NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Dug

Tubuh lemas Akila terjatuh menabrak sesuatu.

Ia mendongak.

Deg

Kenapa? Kenapa dari banyaknya orang harus Kevin yang menemukan Akila?

Tubuh lemah Akila jatuh dalam pelukan Kevin, ia tak kuat lagi hanya sekedar untuk jalan.

Akila berlari sejak tadi sedangkan perutnya belum ada diisi makanan sejak pagi.

William terlalu kejam padanya.

"Kumohon lepaskan aku. Aku akan baik-baik saja." Ucap Akila yang saat ini ada dalam gendongan Kevin.

"Akila, jangan cemas. Aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan menjagamu sampai kapanpun." Ucap Kevin.

Bibir pucat Akila tak kuat lagi untuk sekedar bicara, ia memilih diam karena fisiknya sudah mulai lelah.

Setidaknya untuk sekarang ini lebih baik bukan? Ia tak perlu berada di keluarga Mason walau sekarang ia malah berakhir dalam gendongan Kevin.

Tadinya Akila hampir jatuh pingsan di tengah jalan jika bukan Kevin yang langsung menangkap tubuh Akila.

"Kevin, aku lapar." Ucap Akila tak bohong.

Langkah Kevin terhenti, ia menunduk melihat bibir pucat Akila.

"Aku..."

Lebih dulu mobil lain berhenti di dekat mereka.

Ada William yang keluar dari mobil itu dengan tatapan tak suka.

"Lepaskan Akila!" Ucap William.

Akila mendengar suara itu, tangannya langsung menggenggam kemeja milik Kevin membuat William terusik.. apa maksud Akila? Apa Akila tak mau ikut dengannya?

Kevin sadar dengan genggaman tangan Akila.

"Aku tak akan melepaskan Akila, dia lebih baik ikut denganku alih-alih dengan pria kasar sepertimu." Ucap Kevin.

William makin geram.

"Kau yakin ingin mengambil istri orang lain?" Tanya William.

"Istri? Apa mungkin seorang suami rela melihat Istrinya terluka? Kau tak lihat ya seperti apa keadaan Akila saat ini? Oh, kau buta ya?" Tanya Kevin membuat William detik itu juga merebut Akila dari Kevin.

"Tutup mulutmu sialan!" Ucap William mengambil alih Akila dari gendongan Kevin dengan kasar.

Kini tubuh Akila berpindah dalam gendongan William.

Jangan ditanya seperti apa perasaan Akila, ia seperti benda yang diinginkan dalam waktu tertentu kemudian dibuang saat William muak.

"Aku membencimu William." Gumam Akila kecil.

William diam saja, ia bawa tubuh Akila pergi membuat Kevin mengejar.

"Kembalikan Akila padaku!" Ucap Kevin.

"Tidak! Dia milikku. Jangan lupa bahwa dirimu pernah membuat Akila hampir di penjara. Aku harap kau sadar diri." Begitulah William berucap.

Ia memasukan Akila ke mobil lalu pergi meninggalkan Kevin.

Mata Akila terpejam saat mobil itu jalan, jujurnya Akila lelah dan pikirannya kacau.

"Anak-anak itu, ada bersamaku." Tiba-tiba William berucap begitu.

Mata Akila yang tadinya tertutup jadi terbuka.

Ia menoleh pada William.

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Akila heran.

"Kau pasti tahu maksudku." Ucap William lagi.

Mobil semakin melaju dengan kencang.

---

"MOMMY!" Teriak dua Anak berlarian menatap Akila yang masuk bersama dengan William.

Air mata Akila luruh begitu saja, dua Anak kembarnya ada di hadapannya dan berlari lalu memeluknya dengan erat.

Ini kenyataan bukan mimpi.

"Mommy, I miss you." Ucap Athena yang sesegukan karena tangisnya.

Akila menunduk, lututnya menjadi tumpuan untuk ia bisa menyamakan tingginya dengan Anak-anaknya.

"Kalian kenapa sampai sini? Kalian…"

"Kami cemas Mom." Ucap Atheos membuat air mata Akila jatuh lagi. Tatapan Akila terluka, ia takut sekali kalau dua Anak kembarnya mengalami hal bahaya diluar sana.

"Apa kalian kabur dari Aunty Feby dan Sari?" Tanya Akila.

Keduanya serempak menganggukkan kepalanya membuat senyum Akila terbit.

Akila mendekat, ia mengecup kening Atheos dan Athena.

Bohong kalau ia tak rindu pada dua bocah menggemaskan itu.

"Mommy lebih merindukan kalian semua, Mommy... Mommy..." tubuh Akila malah melemah, tatapannya menggelap.

Tubuh yang akan jatuh itu langsung dipeluk oleh William karena William menyadarinya.

Akila pingsan dalam dekapan William.

Tangis Athena makin kencang.

"Mommy! Mommy ku." Ucapnya histeris melihat Akila tak sadarkan diri.

William menoleh pada Reno.

"Panggil Dokter segera Reno!" Ucap William.

"Baik Tuan." Balas Reno.

William tampak membawa Akila menuju kamar, dua Anak itu mengekor dengan ekspresi takut dan cemas.

---

Di dalam kamar.

Tangan Akila sudah terpasang dengan infus, tatapan Anak-anaknya tak berhenti penuh kecemasan.

"Padahal Mommy itu jarang sakit, Mommy itu selalu bahagia dan bibirnya tak pernah pucat seperti ini. Mommy mana pernah lupa sarapan karena kami adalah koki terbaik dalam hidup Mommy, tapi sayangnya seseorang membuat Mommy ku jadi jatuh pingsan." Ucap Athena mengusap lembut pipi Akila lalu mengecupi pipi itu.

Air mata Athena tak berhenti jatuh.

William terdiam mendengar ucapan Anak perempuan itu.

"Mommy itu harta paling berharga buat kami! Hanya Mommy dunia yang kami punya, aku mati tanpa Mommy." Sekali lagi Athena berucap seperti itu.

William bisa melihat betapa tulusnya ucapan itu keluar dari mulut Athena.

Atheos mendekat, sejak tadi tangannya menggenggam tangan Akila.

"Mommy tak pernah terluka bersama kita, tapi kenapa kau membuat Mommy ku sampai pingsan? Asal kau tahu, Mommy tak boleh telat makan. Aku benci sekali jika Mommy sampai melupakan waktu makannya, kami adalah alarm untuk Mommy mengingat segalanya. Tapi apa yang kau lakukan pada Mommyku Uncle?" Tanya Atheos menatap wajah William.

"Aku..."

"Tidak usah dijelaskan, Dokter bahkan mengatakan kalau Mommy kekurangan cairan di dalam tubuh. Apa segelas air pun kau tak memberinya? Kau yakin benar-benar seorang pria?" Tanya Atheos membuat William kehilangan kata-kata.

Benar, William yang salah disini. Sejak pagi Akila tak makan apapun, kenapa William sebodoh itu? Dan sekarang ia mati kutu di hadapan dua Anak yang begitu mencintai Akila.

"Selain pucat, wajah Mommy tampak lelah. Padahal Mommy adalah orang paling ceria. Mommy adalah ratunya kami." Ucap Atheos.

Atheos tak mau menangis tapi mengingat masa lalu membuat Atheos sedih.

Akila selalu berusaha membuat dua Anaknya bahagia, Akila membagi waktu antara bekerja tapi tetap memprioritaskan si kembar.

Sari pernah bercerita pada si kembar bagaimana Akila mengusahakan untuk tetap melahirkan si kembar bahkan Akila itu wanita yang sangat hebat ketika tengah mengandung bayi kembar dua sekaligus.

Akila tak pernah mengeluh dan Akila selalu mengusahakan apapun yang ia mau sendirian. Ia mengalami mood kehamilan tanpa sosok pendamping.

Tak ada wanita yang bisa sekuat Akila.

"Kau tak berhak membuat Mommy menangis bahkan setetes pun tak boleh!" Ucap Atheos memandang wajah William.

"Mommyku tidak pernah bersalah atas kecelakaan yang menimpa orang tuamu di masa lalu." Ucap Atheos menyambung.

Kali ini Atheos mengeluarkan sebuah berkas dengan warna coklat dari dalam jaketnya.

"Aku beri ini secara gratis dan aku minta kembalikan Mommy pada kami!" Ucap Atheos melemparkan berkas itu ke ranjang membuat William menatapnya.

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya William.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!