NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: LIMA PULUH HARI

Keheningan di dalam gubuk kayu terasa semakin menghimpit setelah pengakuan Lian Yue tentang mimpinya. Shen Rui mematung di dekat jendela, mencengkeram gagang Pedang Zhaoyang tanpa sanggup mengucap sepatah kata pun. Pengakuan bahwa suara pria dalam mimpi pernikahan seribu tahun lalu itu adalah suaranya sendiri menghantam dinding pertahanan batin sang pemburu hingga retak berkeping-keping.

Sebelum Shen Rui sempat merespons, sebuah kibatan angin dingin mendadak menerobos celah ventilasi gubuk, memadamkan lidah api di perapian.

Srrr...

Sebuah suar kertas emas—merupakan burung merpati ghaib utusan Paviliun Tianjian—menerobos masuk melalui celah dinding kayu, terbang memutar di udara sebelum akhirnya terbakar menjadi abu perak di atas meja. Di tengah abu yang mengambang, barisan tulisan kaligrafi berwarna merah darah melayang di udara, memancarkan aura qi spiritual yang sangat menekan.

Itu adalah surat rahasia tingkat tinggi langsung dari Guru Xuan He, Pemimpin Paviliun Tianjian.

Shen Rui melangkah mendekat, matanya membaca setiap deret kata berdarah yang mengambang di udara:

"Shen Rui, muridku. Keberadaan siluman ular putih di lereng Wuyin telah mengganggu keseimbangan segel benua. Esensi jiwanya telah bangun sepenuhnya. Kau memiliki waktu tepat lima puluh hari sejak hari kebangkitannya untuk mengeksekusi makhluk itu.

Ular putih harus dibunuh sebelum hari ke-49. Jika lewat dari batas waktu tersebut dan inti jiwanya melengkapi wujud manusianya pada hari ke-50, malapetaka seribu tahun akan kembali melahap alam manusia. Jangan biarkan emosi mortal menyesatkan pedangmu."

Pshhh!

Tulisan kaligrafi merah itu meleleh menjadi asap hitam dan sirna tanpa sisa.

Lian Yue berdiri perlahan dari bale-bale kayu, menatap sisa asap tersebut dengan raut wajah pucat pasi. Kata-kata dalam surat rahasia itu begitu jelas—sebuah perintah mengeksekusi yang memiliki tenggat waktu yang sangat ketat.

"Hari ke-49..." bisik Lian Yue, menatap Shen Rui dengan mata peraknya yang bergetar. "Artinya... kita hanya punya waktu kurang dari empat puluh hari tersisa sebelum perguruanmu memaksa pedangmu mencabut nyawaku lagi?"

Shen Rui mengepalkan tangan kanannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya membeku menatap abu surat rahasia di atas meja. Perintah dari Guru Xuan He—pria yang membesarkannya dan mengajarinya seluruh jalan pedang—terasa seperti vonis mati yang sudah dipatok oleh langit.

"Guru Xuan He tidak pernah salah dalam meramal bencana," gumam Shen Rui dengan suara rendah yang amat berat. "Tetapi mengapa... mengapa harus hari ke-49?"

Qing Luo, yang sejak tadi mengawasi dari sudut kegelapan gubuk, melangkah keluar seraya menatap abu surat tersebut dengan tawa dingin yang penuh sarkasme.

"Hari ke-49?" Qing Luo mendesis gusar, mata zamrudnya menyala-nyala oleh amarah. "Xuan He tua itu selalu menggunakan hitungan hari yang sama selama seribu tahun! Dia takut, Shen Rui! Dia bukan takut pada malapetaka dunia... dia takut jika Lian Yue mengingat kembali siapa sebenarnya yang mengunci takdir kejam ini!"

Shen Rui berbalik menatap Qing Luo dengan tajam. "Apa yang disembunyikan Guruku? Bicara yang jelas, Qing Luo!"

"Tanyakan pada pedangmu dan perintah gurumu itu!" bentak Qing Luo murka. "Setiap kali hitungan hari ke-49 tiba dalam tiga kehidupan sebelumnya, Paviliun Tianjian akan mendesakmu untuk membunuhnya dengan dalih menyelamatkan dunia! Apakah kau tidak pernah berpikir mengapa pola ini terus berulang secara sempurna?"

Lian Yue mendekati Shen Rui, menyentuh lengan baju jubah pria itu dengan jemarinya yang dingin. "Shen Rui... jika perintah perguruanmu adalah membunuhku sebelum hari ke-49... apa yang akan kau lakukan?"

Shen Rui menatap mata perak Lian Yue yang jernih. Di balik dada sang pemburu, pertempuran hebat meletus antara sumpah pengabdian puluhan tahun kepada Paviliun Tianjian dan getaran jiwa yang mengikatnya pada perempuan di depannya.

Batas waktu lima puluh hari telah ditetapkan, dan hitungan mundur menuju takdir berdarah itu resmi dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!