*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
End
# Tiga puluh lima
“Aku gak hamil!”
Hening sesaat, kemudian Leon mencoba menepis pernyataan istrinya tersebut. Karena ia yakin sikap Hanum akhir-akhir ini seperti orang yang ngidam. “Coba tes lagi, aku bahkan menyuruh Desi membelikan lebih dari satu!” titahnya pada Hanum yang diam mematung.
“Aku sudah cek, Mas. Dan memang aku gak hamil, garisnya cuma satu!” Hanum menolak untuk tes ulang, ngapain juga. Toh kemarin ia sudah tes dan hasilnya memang negative.
“Ayolah... coba lagi!” Leon merasa mungkin alat tes kehamilan milik Hanum sebelumnya rusak.
Dengan malas dan langkah yang berat, malam itu juga Hanum mencoba lagi melakukan tes kehamilan. Ia membawa paper bag bersamanya saat ke kamar mandi. Dalam hati ia mengomel, mengapa Leon tak percaya padanya. Jelas-jelas ia sudah cek, dan hasilnya negative.
Setelah masuk kamar mandi, Hanum pun mencari wadah untuk tempat air seninya. Begitu selesai, ia membuka satu bungkus alat tes kehamilan yang dibelikan Leon. Ia meraih yang berwarna pink. Dibukanya dengan pelan, karena tangannya yang licin, basah terkena air setelah cuci tangan.
Hanum menunggu beberapa detik, dilihatnya garisnya cuma satu warna merah terang. “Tuh kan... Mas Leon ini mengada-ada! Aku bilangin juga apa!” gerutunya sambil kembali mencuci tangan. Saat akan ke luar, mata Hanum terperanjat.
Ia mengusap dua bola matanya kembali, apa ia tak salah lihat? Ada garis samar di bawah garis terang. “Ya Tuhan!” pekiknya.
Ingin membuktikannya sekali lagi, Hanum membuka alat tes kehamilan warna biru. Mungkin matanya salah, atau alatnya yang rusak. Hanum pun mencoba melakukan percobaan seperti pertama. Sama! Benar-benar ada garis samar setelah garis terang muncul.
“Mas!” teriaknya sambil berjalan terburu-buru menuju Leon yang menunggu di dalam kamar sejak tadi.
“Bagaimana?” Dahi Leon mengkerut, ia menanti jawaban dan kepastian dari sang istri.
Bukannya menjawab, Hanum langsung menghambur ke tubuh yang tegap itu. Seolah memasrahkan diri pada Leon, ia melempar tubuhnya sendiri pada pria berpostur atletis tersebut.
“Aku hamil!” bisiknya di telinga Leon. Seulas senyum menyeruak di bibir tipis Leon.
“Sudah ku duga!” ucapnya dengan bangga.
“Bagaimana kok tahu?”
Orang awam juga pasti tahu Hanum, kamu mual-mual terus minggu-minggu ini. Belum lagi, selalu mengeluh dengan bau parfum yang aku gunakan. Padahal kamu tak pernah protes sebelumnya.
“Hehehe... Maaf Mas,” ucap Hanum tersipu malu. Kembali ia merapatkan pelukannya pada pria yang ia cintai itu.
“Gak usah minta maaf, aku malah berterima kasih pada kamu, Hanum. Terima kasih karena sudah menjadi ibu dari anak-anakku!” Leon mendaratkan bibirnya di dahi wanita yang kini ada dalama pelukannya.
Mereka pun berpelukan saling erat, nempel kaya perangko. Seakan tak bisa terpisahkan, tautan mereka malah semakin kuat.
“Kamu harus istirahat, jangan kecapekan!” Leon membopong tubuh istrinya, menaruhnya dengan pelan di atas ranjang keramat milik mereka. Ranjang bisu yang menjadi saksi saat keduanya menciptakan spesies baru.
Pagi harinya, Hanum terbangun. Kali ini yang bangun duluan adalah Leon, suaminya. Tangannya meraba ke samping ranjang, mengapa Leon tidak ada di sisinya.
“Mas?”
Hanum pun menurunkan kaki dari ranjang, sudah pukul enam rupanya. Mengapa Leon tak membangunkan dirinya. Wanita itu pun ke luar kamar, dilihatnya ke sana ke mari tak ada orang.
“Bik... bibi?” ia memanggil asisten rumah tangganya. Mengapa rumah nampak sepi.
Hanum pun ke samping rumah, di sana sepertinya ada suara bising. “Ya Ampun!” pekiknya.
“Kalian sedang apa?” tanyanya mendekat pada Sean yang basah kuyup.
“Siram-siram Mama!” jawab Sean sambil lari-lari kecil menghindari semburat air dari semprotan sang papa.
“Mau ikut main, Sayang?” tanya Leon sembari mengarahkan semprotan ke arah sang istri.
“Ngak! Dingin!” Hanum menyilangkan tangannya, masih pagi. Ia tak mau diguyur air pagi-pagi.
“Mama cemen!” cibir Sean sambil cekikikan.
“Apa?” Hanum mendekati putrinya, menggelitiki Sean sampai ampun-ampun. Mereka bertiga bercanda ria di taman belakang. Di sisi lain, mama menatap haru. Ia bahagia menatap keluarga kecil Leon yang terlihat bahagia sekali.
Bila esok ia mati, mungkin tidak ada sesal di hati. Sebab kebahagian sang putra adalah segalanya. Kini ia tak akan malu bila bertemu dengan kawannya, Ratih. Dosa yang telah diperbuat sang putra sedikit demi sedikit mama berharap ibunda dari Hanum itu memaafkannya.
Beberapa menit kemudian, Hanum mengajak masuk Sean. Takut bila putrinya masuk angin, ia menghentikan acara semprot-semprot tersebut.
“Sean, ayo masuk. Mandi lalu ganti bajunya!”
“Iya, Mama!” Sean langsung menurut, ia pun masuk ke dalam bersama pengasuh yang ada di belakangnya.
Leon sendiri meletakkan selang yang semula ia pegang, kemudian berjalan mendekat ke arah Hanum.
“Kamu juga mandi sekarang, ayo ke dokter kandungan.”
“Tapi aku ada pekerjaan penting, Mas.”
“Biar aku telpon Bos kamu!”
“Mas!”
“Aku hanya ingin kamu dan bayi kita baik-baik saja, nurut ya!” permohonan Leon lebih mirip seperti perintah. Hanum pun tak bisa mengelak. Ia pun akhirnya pasrah pada perkataan suaminya.
Setelah keduanya siap, dan setelah mengantar Sean ke sekolah. Mereka berdua pergi ke rumah sakit. Di dalam perjalanan, Leon sudah menyuruh sekretarisnya untuk menghubungi dokter kandungan.
Begitu sampai, Leon dan Hanum langsung masuk tanpa harus mengantri.
“Pagi, Dok,” sapa Hanum pada dokter wanita yang memakai jas putih di depannya.
“Pagi!” Dokter tersebut melempar senyum ramah pada pasien di depannya.
Hanum pun langsung diajak masuk ke ruang pemeriksaan, di sana dilakukan USG. Leon merasa takjub saat menatap anaknya yang walau masih seukuran biji-bijian. Namanya juga baru beberapa minggu, jadi calon bayi mereka masih sangat kecil sekali.
“Selamat ya, Pak... Bu.”
Leon dan Hanum pun undur diri saat sesi pemeriksaan selesai. Keduanya saling menatap haru kemudian masuk ke dalam mobil.
“Sean pasti senang bila tahu akan mendapatkan adik,” ucap leon seraya menggenggam tangan istrinya.
Hanum tersenyum, menggenggam balik tangan yang kekar itu. Menatap ke dalam mata sang suami yang penuh akan bayangan dirinya.
Masih di dalam mobil di halaman rumah sakit, keduanya malah diam saling menatap. Tidak tahan karena tatapan yang makin lama semakin dalam. Leon pun langsung menyentuh dagu sang istri, mendekatkan wajahnya.
Sebuah kecupan hangat mulai ia berikan pada bibir lembut sang istri, sesaat ia memberi jeda. Melepas Hanum sekian detik, tidak tahan dengan mata indah yang masih menatap penuh harap. Leon kembali mendaratkan bibirnya.
Ia merampas bibir merah jambu itu dengan lembut, menghujani Hanum dengan rasa penuh kasih dan cintanya. Mereka pun hidup bahagia untuk selama-lamanya.
Meski akan ada kerikil kecil dan badai prahara yang menerpa mereka, keduanya akan berpegangan erat. Saling menguatkan dan saling menggenggam. Mengarungi pernikahan bersama-sama hingga maut yang memisahkan. END
Happy Ending
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️