NovelToon NovelToon
Takdir Kedua: Balas Dendam Ophelia

Takdir Kedua: Balas Dendam Ophelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Ashe Lepidoptera

Demi meningkatkan reputasi, Ophelia—seorang anak yatim piatu—tiba-tiba diadopsi oleh keluarga Pratama, konglomerat yang baru naik kasta. Namun bukannya kasih sayang, ia justru mendapatkan penyiksaan di rumah dan bullying di sekolah elit yang dimasukinya.

Puncaknya, Ophelia tewas secara tragis di tangan mereka.

Tetapi alam semesta memberinya kesempatan kedua. Terbangun satu tahun sebelum kematiannya, Ophelia bertekad merobohkan keluarga Pratama menggunakan senjata mematikan: rahasia-rahasia busuk yang ia ketahui dari masa depan.

Dibantu oleh seorang pewaris misterius dari keluarga ternama, kali ini Ophelia tidak akan lagi menjadi korban. Dia yang akan memegang kendali atas panggung permainan hidupnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashe Lepidoptera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Begitu mobil yang ditumpanginya berjalan, Ophelia menghela napas.

“Bukannya yang kuminta itu cuma menyebarkan gosip kalau kalian punya hubungan? Kenapa malah tiba-tiba ada lamaran begini?” tanyanya. 

Kak Arga menjawab santai. “Kalau ada lamaran, rumor soal hubungan mereka juga pasti akan tersebar ‘kan, ya? Ini juga cara paling cepat untuk meyakinkan Ayahmu.” 

Ophelia memang setuju akan hal itu tapi—

“...kakakku sempat mengira kalau ini semua serius,” ucapnya pelan. “Dia benar-benar berpikir kalau bisa keluar dari kediaman Pratama dengan seseorang yang memang menyukainya. Rasanya kejam saja membuat Chelsea berharap setinggi itu lalu tahu kalau ini semua hanya sandiwara.” 

Kak Arga hanya mengerjap, menatap Ophelia dalam diam kemudian bergumam. “Ah….” 

Orang ini tidak berpikir sampai sana ya? 

Tapi Ophelia juga tidak bisa menyalahkan siapapun. Tidak ada satupun dari mereka yang tahu kondisi di dalam rumah itu separah apa. 

Oh. 

“Dan kenapa malah Kak Arjuna yang datang?” 

“Karena aku tidak terlalu mahir dalam hal romantis begini.” 

Hm.

“Jika aku ingin melamar seseorang, mungkin yang kulakukan cuma menaruh orang itu di atas altar dan memaksanya mengucapkan janji pernikahan.”

“Itu bukannya disebut penculikan?” Ophelia memandang kakak temannya ini dengan sebelah mata.

Ketika mereka berhenti di lampu merah, Kak Arga menyalakan rokoknya. “Jika aku yang dirumorkan memiliki hubungan dengan Chelsea, kakakmu itu akan berada dalam situasi yang lebih gawat.”

“Lebih gawat maksudnya?” 

“Pekerjaanku memiliki banyak musuh.” Kak Arga menghembuskan asap rokoknya keluar jendela. “Jika mereka tahu aku punya pasangan, hal pertama yang akan mereka lakukan adalah mengincarnya. Setidaknya sampai situasi perusahaan benar-benar aman, aku tidak akan memiliki pasangan.” 

Ophelia langsung mengingat restoran itu dan bau amis darah disana. Jadi dia ini benar-benar seorang mafia? 

“Tapi pekerjaan Arjuna lebih bersih dan normal. Kakakmu akan aman.” 

“Kalau Ayah angkatku?” tanya Ophelia. “Aku tidak yakin kalau dia akan mengizinkan hal ini begitu saja.” 

Terlebih lagi mereka pergi begitu saja tadi.

“Kalau soal itu tidak perlu khawatir. Aiden yang mengurusnya.” 

Aidoneus? Dia juga terlibat di sini?

Gerbang sekolah mulai terlihat. Mobil putih terlihat berhenti di depan mereka, sepertinya Chelsea dan Kak Arjuna sudah sampai duluan. Tapi tunggu, kenapa Airin juga ada disana?

Dia terlihat meloncat kegirangan.

“Oh, ada satu hal yang mesti kamu ingat.” 

Ophelia beralih menatap orang di sebelahnya. “Apa?” 

“Yang tau kalau lamaran ini hanyalah sandiwara hanya kita berempat.” 

Hah? 

“Baik Airin maupun keluarga Purnomo, semuanya menganggap kalau lamarannya Arjuna adalah hal yang serius.” 

Tunggu, kalau begitu—

Pintu mobilnya dibuka dari luar. “Lia!!” 

Airin langsung menarik dirinya keluar dan memeluk Ophelia erat-erat. 

Akh! 

“Punggungku tidak perlu diremas juga,” ringisnya. 

“Oh ya maaf.” Gadis itu melepaskan pelukannya. “Masih sakit ya? Maaf.” 

“Tidak apa-apa.” Ophelia menarik baju seragamnya agar tidak langsung menyentuh luka itu. Ketika kembali menatap Airin, Ophelia sadar kalau gadis itu sedang menangis. 

Ia langsung berkata cepat. “Jangan nangis, lukanya udah mulai sembuh jadi nggak sesakit itu.” 

Airin makin terisak. 

“Bukan,” gelengnya. “Aku ‘nggak nyangka kalau kita bakalan jadi saudara.” 

Oh. 

Ophelia mengelus kepala sahabatnya itu sembari melihat ke arah Chelsea dan Kak Arjuna yang berdiri kaku. 

“Ini baru lamaran biasa. Pernikahan mereka mungkin masih lama,” ujar Kak Arga sembari keluar dari mobil. 

Chelsea mengangguk. “Itu benar. Lagipula aku masih sekolah, masih banyak hal yang ingin aku capai sebelum menikah.” 

“...tapi bakal tetap terjadi ‘kan?” 

Arjuna mencoba untuk tersenyum. “Tentu.” 

Airin terlihat mengusap air matanya dengan lengan jas Ophelia—tunggu, kenapa malah pakai seragamnya?!

Ophelia mencoba mencari sapu tangan miliknya kemudian sadar kalau benda itu masih ada di tangan Aidoneus. 

Kenapa juga ia tiba-tiba teringat itu sekarang?

“Pakai ini.” 

Arga mengusap wajah adiknya dengan sapu tangan yang ia miliki. Usapannya terlihat kasar, seperti mengelap badan motor yang baru kena hujan. 

“Udah! Nanti wajahku jadi berantakan!” 

Setelah tenang, Airin terlihat mengangkat tangannya. “Permen.” 

Arga memberinya satu bungkus gummy bear. 

“Kurang.”

Airin diberi dua bungkus lagi. 

Kebiasaan pria itu yang selalu membawa permen berasal dari sini ternyata. 

“Jam pertama mau dimulai, kita mesti masuk,” ujar Chelsea. “Terima kasih tumpangannya.”

“Sama-sama.” 

Ophelia juga terlihat menarik pelan tangan Airin, mengikuti kakaknya.

Arjuna menghela napas lega begitu melihat mereka sudah masuk ke gerbang sana. “Aku tidak tau reaksi Airin akan seperti itu.” 

“Yang mesti kita khawatirkan itu reaksi Ayah sama Bunda.” Arga menunjuk kembarannya. “Kamu pasti dimarahi.” 

Arjuna terlihat pasrah. 

“Yah, kalau itu sudah pasti.” 

...****************...

“Hei, hei, kamu udah dengar? Katanya Chelsea dilamar oleh salah satu kembar Purnomo!” 

“Serius?” 

“Ada temanku yang mendengar pembicaraan mereka di gerbang, Chelsea bahkan diantarkan langsung olehnya.” 

“Aku juga lihat dia memainkan cincin berlian di kelas, berarti itu bukan cuma rumor.” 

“Kalau begitu gosip soal Ophelia kemarin tidak benar ya? Kalau benar keluarga Purnomo tidak akan mau melamar Chelsea begitu.” 

“Dari fotonya juga keliatan sih, paling hasil editan.” 

Seseorang yang mendengar pembicaraan para remaja itu langsung mengepalkan tangan.

Cuma karena lamaran ini rumor yang ia sebar dipatahkan begitu saja? 

“Reine.” namanya dipanggil. “Kita sepulang sekolah mau ke karaoke. Kamu ikut?” 

Gadis itu memasang senyumnya yang biasa. “Kayaknya nggak hari ini deh, ada keperluan OSIS.”

Kalau begitu akan ia lakukan hal lain—

Sesuatu, yang akan membuat Ophelia benar-benar hancur.

...****************...

Matahari hampir terbenam.

Langitnya sudah menjadi petang namun jemputannya belum datang. Chelsea sudah pulang duluan tadi, Ophelia masih ada di sekolah karena latihan taekwondo seperti biasa. 

Pak supir biasanya langsung kembali ke sekolah untuk menjemput Ophelia, agak janggal dia terlambat begini.

Entah kenapa berita lamaran Chelsea tiba-tiba tersebar saat bel istirahat berbunyi. Orang-orang langsung bertanya pada Airin bahkan mengerubungi Ophelia untuk menanyakan kebenarannya. 

Lucu. Padahal kemarin mereka itu masih membicarakan dirinya dari belakang. 

Gosip begini mudah sekali untuk menyebar di sekolah elit ya? 

Bagusnya rumor Ophelia kemarin langsung teredam, jadi dia tidak perlu melakukan apapun lagi. 

Ting! 

Ophelia melihat pesan yang dikirimkan supir rumahnya. 

Dia menyerempet seseorang dan sekarang ada di rumah sakit. Keluarga orang itu meminta pertanggung jawaban penuh dan tidak membiarkan supir keluarganya pulang sebelum hasil rumah sakitnya keluar. 

Semoga saja korbannya tidak kenapa-napa.

“Apa boleh buat.”

Ophelia memasang earphone dan berjalan keluar gerbang. Ia akan memesan ojek online di luar sekolah nanti. Berjalan-jalan sebentar tidak akan menyakiti siapapun ‘kan ya? 

Sayangnya, ‘siapapun’ itu tidak menghitung dirinya sendiri. 

1
aku
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!