Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resmi
Anna dan Daniel resmi pacaran. Makan malam dengab suasana romatis pun terjadi. Anna sangat bahagia. Selesai makan bersama kami foto - foto. Malam ini yang tidak berpasangan hanya David, karena hubungan Vanesa dan David sudah berakhir.
"Malam ini aku bahagia sekali, bisa menyatakan cinta kepadamu sayang. Aku takut loh tadi."
"Takut apa??"
"Takut kamu menolak."
"Aku juga suka sama kamu mas."
"Mas???"
"Iya , panggilan sayangku kepadamu."
"Kamu jatuh cinta kepada aku kapan?"
"Ya pada saat mulai kenal. Tetapi lama - lama jengkel juga."
"Jengkel??? Kenapa??"
"Mas, perhatian tetapi tidak menyatakan cinta. Aku mau keluar dengan laki - laki lain, mas larang. Sebenarnya maunya apa sih." Daniel tertawa.
"Aku jatuh cinta pada saat aku menabrak kamu."
"Mas tahu, aku kesakitan sekali saat itu. Tetapi pura - pura baik saja."
"Oooo sayang maafkan mas." Daniel menarik tubuh kekasihnya langsung dipeluk dan dicium keningnya.
"Mas terima kasih ya buat hari ini. Semuanya indah."
"Sama - sama sayang."
Anna sudah pulang ke kosannya di antar Daniel. Dia sangat bahagia sekali. Karena tadi Daniel menyatakan perasaannya bahwa dia mencintai aku. Dan Daniel juga merayakan kelulusanku dengan makan bersama keluarganya. Tadi Daniel juga membantu Anna menurunkan semua barang - barang Anna. Setelah menyuruh Anna mandi dan istirahat dia langsung pamit.
"Ah.... Malam ini aku pasti tidur nyenyak. Laki - laki idolaku telah menyatakan cintanya. Terima kasih Tuhan, aku bahagia sekali bisa di cintai oleh seseorang."
Daniel Johanes adalah cinta pertama bagi seorang Joanna Josephine Josep. Karena selama dia sekolah dia tidak perna pacaran. fokusnya hanya belajar untuk masa depannya, dia tidak mau mengecewakan mama dan papanya yang sudah berjuang membesarkan dirinya.
Papanya adalah pegawai negeri sipil angkatan laut, namun sebelum di angkat papanya hanya honorer yang membawa mobil dinas. Pada saat komandan Doni Johanes berdinas di sana, papanya diusahakan menjadi pegawai, dan puji Tuhan lolos seleksi dengan pangkat golong dua. Sedangkan mamanya Anna, dulu asisten rumah tangga di rumah dinas komandan Doni selain sebagai pengajar di sekolah minggu. Jadi dulu Daniel kecil, mamanya Anna yang menjaga, sambil menjaga anak perempuannya.
Jadi kalau ada perasaan cinta yang tumbuh di antara Anna dan Daniel, karena sedari mereka kecil Daniel sudah terbiasa menjaga dan melindungi Anna. Padahal kecilnya Daniel itu usil, semua teman - temanya yang seusia dia kalau dia tidak suka pasti dia jaili kalau bermain. Berbeda perlakuannya kepada Anna.
Cerita masa kecil Daniel dan Anna diceritakan oleh mama Reny kepada kedua kakaknya dan calon menantunya.
"Pantas adek perhatian sekali kepada Anna."
"Mungkin jodoh mereka."
"Ma, kenapa mas Jefry dan David ngak ikut mama dan papa ke Ambon."
"Mbah mereka menahan, katanya biar sekolah disini aja. Jadi Daniel yang ikut kemana papa dan mama di tugaskan."
"Cerita adek ya." Daniel baru pulang ke rumah setelah mengantar Anna ke kosannya."
"Anna sudah adek antar?"
"Sudah dong."
"Dek, Anna itu Idola loh di kampus. Hanya anaknya susah di dekati. Mahasiswa mba ngomong begitu loh."
"Anna itu jodohnya adek, mba."
"Percaya diri amat, masih juga pacaran. Anaknya oma Triyanto juga suka tuh. Kakak sering lihat kalau di gereja. Dia suka curi pandang ke Anna."
"Adek tembak kalau macam - macam sama Anna."
"Adek, stop ya. Mama ngak mau adek main hakim sendiri. Anna pasti akan marah juga."
"Iya. Adek akan kontrol kok."
"Anna itu anak yang manis, mama kenal dia dari kecil, hati mama juga sudah jatuh cinta kepadanya. Mama mau kamu jaga Anna baik - baik."
"Siap mama sayang."
"Mama ngak takut, anak kesayangan mama cintanya terbagi." David mengoda mamanya
"Kalau sama Anna mama rela berbagi. Sama seperti ke mba Cindy, mama juga rela berbagi."
"Dek, berarti Anna harus jahit baju kembar."
"Siap, nanti adek sampaikan. Adek mandi dulu ya." Daniel sudah kemarnya untuk bersih - bersih selesai dia menghubungi kekasihnya.
"Sayang, lagi apa?? Mas kangen."
"Iiiii lebay deh. Kan baru ketemu."
"Di rumah ada mba Cindy."
"Ada ibu dosen??"
"Iya. Kamu kesini ya. Mas jemput."
"Ade malu."
"Mba Cindy mau kamu temani, urus pernikahannya dengan mas Jef. Mas jemput ya."
Daniel langsung keluar dengan motor menjemput Anna. Setelah dia memberitahukan kepada mama dan mba Cindy. Tidak ada lima menit, Anna sudah ada di rumah Daniel. Daud memperhatikan Anna datang bersama Daniel. Padahal Daud rencana mau ke kosan Anna memberi hadiah atas kelulusan Anna. Namun rencana itu di tunda.
Besoknya pada saat ibadah pemuda di gank sebelah baru Daud dan teman - teman menyerahkan hadiah buat Anna. Sebuah stetoskop berwarna pastel. Malam ini, Daniel tidak ibadah karena dia baru turun jaga jam delapan malam nanti. Katanya selesai ibadah Daniel anak menjemput. Dan benar selesai ibadah, Daniel masih dengan seragamnya datang menjemput Anna.
"Maaf ya, tidak beribadah baru pulang jaga."
"Ngak papa, terlambat juga ngak masalah. Kita baru selesai kok."
"Iya, aku datang menjemput Anna."
Semua pemuda kaget, namun bagi Daud biasa saja. Dia merasa bahwa Daniel dan Anna sudah berpacaran. Setelah Anna pamit bersama Daniel. Semua membicarakan mereka.
"Apa mereka pacaran??"
"Tidak masalahkan. Anna single, Daniel juga."
"Masalahnya kamu kan suka sama Anna."
"Ya bukan buat saya berarti. Jodohnya dengan Daniel."
Sementara Anna dan Daniel belum juga pulang. Mereka masih ke depan kompleks mencari sate buat makan bersama.
"Sayang ini mau sambel ngak??"
"Mau mas. Dipisahkan saja."
"Mas beli yang banyak, kaget di rumah ada banyak orang."
"Iya sayang."
Benar di rumah kelaurga Johanes masih ada mba Cindy. Merek masih membahas persiapan acara lamaran dan pernikahan. Tadi siang, Anna sudah menjahit baju seragam dengan mama diantar oleh Mas Jefry dan mama.
"Selamat malam."
"Selamat malam dek." Anna langsung memeluk mba Cindy dan mencium pipinya, begitu juga dengan mama dan papanya Daniel.
"Dari mana dek?"
"Baru pulang ibadah om."
"Kok om ya. Panggil papa dong Anna." Kembali David mengoda calon adek iparnya ini.
"Iya, mama juga mau di panggil mama aja ngak mau tante." Anna raut wajahnya sudah memerah.
"Gas kan sayang."
Anna dibantu mba Cindy mulai menyiapkan makan malam buat mereka semua. Dan makan malam yang penuh kekeluargaan. Mereka bercerita dan membahas semua. Ternyata Cindy dan Anna mempunyai sifat yang sama. Keluarga mereka juga sederhana. Bedanya Cindy masih punya dua adek yang harus dia tangung jawab. Dan Jefry mau bersama - sama memikul tanggung jawab itu.
Satu minggu kemudian keluarga besar tante Reny sudah berkumpul di rumah kelaurga Johanes. Hari ini mereka akan pergi melamar Mba Cindy. Anna juga sudah memakai baju kebaya sama seperti yang lain. Namun Anna warna kebayanya berbeda karena itu adat. Calon mantu yang lain harus berbeda warna kebaya jika mau di seragamkan.
Untuk seserahan semalaman Anna dibantu dengan tante - tantenya Daniel yang menghiasnya sehingga jadilah seperti ini cantik - cantik.
"Kalau, mas lamar adek, seserahannya maunya apa?" Daniel sedang mengoda Anna. Ketika mereka dalam perjalanan menuju rumah keluarga mba Cindy.
"Maunya cinta kamu aja."
"Kalau itu pasti seratus persen."
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan