NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 Zaki masuk rumah sakit

Sore ini begitu indah. Awan yang berwarna jingga menghias langit dengan begitu cantiknya. Namun sore ini merupakan air mata yang memilukan bagi Aira.

Enam bulan berlalu setelah pernikahannya dengan Zaki . Sore ini tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. Kedua orang tua Zaki juga begitu merasakan sedih yang teramat dalam.

Zaki pun di bawa kerumah sakit. Ayah Zaki pun menghubungi Adrian sahabat yang merawat Zaki selama ini. Keluarga hanya bisa menunggu di luar.

Ibu Hasna dan suaminya melihat Aira begitu terpuruk.

"Aira, maafkan kami ya dan juga Zaki yang telah membohongi kita selama ini" .

"Maafkan ayah juga ya nak ? "

"Kamu memang gadis yang baik. Kita berdoa saja mudah - mudahan. Zaki bisa sehat seperti semula" .

"Ayah ibu kenapa mas Zaki jahat bangat. Saat aku sudah mulai mencintainya justru ia membalasnya dengan kebohongan. Aku harus bagaimana ayah . Aku tidak bisa untuk membencinya saat ini. Karena saat ini mas Zaki suami Aira" .

Ibu Hasna pun memeluk menantunya itu.

setelah menunggu beberapa saat. Kemudian Adrian keluar dari ruangan.

Aira beserta mertuanya menghampiri Adrian.

"Adrian bagaimana dengan Zaki ? "

" Maaf om dan Tante , Zaki tidak sedang baik - baik saja. Saat Zaki pingsan itu menandakan bahwa Zaki secepatnya harus berobat keluar negeri".

" Apa aku boleh melihatnya sebentar Adrian ?", ucap Aira.

" Oh tentu saja boleh. Ayo mari saya antar", ucap Adrian.

Aira pun memasuki ruangan dimana suaminya dirawat. Saat memasuki ruangan ternyata Zaki sudah bangun .

Aira pun langsung memeluk suaminya itu.

"Mas, bagaimana keadaanmu sekarang ? Dan kenapa mas tutupin dari aku ? "

"Sekarang kamu sudah tahu tentang kondisiku. Apakah kamu akan pergi meninggalkan aku ? "

" Mas, kamu ini ngomong apa sih ? Aku ini istrimu mas, bukan barang ataupun orang lain yang bisa datang dan pergi sesukanya".

Zaki pun membuang muka. Sikapnya yang dulu lembut dan penuh kasih sayang kini berubah menjadi lebih sensitif.

" Aira, aku ingin istirahat tolong jangan ganggu istirahatku. Sekarang kamu keluar" , ucap Zaki dengan ketus.

Adrian tolong antar dia keluar.

Mas maafkan aku kalau kehadiran aku menyakitkan buat kamu.

Ayo Aira aku antar kamu keluar. Aira hanya menganggukkan kepalanya. Setelah Aira pergi Zaki menangi. Air matanya mengalir begitu saja.

" Sayang, maafkan aku yang telah membuatmu terluka. Saat ini mungkin usiaku tidak akan lama lagi".

Melihat Aira yang keluar bersama Adrian ayah dan ibu Zaki saling beradu pandang.

" Ko cuma sebentar saja nak ? "

"Ibu mas Zaki katanya mau istirahat Aira takut menganggu istirahatnya mas Zaki makanya Aira gak lama - lama melihat mas Zaki" .

Kini waktu magrib telah tiba. Azan berkumandang dengan suara yang begitu merdu.

Bu, ayah waktu shalat magrib telah tiba. Aira mau shalat dulu.

Pergilah nak, biar kami berdua disini yang menjaga Zaki.

Terimakasih ayah ibu, kalau begitu Aira pergi dulu.

Hmmmm.....

Aira pun meninggalkan mertuanya. Kaki yang iya langkahkan terasa begitu berat. Melihat sikap Zaki yang berubah membuat dirinya semakin tak berdaya.

Setibanya di sebuah masjid dekat rumah sakit . Aira mengambil wudhu. Kemudian ia menjalankan ibadah shalat magrib.

setelah shalat magrib selesai. Aira pun menengadah telapak tangannya untuk berdoa . Ia pun meminta pada sang pencipta agar suaminya bisa pulih dengan baik.

"Ya Allah, ujian ini terasa begitu berat. Di saat sebagian hati ini telah menerimanya. Sekarang malah menyakitkan. Ya Allah kuatkan lah iman hamba dan berikanlah yang terbaik untuk keluarga hamba. Hanya Engkau yang bisa memberikan yang terbaik untuk diri ini" .

Aira pun merapikan kain mukenanya. Dan bersiap untuk pergi kembali ketempat suaminya di rawat.

Sesampainya di ruangan itu kini ibu Hasna dan suaminya pun ingin pergi keluar.

"Aira, kamu sudah sampai ? Iya Bu . Yaudah sekarang kamu tungguin Zaki dulu ya ibu sama ayah pergi cari cemilan dan juga makanan" .

"Ibu lihat kamu belum makan dari tadi".

" Iya Bu baiklah biar sini Aira yang menunggu

mas Zaki".

Ibu Hasna pun pergi meninggalkan Aira .

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!