NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Bentrokan Para Puncak

Atmosfer di zona inti Gua Labirin Angin begitu pekat hingga terasa seperti semen yang membeku. Tekanan spiritual dari dua kultivator Qi Gathering tingkat 9 benar-benar mendistorsi udara di sekitar altar kuno.

Xiao Lin menahan napasnya, menyatu sepenuhnya dengan bayang-bayang di balik pilar batu besar menggunakan Langkah Bayang Kosong. Dia menekan aliran Qi-nya hingga ke titik terendah agar tidak terdeteksi.

Di dalam kuil jiwanya, Sang Iblis kuno membuka matanya yang merah menyala, memandang keluar melalui indra Xiao Lin dengan seringai tipis.

"Dua semut tingkat 9 fana yang sudah menyentuh batas pembentukan fondasi (Foundation Establishment). Bocah, perhatikan baik-baik. Ini adalah batas tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia sebelum mereka benar-benar melangkah ke jalan keabadian."

Di atas altar, Lei Dong melangkah maju. Setiap kali kaki bersulam emasnya memijak tanah, riak petir ungu merambat di lantai batu, menghanguskan udara.

"Ye Ling," suara Lei Dong bergaung berat, dipenuhi vibrasi guntur. "Tiga Kristal Kategori Ungu ini adalah kunci untuk menyempurnakan fondasi Foundation Establishment milikku. Jika kau mundur sekarang, aku berjanji tidak akan menyentuh murid-murid sektemu yang lain di sisa turnamen ini."

Ye Ling, sang nomor satu dari Sekte Pedang Benua, tidak membalas dengan kata-kata. Dia hanya mengangkat pedang panjangnya secara perlahan. Niat pedang putih murninya meledak, membentuk pusaran angin tajam yang langsung memotong riak petir milik Lei Hu di udara.

"Pedangku tidak mengenal kata mundur, Lei Dong. Jika kau menginginkannya, ambil dengan kekuatanmu," jawab Ye Ling datar, sepasang matanya menatap tajam bagaikan sebilah pedang yang baru diasah.

"Hahaha! Bagus! Kalau begitu, matilah!"

BOOM!

Lei Dong bergerak. Kecepatannya melampaui Lei Hu hingga berkali-kali lipat. Dia menjelma menjadi berkas cahaya petir ungu yang luar biasa besar, melesat membelah jarak lima puluh meter dalam sekejap mata. Tangan kanannya membentuk cakar, dilapisi oleh guntur yang memadat menjadi kepala serigala raksasa—Cakar Guntur Penghancur Surga!

Ye Ling tidak menghindar. Dia melangkah maju, pedangnya bergerak dalam lintasan melingkar yang sangat anggun namun mematikan.

"Jurus Pedang Sembilan Aliran Langit... Aliran Kesembilan: Pedang Penembus Langit Murni!"

SHIIIING!

Satu tebasan pedang raksasa berwarna putih bersih membelah ruang gua, berbenturan langsung dengan cakar guntur Lei Dong tepat di depan altar kuno.

CRASHHHHH!

Ledakan energi yang dihasilkan begitu dahsyat hingga pilar-pilar batu di sekitar mereka retak dan runtuh. Gelombang kejut berenergi petir dan angin tajam menyapu ke segala arah. Xiao Lin yang berada di jarak aman bahkan harus melapisi tubuhnya dengan Qi tingkat 4 murni agar tidak terlempar dari persembunyiannya.

Di tengah ledakan cahaya yang menyilaukan, Ye Ling dan Lei Dong saling menyerang dengan kecepatan yang mengerikan.

TING! TANG! TING!

Pedang panjang Ye Ling bergerak seperti kilat putih yang tak terhitung jumlahnya, melepaskan ratusan tebasan dalam hitungan detik. Di sisi lain, Lei Dong menangkis setiap tebasan dengan lengan bajunya yang dilapisi petir padat, sambil sesekali melancarkan pukulan bertenaga guntur yang sanggup menghancurkan sebuah bukit kecil.

Pertarungan mereka berada di tingkat yang sama sekali berbeda dengan Jian Chen dan Lei Hu. Setiap gerakan dipenuhi oleh pemahaman mendalam tentang elemen masing-masing.

Namun, tepat saat kedua puncak itu sedang terkunci dalam benturan energi yang sengit di udara...

KREK...

Sebuah getaran aneh muncul dari bawah altar kuno. Tiga Kristal Kategori Ungu yang melayang mendadak memancarkan cahaya ungu yang sangat liar. Energi angin kuno di dalam altar tersebut tampaknya terpicu oleh benturan Qi tingkat 9 mereka.

Di dalam bayang-bayang, mata Xiao Lin melebar saat merasakan distorsi ruang yang sangat besar mulai terbentuk di sekitar altar.

"Bocah! Ini kesempatanmu!" raung Sang Iblis tiba-tiba di kepala Xiao Lin, suaranya dipenuhi ketidaksabaran yang membara. "Kedua semut itu sedang saling mengunci energi mereka! Altar itu sedang mengalami ketidakstabilan spasial! Gunakan Langkah Bayang Kosong sekarang, ambil tiga kristal itu, dan pergi sebelum mereka menyadarinya!"

Jantung Xiao Lin berdegup kencang. Mengambil barang dari bawah hidung dua murid terkuat tingkat 9 adalah tindakan yang sangat gila dan bertaruh nyawa. Namun, darah mudanya yang telah ditempa oleh pertempuran hidup dan mati justru bergejolak penuh semangat.

‘Baik! Mari kita bertaruh!’

Xiao Lin mengepalkan tangannya, memadatkan seluruh sisa esensi angin di kakinya, bersiap melakukan pergerakan paling nekat dalam hidupnya!

BOOM!

Di udara, pedang Ye Ling dan tinju petir Lei Dong kembali berbenturan, menciptakan riak energi melingkar yang mengoyak atmosfer gua. Keduanya fokus seratus persen pada lawan di hadapan mereka, memeras setiap tetes Qi untuk menekan satu sama lain. Bagi mereka, tidak ada satu pun murid di Lembah Angin Mati ini yang berani mendekati zona absolut pertempuran mereka.

Namun, mereka tidak tahu bahwa ada satu pengecualian di tempat ini. Pengecualian bernama Xiao Lin.

‘Sekarang!’

Xiao Lin menghentakkan kakinya. Aliran Qi angin murni hasil menyerap Inti Kristal sebelumnya meledak di sepanjang meridian kaki. Ruang di bawah telapak kakinya melipat tajam.

Jurus Gerakan Iblis: Langkah Bayang Kosong!

SYUUT—!

Tanpa fluktuasi Qi yang memancar keluar, tubuh Xiao Lin lenyap dari balik pilar batu. Hanya dalam waktu kurang dari satu kedipan mata, dia melompati jarak lima belas meter dan muncul tepat di atas altar kuno, tepat di titik buta di bawah benturan energi Ye Ling dan Lei Dong.

Udara di atas altar terasa luar biasa menekan akibat distorsi spasial altar yang tidak stabil. Namun, bagi Xiao Lin yang memiliki indra spasial bawaan, jalur pelarian energi itu terlihat seperti benang-benang tipis yang bisa dihindari.

Xiao Lin mengibaskan lengannya secepat kilat.

WUSH! WUSH! WUSH!

Tangan yang dilapisi Qi murni itu menyambar tiga Kristal Angin Kuno Kategori Ungu sekaligus dari atas altar, lalu melemparkannya masuk ke dalam tas penyimpanan dalam satu gerakan mengalir yang sempurna.

Saat kristal terakhir lenyap dari altar, keseimbangan energi penopang di tempat itu runtuh. Altar kuno tersebut langsung retak seribu.

"Apa?!"

"Siapa?!"

Ye Ling dan Lei Dong yang berada di udara instan merasakan hilangnya fluktuasi energi dari tiga kristal utama. Saat mereka menoleh ke bawah dengan mata terbelalak, mereka hanya sempat melihat ujung jubah abu-abu sederhana milik seorang murid dalam yang perlahan memudar di atas altar yang hancur.

"Mundur!" teriak Lei Dong murka.

Namun, Xiao Lin tidak memberi mereka kesempatan untuk bereaksi. Begitu kakinya menyentuh altar yang runtuh, dia kembali mengaktifkan langkah kakinya.

SYUUT!

Tubuh Xiao Lin kembali berteleportasi sejauh lima belas meter ke arah lorong keluar seberang, menyatu kembali dengan kegelapan labirin sebelum ledakan debu altar menutupi pandangan kedua puncak tersebut.

"Hahaha! Kerja bagus, bocah! Dua semut itu benar-benar terlihat seperti orang bodoh sekarang!" tawa liar Sang Iblis menggema puas di kepala Xiao Lin.

"BOCAH SIALAN! BERANI-BERANINYA KAU!"

Raungan Lei Dong menggelegar seperti guntur murni yang meruntuhkan langit-langit gua. Gelombang kemarahan dari ranah Qi Gathering tingkat 9 meledak sepenuhnya. Percikan listrik ungu raksasa menyambar-nyambar liar ke segala arah, menghancurkan bebatuan di sekitarnya menjadi abu.

Bahkan Ye Ling yang biasanya selalu tenang kini memiliki gurat kemarahan di wajahnya. Niat pedang putihnya menajam hingga ke tingkat ekstrem. Di bawah hidung mereka berdua, seorang murid tingkat 4 awal baru saja merampas hadiah utama turnamen dengan cara yang paling tidak masuk akal!

WUSH!

Tanpa mempedulikan satu sama lain lagi, Lei Dong dan Ye Ling melesat seperti dua berkas cahaya petir dan angin, mengejar ke arah lorong tempat hilangnya bayangan abu-abu Xiao Lin. Perburuan terbesar di Lembah Angin Mati resmi dimulai!

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!