NovelToon NovelToon
TAWANAN MUSUHKU

TAWANAN MUSUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

ZONA DEWASA‼️Harap bijak dalam memilih bacaan!!
Luna seorang mahasiswa yang berkuliah di universitas elite di ibukota menyembunyikan identitasnya yang seorang putri tunggal dari pengusaha yang diambang kebangkrutan, dia pun melarikan diri dari rumahnya karna hendak di jodohkan.
Di kampusnya ia jatuh cinta dengan Adrian Xander Mahasiswa terpopuler di universitas Legacy.
Namun secara tidak sengaja Luna mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya terikat dengan Moreno Xander yang juga merupakan saudara tiri Adrian
Apa yang akan terjadi pada kehidupan Luna setelah dia dihadapkan dengan dua Xander bersaudara???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

​Moreno menyunggingkan senyum miring, menatap bibir ranum Luna dari jarak yang begitu dekat. Kehangatan napasnya berembus menerpa kulit wajah gadis itu.

​"Apa lo sengaja makan berlepotan kayak gini..." bisik Moreno rendah, "...buat mancing gue supaya ngejilatin lo?"

​Luna menggeleng cepat dengan raut wajah memerah, berusaha mengumpulkan kesadarannya.

"T-tentu saja enggak! Otak lo aja tuh yang gak beres!"

​Bukannya melepaskan, Moreno justru makin erat menahan kedua pipi Luna, mengunci pergerakan gadis itu agar tidak bisa berpaling. Tanpa memberi aba-aba lagi, Moreno langsung menyambar bibir manis Luna dan melumatnya secara menuntut.

​Luna yang mendapat serangan mendadak itu sempat membeku, namun perlahan-lahan kehangatan dan keahlian Moreno melumat bibirnya membuat pertahanan Luna runtuh.

Sentuhan itu merambat naik, membakar sisa akal sehatnya hingga Luna tanpa sadar mulai membalas ciuman tersebut dan ikut terbawa suasana.

​Puas menyesap bibir Luna hingga kehabisan napas, ciuman Moreno perlahan turun. Pria itu menyapu area rahang, lalu berpindah menjilati dan mengecup leher jenjang Luna yang terbuka.

​"Nghh..."

​Luna makin menegang kaku. Tangannya refleks bergerak mencengkeram kain kemeja yang dikenakan Moreno, mencari tumpuan di tengah desakan gairah yang menghantamnya.

​Bibir hangat Moreno terus bergerilya naik menuju cuping telinga Luna, mengecup dan memainkannya dengan lembut. Embusan napas panas di sana seketika membuat Luna merinding kegelian.

​"R-Reno... berhenti... geli banget," ujar Luna tergagap dengan nada suara yang melemah, kehilangan separuh tenaganya.

​Namun Moreno sama sekali tidak peduli. Hasrat yang terkumpul di dadanya sudah terlalu mendominasi. Tangan yang tadinya berada di dagu Luna perlahan merambat turun, menyusup ke balik paha dan masuk ke dalam rok yang dikenakan Luna.

​Jemari hangat Moreno merayap perlahan tapi pasti, naik menyusuri paha mulus itu hingga akhirnya menyentuh bagian paling sensitif milik Luna. Sentuhan mendadak yang tepat sasaran itu seketika meloloskan desahan halus dari bibir Luna.

"Mmhh"..

​Desahan itu seketika membakar gairah Moreno. Pria itu makin mendekatkan wajahnya, berbisik rendah tepat di cuping telinga Luna.

​"Milik lo udah mulai basah, babe..." bisik Moreno, membuat bulu kuduk Luna berdiri.

​Sensasi panas yang merambat di area sensitifnya membuat kesadaran Luna seketika terbangun.

Dengan nafas yang masih memburu, jemari Luna bergerak menahan pergelangan tangan Moreno yang berada di dalam roknya, berusaha menghentikan pergerakan jari pria itu.

​"Ren... stop," bisik Luna lirih, napasnya masih terengah-engah. "K-kita lagi di parkiran... nanti ada orang yang lihat."

​Moreno tak mengindahkan gertakan itu. Tangannya tetap bertahan di dalam rok Luna, enggan bergeser sedikit pun dari area sensitif yang terasa kian hangat. Pria itu justru menyunggingkan senyum miring yang mengintimidasi.

​​"Lo tahu gak, apa yang bikin gue selalu pengin menyentuh lo?" bisik Moreno rendah, tepat di samping telinga Luna.

​Luna menggeleng pelan, semakin meremas kemeja Moreno untuk menahan gejolak di dadanya. "G-gue gak tahu..."

​"Gue suka... karena gue,,, orang pertama yang udah menyentuh dan menjamah tubuh lo," ujar Moreno penuh dominasi. Pria itu menyapu rahang Luna halus, mengunci tatapan gadis itu tanpa ampun.

​"Hari ini... gue harus pulang ke rumah bokap gue," lanjut Moreno dengan nada yang mendadak memberat.

"Gue pasti bakal kangen sama kehangatan tubuh lo selama gue di sana. Makanya... gue mau minta sesuatu dari lo sebelum gue pergi."

​Luna menelan ludah dengan gugup, merinding mendengar intonasi suara Moreno yang sangat dalam. "M-mau minta apa...?"

​Bukannya menjawab langsung dengan kata-kata, tangan Moreno yang ada di balik rok kembali bergerak, mengusap keintiman Luna dengan irama lembut yang presisi.

​"Ahhh..." Desahan halus seketika lolos lagi dari bibir Luna, membuat pertahanannya goyah.

​Moreno tersenyum miring melihat respons jujur dari tubuh gadis di hadapannya. Ia memajukan wajahnya, berbisik dingin namun menggetarkan.

​"Lepas celana dalam lo... dan kasih ke gue."

​Mata Luna membelalak lebar, tak percaya dengan permintaan gila yang baru saja dilontarkan Moreno.

"R-Ren! Lo... lo bener-bener mesum ya.!"

​Moreno justru terkekeh rendah, sama sekali tidak merasa terhina.

"Terserah lo mau bilang gue apa, babe. Sekarang lepas celana dalam lo. Mau lo yang lepas sendiri... atau gue yang lepasin?!"

​Luna menelan ludah dengan wajah memerah padam. Mengingat perangai Moreno yang tak pernah main-main dengan ucapannya, Luna tahu berdebat saat ini cuma akan membuang energi dan makin membahayakan dirinya. Dengan berat hati, Luna akhirnya mengalah.

​"Biar... biar gue aja yang lepas," bisik Luna seraya memalingkan wajah, tak sanggup menatap mata Moreno.

​Moreno tersenyum puas. Ia memundurkan tubuh tegapnya sedikit dan menarik tangannya keluar dari balik rok Luna. Dengan jemari gemetar dan rasa kesal menjadi satu, Luna melorotkan underwear berenda hitam miliknya.

​Setelah berhasil melepasnya, Luna menyodorkan kain tipis yang terlihat minim dan seksi itu ke arah Moreno.

"Nih! Mau lo apain coba?!"

​Moreno menerima kain tersebut tanpa ragu. Bukannya langsung mengantonginya, pria itu justru mendekatkan kain berenda itu ke hidungnya dan menghirup aromanya sejenak seraya memejamkan mata.

​Sensasi liar itu seketika membuat seluruh wajah dan telinga Luna menjadi kepanasan.

"Reno! Dasar psikopat lo?!"

​Moreno membuka matanya, menyunggingkan senyum dominan yang memikat sekaligus menakutkan. Ia mengantongi celana dalam tersebut ke saku celana jeansnya.

​"Ini bakal jadi jaminan," ujar Moreno dengan nada rendah nan dingin. "Kalau sampai lo berani macam-macam atau kabur selama gue gak ada... lo bisa bayangin apa yang bakal gue lakuin ke lo nanti."

​Luna bergegas merapatkan kedua pahanya dan menarik roknya kebawah, sadar betul kalau saat ini ia sudah tidak mengenakan celana dalam lagi. Jika dibiarkan terbuka, bisa-bisa bule mesum di sampingnya ini bakal menerkamnya tanpa ampun di parkiran.

​Moreno yang melihat gestur panik itu menahan tawanya. Ia merasa jadi kecanduan untuk menggoda Luna, menikmati setiap jengkal ekspresi pasrah dan keputusasaan yang terpancar dari wajah gadis itu.

​"Tenang aja," kata Moreno santai seraya memutar kunci kontak mobilnya.

"Gue gak bakal ngapa-ngapain lo sekarang. Kita masih punya banyak waktu buat melakukan hal yang jauh lebih intim nanti."

​Luna menggigit bibir bawahnya. Telinganya serasa panas setiap kali mendengar kalimat Moreno yang sama sekali tidak ada filternya.

​Mengingat suasana yang sedikit melunak, Luna mencoba memberanikan diri. "Ren..." panggil Luna ragu-ragu.

"Kalau lo gak ada di penthouse... boleh gak gue juga pulang ke rumah gue dulu? Gue... gak mau sendirian di apartemen lo."

​Moreno terdiam sejenak. Sepasang mata abu-abunya melirik Luna dari samping, mempertimbangkan permintaan gadis itu. Moreno pun akhirnya mengangguk pelan.

​"Oke. Habis dari sini gue antar lo pulang ke rumah lo," ucap Moreno dengan nada datar namun pasti.

"Tapi ingat, begitu urusan keluarga gue selesai, gue bakal ngejemput lo lagi."

​Luna mengembuskan napas lega. Setidaknya Moreno tidak menyulitkannya saat ini, memuluskan jalannya untuk menghadiri pesta ulang tahun ibunya Adrian lusa nanti.

1
+82
inikah puncak masalah?
+82
bagus.. biar dibully orang2 kampus dan kembali ke reno🌚
+82
ugh 🌚
+82
ga sabar +21🌚
+82
+ 21 🌚🌚🌚 ya?
+82
lagiii 🌚 jangan lemah ren, bentar lagi iya2
+82
abis kamu luna dilahap setelah ultah mama tiri 🌚🌚🌚
+82
sikat ren.. 🌚 sampe rumah plok2
+82
aku selalu baca.. sampai tamat ya 🌚
Meow: Thank you supportnya🙏
total 1 replies
+82
mayan🌚
+82
pas.. 🌚 anak kuliahan
+82
suka🌚
+82
kirimkan visual luna dan reno 🌚🌚🌚
+82
lagiii🌚
+82
bernada sekali😭
+82
novel stuck with you up tidak? kalau up lanjut aku mau baca
Meow: Halo kak terima kasih atas atensinya novel stuck with you akan update 1-2 hari lagi 🙏
total 1 replies
+82
masih ori ga lu ren? 🐊
+82
jangan kasih ampun! plok2 segera🌚🌚🌚
+82
cie 🐊
+82
semangat ya.. harus sampai ending☻️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!