamanya berada di Dermaga Tikus Muara Hitam.

Malam ini mereka berniat melarikan diri melintasi batas negara menggunakan speedboat bermesin ganda, membawa sisa dokumen pencucian uang serta berton-ton amunisi ilegal."

Garis rahang Aris mengeras. Sorot matanya yang tajam memancarkan dingin yang mematikan.

"Dia sudah meracuni anggota saya, mencoba memfitnah Batalyon ini, dan menaruh pisau di leher istri saya. Tidak ada kata lolos untuk Khaerul malam ini."

Aris berbalik menatap seluruh perwira taktisnya. "Operasi Senyap! Kita gunakan dua Tim Taktis Khusus. Tim Alpha dipimpin oleh saya pribadi bergerak memotong dari jalur rawa bakau, Tim Bravo dipimpin Kapten Galih menutup jalur laut! Hancurkan sarang mereka sebelum kapal mereka melaju!"

"Siap, Danyon!" seru para perwira mantap.

Sebelum berangkat menuju medan pertempuran, Aris menyempatkan diri pulang ke rumah dinas. Di ruang tengah, Mayang sedang menyiapkan cangkir teh hangat.

Melihat Aris melangkah masuk memakai seragam PDL Hitam Taktis, rompi antipeluru, serta membawa senapan serbu di punggungnya, dada Mayang seketika berdesir hebat.

Mayang meletakkan cangkirnya, lalu melangkah mendekat. Jemari cantiknya yang sedikit gemetar terulur merapikan kerah rompi Aris.

"Mas Aris mau berangkat operasi malam ini?" tanya Mayang pelan dari balik lensa kacamatanya yang sedikit berembun.

Aris menangkup kedua pipi Mayang dengan lembut, menatap dalam-dalam ke dalam manik mata istrinya yang sarat akan kecemasan dan cinta.

"Khaerul ada di Muara Hitam, Mayang. Malam ini adalah penentuan untuk meratakan seluruh jaringannya sampai ke akar. Saya harus memimpin prajurit saya di garis terdepan," bisik Aris lembut.

Mayang menarik napas panjang, menahan getaran di dadanya. Ia mengepalkan tangan di dada Aris, lalu mendongak menatap suaminya dengan tatapan penuh keberanian.

"Pulanglah sebagai pemenang, Mas. Mayang dan seluruh doa di Mako ini akan selalu memeluk Mas Aris di lapangan. Jangan biarkan orang jahat itu lolos."

Aris mendaratkan ciuman hangat dan dalam di kening Mayang. "Janji, Istriku. Pegang kendali Mako selama saya bergerak."

Pukul 22.30 WITA, Dermaga Tikus Muara Hitam.

Hujan angin membentur pepohonan bakau yang lebat. Suara deru ombak dan gemuruh petir menyamarkan pergerakan Tim Alpha yang merayap di dalam lumpur setinggi lutut.

Dengan penyamaran sempurna dan pandangan malam Night Vision, Aris memimpin delapan prajurit terbaiknya menyusup mendekati bangunan gudang kayu lapuk di tepi muara.

Di dermaga kayu yang lapuk, dua unit speedboat hitam besar tampak bersandar dengan mesin menyala halus. Belasan pria bersenjata api rakitan dan otomatis tampak tergesa-gesa memindahkan beberapa peti besi ke atas kapal.

Seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka tembak di lehernya Khaerul berdiri di atas dermaga seraya mengapit cerutu. Wajahnya penuh amarah saat berteriak kepada anak buahnya.

"Cepat ganjal peti itu! Si Hendra bodoh itu sudah tertangkap! Kalau pasukan Aris mencium tempat ini sebelum kita lepas landas, kalian semua saya tembak!"

Tiba-tiba, sebuah suar (flare) merah ditembakkan meluncur deras ke udara, menerangi seluruh area dermaga kayu yang gelap menjadi terang benderang seperti siang hari!

WOOOSH!

"BATALYON TNI! JATUHKAN SENJATA KALIAN SEKARANG JUGA!" gema suara bariton Mayor Aris menggelegar membelah deru hujan angin!

"Kepung! Tembak mereka semua!" jerit Khaerul histeris seraya mencabut senapan otomatisnya!

DOR! DOR! DOR! DOR!

Pertempuran sengit meletus seketika! Ceceran tembakan beruntun mewarnai malam di Muara Hitam. Anak buah Khaerul kocar-kacir mencari perlindungan di balik peti kayu dan pilar dermaga.

Namun, ketangguhan dan presisi tembakan pasukan taktis bimbingan Aris tidak memberikan celah sedikit pun. Satu per satu anak buah sindikat tumbang dilumpuhkan.

Melihat anak buahnya tersudut, Khaerul bertindak nekat. Ia meraih sebuah granat genggam dari rompinya, mencabut peniti pengaman dengan giginya, lalu melemparnya ke arah posisi perlindungan Tim Alpha!

"GRANAT! TENGKURAP!" teriak Aris seraya melompat melindungi dua prajurit mudanya di belakang tanggul batu!

BOOOMM!

Ledakan dahsyat membumbung tinggi, menyebarkan pecahan besi dan lumpur ke udara.

Memanfaatkan asap ledakan, Khaerul melompat ke atas speedboat utama dan langsung menggeber gas mesin hingga maksimal untuk melarikan diri melintasi aliran muara!

VROOOMMM!

"Danyon! Dia kabur ke arah laut!" teriak Letnan Dian seraya menembaki kapal yang mulai menjauh.

"Dia tidak akan ke mana-mana!" geram Aris.

Tanpa ragu sedikit pun, Aris berlari kencang menerobos Hujan peluru, melompati pilar dermaga kayu yang terbakar, dan meluncur deras menceburkan diri ke dalam air muara yang dingin!

Dengan kemampuan renang tempur militer kelas atas, Aris berhasil menyambar tali pengikat bagian belakang speedboat Khaerul yang baru merangkak naik kecepatan!

Dengan pengerahan tenaga yang luar biasa, Aris memanjat lambung kapal di tengah hempasan ombak ganas.

Khaerul yang menyadari keberadaan Aris di belakang kapal seketika berbalik dengan mata melotot murka. "KAU LAGI, MAYOR BRENGSEK!"

Khaerul mengayunkan pisaunya menerjang leher Aris! Namun dengan refleks kilat, Aris mencengkeram pergelangan tangan Khaerul, membenturkannya ke pembatas kapal hingga pisau itu terlempar ke laut.

Pertarungan jarak dekat hidup-mati terjadi di atas perahu yang melaju kencang tak terkendali di tengah gelombang malam! Khaerul melayangkan pukulan bertubi-tubi, namun Aris menahannya dengan ketahanan fisik baja.

Aris menyundul wajah Khaerul hingga hidungnya patah, disusul kuncian leher mematikan (rear-naked choke) dari belakang!

"Ini untuk seluruh prajurit yang kau fitnah... dan untuk ancamanmu pada istri saya!" bisik Aris dingin tepat di telinga Khaerul.

Khaerul mengerang kehabisan napas, matanya mendelik ke atas hingga tubuhnya terkulai lemas kehilangan kesadaran penuh. Aris dengan cepat menyambar kemudi kapal, mematikan mesin sebelum kapal itu menghantam karang perbatasan!

Detik berikutnya, dua kapal serbu Tim Bravo pimpinan Kapten Galih merapat cepat, mengurung kapal Khaerul sepenuhnya.

"Danyon! Anda selamat?!" seru Galih takjub melihat gembong kriminal terbesar Sektor Utara itu sudah tak berdaya di bawah cengkeraman sang Komandan.

Aris berdiri tegap di atas lambung kapal di bawah guyuran hujan, napasnya memburu teratur.

"Penyergapan tuntas. Amankan seluruh barang bukti dan seret gembong ini ke sel markas!"

Menjelang subuh, konvoi kendaraan taktis Batalyon kembali memasuki gerbang Mako dengan kemenangan mutlak. Berita keberhasilan penyergapan gembong Khaerul seketika menyebar dan membuat seluruh isi markas bernapas lega.

Mayang yang tidak tidur semalaman menunggu di teras kediaman dinas, langsung berlari tanpa memedulikan gerimis begitu melihat jip komando Aris berhenti.

Aris turun dari jip dengan tubuh basah kuyup dan Pakaian pertempuran berlumur lumpur muara. Begitu melihat istrinya berlari mendekat, Aris merentangkan kedua tangannya.

Mayang menghambur masuk ke dalam pelukan Aris, memeluk leher suaminya erat-erat dengan air mata haru yang menetes di pipinya. "Mas Aris... Mas selamat... Terima kasih Tuhan..."

Aris merengkuh tubuh Mayang dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri seraya menghirup aroma menenangkan yang selalu ia rindukan.

"Saya sudah menepati janji, Mayang," bisik Aris lembut penuh cinta di tengah keheningan fajar.

"Gembongnya sudah ditangkap, bahaya sudah musnah... dan saya kembali kepadamu tanpa kurang satu apa pun."

Mayang mendongak, menatap wajah tegas Aris yang kini dipenuhi senyuman hangat penuh kemenangan.

Di bawah naungan fajar yang baru terbit, ikatan cinta sang Mayor dan Ibu Komandan berdiri teguh tak tertandingi siap menyambut masa depan yang lebih cerah dan damai di Markas Batalyon.

1
Rian Moontero
mampiiirr👍👍🤣
pena putih
seru banget ditunggu updatenya ya
pena putih
Yuk mampir👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!