NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Arena utama markas Aliansi Medis Gelap disulap menjadi panggung megah yang dikelilingi tribun penonton.

Sepuluh tungku obat perunggu berukuran besar tersusun rapi di tengah arena.

Tetua Zulkarnain berdiri di mimbar utama dengan wajah yang berusaha terlihat tenang meski hatinya masih mendidih karena kekalahannya kemarin.

"Selamat datang para peserta yang berhasil lolos, babak ketiga ini adalah Ujian Peracikan Obat Tingkat Tinggi," ucap Tetua Zulkarnain melalui pengeras suara.

"Kita mendapat kehormatan dengan hadirnya para bangsawan dari istana negara yang akan menjadi juri tamu hari ini."

Di tribun VIP, terlihat beberapa pria paruh baya dengan pakaian kebesaran istana duduk mengamati.

Salah satu bangsawan, Adipati Arya, terlihat pucat pasi dan terus menerus memegangi dadanya sambil terbatuk pelan.

"Kalian harus meracik pil penyembuh menggunakan bahan dari hutan kemarin dalam waktu dua jam," perintah Tetua Zulkarnain.

"Silakan menuju tungku kalian masing-masing dan mulailah bekerja sekarang juga."

Sepuluh peserta langsung berlari menuju tungku perunggu yang sudah disediakan panitia.

Sekar Arum berada di tungku nomor tiga, sementara Genta menempati tungku nomor tujuh tepat di tengah arena.

Genta meletakkan Akar Darah Naga di atas meja raciknya, namun matanya menatap tajam ke arah tungku perunggunya.

Sistem, pindai struktur tungku obat di depanku ini.

[Mata Surgawi Level 1 memindai tungku perunggu nomor tujuh.]

[Hasil Analisis: Terdapat retakan mikro di bagian dasar yang sengaja ditutupi oleh lilin pelebur, tungku akan meledak saat suhu mencapai titik didih maksimal.]

Senyum sinis kembali menghiasi bibir Genta melihat trik kotor yang sangat murahan ini.

"Panitia bodoh ini benar-benar tidak pernah belajar dari kesalahan mereka," batin Genta meremehkan.

Alih-alih protes, Genta justru menyalakan api tungkunya dengan tenaga dalam yang langsung memaksimalkan suhu hingga batas tertinggi.

Peserta lain sibuk menimbang dan memotong herbal dengan hati-hati, namun Genta melempar semua bahannya sekaligus ke dalam tungku.

"Apa yang dilakukan pemuda gila itu? Dia akan menghanguskan semua bahan berharganya!" teriak salah satu tabib peserta dari meja lain.

Tetua Zulkarnain menyeringai puas melihat tindakan ceroboh Genta.

"Teruslah besarkan apinya pemuda sombong, sebentar lagi tungku itu akan meledak dan menghancurkan wajahmu," gumam Zulkarnain di atas mimbar.

Genta sama sekali tidak peduli, dia justru memasukkan sedikit bubuk dari Jamur Jiwa Emas yang dia dapatkan kemarin untuk menyempurnakan racikannya.

Suhu tungku perunggu itu semakin memerah layaknya besi yang dibakar di pandai besi.

Retakan mikro di dasar tungku mulai melebar, tidak mampu menahan tekanan uap panas dari dalam.

Brakkk!

Ledakan dahsyat meledak dari meja nomor tujuh, mengirimkan pecahan perunggu dan asap tebal ke udara.

Sekar Arum menjerit panik dan melindungi wajahnya dari hawa panas ledakan tersebut.

"Genta! Apa kau terluka?!" teriak Sekar dengan raut wajah sangat khawatir.

Seluruh arena menjadi hening, para penjaga bersiap menandu tubuh Genta yang mereka pikir sudah hancur lebur.

Tetua Zulkarnain tertawa terbahak-bahak di atas mimbar tanpa bisa ditahan lagi.

"Sungguh disayangkan, salah satu peserta kita tampaknya tidak bisa mengendalikan api dan harus didiskualifikasi!" seru Zulkarnain penuh kemenangan palsu.

Namun, dari balik kepulan asap hitam yang perlahan menipis, terdengar suara tawa pelan yang luar biasa santai.

"Didiskualifikasi katamu? Aku baru saja menggunakan energi ledakan itu untuk memadatkan inti pil racikanku."

Asap menyingkir sepenuhnya, memperlihatkan Genta berdiri tegak tanpa ada satu noda gosong pun di pakaiannya.

Tangan kanannya terangkat ke udara, menggenggam sebuah pil bundar sempurna berwarna merah keemasan yang masih memancarkan hawa panas.

Aroma wangi yang luar biasa menyegarkan tiba-tiba menyebar dengan sangat cepat memenuhi seluruh penjuru arena raksasa tersebut.

Hanya dengan menghirup aromanya saja, semua orang merasa tubuh mereka menjadi lebih ringan dan lelah mereka hilang seketika.

Di tribun VIP, Adipati Arya yang tadinya pucat tiba-tiba membelalakkan matanya dengan terkejut.

"I-ini luar biasa! Rasa sakit kronis di paru-paruku yang sudah bertahun-tahun tiba-tiba menghilang!" seru Adipati Arya berdiri dari kursinya dengan napas lega.

Adipati Arya melompat turun dari tribun VIP dan berlari menghampiri Genta tanpa mempedulikan wibawanya.

"Anak muda, pil apa yang baru saja kau racik ini?! Aromanya saja bisa menyembuhkan penyakit dalamku secara instan!" tanya Adipati itu dengan wajah penuh kekaguman.

Genta tersenyum ramah dan menyodorkan pil merah keemasan itu ke hadapan sang Adipati.

"Ini adalah Pil Jiwa Surgawi Tuan Adipati, racikan khusus yang membutuhkan tekanan ledakan tingkat tinggi untuk menyatukan intinya."

Genta kemudian melirik tajam ke arah Tetua Zulkarnain yang kini wajahnya kembali pucat seperti kapas.

"Aku harus berterima kasih pada panitia yang telah dengan sangat baik hati menyiapkan tungku retak ini untuk membantuku meraciknya," sindir Genta dengan suara keras.

Semua penonton dan peserta lain langsung menoleh menatap Tetua Zulkarnain dengan pandangan curiga dan penuh kecaman.

"Tungku retak? Apakah panitia sengaja melakukan sabotase mematikan di turnamen suci ini?!" teriak seorang tabib dari kursi penonton.

Adipati Arya langsung memasang wajah murka dan menunjuk ke arah Zulkarnain.

"Zulkarnain! Apa benar kau sengaja memberikan tungku cacat untuk mencelakai pemuda jenius ini?!" bentak Adipati Arya dengan otoritas istananya.

Zulkarnain mundur selangkah, keringat dingin bercucuran membasahi jubah kebesarannya.

"I-itu fitnah Yang Mulia Adipati! Tungkunya pasti rusak karena dia memakai api yang terlalu besar!" bantah Zulkarnain terbata-bata.

Genta mendengus pelan dan menunjuk sisa pecahan tungku di lantainya.

"Lilin pelebur yang menyumbat retakan itu masih membekas di pecahan besinya, ahli forensik manapun bisa membuktikan sabotase kotor ini dalam lima menit."

Pernyataan telak Genta membuat Zulkarnain kehilangan seluruh kata-katanya, tubuhnya gemetar hebat menghadapi kemarahan pejabat istana.

"Jika bukan karena Pil Jiwa Surgawi ini menyelamatkan nyawaku hari ini, aku akan langsung memerintahkan pasukan kerajaan menyegel tempat ini!" ancam Adipati Arya tanpa ampun.

"Genta adalah pemenang mutlak di babak ini, dan aku sendiri yang akan menjamin keselamatannya selama berada di ibu kota!"

Sorak sorai penonton langsung meledak mendukung keputusan sang Adipati, merayakan kemenangan telak Genta atas kelicikan panitia.

Sekar Arum menghela napas lega dan tersenyum sangat manis menatap sosok Genta yang berdiri mendominasi di tengah arena.

"Dia benar-benar tidak bisa diukur dengan akal sehat manusia manapun," gumam Sekar penuh kekaguman.

Di dalam kepala Genta, notifikasi sistem kembali berdentang merdu merayakan keberhasilannya menampar wajah aliansi sekali lagi.

[Ding! Misi mempermalukan Aliansi Medis Gelap di depan pejabat istana berhasil.]

[Poin Reputasi Master bertambah 5000 Poin.]

Genta menatap sisa-sisa tetua panitia di mimbar dengan senyum arogan yang sangat mematikan.

Turnamen ini baru saja dimulai, dan dia tidak akan berhenti sebelum seluruh pilar Aliansi Medis Gelap ini hancur rata dengan tanah.

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!